![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
"Serangan mu meleset" kata petinggi topeng ungu melompat kebelakang, mencoba untuk menjauh dari Clara. Darah pe topeng hitam masih saja mengalir.
"Hmm mengorbankan rekan nya demi diri sendiri" ucap Clara juga ikut menjauh, ia perlahan mendekati Elena.
"Heh ... kenapa?, apakah itu salah?. Beginilah kelompok kami bekerja" petinggi topeng ungu mengodekan bawahan nya untuk segera membantu nya menangani kedua perempuan muda.
Pria bertopeng emas serta pria bertopeng hitam hanya bisa diam mengikuti perintah. Tidak ada yang keberatan dengan adanya pengorbanan rekan-rekan nya.
Kisaran belasan pe topeng hitam maju menyerang mereka berdua, Masing-masing membawa senjata tajam seperti tombak dan pisau.
"Semua ini demi organisasi darah merah!" teriak serentak yang maju. Mereka semua rela mati jika itu berkaitan dengan organisasi darah merah. Beberapa orang ada yang melemparkan tombak nya langsung kemereka berdua.
Seperti biasa, Elena selalu saja berhasil menghalau tombak nya dengan pelindung air milik nya. separuh serangan tombak juga mereka hindari. Clara hanya menangkis dengan sabit besar milik nya.
Tombak berjatuhan di atas tanah. Pe topeng hitam yang telah kehilangan tombak nya segera mengambil pisau di sela-sela pinggang nya, beberapa dari mereka tidak takut dengan kematian.
"Hiaaa!" teriak para pe topeng hitam yang telah siap mati, mereka berjuang untuk mendapatkan keuntungan serta kenaikan pangkat.
"Hehe, ini menarik" tidak lupa Elena tersenyum mengerikan, tangan Elena menutupi sebelah mata kiri nya, ia sedikit membukakan sela-sela jari nya agar memberikan kesan menakutkan.
5 lingkaran sihir Elena keluarkan, ia menyalurkan mana nya. Keluar sekumpulan pedang air melesat menembus para pe topeng hitam yang telah maju. Pria bertopeng emas tidak membiarkan nya begitu saja, ia langsung membacakan rapalan sihir selanjutnya.
Walaupun sedang terluka, petinggi topeng ungu mengambil inisiatif untuk menghilangkan keberadaan nya, ia melesat menuju kebelakang Elena. Ada sebuah pedang yang terbentuk dari tanah berlapiskan api sedang ia genggam, aura pedangnya tidak main-main.
Tingg ...
Ia menebaskan pedang nya ke punggung Elena, sayangnya usaha nya telah gagal karena dihalangi oleh teman nya yaitu Clara. Clara berhasil menangkis serangan diam-diam yang dilakukan petinggi topeng ungu.
__ADS_1
"Hmph, kau berani menahan pedang sihir ku" petinggi topeng ungu menguatkan tekanan nya, Clara masih berwajah datar menahan pedang nya dengan sabit besar milik nya.
Track ...
Tanah tidak dapat menahan tekanan mereka berdua, hal itu membuat pijakan mereka berdua retak dan perlahan muncullah lubang disekitaran mereka.
Elena mencoba membantu nya, ia lagi-lagi memunculkan sebuah lingkaran sihir dibelakang petinggi topeng ungu. tangan nya seperti mengisyaratkan Clara untuk segera minggir dari jangkauan sihir milik nya.
Ketika masih menahan pedang, kaki Clara ia hentakan. Ia ingin menambah tenaga agar bisa membuat petinggi topeng terpojok, tubuh regenerasi nya berulang kali memulihkan tenaga milik nya, jika dilihat Clara benar-benar lawan yang tangguh.
"ck, fisik mu sangat tidak masuk akal" pe topeng ungu tidak dapat bertahan lama lagi, perlahan Clara berhasil mendorong nya dan segera menepi untuk tidak memasuki jangkauan serangan Elena.
"Arus air" kata Elena pelan, lingkaran sihir dibelakang nya menyemburkan arus air yang begitu kuat.
"Cih kau pikir aku akan tertipu lagi seperti sebelumnya?, jangan bermain-main dengan ku!. Pelindung tanah tebal" ada sebuah tanah keras seperti batu muncul dari bawah tanah ke permukaan atas, pelindung nya dapat menahan arus air yang begitu kuat hingga air nya telah berhenti mengalir.
"Lakukan sekarang!" kata petinggi ungu sedang berada di udara setelah itu mendarat didekat para bawahan nya. Ia memunculkan beberapa lingkaran sihir di bawah betis sebagian bawahan nya yang menurut nya cukup berguna, dari situ keluar tali yang begitu kuat mengikat erat kaki mereka.
"Angin topan!"
"Angin topan!"
2 orang pria bertopeng emas sedari tadi sudah merapalkan sihir terkuat nya yang mengorbankan banyak mana dari tubuh nya.
Muncul 2 lingkaran sihir agak kebesaran berada dibawah pijakan pe topeng hitam yang sedang maju. Lingkaran itu memunculkan pusaran angin kecil, lama-kelamaan menjadi pusaran angin yang begitu besar.
Kedua angin topan itu bergabung menjadi satu hingga membentuk semakin besar dari sebelumnya. Tinggal beberapa ratusan meter lagi, angin topan itu hampir mengenai awan.
__ADS_1
"Akhhhh tolong! ... " teriak bawahan bertopeng hitam.
Angin tersebut menerbangkan segala mayat serta pasir dipinggiran pulau, bahkan ada juga beberapa pengguna topeng hitam yang telah terhisap kedalam angin topan. Perlahan angin itu akhirnya mengarah ke Elena dan Clara.
Clara tentu menahan tubuh nya dengan sabit besar milik nya yang sudah di tancapkan nya kebawah tanah. Elena menggunakan beberapa sihir air nya untuk menyerang angin topan. Namun sialnya, tetap saja hal itu tidak berfungsi. Tidak peduli seberapa keras nya mencoba, tetap saja usaha nya tidak berhasil.
"Angin yang merepotkan" kata Elena tidak dapat bertahan lagi, ia langsung saja ikut terhisap kedalam angin topan.
"Elena" ucap Clara pelan sembari mengangkat tangan nya. Perlahan tubuh nya juga ikut-ikutan terangkat, ia masih bertahan berpegangan di ganggang sabit nya.
lama kelamaan tanah nya mulai berdampak, sedikit demi sedikit sabit itu terangkat hingga tercabut keluar, Clara beserta sabit nya pun juga ikut terhisap kedalam.
Ketika sudah dipastikan mereka berdua sudah terhisap kedalam angin topan, langsung saja petinggi topeng ungu beraksi menggunakan sihir milik nya "Semburan api" dihadapan mulut nya muncullah sebuah lingkaran sihir berpola api.
Petinggi topeng ungu menghirupi udara dari kedua lubang hidung nya. ketika sudah cukup, ia pun mengeluarkan nya dari mulut. Seketika itu juga muncul sekumpulan api besar menjalar kedalam angin topan.
Perlahan-lahan sihir angin topan berubah menjadi topan yang ber kobaran dengan api. Itu membuat sebagaian baju dan mayat terbakar di dalam angin, begitu juga dengan orang-orang nya yang masih hidup.
"Aghhhh tolong! ... "
"Mohon segera bunuh aku! ... "
"Panas!"
Bawahan bertopeng hitam yang sedang berada di dalam topan api, berteriak meminta pertolongan. Jumlah mereka lumayan banyak, jadi jeritan mereka terdengar cukup jelas walaupun jarak mereka terlihat cukup jauh.
Bukannya mendengarkan dan menolong bawahan topeng hitam, petinggi topeng ungu malah semakin menguatkan sihir api nya. Ia masih saja menyemburkan sihir api yang begitu dahsyat.
__ADS_1
Ketika petinggi topeng ungu merasa cukup dan percaya diri, ia pun berhenti menyemburkan api nya. Lingkaran sihir sudah menghilang begitu saja "Sudah cukup" kayanya menyuruh kedua pria bertopeng emas menghilangkan angin topan nya.