Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp. 66 : Sampai di ibukota


__ADS_3

Pagi hari menjelang siang. Roda kereta kuda masih berputar, menandakan bahwa mereka masih berada diperjalanan.


Elena yang masih lesu karena kebosanan segera bersemangat kembali saat melihat adanya tembok tinggi dan besar yang dijaga oleh puluhan pasukan di masing-masing gerbang.


"Master lihat tinggi sekali temboknya" Ucap Elena sembari menunjuk.


Yang lain juga ikutan melihat.


"Sepertinya kita sudah sampai di ibukota wilayah mystic, Kota Olisfield" kata Clark memperhatikan peta sekaligus mengendalikan kereta kuda.


"Tingginya ... " ketika kereta kuda makin mendekat, Clara tidak berhenti melihat tembok yang begitu tinggi.


Tak berselang lama, kereta kudanya telah sampai dimuka gerbang.


"Hei berhenti, cukup sampai disitu saja" ucap salah satu pasukan mendekat, pasukan yang lain juga sedang menghalangi dengan menggunakan tombak menyilang.


"Kau dari rute jalur hutan, apakah kau memiliki kartu identitas?" orang itu menanyakan tentang 'token identitas' ia sedikit menyipitkan matanya sebab jarang seseorang melewati rute hutan, jadi ia sedikit mencurigai pemuda tersebut walau pemuda itu sedang mengenakan pakaian bagus.


(Sama seperti namanya, kartu identitas ini berguna untuk mengetahui identitas orang)


"Terima saja" Clark bersalaman, ditangan Clark ada 1 buah keping emas yang diselipkan ke tangan pasukan itu.


Sejenak pasukan itu menatap Clark yang sedang tersenyum penuh makna, dengan hembusan nafas pelan, barulah orang itu menjawab "Masuk saja, jangan lupa untuk membuat kartu identitas" katanya pelan lalu memberikan sebuah alasan kepada pasukan lain sehingga mereka bisa masuk tanpa adanya halangan.


Gerbang dibuka secara perlahan, kereta kuda kembali berjalan memasuki ibukota yang masih penuh pohon disekitar jalannya.


"Master, apakah ini ibukota?, kenapa sama saja seperti hutan, bedanya cuman ada beberapa perumahan sama gunung" Elena bertanya.


"Kita mungkin belum sepenuhnya masuk kedalam ibukota, kita lihat saja nanti"


Tak terasa 30 menit telah terlewati, barulah pemandangan ibukota kelihatan. Kotanya dikelilingi oleh air sungai, mereka menyebrangi sungai lewat jembatan yang telah tersedia.


"Wah master, besar sekali, ini sungguh berbeda kalau dibandingkan kota sebelumnya" Elena bersemangat, ia sudah tidak lesu lagi.


"Ada sungai, airnya juga kelihatan jernih" Clara hanya fokus melihat sungai tidak terlalu mempedulikan kota yang amat besar.


"Kotanya lumayan banyak berubah, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, dulu kota ini tidak sebesar sekarang, waktu itu tidak ada jembatan, bahkan dulu perlu kapal untuk menyeberang" Vivi mengingat masa lalunya.

__ADS_1


"Begitukah, ya ... lumayan juga kota ini" sahut Clark.


Flera tidak mengucapkan sepatah kata pun karena ia sedang tertidur, kelihatan sekali dari raut wajahnya kalau selama diperjalanan ini, ia tidak dapat tidur dengan nyenyak.


Mereka sekarang sedang menggunakan jalur belakang, menyeberang lewat jembatan yang terbuat dari batu beton.


(Perlu diketahui, Clark beserta keempat wanita lain tidak menggunakan rute utama)


Begitu sudah menyeberangi sungai barulah pemandangan kota yang sebenarnya kelihatan, ada istana ditengah-tengah ibukota nya, istana itu di diamin oleh penguasa wilayah Mystic.


Pemandangan dari rute utama ada sebuah patung besar, dan parit kecil untuk dilewati. Beda sama apa yang dilalui oleh Clark dan kedua gadis, mereka harus menyebrang sungai.


Jalannya agak kerasa sempit karena banyaknya penduduk kota serta para pedagang keliling yang berjualan disekitar jalan ibukota, ada juga kereta kuda lain yang sedang berkeliaran sama seperti Clark.


Flera baru saja bangun karena dijalan ibukota suasananya lumayan berisik sebab adanya orang yang menawarkan barang ataupun makanan untuk dijual.


"Kita sudah sampaikan?" katanya membenarkan postur tubuhnya.


"Kau baru bangun" kata Vivi sejenak melirik Flera lalu kembali melihat para pedagang yang sedang berjualan dipinggir jalan.


"Emm, begitulah" balasnya masih membenarkan postur tubuh.


"Aku lapar master, kita makan saja" usul Elena mengusap perutnya.


"Clara juga lapar" Ucapnya sambil melihat makanan-makanan yang ada dipinggir jalan.


"Bagaimana dengan kalian berdua, Flera, Vivi? ... "


Clark tadi juga sempat mendengar suara Flera yang baru saja bangun, jadinya ia ingin mendengarkan pendapat mereka berdua sekaligus.


"Aku tidak keberatan"


"Saya juga"


Sahut Vivi tidak mempermasalahkan nya lalu disusuli oleh Flera yang juga setuju.


"Baiklah, kita cari restoran dulu"

__ADS_1


Merekapun mulai mencari sebuah restoran hingga tak lama itu, terlihat restoran yang hanya ada 1 kereta kuda putih mewah singgah diparkiran nya


Karena tak ingin membuang waktu lagi, Clark menyinggahi kereta kudanya diparkiran yang telah disediakan dekat sama kereta kuda putih yang mewah itu.


"Kalian turunlah, kita makan disini saja" seru Clark turun dari kereta kuda kemudian mengikat kudanya agar tidak lepas.


Keempat wanita lain sudah turun saat Clark selesai mengikatkan tali kuda. Merekapun mengekori Clark dari belakang, ikut masuk kedalam restoran.


Tring ... tring


Lonceng diatas pintu berbunyi ketika Clark membukakan pintu, bunyian lonceng itu menandakan bahwa ada orang datang.


"Berani-beraninya kalian masuk saat Tuan muda lagi makan, apakah kalian tidak lihat kereta kudanya, disitu sudah terlihat jelas ada lambang keluarga Viscount" tiba-tiba seorang pelayan memarahi Clark yang baru saja masuk.


"Ma-maaf Tuan, bukannya saya berniat mengusir mu, tapi Tuan muda Richeos sudah memesan semua tempat" pemilik restoran menundukkan kepalanya.


"Oh begitu" ia sejenak melirik Tuan muda yang dimaksudkan.


Dari segi wajahnya sudah kelihatan jelas kalau Tuan Muda dari keluarga Viscount merupakan orang yang sombong dan juga angkuh, tatapan nya seakan memandang remeh.


"Apa yang kau lihat?, sepertinya kau ingin diusir, pelayan cepat usir dia" dengan nada sombong Richeos memerintahkan pelayan nya untuk segera mengusir Clark dari restoran.


"Cepat keluar dari sini!, seluruh tempat ini sudah dipesan oleh Tuan Muda kami" tunjuknya kepada Clark, menyuruhnya untuk keluar.


"Hanya dipesankan?, kalau begitu tidak masalah" Clark memilih untuk tetap masuk, yang lain juga sama.


"Hei kau tetap ngo ... " sebelum Tuan muda keluarga Viscount menyelesaikan pembicaraan nya, ia sudah lebih dulu terpana melihat kecantikan dan keimutan wanita yang mengekori Clark dari belakang,


Sebelumnya, keempat wanita itu tidak terlalu nampak karena dihalangi tubuh Clark.


"Apa yang kau lakukan!, Tuan muda menyuruh mu untuk ke ... " saat Richeos menaikkan tangannya, pelayan tidak lagi melanjutkan pembicaraannya.


"Pesankan untuk mereka menu paling mahal dan berikan juga minuman enak, harganya biar aku yang menanggungnya"


"Ehh, bukankah tadi Tuan muda ingin mengus ... " pemilik restoran dibuat diam saat Richeos menatap tajam kearah nya.


"Baiklah, saya mengerti" katanya menunduk kemudian mendatangi Clark.

__ADS_1


"Tuan muda Richeos, sudah memesankan makanan dan minuman paling mahal untuk kalian" kata pemilik restoran memberitahukan kepada Clark kemudian berlarian kedapur, sepalih pelayan restoran juga ikut kedapur.


"Hooh, lumayan" batin Clark.


__ADS_2