Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.43 : Lenyap nya kelompok bandit singa sejati


__ADS_3

Dilantai bawah penginapan, Clark beserta 3 wanita sedang duduk di meja. Terlihat ada tumpukan piring putih bersih yang masih kosong diatas meja.


Elena masih bersemangat, ia kembali normal seperti gadis-gadis remaja biasanya. Clara hanya tenang tidak berbicara. Flera cuman tersenyum-senyum. Mereka bertiga mendapatkan imbalan Usapan kepala, begitu berhasil mengalahkan para bandit.


"Hidangannya sudah matang" kata seorang wanita dan pria pemilik penginapan. di kedua tangan suami istri tersebut terdapat 2 piring yang masih ditutup.


"Silahkan dinikmati" Kata wanita pemilik penginapan, suami istri itu langsung saja meletakkan keempat piring itu keatas meja, tidak lupa tutup itu dibuka.


"Wah, master semuanya kelihatan enak" Elena takjub, betapa tidak sabarnya Elena untuk mencicipi hidangan diatas meja.


"Semoga kalian suka hidangan buatan kami" istri pemilik penginapan itu menunduk, ia kembali kedapur untuk segera mengambil nasi.


"Nak, terimakasih telah membantu kami tadi" suami nya berterimakasih, ia masih berdiri tidak jauh dari meja Clark.


"Bukan masalah. Itu karena kau merupakan pemilik penginapan ini, jika saja kau bukan orang itu, mana mungkin aku membantu kalian. Aku hanya tidak ingin membuang-buang waktu lagi mencari penginapan lain" kata Clark apa adanya.


"Biarpun begitu, tetap saja kau sudah membantu kami. Tapi kalian harus lebih berhati-hati karena telah membiarkan Geek lari, mungkin sekarang dia menuju ke markas bandit singa sejati. Kuharap setelah habis makan, kalian harus meninggalkan kota ini"


"Nasi nya sudah datang" istri pemilik penginapan kembali membawa 2 centong nasi, ia langsung saja meletakkan nya diatas meja.


"Tenang saja, bandit itu tidak akan kesini lagi" Flera menjawab dengan tersenyum manis sembari membagikan piring-piring kosong diatas meja.


"Kau dengar itu?, pasti bakalan baik-baik saja" balas Clark, santai.


***


Geek berlari terbirit-birit, ia begitu shock dan ketakutan. Sesaat kemudian ia telah sampai di markas bandit singa sejati.


"Bos!, bos! ... " Geek mengeraskan suaranya, tentunya Geek sangat panik. pintu markas ia buka secara paksa sehingga membuat kelompok lainnya terkejut.


"Ada apa Geek, kau terlihat sangat ketakutan" Tanya orang yang mengenali Geek.


"Menyingkir, tidak ada waktu untuk memberitahu" Balas Geek mendorongnya sampai membuat nya terjatuh. Geek tidak mempedulikan nya, ia langsung saja berlarian menuju ruangan bos nya.


Dor dor dor

__ADS_1


"Bos! ... " Geek mengetuk pintu dengan kepalan pukulan, hal itu membuat orang didalam nya kesal lalu membukakan pintu nya.


"Kenapa kau mengganggu waktu bersenang-senang ku hah!" ia ditemani 4 pelacur menggoda dibeberapa sisi nya.


"Bos!, itu ... itu ... " entah mengapa pikiran nya sangat bingung karena saking takutnya, air mata nya menetes sangat banyak.


"Itu apa hahhh!!!, mengapa kau menangis seperti anak kecil, kau memalukan nama bandit singa sejati!"


Dup ...


Bosnya sangat marah, ia menarik kerah geek dan langsung melempar nya karena saking kesalnya.


"Eghh ... Akhhhhhhhhhhhhh!" Geek berteriak sangat keras. Secara tiba-tiba, titik kegelapan menggerogoti tubuh nya. Ia tidak dapat menahan rasa sakit, sampai-sampai membuat nya berteriak keras.


"Kyaaaa" para pelacur berteriak lebih keras. Mereka dibuat ketakutan karena tulang yang ada ditubuh geek mulai kelihatan, kulit nya dimakan oleh titik kegelapan tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" bos bandit singa sejati dibuat sangat bingung, semua kelompok bandit yang ada di markas mulai berdatangan. Mereka semua melihat ada titik-titik kegelapan sedang melahap Geek.


Sesaat kemudian tubuh Geek tidak ada yang tersisa. Perlahan-lahan titik kegelapan itu menyebar keseluruhan kelompok bandit, hal itu membuat mereka semua panik ketakutan, takut jika mereka semua berakhir sama seperti rekan nya.


"Akhhhhhh!"


"Akhhhhhhhhhh, sakit ... "


"Tolong!, aku ... "


Kelompok bandit singa sejati berteriak kesakitan. Tiada siapapun yang dapat lolos dari titik-titik kegelapan.


"Cepat potong anggota tubuh kalian yang terkena titik-titik kegelapan!, ini agar tidak menyebar keseluruhan tubuh kalian!" teriak bos nya memberikan saran.


"Aghhhhhhh"


"Sakit ... Kaki ku seperti dimakan"


"Aghhhh, aku buntung ... "

__ADS_1


Ada yang mengikuti saran bos nya ada juga yang hanya mengabaikan, mereka semua mengambil jalan masing-masing. Biarpun ada yang mengikuti saran, tentu tindakan itu percuma saja. Titik-titik kegelapan tidak sesederhana kelihatan nya, titik-titik tersebut malah menyebar kembali sampai beberapa waktu telah terlewati.


Jumlah bandit kelompok singa sejati sudah semakin berkurang. Ada yang memilih untuk segera membunuh rekan-rekan lain dengan pedang karena tidak ingin mereka merasakan kesakitan yang lebih dalam.


Melihat tindakan seperti itu, mereka saling membunuh satu sama lain karena ada juga yang salah mengartikan seperti adanya balas dendam pribadi atau sesuatu yang lain.


Dalam sekejap saja, markas bandit singa sejati menjadi lautan penuh darah. Titik-titik kegelapan tentu yang menjadi penyebab utamanya.


Tubuh para bandit sudah lenyap, tidak terlihat sama sekali kecuali sisa-sisa darah nya saja. Penyebab adanya darah karena tadi sempat terjadi konflik salah paham hingga membuat mereka saling menyerang.


***


"Master, makanannya sangat enak, aku sampai kenyang" Elena kekenyangan, ia mengusap perut nya sendiri.


"Kau habis 3 piring nasi Elena, mengapa perut anak kecil seperti mu bisa menampung nasi sebanyak itu" Sindir Clara terhadap Elena.


"Aku lebih tua dari mu, dan aku bukan anak kecil!" balas nya terbawa suasana.


"Sudah-sudah, jika kalian bertengkar ... nanti master kalian marah lagi loh, bagimana jika nanti tuan beneran membuang kalian ketengah laut" Flera mencoba menenangkannya. Ia kembali tersenyum manis.


Kedua murid nya menghadap keatas lalu membayangkan master nya sedang membuangnya ditengah lautan, lalu tiba-tiba ada monster laut sedang mengincar mereka dan hendak memakan mereka.


"Ugh, maaf" ucap mereka serentak sembari menggelengkan kepalanya. Mereka tidak ingin sesuatu yang ada dibenak nya benar-benar terjadi.


***


Tidak terlalu jauh dari penginapan yang ditempati Clark, dermaga dibuat heboh karena kedatangan tuan Puteri dari wilayah Aquari. Sekitar 4 kapal uap singgah ke kota samore, terdapat kisaran 70 prajurit di masing-masing 1 kapal uap, belum termasuk para pelayan nya.


"Lihat!, bukankah itu tuan Puteri Vania!"


"Puteri Vania!" sorakan para penduduk kota terhadap Tuan Puteri, mereka telah lama begitu kagum sama anak dari penguasa wilayah Aquari.


Begitu mendengar sorakan meriah. Vania sebagai anak dari ratu lautan tidak nyaman jika tidak melambaikan tangan nya, ia langsung saja melambai-lambai membuat seluruh penduduk kota yang melihat nya terpana sama kecantikan yang tiada duanya.


"Wuuuhhhhhhhhh!!!" Teriak para penduduk kota semakin heboh. Tidak peduli mau pria ataupun wanita, semua nya dibuat terpana sama kecantikan yang dimiliki Tuan Puteri.

__ADS_1


__ADS_2