Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 76 : Meremehkan


__ADS_3

Ditempat kompetisi diselenggarakan.


Selesai memperkenalkan orang-orang hebat dari wilayah lain, penguasa wilayah mystic atau bisa disebut raja, memulai kompetisinya.


Baru saja pengawas kompetisi duduk dikursi khusus yang telah disediakan, ratu lautan berada di kanan, tuan yin dikiri sedangkan Ains Richenle tepat berada ditengah, posisi duduk mereka agak berjauhan.


Wasit dan orang-orangnya mulai turun ke arena pertarungan ketika para pengawas sudah meninggalkan arena serta duduk manis dikursi khusus.


Jika dilihat, mereka sedang membawa sebuah kotak yang berisikan sebuah kayu nomer.


"Kami akan menyebutkan beberapa akademi, jika merasa akademi kalian terpanggil harap turun ke arena. Hanya guru atau perwakilan nya saja yang bisa kebawah, selain itu harap duduk tenang" ucap wasit menggunakan alat pengeras suara. Ditangan kirinya terdapat beberapa lembaran kertas pendaftaran.


Wasit itupun mulai memanggil beberapa nama akademi terus sampai giliran akademi peringkat teratas dipanggil.


"Wilayah mystic, Akademi cahaya perak ... 6 orang murid ... "


"Wilayah mystic, Akademi kembang merak ... 6 orang murid"


Sontak saat mendengar Akademi mereka dipanggil, satu orang wanita berbaju sedikit terbuka dengan rambut biru melewati lutut kaki dan satu orang lelaki tua berdiri dari kursi yang didudukinya.


Mereka bertiga itu tentu adalah seorang guru, perlahan turun dari atas sambil diiringi sorakan rasa kagum dari penggemar.


"Itu Gaskar, guru terkuat di Akademi Cahaya perak selain kepala sekolah" ucap anak muda berantusias.


"Kedua Akademi peringkat teratas hanya mengirim 6 murid, pasti mereka hebat-hebat sampai membuat mereka sepercaya diri itu"


"Aku tidak begitu peduli dengan itu, lagian semua orang juga tau, mendingan melihat guru Hokori, beh ... bagian itunya berlebihan bukan?" anak seumuran disampingnya sengaja membuat gambaran bulat dari jari.


"Aku setuju dengan mu, kau mengerti juga" laki-laki bujangan dibelakang mengacungkan jempolnya.


Guru Hokori tidak mempedulikan gosipan lelaki yang melototin bagian menonjolnya, ia hanya diam membatin sambil memasang wajah angkuh.


"Cih ... pria memang bajingan mesum, ini sebabnya aku tidak menyukai kompetisi, jika saja ini bukan permintaan kepala sekolah, aku pasti tidak akan menginjakkan kakiku disini"


Dirinya seakan memandang rendah sekelilingnya. Bisa saja, ia sudah dari dulu membenci para lelaki yang suka memandangi tubuhnya.

__ADS_1



Ilustrasi guru Hokori dari Akademi kembang merak. Ilustrasi by pinterest.


Beda sama Hokori, Gaskar malah sedikit tersenyum saat menuruni tempat tersebut, ia juga sesekali melambai orang yang menyorakinya.


Begitu sudah sampai ke arena tengah, tanpa bicara kedua guru dari akademi teratas mencoba mengambil sebuah kayu nomer dari kotak.


"Guru Hokori bisa lebih dulu mengambil" Gaskar mempersilahkan Hokori untuk mengambil lebih dulu.


Tanpa bersuara sedikitpun, Hokori memasukkan tangannya kedalam kotak lalu mengambil secara acak dan mengangkatnya keluar dari dalam kotak.


"Nomer 4" ucap Hokori menunjukkan kayu nomer yang sudah diambilnya secara acak.


"Baik. Kalian cepat tulis" sahut wasit langsung lalu menyuruh orang-orang yang dibawanya untuk menuliskan kapan Akademi kembang merak bertanding.


Sudah selesai ditulis barulah Hokori naik kembali, meninggalkan arena kompetisi. Gaskar lanjut mengambil kayu nomer didalam dan alhasil ia mendapatkan nomer 1.


Selesai menuliskan giliran Akademi Cahaya perak bertanding, Wasit menyebutkan sisa akademi lain yang belum terpanggil hingga tibalah giliran Clark.


"Ini ... Akademi Hitam Jatuh mengirim 2 orang murid!"


"Haaahhhhhh!!!, apaa!!!" sontak semua orang selain murid berteriak nyaring sekaligus sangat terkejut karena mendengar dari mulut wasit kalau Akademi hitam jatuh hanya mengirim 2 orang murid.


"Ya ini benar, tulisannya hanya 2 orang ... " lanjut Wasit meyakinkan penonton meskipun ia sulit percaya.


"Gilaa!, ga salah tuh 2 murid, sebelumnya ada 1 Akademi kecil dari wilayah Aquari yang mengirim 8 orang, terus yang ini jauh lebih parah lagi!"


(Apa yang dimaksudkan itu adalah Akademi laut biru yang telah kehilangan 2 token)


"Apaan hanya 2 murid, dia terlalu meremehkan"


"Apakah kalian pernah mendengar nama Akademi seperti itu dari wilayah Aquari?" semua orang disana sama sekali tidak mengetahui kalau Akademi itu hanyalah dibuat-buat.


"Aku sama sekali tidak mengetahuinya, mungkin itu Akademi baru atau Akademi kecil yang baru saja ikut kompetisi tahun ini"

__ADS_1


"Mereka sudah dipastikan akan kalah karena hanya mengirim 2 murid saja, huh ... bodoh sekali"


"Benar, itu terlalu bodoh, bahkan ayam saja tau yang mana lebih kuat dan yang mana lebih lemah"


Para penonton seenaknya menggosip, sedangkan orang kuat yang menjadi pengawas terlihat kebingungan memikirkan tentang Akademi yang dibuat-buat Clark.


"Manusia berkepala udang sedang kebingungan" gerutu Clark menyeringai sambil berdiri.


"Master, nama yang waktu itu master tulis disebut" ucap Clara masih mengingat nama yang ditulis gurunya saat mereka datang mendaftar.


"Iya, aku tau ... itu sebabnya aku berdiri, kalian tetap disini, aku akan kebawah sana"


"Hehh, tapi ... sepertinya tadi orang-orang pada menyebut master bodoh" Elena baru teringat kalau nama Akademi hitam jatuh itu ditulis oleh gurunya saat mendaftar. Ia teringat karena Clara berbicara tadi.


Ketika Elena hendak menaikkan bibirnya, Clark lebih dulu mengelus rambut kedua muridnya dan mengatakan "Jangan dipikirkan perkataan orang-orang itu, saat kalian maju nanti, tunjukkan kemampuan kalian untuk membungkam mulut mereka"


"Kami mengerti, master~" kata mereka serentak.


" ♡ Master menyuruh kami untuk menunjukkan kemampuan kami, hah ... tidak peduli lawan ku siapa, lebih bagus kalau mereka sangat kuat atau menyerangku secara bersamaan, aku ingin mengalahkannya, aku ingin master mengerti kalau aku pantas untuknya, aku ingin master memperhatikan ku ♡ " beginilah isi hati Elena.


Setelah muridnya menjawab, Clark kemudian berjalan melangkahi anak tangga satu persatu hingga tibalah kearena pertarungan.


Tepat setelah Clark memasuki arena, Orang-orang disana menatap kaget saat melihat pemuda yang terlihat berumur 17-18 tahun ternyata adalah perwakilan/guru dari Akademi hitam jatuh.


"I-itu dia ... Tuan tadi! ... " Elder yang merupakan guru dari Akademi gelombang bencana melebarkan matanya, terkejut saat pemuda yang menurutnya tidak bisa disinggung adalah guru dari akademi hitam jatuh yang sama sekali tidak dikenal dan dianggap terlalu meremehkan Akademi peringkat teratas karena hanya mengirim 2 muridnya saja untuk berkompetisi.


Para penonton lain masih membicarakan tentang Clark, para pengawas juga sama terutama Ratu lautan.


"Dia masih sangat muda, penampilannya tidak seperti kebanyakan guru, kualitas pakaiannya tinggi"


"Aneh sekali, aku tidak mengetahui dia sebelumnya, bahkan aku tidak pernah mendengar ada Akademi hitam jatuh di wilayah ku ... aku juga menyuruh utusan ku untuk tidak memberikan token kesembarang Akademi" batin ratu lautan merasa aneh.


......................


Maaf² aja otor udah jarang up kaya dulu, otor lagi sibuk cari cuan, harap dimengerti.

__ADS_1


__ADS_2