![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Masih tempat kompetisi.
Tidak ada satupun guru yang dapat bertahan melawan 1 sesepuh. Hampir kesemuanya terbaring dan terduduk pucat, termasuk guru Hokori yang tadinya juga ikut berkerjasama, bahkan murid-murid sampai kena imbasnya.
"Heh ... sepertinya kalian tidak ada niat membantu para sekumpulan semut ini" sesepuh menatap kelompok Akademi cahaya perak yang hanya diam ditempat.
Murid dan guru Akademi langsung melihat kearah guru Gaskar beserta muridnya. Mereka merasa kalau Akademi cahaya perak lah sisa harapan terkahirnya, tapi harapan itu sirna saat guru Gaskar mengatakan suatu yang mengejutkan orang-orang.
"Mengapa harus menolong orang bodoh?, seharusnya mereka memilih untuk tunduk terhadap orang kuat seperti senior-senior sekalian"
Sontak orang-orang disana sangat terkejut, apalagi Akademi mereka menduduki peringkat pertama.
"Kalian tidak pantas menduduki peringkat pertama!"
"Kami kecewa guru Gaskar, ternyata kalian se pengecut itu!"
"Benar, seharusnya kalian ikut melawan, bukannya tunduk terhadap orang-orang seperti mereka"
"Kalian! ... penghianat!, uhuk ... uhuk" penguasa wilayah Mystic memaksa berbicara.
"Memangnya kami peduli?, yang penting kami dapat selamat dan terus hidup, lagian kepala sekolah pasti akan menghormati keputusan ku ini. Tidak seperti kalian yang akan segera mati!" ucapanya terkesan menyindir.
"Hahahaha! ... jadi kalian memilih untuk tunduk, pilihan kalian benar-benar sangat tepat" ketua sesepuh tertawa senang sampai dimana suara tertawanya tidak lagi terdengar.
"Anu ... maaf kalau mengganggu waktu bersenang-senang kalian, kupikir kalian telah mengganggu kompetisi yang diikuti murid-murid ku, rasa benci ku kepada kalian sedikit tertanam didalam hati kecilku" Clark mengatakannya dengan santai diiringi mengangkat tangan kanannya, membuat orang-orang disana berbalik arah melihat guru muda.
"Heh, setelah melihat pertarungan tadi ternyata masih ada pemuda yang berani seperti dirimu" sahut sesepuh.
"Hahahaha, bercanda-bercanda, jangan dianggap seriuslah" Clark bisa-bisanya tertawa, apalagi ia tadi sudah mengatakan sesuatu yang berani.
"Apa yang ingin dia rencakan ... " gerutu ratu lautan menatap dalam diam hingga tak lama kemudian, suara Clark terdengar dikepalanya.
"Rencana?, Ratu lautan berpikir kalau aku ada rencana 'ya?"
"Hek ... " sontak begitu mendengarnya Ratu lautan sangat terkejut sampai menimbulkan suara syok namun sempat ditutupi kedua tangannya.
__ADS_1
"Dalam keadaan genting gini, kau sedang bercanda?, sadari posisi mu nak" ketua sesepuh memandang remeh, terdapat aura ancaman dikedua matanya.
"Hahahaha ... "
"Otakmu tidak beres"
Clark membalas dengan senyuman tipis "Maaf-maaf, aku tidak bisa menahannya, dan lagi ... emangnya keadaannya sedang genting ya?, kupikir kalau 5 orang seperti kalian pun tidak bisa menghentikan ku. Clara, Elena menepi lah dulu" pemuda itu mulai melangkahkan kakinya. Kedua murid mengikuti perintah masternya.
Kacamata telah dilepas lalu hilang, lebih tepatnya masuk kedalam cincin.
Selangkah demi selangkah, aura mencekam keluar dari tubuh. Wajahnya tertunduk lalu berakhir diangkat bersamaan mulut terbuka, mata sebelah kiri menyipit sedangkan mata satunya terbuka lebih lebar dari biasanya.
Kepalanya dimiringikan kesamping kiri lalu tangan kirinya seakan menunjuk kebawah sambil berucap "Turun!"
WUUSHH!!!
Hanya satu kata keluar dari mulut Clark, langsung membuat sayap keempat sesepuh terasa sangat berat, bahkan sampai kehilangan keseimbangannya dan berakhir jatuh kebawah dengan sangat kuat.
BUMMMMM!
Saking kerasnya, orang-orang disana sampai menutupi telinganya dengan kedua tangan, tidak seperti Elena dan Clara yang sama sekali tidak menutupi lubang telinga, melainkan malah sedang sibuk sama rasa kagum terhadap masternya.
" ♡ Kyahhh master berekspresi jahat sangat-sangat super duper keren, jantungku daritadi tidak berhenti berdegup kencang, hehe master aku ingin menikahimu ♡ " beginilah ketidaknormalan Elena.
" ♡ penampilan master juga sempurna walau tidak menggunakan kacamata. Mata ungu master, hidung master, bibir master, telinga master, muka master, badan bagus master, semuanya sempurna. Huh, Clara jadi pengen elusan master lagi begitu membayangkannya ♡ " aneh emang, entah mengapa tiba-tiba nyasar kearah elusan, padahal awalnya memuji penampilan.
"Nah, beginikan lebih mudah, aku tidak perlu repot-repot menjangkau kalian. Mari kita bersenang-senang" Kali ini Clark tidak berjalan santai lagi, ia melesat cepat kearah para sesepuh dengan ekspresi antusias.
Salah satu sesepuh niatnya ingin bangkit, tapi Clark lebih dulu menjangkau lehernya.
"Dapat" katanya masih mempertahankan senyuman, namun lebih terbuka dan kedua matanya menyipit.
Setelah sudah mencekik lehernya, ia lanjut membenturkan kepala sesepuh kepermukaan lantai dilanjutin berlari cepat sambil menggesekkan kepala sesepuh.
Sesepuh mencoba bertahan, ia menggunakan suatu teknik untuk melindungi bagian belakang kepalanya "Ughh" sesepuh itu juga mencoba melepaskan cengkraman Clark pada lehernya namun tidak berhasil karena kekuatan Clark lebih dari yang ia duga.
__ADS_1
Clark tidak berhenti, malahan larinya lebih kencang. Gesekan kepalanya masih berlanjut sampai dimana akhirnya Clark melempar sesepuh tersebut keatas.
Didekat pijakan kakinya, lantai beton disitu berubah menjadi cairan kemudian membentuk sebuah tiang memanjang keatas, kemiringan sekitar 80 derajat.
Clark berlari keatasnya dengan sangat cepat, dalam sekejap sudah mendekati sesepuh yang dilemparinya tadi.
Cepat-cepat sesepuh menggunakan teknik "Pertahanan, cangkang emas"
Masih dapat menahan diri, Clark mendaratkan sebuah pukulan.
Bammm!!!
"Ukhhhhh" sesepuh merasa sangat kesakitan meskipun sudah melindungi bagian depannya, menggunakan teknik 'pertahanan, cangkang emas'
Trackkkk! ...
Padahal Clark sudah menahan diri, tapi tetap saja sesepuh dibuat terhempas keatas sampai mengenai pelindung yang pada awalnya mereka pasang. Begitu bertubrukan, suara hancurnya tulang terdengar begitu keras, darah juga bercucuran keluar dari mulut.
Saat ketua sesepuh mengatakan "Apapun yang terjadi kalahkan dia!, dia ancaman terbesar!" sesepuh lain ada yang kembali terbang menggunakan sayapnya dan ada juga yang berlarian keatas lewat tiang, sedangkan ketua menunggu dibawah.
"Hahaha ... Kemarilah, aku ingin bersenang-senang lebih lama!" Clark melayang di udara. Tiang yang di pijaki sesepuh hancur seketika itu juga ketika Clark mengepalkan tangannya.
"Trik rendahan" sesepuh secara reflek mengeluarkan sayapnya, lalu ikut terbang seperti yang lain.
Clark tertawa saat mendengarnya,"Hahaha, rendahan? bodoh! ... " jari jemarinya dimainkan kedekat leher, Reruntuhan tiang diperkuat aura hitam lalu melayang dan menyerang dari belakang dengan cepat.
Pandangan keempat sesepuh teralihkan karena bebatuan terbang itu, mereka menggunakan teknik pertahanan masing-masing.
Begitu mereka teralihkan, Clark waktu itu langsung menghilang dan malah terlihat dilantai permukaan arena.
Wushhh
Kedua tangan Clark menghadap keatas, memperlihatkan telapak tangan lalu membuat lingkaran sihir yang sangat besar "Target terkunci, sinar kegelapan ... " simbol sihirnya begitu rumit, sulit dijelaskan, lingkaran itu hampir sebesar arena, tentunya serangan itu mengarah keatas, tepat mengarah keempat sesepuh yang sibuk dalam membuat pertahanan yang mampu menahan reruntuhan tiang tadi.
Ketua sesepuh merasakan firasat yang sangat buruk, ia bergegas menyerang Clark dalam diam, namun lebih dulu Clark mengunci pergerakan sesepuh dengan sihir angin yang tidak terlihat.
__ADS_1