Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 52 : Clark Vs Pemimpin organisasi darah merah


__ADS_3

"Apa yang dia rencanakan" batin Halm mengejar nya di udara.


Putri Vania masih berlari, ia juga sesekali mengendalikan pecahan-pecahan es yang dirinya buat.


Halm masih bisa menghindari nya, serangan mendadak Putri Vania sama sekali tidak mengenai tubuhnya, ia memanfaatkan hembusan angin untuk berpindah tempat.


"Haha, tidak ada gunanya menyerang, lebih baik kau menyerah saja" Halm masih mengejar nya.


Putri Vania tidak berniat menyerahkan dirinya, ia tiba-tiba berhenti berlari ketika melihat Halm yang sudah merasa di atas angin begitu melihat keterpojokan Putri Vania yang tidak bisa melawan dirinya secara langsung.


"Perubahan suhu ... " kedua tangan Clara mengarah kebawah, kelima jarinya membuat es yang dipijak dan disekitar nya semakin mengeras " ... puncak kristal" es tadi bereaksi kemudian berubah menjadi tumpukan es yang begitu tinggi dengan ujung yang runcing.


"Akh" Tumpukan es berhasil menembus alas kaki Halm yang telah lengah, ujung runcingnya menusuk telapak kakinya.


Halm mengayunkan tangannya, sihir apinya dapat membuat tumpukan es tadi meleleh. Putri Vania mengambil kesempatan itu untuk melakukan serangan diam-diam. Bongkahan es menyerang bagian belakang Halm.


"Cih, kau pikir aku tidak tau apa pemikiran mu" Halm terlebih dahulu mengetahui niat tersembunyi Putri Vania, terbentuk sebuah bilahan angin ketika tangan kirinya diayunkan.


Track ...


Bilahan angin berhasil menebas bongkahan es itu hingga hancur berkeping-keping "Kemarahan api" Orang yang berada di udara kembali menyerang seorang Putri yang sedang berpijak di permukaan es.


Sebuah api berkobar hebat, Putri Vania melompat kebelakang sehingga api tersebut tidak mengenai nya sama sekali, kecuali es yang dipijaknya tadi berhasil dibuat meleleh cepat.


Tidak terlalu jauh dari situ, pasukan Tuan Putri dan anggota organisasi darah merah juga sedang mengalami pertempuran yang cukup sulit, masing-masing tim ada yang bertempur diatas kapal, ada juga yang bertempur dipermukaan air yang telah diubah menjadi permukaan es kokoh.


30 menit kemudian, pertempuran masih saja berjalan sengit. Permukaan es dan air laut dipenuhi darah, korban dikedua belah pihak kurang lebih sama, elemen mereka kebanyakan saling berlawanan sehingga kematian sesama kelompok masih tidak terlalu banyak.


***

__ADS_1


Di tempat yang cukup gelap yaitu markas organisasi darah merah, terdapat Orang bertopeng merah sedang menatap keluar jendela istananya. Ia tengah menunggu kabar angin tentang anak buahnya dalam menjalankan misi pembasmian dipulau monster.


"Duduk disini membosankan, kupikir jika ada musuh menyerang akan terasa lebih menyenangkan" katanya pelan namun tak lama kemudian keinginan nya benar-benar terkabul disaat itu juga.


Duar! ...


Suara ledakan terdengar sangat jelas di telinga pemimpin topeng merah, guncangan hebat juga dirasakan. Pemimpin bertopeng merah segera menumbuhkan sebuah sayap yang cukup lebar dari punggungnya, kemudian orang itu mengepakkan sayap nya, keluar dari ruangan yang ditempatinya tadi.


"Apa yang terjadi?" tatap nya sinis, ia melihat seorang pemuda bermata ungu sedang mencekik 2 orang pria di kedua tangannya. Tentu orang itu merupakan Clark yang tadi memasuki pintu ruang.


Sebagaian istana nya ada yang telah hancur bahkan halamannya juga termasuk.


"Yo, pemimpin organisasi darah merah. Bagaimana keadaan mu?" Tanya pemuda tersebut, ia sedang ingin berbasa-basi.


"Khuak, pe-pemimpin, lari ... dia terlalu kuat ... " Ucap salah satu orang yang dicekik nya, ia tidak dapat menahan nafas lebih lama lagi.


"Siapa kau?" Pemimpin bertopeng merah menatap tajam padanya, seketika itu juga suasana disana begitu mencekam akibat aura yang dikeluarkan oleh pemimpin organisasi darah merah.


"Huh ... kalian sudah tidak dibutuhkan lagi" gerutunya pelan sehingga menambah ketakutan kedua orang yang masih berada di cengkraman nya.


"Ja-jang ... "


Track ...


Tidak sempat berkata, Clark malah langsung mematahkan leher mereka. Kedua orang itu telah kehilangan nyawanya, ia pun melepaskan cengkraman nya sehingga membuat tubuh mereka tergeletak ketanah.


"Kau sedang kebingungan kan, karena bawahan mu yang lain tidak menghalangi ku atau semacamnya?. Akan ku beritau ... semuanya telah ku bereskan" Ucapnya menebak isi kepala pemimpin organisasi darah merah.


"Kau pikir aku akan percaya?, aku bukanlah idiot yang bisa kau tipu. Entah apa yang kau gunakan untuk menyusup dan masuk ketempat ini" balasnya memilih untuk tidak mempercayai omongan pemuda di bawah nya.

__ADS_1


"Kau, lihatlah ke atas" Katanya menyuruh untuk melihat keatas.


Pe topeng merah tidak ingin menuruti kemauan pemuda tersebut. Sebagai pemimpin organisasi, dirinya seperti mewaspadai Clark, ia takut jika pemuda itu menyerang nya secara diam-diam.


Tess ...


Cairan air berwarna merah tiba-tiba menetes di pergelangan tangannya, ia merasa bahwa cairan tersebut begitu tidak asing, apalagi ada bau-bau amis khasnya tersendiri.


Karena penasaran ia pun sedikit mengangkat kepalanya, tentu kewaspadaan nya masih tidak dilonggarkan sedikitpun.


"Ma-mati semua!, apa yang terjadi sebelumnya!" sontak saja pemimpin bertopeng merah dibuat kaget, ternyata yang ada diatas nya adalah mayat dengan topeng berwarna emas dan hitam, jumlah nya lebih dari 200 orang.


"Sudah percayakan?" ucap Clark singkat kemudian berjalan pelan sambil melihat orang bertopeng itu dengan senyuman halus


"Kuakui kau memang kuat. Tapi, membunuh semua sisa bawahan ku belum tentu juga bisa menang melawan ku" pe topeng merah semakin mewaspadai nya, menurut nya orang yang masih bisa santai dan tersenyum dalam keadaan seperti ini bukanlah orang biasa. Meskipun begitu ia masih tetap percaya diri dengan kemampuan nya sendiri.


"Lawan aku, tunjukkan kekuatan maksimal mu" Harap Clark masih tersenyum, tidak ada pergerakan yang dilakukan nya.


"Itu tergantung dari lawan ku, apakah kuat atau tidak" Jawabannya ingin memprovokasi pemuda dibawah.


"Huh, begitukah" pemuda itu menghembuskan nafas nya sebentar kemudian menghilang dari pandangan pe topeng merah.


"Ugh ... " pemimpin organisasi darah merah merasa dirinya sedang di cengkram oleh seseorang. Sudah pasti orang yang mencengkram nya itu, pemuda yang sedang ia coba provokasi tadi.


Pe topeng merah tidak berkesempatan untuk membalas dan melindungi tubuhnya. Sehabis mencengkram, pemuda itupun melemparkan tubuh orang itu secara paksa hingga dibuat terpental puluhan meter menabrak dinding istana sampai berturut-turut.


Setelah beberapa saat orang itu akhirnya berhenti menabrak dan tertahan diruangan bawah istana "Uhuk ... " pe topeng merah yang menembus dinding tadi terbatuk darah, ia tak kuasa menahan rasa sakit yang baru saja ia rasakan.


Orang itu lanjut berdiri kemudian mengepakkan sayapnya lagi seperti tadi, terbang melewati lubang-lubang yang baru saja terbuat akibat tabrakan nya. Rencananya ingin membalas perbuatan pemuda tadi terhadap nya.

__ADS_1


Kecepatannya lumayan tinggi, arah terbangnya menuju ketempat dimana ia sebelum dilemparkan. Sebab dengan kesana, dirinya akan bertemu dengan pemuda itu kembali.


__ADS_2