Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.45 : Pertemuan Clark dan Tuan putri wilayah Aquari


__ADS_3

10 menit telah terlewati Clark dan Elena sedang berada disuatu tempat indah, terdapat banyak bunga tertanam dipot, juga ada hiasan bunga bergantungan diatas.


Disebrang nya ada perumahan sederhana, dibelakang perumahan terdapat pegunungan hijau membuat pemandangan nya semakin indah. Disekitar situ tidak terlihat adanya orang.


"Master tempat nya bagus, bibi penginapan tadi begitu baik sampai memberi tau tempat bagus dan mengantarkan kita kesini langsung. Coba saja mereka berdua ikut ... " Ucap Elena sembari melihat bunga yang ada di pot.


"Clara perlu latihan di halaman belakang penginapan dan Flera harus mengawasi nya, hanya kita berdua saja kesini" Balas Clark semakin mendekat kepermukaan air, ia berjalan perlahan-lahan.


"Berdua ... ahh, master dan aku berduan, kyahh apakah ini termasuk kencan yang dimaksud ibu itu, apakah akhirnya master mengerti betapa cinta nya aku kepadamu. Master hehe, master ... " batin Elena sembari melangkahkan kaki nya mendatangi Clark, tangan nya ingin menyentuh jari-jemari masternya.


"Kita latihan disini" sebelum tangan Elena menyentuh Clark, terlebih dahulu Clark berjalan melompat keatas air. Anehnya Clark tidak tercebur ataupun basah, ia seperti berjalan diatas air.


"Master bagaimana bisa master berjalan diatas air?" Elena membukakan mata nya dengan lebar, ia begitu terkejut melihat sesuatu yang agak mustahil untuk dilakukan.


"Itu sesuatu yang cukup mudah, alirkan mana ke kaki mu, jadilah satu dengan air, tenangkan pikiran mu untuk tetap menjaga keseimbangan. Sekarang giliran mu mencoba" usul Clark terhadap murid nya, ia membalikkan tubuh nya menghadap ke Elena.


"Bagaimana caranya master?" Elena masih bingung. Sebenarnya dipikirannya penuh akan keinginan kencan sama master nya sehingga membuat konsentrasi daya mengingat nya menurun.


"Bukankah sudah kubilang tadi?"


"Itu ... bisakah master mengulangi nya lagi"


"Baiklah, kupikir cara ini akan mempermudah mu" Clark kembali mendekati muridnya.


Cling ...


Dengan jari manis nya, Clark menyentuh kening Elena. Informasi teknik untuk berjalan diatas air tiba-tiba memasuki pikiran Elena.


"Sekarang kau pahamkan?"


"Master hebat!, pikiran ku ada informasi cara berjalan diatas air" Elena memuji, ia kembali bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah jangan memuji ku lagi, cepat lakukan" Clark mencubit pipi Elena.


"Aww, baik master" balas nya sedikit kesakitan.


"Ingatan nya penuh sama kencan saja. Aku terlalu banyak mengubah nya, tidak tau bagaimana jadinya jika dia melihat ku berjalan sama wanita lain ... "


" ... waktu Elena pertama kali melihat Flera saja, Elena malah berinisiatif untuk mengeluarkan pedang air seperti ingin membunuhnya" batin Clark menjauhi tangan nya, ia sudah tidak mencubit muridnya.


(Melalui transfer informasi tadi, Clark juga dapat sekaligus membaca apa yang sedang dipikiran target nya, tidak termasuk ingatan nya. Ini adalah kemampuan sampingan Clark sebut saja sebagai 'Perpindahan informasi')


"Master lihat-lihat!, kaki satu ku berhasil menginjak air" Elena sangat ingin masternya melihat bertapa berbakat nya dirinya, ia sangat ingin dipuji.


"Ya aku melihat nya, coba kaki satunya lagi"


"Emm" Elena mengangguk. Langsung saja kaki satunya menyentuh air "Ughhh, susahnya, tapi aku ingin master memuji ku, aku harus bisa" batin Elena berjuang untuk tidak tercebur kedalam air. Di kening nya mengeluarkan keringat, ia masih mengalirkan mana nya ke kaki.


"Tenangkan pikiran mu, fokus saja mengalirkan mana mu" Clark memberikan saran, Elena masih mencoba melakukan yang terbaik dan akhirnya perlahan-lahan kedua kaki Elena berhasil menginjak air.


"Sudah kubilang untuk fokus dan tenang, lihatkan apa yang terjadi jika kau tidak mendengarkan perkataan ku" Clark menarik tubuh Elena keatas.


"Hehe, maaf master"


"Tidak apa-apa, itu sudah bagus. Cobalah lagi untuk lebih fokus, dan tenang"


"Baik master, aku akan melakukan yang terbaik" jawab Elena masih ingin mencoba sampai bisa.


Waktu terlah terlewati, dalam kurun waktu 30 menit saja, Elena sekarang sudah bisa berjalan diatas air, ia benar-benar berbakat karena dibantu tanda lahir air milik nya.


Awan mulai menggelap, seperti akan adanya hujan. Posisi tuan putri wilayah Aquari tidak terlalu jauh dari tempat nya Clark, bisa dikatakan tempatnya sama.


"Ini salah satu tempat terbaik dikota samore tuan putri. Dibandingkan taman yang kita kunjungi tadi, tempat ini lebih bagus, silahkan dilihat-lihat" Ucap walikota dalam keadaan bahagia.

__ADS_1


Putri Vania tidak menjawab ataupun bersuara. Ia hanya berjalan melihat-melihat bunga yang sedang mekar-mekar nya. Pengawal nya tidak bergerak kemana-manapun dan hanya menunggu saja.


"Emm, ada seseorang" katanya tidak sengaja melirik seseorang yang sedang berjalan diatas air.


"Dia ... " Tuan puteri menatap sinis. Ternyata yang sedang dilihat nya adalah Clark dan Elena yang dalam keadaan berjalan diatas air.


"Hooh ... Elena mari kita ke penginapan" Clark menyadari seseorang, samar-samar senyuman kecil nya ia tunjukkan.


"Eh apakah sudah?, padahal aku ingin lebih lama berlatih sama master" Elena mengeluh, wajah nya sayu.


"Sudahi saja latihan ini, tidak baik jika terlalu berlebihan. lihat awan saja sudah mau berubah hitam, sebentar lagi mau hujan" Clark menunjuk awan.


"Emm begitu ... " pas melihat awan hitam, lanjut Elena menundukkan kepala nya. Padahal ia ingin sekali berlama-lama berduaan sama masternya, tapi apadaya situasinya tidak mendukung.


"Jangan memasang wajah murung, ayo kita pulang" Clark memegang tangan Elena.


"A-ayo master" balas nya langsung senang hingga membuat jantung nya berdegup kencang, karena tangan nya secara langsung disentuh oleh master nya. Ia tidak lagi memikirkan hal tadi, sekarang wajah nya memerah seperti tomat yang telah masak.


Clark dan Elena berjalan bersama diatas air, mereka melangkah hingga keluar dari perairan. Dihadapan mereka sudah jelas bahwa ada Tuan Putri wilayah Aquari sedang menatap sinis kearah mereka berdua.


Tatapan Clark hanya santai namun berbeda jika dibandingkan sama murid nya yang berani menatap tajam seperti memberikan sebuah ancaman.


"Aku tuan putri wilayah Aquari, Vania Canadia ... ingin bertanya, dari keluarga bangsawan mana kalian berdua berasal?" begitu pengawal nya mendengarkan Putri Vania berbicara, mereka semua bergegas mendatangi Putri Vania lalu melihat lawan bicaranya, walikota juga ikut melihat.


"Oh tuan putri ternyata, maaf kami tidak sopan ... kami berdua hanya kalangan rakyat jelata" Sahut Clark masih santai, ia meminta maaf tapi tidak menundukkan kepala nya ataupun berlutut.


"Kau berani-berani nya tidak berlutut ketika berhadapan sama Tuan Putri!, lancang!!!" teriak para penjaga wanita. 10 pedang sudah tercabut dari satu pedang nya, tentu arah pedang tersebut kehadapan Clark.


"Wah-wah galak sekali, aku jadi takut. Para penjaga kerajaan memang menakutkan" Kata Clark santai, ia melangkah mundur lalu menepuk pundak murid nya Elena.


Tatapan Elena sudah semakin mengancam, ia benar-benar tidak ingin menahan diri lagi ketika melihat ada 10 pedang mengarah ke master nya.

__ADS_1


__ADS_2