![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Tubuh sesepuh terpental keatas sampai puluhan meter, tidak! mungkin hampir seratus meter. Nampak kalau tubuhnya terombang-ambing dan berputar-putar seperti bola, ia segera mencegah tubuhnya agar tetap seimbang.
"Bajingan tengik!. Pedang lava penghancuran! " seru ketua sesepuh telah berhasil menyeimbangkan tubuhnya, ia mengarahkan kedua tangan ke langit-langit seakan sedang memegang sesuatu di udara.
Aliran aura lava mengalir lalu memunculkan sebuah pedang lava yang amat teramat panas, kepanjangan dan lebar pedang hampir sepantaran ketua sesepuh, anehnya pengguna nya tidak dapat merasakan suhu panas itu.
Langsung saja pria tua itu melemparnya kebawah, pedangnya berputar-putar mengeluarkan lelehan lava, dan melaju kencang kearah guru muda.
"Lumayan! tapi masih tidak bisa melukai ku!" dengan sigap, Clark membelah udara dengan kedua jari tangan.
Slashhhhh!
Bilah angin yang tercipta memotong rapi pedang, sisa lelehan lava mencairkan permukaan lantai sampai menyebabkan kawasan yang mengenainya tambah berlubang.
Clark lanjut melayang di udara, sesepuh tidak membiarkannya begitu saja, ia lagi-lagi membuat 10 pedang lava sepantaran dirinya kemudian mengarahkan kesemua pedang yang telah tercipta.
"Kau memang dapat menghindari teknik ku, tapi kalau sekarang? Kurasa kau akan menemui ajal mu!"
"Hahaha begitukah?" berbeda sama apa yang telah dibayangkan pria tua tersebut, bukannya panik! Clark malah menanggapi nya dengan ketawa penuh kesepelean
Sama hal nya seperti tadi, Clark memainkan gerakan ruas jari, membelah udara lalu memunculkan bilah angin.
Slashhhh
Slaashhhhh
Slashhhhh
Slashhhhhh
Kini 6 pedang berhasil dibelah kedalam beberapa bagian hingga bentuknya tidak dapat disebut sebagai pedang lagi.
Sisa pedangnya ia hindari dengan kehati-hatian, sebab lava nya masih memercik kebawah. Seiring berjalannya waktu, lubang lelehen lava yang awalnya masih kecil berubah membesar dan semakin dalam.
__ADS_1
Sejujurnya ketua sesepuh semakin dibuat terkejut sama kemampuan Clark dalam menghindar, namun hal itu ia kesampingkan lebih dulu setelah membuat benda lava berbentuk seperti lonceng yang teramat besar dikedua tangan yang telah ia angkat ke langit-langit.
Lonceng lava tersebut 3 kali lebih besar dibandingkan besar rata-rata rumah di ibukota. Kalau dibandingkan sama ukuran tubuh orang dewasa, maka ukuran tersebut sungguh berbanding jauh.
Suhu nya kali ini lebih tinggi, bahkan saking panasnya, kulit sesepuh yang sudah mengeras karena perubahan wujudnya mengalami luka bakar ditelapak tangan seakan seperti melepuh.
Ketua sesepuh mulai mengatakan teknik nya "Lonceng! kemarahan lava" kata ketua sesepuh kemudian menjatuhkan lonceng.
Lonceng nya seakan menjadi seperti meteor, secara cepat jatuh mengarah ke pemuda itu.
Clark masih tak menjauh dari sana, tapi ia sudah memasang ancang-ancang seperti hendak menghadang ataupun menghancurkan lonceng besar.
Dihati nya ketua sesepuh menyatakan kesenangan licik "Sedikit saja kau hancurkan, maka nyawa mu akan melayang!"
Tidak sesuai ekspetasi, rupanya Clark sama sekali tidak menghancurkan lonceng lava sedikitpun. Disaat-saat hampir kena, pemuda itu menghilang lalu muncul disamping ketua sesepuh dan sempat-sempat nya berkata "Kau pikir aku akan tertipu?"
Mendengar ada suara pemuda menimpalinya, ketua sesepuh yang awalnya senang menjadi terkesiap lalu ia melancarkan cakaran ke arah sumber suara.
Slashhh
"Aghhhhh!, tangan ku! ... " ekspresi nya sangat tegang dan juga merasakan kesakitan setelah tangannya terpotong.
Bommmmmm!
Bersamaan sama teriakan ketua sesepuh, lonceng lava itu menimbulkan ledakan besar setelah bertubrukan sama permukaan.
Asap menggumpal ditempat itu, lava melelehkan lubang kecil disana sampai menjadikan nya lubang besar.
Tak sampai sehari, tempat kompetisi yang mulanya kokoh dan begitu megah tergantikan menjadi kawah.
Diatas nya, pemuda dengan ringaian ngeri tengah mencengkram kepala bertanduk "Apa yang membuat mu kemari?, para kultivator?!" tatapan Clark seolah-olah sedang mengintimidasi lawannya, tidak ada salahnya bermain-main sebentar.
Ketua sesepuh merinding hebat, dari kaki sampai kepala semuanya bergetar tak karuan, darah masih mencucur deras ditempat terpenggal nya tangan, bibir nya seolah-olah mau menjawab, namun tak biasa menahan betapa mengerikan nya menatap langsung wajah pemuda dihadapan.
__ADS_1
"Kehahaha, sebegitu saja sudah ketakutan!, bagaimana ya? padahal aku mau saja mengampuni mu jika kau beritau alasan mu" Clark mengatakan itu dengan santainya, mula-mula ia sedang tertawa jahat tapi setelah dibagian akhir nada nya mulai melembut.
Ada secercah harapan setelah mendengar kalau pemuda itu mau saja mengampuninya, namun sedikit harapan itu langsung membuyar setelah guru muda tersenyum dan mengatakan "Bohong!, bagaimana mungkin aku mau mengampuni mu, harusnya kau menghilang saja, ya 'kan? pak tua!"
Tanpa menjawab, ketua sesepuh menelan air ludah nya sendiri "Glekk ... " tiada hentinya rasa takut didalam dirinya terus bermunculan.
"Hahaha ... mengapa kau diam saja?!, jawab aku! pak tua!" mata pemuda itu terbuka lebar, ketawa nya tidak menandakan adanya kelucuan, tapi menandakan kehancuran keberanian lawan.
Ketua sesepuh memandang nya seperti bertemu sesosok monster mematikan, apalagi setelah melihat senyuman unjuk gigi Clark dengan mata tajam seperti elang yang hendak menerkam mangsa nya.
Cengkraman menguat, ketua sesepuh merasakan sakit dibagian kepala membuatnya berteriak histeris.
"Akhhhhhhhhhhhhhhh!!!"
Tidak main-main, Clark menyerap kekuatan nya hingga kering, ingatan juga telah ia kirim keotak nya, perubahan wujud ketua sesepuh mulai memudar berujung menghilang,
Suatu energi didalam Ketua sesepuh mengalir deras kedalam tubuh Clark, balutan senyum puas menyinari paras nya setelah cukup puas mengambil kekuatan.
Sudut pandang ketua sesepuh begitu menderita sama kesakitan yang terus meledak-ledak, ia tak henti-hentinya meneriakkan penderitanya secara terus menerus hingga pemuda itupun akhirnya menyudahi aksinya.
Ketua sesepuh memang sudah tidak terlalu merasakan rasa sakit, malahan ia sudah tak dapat merasakan anggota tubuh nya meskipun masih sadar, entah itu karena patah atau sesuatu yang lebih.
Pandangan ketua sesepuh memburam, sampai dimana Clark merasa sudah tidak membutuhkan nya lagi dan berniat melemparkan pria tua itu menuju ibukota.
"Sudah waktunya mengakhiri!" ia mengatakan itu sembari mengatur tenaga nya sedemikian mungkin, agar Ketua sesepuh sampai ketempat perkiraannya.
Sudah yakin, mantan malaikat pun melemparnya.
Wushhhhhh ...
Masih di sana, pemuda itu tersenyum kecil menyebutkan "Dunia lain 'kah? tunggu aku calon pion-pion kecil ku" Clark bergumam seraya mencengkram tangan kebelakang.
Pertempurannya seketika terhenti sebelah setelah para pasukan berotot melihat mayat pemimpinnya terjatuh kedekat mereka. Mayat ini tidak lain dan bukan merupakan sesepuh yang telah memerintah kan mereka dalam penyerangan ibukota agar bisa menguasai dunia magic.
__ADS_1
Mereka berdiam diri seperti tersambar petir dan tatapan mereka begitu kosong, keinginan bertarung merekapun juga telah pupus, hilang dalam sekejap. Sekumpulan pria berotot hanya pasrah ketika dibunuh oleh para pasukan wilayah Mystic.