Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.47 : Pria baik?


__ADS_3

"Ugh, aura ini terlalu kuat bahkan jauh lebih kuat dibandingkan ibu ku. Aku tidak dapat menahan nya lebih lama lagi" Putri Vania hendak pingsan namun tepat ketika mau pinsan Clark berhenti mengeluarkan auranya.


"Hap, sudah selesai. Mari kembali normal" Clark menepuk tangan nya dengan pelan, terdapat sebuah cahaya keemasan menyebar ke sekitar pengawal dan Tuan Putri. Seketika itu juga Putri Vania dan para pengawal nya tertidur.


"Emm dimana ini?" tidak lama itu, Putri Vania terbangun. Ia tidak mengingat kejadian tadi, para pengawal juga mulai bangun, darah dan luka mereka sudah menghilang tak bersisa ketika Clark menepuk kan tangan nya tadi.


"Kalian tadi tiba-tiba pingsan Tuan Putri, itu mengejutkan ku" Clark menghampiri Putri Vania, ia membantu nya berdiri.


"Kau ... orang tadi, terimakasih" kepala Putri Vania masih pening karena mencoba untuk mengingat kejadian tadi walaupun hasilnya tidak bisa.


"Tidak usah dipaksakan Tuan Putri, mungkin kau lelah" Usul Clark terhadap Putri Vania, ia penuh perhatian mengecek keadaan nya.


"Barukali ini aku bersentuhan sama laki-laki, ibu ku selalu melarang dekat-dekat sama laki-laki karena hampir semua nya jahat dan bejat, tapi orang ini berbeda. Dia orang baik" batin nya melihat senyuman lembut Clark yang ia tunjukkan.


Clark hanya tersenyum diam menatapi nya, pikiran nya penuh akan pemikiran jahat "Lumayan juga ketahanan tubuh mereka tadi. Mungkin mereka bisa imbang melawan organisasi darah merah atau bisa juga mengalahkannya, yah aku tidak peduli sih. Entah siapapun yang menang, itu semua masuk ke dalam rencanaku, hanya tinggal ku manfaatkan saja untuk situasi yang akan datang kedepannya"


"Clara, Elena, Flera ... mereka semua menurutiku untuk menutup mulut soal aura tadi, itu baru saja ku bicarakan dengan menggunakan telepati. Mereka benar-benar sudah patuh terhadap perintah ku hingga aku tidak perlu membuang mana ku lagi dalam menggunakan teknik pengembalian situasi" batin Clark telah memikirkan secara matang.


(Seperti namanya, teknik pengembali situasi juga termasuk kemampuan Clark yang dapat membuat target mengembalikan kondisi tubuh/ingatan ke waktu yang telah dimundurkan. Tidak terkait oleh dunia dan benda sekitar)


"Coklat hangat telah selesai" datang seorang istri pemilik penginapan mengantarkan 11 cangkir coklat hangat yang dibawa dengan besi tipis rata dan lebar.


"Semoga tuan putri suka" ucap seorang istri pemilik penginapan menaruh cangkir keatas meja satu persatu.


"Ya, kalau begitu aku tidak akan menolak nya" balas Putri Vania mengambil secangkir coklat panas, ia perlahan-lahan meminum nya.


"Huh ... lumayan juga" Kata nya menghembuskan nafas.

__ADS_1


"Oh iya saya lupa, handuknya belum saya ambil" Istri pemilik penginapan segera berlari tapi tiba-tiba berhenti karena teringat sesuatu "Nak, habis mengambil handuk ini aku akan membuatkan nya juga untuk kalian" ia menatap Clark.


"Tidak usah repot-repot" Jawab singkat Clark sembari menggerakkan tangan nya.


"Biarlah, anggap saja itu juga sebuah hadiah karena telah menolong kami" istri pemilik penginapan membalas dengan lembut, ia tetap ingin memberikan coklat panas kepada Clark dan yang lainnya.


"Kalian minum juga" Putri Vania menyuruh para pengawal nya untuk meminum coklat panas yang telah disediakan.


"Ti-tidak usah putri, kami tidak memerlukan nya" balas salah satu dari mereka, kesembilan lainnya hanya mengangguk.


"Minum saja, ini perintah" katanya tenang dan tegas.


"Baik!" jawab mereka serentak dan langsung mengambil masing-masing 1 cangkir coklat panas.


"Kalau begitu kami permisi dulu tuan putri, silahkan menikmati waktu berteduh mu" Clark berjalan meninggalkan Putri Vania, tidak lupa Elena dan Clara ikut, ia juga mengambil sabit besar yang terletak tidak jauh dari mereka.


"Ada apa?"


"Bisakah aku mengetahui nama mu?"


"Oh, panggil saja Clark" katanya menaiki tangga menuju ke lantai 2, murid nya hanya diam curi-curi pandang kearah Tuan Putri, mereka seperti tidak senang lalu segera mengikuti Clark.


"Eh nak, aku belum membuatkan coklat panas untuk kalian" istri penginapan yang baru saja mengambil handuk untuk Putri Vania dan para pengawal langsung mengeraskan suara nya karena ingin memberitahukan Clark.


"Sudah kukatakan, tidak usah repot-repot~" jawab nya baru saja mencapai lantai 2 begitu juga murid-murid nya.


"Huh ... padahal aku ingin membuatkannya" gerutunya sedikit mengeluh, tentu suara nya masih kesampaian ke telinga Putri Vania.

__ADS_1


"Mereka itu orang baik ya"


"Ah, iya Tuan Putri. Mereka benar-benar orang yang baik, bahkan sampai membantu kami berurusan melawan bandit" ia meletakkan handuk yang telah dibawa nya. Pertama memberikan handuk itu kepada Tuan Putri lalu lanjut memberikan sisa handuk nya kepada pengawal.


"Begitukah, jadi ada pria baik seperti itu" Putri Vania masih menunjukan ketenangan nya, ia lanjut meminum coklat panas.


Dilantai 2 penginapan, Clark dan murid-murid nya sedang berada di satu kamar. Clark berbaring dikasur sedangkan murid-muridnya berdiri menatapi master nya, tidak lupa seseorang perempuan dewasa yang menggoda keluar dari sabit besar milik Clara.


"Bagaimana rasanya bisa keluar masuk dari sabit?" Clark bertanya, pertanyaan tersebut ia lontarkan kepada Flera si roh bulan sabit yang barusan saja keluar.


"Sangat memudahkan, ini semua berkat Tuan. Saya jadi bisa bebas keluar masuk" Balas Flera senang, ia naik ke kasur sekaligus memeluk Clark yang masih berbaring. Buah persik besar milik Flera menyentuh dada tuannya hingga membuat Clark tiba-tiba merasakan firasat tidak enak jika saja ini terus berlanjut.


"Hehe ... master~" kedua tatapan murid nya menajam, satunya menunjukkan senyuman lebar namun menakutkan yang satunya lagi hanya menatap tajam tapi begitu melihat nya pasti tau bakalan berbeda dari biasanya.


20 detik kemudian.


"Hwahh ... master, Clara menyukai tangan hangat mu" Clara seperti berubah menjadi anak kucing begitu mendapatkan sebuah elusan kesukaan nya.


"Kyahhh, master mengelus ku juga. Nyaman nya, tangan master yang terbaik, aku sangat, sangat, sangat, sangat, sangat menyukainya. Hehe, wajah nya juga selalu manis dan terlihat keren, master ku yang tersayang, aku tidak bakalan memberikan mu kepada serangga kecil itu" batin Elena.


(Maksudnya si Putri Vania)


Kedua murid nya sudah tidak menunjukkan tatapan tajam yang menyeramkan seperti tadi. Cukup dengan mengelus nya saja, mereka dapat kembali normal seperti hewan yang sudah patuh terhadap tuannya. Jika dipikir memang sangatlah aneh, tapi mau gimana lagi, Clark sudah merubah kepribadian mereka.


Master mereka saat ini hanya sedang berkeringat ketika memikirkan tindakan mereka selanjutnya jika tidak ditangani olehnya langsung "Merepotkan saja, salahku merubah mereka terlalu banyak" begitulah yang ada dipikiran nya saat ini.


Kalau Flera hanya duduk dikasur melihat kedua murid tuannya yang sedang kesenangan.

__ADS_1


__ADS_2