Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 67 : Richeos berbuat masalah


__ADS_3

Ketika pemilik restoran sudah kedapur, Clark beserta murid dan juga bawahannya hanya langsung duduk ketempat yang berada di dekat jendela.


Richeos perlahan mulai mendatangi keempat wanita yang sedang berada di dekat Clark.


"Permisi, kalau boleh tau ... berasal darimana keempat nona cantik ini?"


"Siapa?" jawab Elena berwajah kan biasa saja.


"Ka-kau tidak kenal Tuan muda!, bagaimana bisa ... " pelayan ingin menyahut namun lagi-lagi diberhentikan sama Richeos dengan lambaian tangan.


"Perkenalkan, nama saya Richeos violin dari keluarga Viscount, bagaimana dengan nama kalian? bidadari cantik yang barusan turun dari surga" ia memperkenalkan diri menggunakan postur tubuh yang biasa para bangsawan gunakan.


Mendengar kata-kata manis dari keluarga Viscount, bukannya tergoda ataupun salah tingkah, malahan keempat wanita tadi menatap datar seakan tidak peduli dengan apa yang dibicarakan nya, bahkan dipikiran mereka saat ini menyimpulkan bahwa orang ini merupakan orang yang narsis dan juga menjijikkan.


"Ugh ... " merasa seperti tidak dipedulikan, Richeos hanya mengumpat kesal.


"Berani sekali kalian mengabaikan Tuan muda, meski pakaian kalian seperti bangsawan tapi pagkat bangsawan ayah Tuan lebih ... "


"Diam!" satu kata dari mulut Richeos membuat pelayan pribadinya diam lagi.


"Baiklah jika kalian tidak ingin memberitahukan nama kalian, tapi bolehkan aku tau kalian dari bangsawan mana?" Richeos ingin tetap melanjutkan pembicaraan.


"Eh master, apakah kita akan makan enak?, apakah makanan disini enak?" Bukannya menjawab, Elena malah mempertanyakan soal makanan kepada masternya.


"Grrr ... " merasa masih diabaikan, Richeos menahan rasa kesalnya dengan gertakan di gigi hingga kemudian diakhiri hembusan nafar kasar.


"Huh ... tentu saja, nona cantik seperti kalian akan makan masakan yang enak, aku sudah memesankan nya gratis untuk kalian" katanya kemudian baru tersadar sesuatu.


"Master?, eh ... orang ini adalah master mu" ia menujuk Clark.


"Memangnya kenapa?" Elena seperti tidak senang ketika Richeos mengarahkan jarinya kearah Clark, yang lainnya juga kurang lebih sama.

__ADS_1


"Pffff orang seperti dia, menjadi master kalian?, hahaha ... aku tidak percaya itu, bahkan aku yang sudah berumur 26 tahun tidak pernah mengangkat seorang murid"


Richeos tertawa kencang, sekencang-kencangnya. Ia sama sekali tidak mempercayai pemuda yang terlihat berumur 18 tahun, bisa menjadi seorang guru.


"Kalian jangan sampai tertipu olehnya, aku sudah sering menemui orang seperti dia, mana mungkin dia sehebat itu"


Ketika dikatain didepan mata, Clark yang mendengar nya dibuat gugup, tidak berhenti kepalanya menunduk kebawah, jari-jemari mengetukin meja makan.


"Haha, dia pasti sedang panik, sedikit diberikan kata-kata saja ... sudah gemetaran, orang seperti dia hanyalah pengecut. Lihat saja, aku pasti akan mendapatkan keempat wanita cantik itu. Sedikit dorongan saja, pasti dia akan mengaku, aku memang jenius" batin Richeos sedang tersenyum angkuh.


"Mengaku lah kau penipu, mentang-mentang korban mu wanita, jadi kau bisa menipu orang seenaknya. Kalian menjauhlah dari dia, mending ikut denganku, aku akan melajari kalian sihir yang ... eughmmm" sebelum selesai bicara, terlebih dulu tanaman merambat mengikat keseluruh tubuhnya termasuk juga mulutnya.


"Tuan!, apa yang telah kalian ... eughmmm ... " situasi pelayan juga kurang lebih sama seperti Richeos, tanaman merambat membatasi pergerakan serta menutupi mulut mereka.


"Bagaimana rasanya?, apakah nyaman diikat?. Manusia seperti mu pantasnya diperlakukan seperti ini" kata Vivi menatap sinis.


Vivi lah penyebab hal itu terjadi, sebab merasa tidak nyaman saat mendengarkan perkataan dari mulut Richeos.


"Hehe, coba katakan sekali lagi, aku ingin mendengarkan nya dari mulut bau mu" Elena baru saja mengeluarkan sebuah pedang dari lingkaran sihir di tangannya, lidahnya seakan tidak berhenti menjilati bagian pedang yang tidak tajam.


"Clara tidak keberatan untuk menjadikan mu daging tusuk" sabit Clara sudah berada di leher Richeos. Sedikit gerakan menarik, akan menyebabkan kepalanya terlepas dari tubuhnya.


"Aku sudah menyiapkan mu hadiah" lingkaran dijari telunjuk Flera sudah mengeluarkan sebuah titik-titik hitam.


"Apa-apaan keempat wanita ini" melihat ekspresi lain dari keempat wanita membuat semua bulu kuduknya berdiri, tangan nya tidak berhenti bergetar, matanya dilebarkan.


Clark yang tadi menundukkan kepalanya langsung tersenyum penuh makna, ia menopang kepalanya dengan tangan.


"Hanya segitu trik mu?"


Mata Clark memancarkan sebuah hawa kegelapan, membuat anak dari keluarga viscount ketakutan, kakinya semakin gemetaran, semakin lama menatap Clark tarikan nafasnya malah semakin berat, keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Melihat reaksi tubuhnya yang sudah tengah ketakutan, Clark malah berdiri mendekati Richeos yang sedang terikat oleh tanaman merambat.


"Anak viscount, santai saja, tidak usah tegang, aku tidak bermaksud menakuti mu. Ya kan? R-i-c-h-e-o-s" Dibagian akhirnya Clark sengaja mengeja namanya, ia kali ini tengah menyentuh kening Richeos menggunakan jari kelingking.


Hanya dengan melakukan sedikit pergerakan, Richeos dibuat ketakutan setengah mati, pancaran kegelapan dari matanya membuat dirinya terpengaruh. Dihati kecilnya ia menganggap Clark adalah sesosok monster berwujud manusia.


"Kau pahamkan jika mengganggu ku?, tubuh mu akan dihancurkan oleh murid dan pengikut ku, hati mereka sangat sensitif. Karena kau sudah mentraktir kami makanan, kali ini aku akan mengampunimu, aku tidak berniat memanjang masalah"


"Oh iya, kau taukan apa yang harus kau perbuat selanjutnya, jangan lupa untuk membawa para pelayan mu pergi, kalau tidak maka murid ku juga akan membunuh mereka, semuanya~" bisik Clark terhadap Richeos.


Saat membisikan soal tadi ia juga menyeringai lebar, bibirnya tak berhenti tersenyum.


Richeos yang mendengarnya tidak tahan lalu mengeluarkan sebuah cairan dari dalam celananya sehingga cukup membasahi lantai penginapan.


Melihat ada cairan keluar, murid dan juga bawahan Clark menjauhinya.


Beberapa saat kemudian, Richeos dan para pelayan nya sudah dilepaskan dengan syarat memberikan beberapa koin kepada Clark.


Mau tidak mau, Richeos terpaksa setuju untuk memberikan nya sebuah koin.


Ada 1 kantung yang berikannya, jika dihitung isinya ada 36 keping koin emas.


Karena masih ketakutan mengingat kejadian tadi, Richeos malah tidak bisa berdiri dengan benar, 2 pelayan pribadinya membantu menopang tubuhnya, membawanya ke gerbong kereta kuda putih mewah, milik keluarga viscount.


Tak memerlukan waktu lama lagi, merekapun menjalankan kereta kuda mewahnya, ingin pulang kerumah.


Tidak lupa, Clark menggunakan teknik 'pengendalian situasi' kepada para pelayan restoran, agar mereka melupakan kejadian sebelumnya.


Begitu mereka sudah tersadar, keadaan mereka sedang pikun, pelanga-pelongo mengingat kejadian yang barusan terjadi.


Tak lama itu ada hidangan mahal dan minuman enak diantar oleh pemilik restoran dan juga para pelayan nya, mereka saat ini dalam keadaan bingung karena Tuan Muda dari keluarga viscount dan juga para pelayan pribadinya tidak terlihat lagi.

__ADS_1


......................


Jangan asal bilang naif lah ... itulah, lihat saja chp kedepannya, nanti akan tau kenapa MC melepaskannya.


__ADS_2