Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 88 : Aksi Clark II


__ADS_3

"Sialan!, anak itu mengunci pergerakan ku!" saat Clark telah menjulurkan tangannya ke arah langit, ketua sesepuh mengutuk pemuda yang ingin melancarkan sebuah serangan.


"Hentikan!!!"


"Penghakiman ... " sudah saatnya Clark melepaskan serangan itu.


Clingg ... wushhhhhhhhhhhh!!!


Sinar hitam yang sangat besar memancar keatas, keempat sesepuh sempat-sempatnya berkeringat dingin lalu memejamkan matanya hingga sampailah sinar itu mengenai tubuh mereka.


"Aghhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!" teriakan kesakitan terdengar sangat keras, bisa dipastikan kalau suara itu berasal dari keempat sesepuh diatas.


Trackk ...


Pelindung memecah, sinar tersebut menembus awan.


Serangan yang sangat mencolok itu membuat orang menatap Clark dengan mata penuh keterkejutan di mata nya, siapa sangka kalau anak muda itu jauh lebih kuat ketimbang orang seumurannya? bahkan bisa melebihi penyihir yang sudah berumur. Begitulah setiap pemikiran orang disana.


"Ayo keluar dari tempat ini!" salah satu warga memulai aksinya untuk kabur setelah menyadari kalau pelindung sudah tidak dapat mengurung nya lagi, dan yang lain ikut berlarian tak karuan menuju kota Olisfield.


Kalau memilih, sudah pasti mereka akan kabur dan tidak ingin berdiam diri karena takut kena dampak serangan dan masih sangat menjaga nyawanya. Mereka tidak tau kalau ibukota mengalami pertempuran hebat melawan pasukan berotot.


***


Disekitar penginapan bangunan pada hancur, bukan karena pasukan musuh menyerang tapi karena Flera dan Vivi melancarkan sebagaian besar sihirnya pada pasukan berkuda coklat hingga berefek ke sekitarnya.


Pasukan wilayah Mystic dan pasukan lawan saling menyerang satu sama lain.


Senjata mereka kurang lebih sama yaitu tombak, bedanya tombak pasukan penjaga di ibukota lebih berkualitas dibandingkan pasukan musuh.


Begitulah faktanya, tapi pasukan lawan lebih menguntungkan karena tubuhnya yang kekar serta besar, keterampilan mereka dalam menggunakan tombak juga sudah kedalam tahap lanjut, tidak seperti penjaga ibukota yang masih banyak amatiran karena kurangnya pengalaman, mungkin itu karena peperangan sudah jarang di dunia magic.


Dalam beberapa detik, cairan amis berupa darah mengucur dari kepala pasukan wilayah Mystic dan pasukan bertubuh kekar. Tidak sedikit korban jiwa penduduk kota terbengkalai dengan luka yang sangat fatal.


***


Suara rintihan kesakitan sesepuh menghilang, sinar hitam itu sepertinya telah melenyapkan keempat sesepuh, yang tersisa hanyalah ketua sesepuh dengan ekspresi tidak percaya tergambar diwajahnya.

__ADS_1


"Ti-tidak mungkin! ... "


Sinar tadi menghilang, tubuh sesepuh seakan lenyap menjadi debu, pemandangan awan berlubang bisa dilihat dengan mata telanjang.


"Sateh ... kini yang tersisa hanyalah dirimu" pemuda itu menikmati pemandangan awan berlubang dengan senang kemudian berjalan mendekati ketua sesepuh.


"Jangan mendekat!, Yin!, Akademi cahaya perak ... cepat bantu aku menyerangnya!!!"


" ... "


Merasa tidak ada jawaban, sekali lagi ketua sesepuh berkata lantang "Sialan, kalian tidak ingin menolong ku! ... " awalnya ketua sesepuh sangat marah, namun emosinya berubah menjadi hening disaat ia melihat Tuan Yin menghilang entah kemana dan kelompok Akademi cahaya perak semuanya mati dalam keadaan bagian belakang kepala berlubang.


Rupanya penyebab matinya kelompok Akademi tanpa adanya perlawanan disebabkan oleh Clark sendiri. Disaat mengeluarkan teknik tadi, Clark menggunakan kekuatan berupa bayangan, dan menyerangnya secara diam-diam dititik vital targetnya.


Sejujurnya, Clark sendiri dapat mengalahkan musuhnya tanpa usaha keras seperti yang dilakukannya saat ini, hanya saja ia tengah membangun scenario bagus untuk rencana kedepannya. Memang pikiran Clark penuh perhitungan dan sulit ditebak.


"Si-sialan apa-apaan ini!, kau bocah licik!" ketua sesepuh sudah menduga kalau pemuda itulah yang melakukannya.


"Licik?, hahaha ... perkataan mu lucu sekali pak tua bedebah!, bukannya kau sama liciknya?"


"Berengsek!, terpaksa aku harus menggunakannya"


Duarrrrr!!!


Efek kejut menghancurkan permukaan. Tubuhnya seketika itu mengeluarkan asap, sumber kekuatan kemerahan perlahan menggerombol dan tersebar ke perawakannya.


Ledakan kekuatan itu memporak-porandakan kawasan tempatnya berpijak bahkan seluruh anggota badannya dapat digerakkan seperti semula.


"Hahahaha, sebenarnya aku tidak ingin menggunakan kekuatan ini, tapi kaulah yang memaksa ku untuk mengeluarkannya!!!"


Wujud baru ketua sesepuh sudah diperlihatkan, muncul dua tanduk di keningnya, tanduk itu memanjang kedepan dan melengkung keatas. Kulitnya berwarna kemerahan dengan aura merah menyelimuti tubuhnya.


"Aku tidak nyangka wujud mu sejelek itu, aku kagum"


Prok! prok!! prok!!


Seiring berjalannya waktu, suara tepukan tangan Clark semakin mengeras.

__ADS_1


Ketua sesepuh menatap dingin, tertebak kalau ketua sesepuh terpancing provokasinya "Akan ku bungkam mulut bau mu" ucapnya secara terbuka kemudian bergegas melaju kencang dengan kedua sayap seperti kelelawar.


Gerakannya gesit menerkam leher pemuda itu, ringaian ngeri tergambar di sela-sela kesempatan emas "Kau sangat lambat!"


Ketua sesepuh mencengkram kuat leher pemuda itu, ia tidak tau kalau itu adalah kloningnya Clark dan masih lurus membawa pemuda itu sampai berbenturan sama bangunan arena dengan sangat kuat, berakhir rubuh kemudian menjadi reruntuhan.


Dalam sekejap mata, bangunan membundar itu hancur sebagian, ketua sesepuh sepertinya tertimpa oleh bangunan itu.


Ketua sesepuh barusan keluar dari tumpukan. Dengan senyum penuh kebahagiaan, ketua sesepuh tertawa sekencang-kencangnya "Hahahaha ... "


Clark asli menatap penuh kepuasaan kemudian menyelanya "Pak tua, apa yang kau tertawakan?"


Sontak hal itu membuat sesepuh sangat terkejut, ia segera memalingkan pandangnya ke sumber suara yang baginya mirip dan melihat kalau pemuda itu terlihat baik-baik saja tanpa lecet sedikitpun.


"Kau! ... "


Ia dengan canda gurau menjawab "Puaskah menyerang cloning ku?, ya ... aku bisa membuatkan lebih banyak lagi agar kau tidak berhenti ketawa"


"Brengsek! ... "


Kekuatan kemerahannya semakin mengental, membuat kawasan disekitarnya berguncang dan hancur tak karuan.


"Mati kau! bocah tengik!!!"


Swoshh


Lagi-lagi orang itu maju dengan kecepatan lebih tinggi, namun nasibnya sungguh buruk sebab Clark tersenyum jahat dan sempat menghindari terkaman nya kemudian menendang balik tepat mengarah ke dekat Ratu lautan dan Raja, tidak! lebih tepatnya sepenuhnya mengarah Raja.


"Brengsek, khuakkkkkkkk!!! ... " niatnya Ains ingin menghindar, tapi setelah kakinya sedikit bergerak, beberapa tegukan darah keluar deras dari bagian tubuhnya seperti mulut, hidung, telinga, dan perut.


Ains sebelumnya banyak bergerak disertai memaksa penggunaan mana pada tubuhnya membuat reaksi pedang anti sihir itu menguat sampai-sampai tubuhnya kekurangan banyak cairan darah, apalagi pedangnya sudah terlalu lama menempel diperut, belum lagi waktu ia sempat ditendang beberapa kali oleh Tuan Yin. Sedikit gerakan tubuh saja bisa membuatnya kehilangan nyawa.


Beda sama Ratu lautan yang dari awal sudah tau kerja dari pedang itu membuatnya berinisiatif untuk tidak menyalurkan mana ataupun menggunakan sihir sebelumnya. Gerakannya pun hanya sedikit, yaitu pas dimana waktu ia menutupi mulutnya dengan kedua tangan, hal itu disebabkan karena Clark mengiriminya telepati, membuatnya terkejut dan agak syok.


Brukkk! ... bammmm!!


Tubuh ketua sesepuh tepat mengenai Raja, Ratu lautan sepertinya berhasil menjauh dan selamat, meskipun terlihat memuntahkan seteguk darah segar.

__ADS_1


Disaat-saat terakhir tadi, ia menggunakan tenaga secukupnya untuk melompat dan menghempaskan tubuhnya menyamping. Mengapa menyamping?, kalau tidak menyamping nanti pedang yang tertusuk di perutnya akan memperparah kondisinya.


__ADS_2