Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.31 : Murid vs organisasi darah merah IV


__ADS_3

Kedua pengguna topeng emas segera menuruti kehendak petinggi nya, perlahan-lahan angin topan yang begitu besar dan tinggi telah menghilang seketika itu juga.


Mana kedua pria bertopeng emas sudah berkurang begitu drastis. Tubuh mereka begitu lemas seperti kekurangan tenaga, itu semua terjadi karena mereka mengeluarkan sihir terkuat nya. Sihir itu memiliki kekurangan yang cukup umum diketahui orang-orang, yaitu konsumsi mana yang terlalu berlebihan kepada penggunanya.


Itulah yang harus mereka bayar. walaupun serangannya kuat, akan tetapi pengorbanan nya juga begitu besar. kedua pria bertopeng emas langsung saja terduduk lemas.


Potongan-potongan tubuh pria bertopeng hitam berjatuhan ketika angin topan sudah tidak muncul. Anggota badan mereka tidak lengkap serta terdapat luka bakar diberbagai tubuh nya, bahkan ada juga yang telah tewas habis terbakar hingga seluruh tubuh nya menjadi abu.


"Ckck, pasti mereka sudah menjadi sekumpulan abu" kata petinggi topeng ungu juga menghilangkan tali yang terikat dikaki bawahan nya serta kaki nya sendiri.


"Abu?, apakah mata mu tidak berfungsi" suara Elena terdengar cukup jelas. Ia masih melayang di udara, begitu juga dengan teman nya Clara. Seperti nya kombinasi sihir organisasi darah merah tidak dapat melukai mereka berdua, itu semua karena ada sebuah bola air melindungi tubuh Elena dan juga Clara.


"Kalian bagaimana mungkin! ... " petinggi topeng ungu dibuat terheran.


Ketika melihat reaksi petinggi topeng ungu, Elena yang masih berada diudara tersenyum sinis. Tangan nya ia angkat keatas, seperti nya Elena ingin memperagakan sihir ajaran master nya.


Cling ... cling ...


Tepat nya seratus lingkaran sihir bermunculan diudara. Karena kejadian itu para organisasi darah merah dibuat terkejut, bagaimana tidak terkejut, anak yang terlihat masih remaja malah dapat mengeluarkan seratus lingkaran sihir. Normal nya itu tidak bisa dilakukan kecuali tingkatannya sudah berada di tingkat ke 7 puncak.


(Dalam 1 tingkatan terdapat 3 tahap yaitu tahap pertama hanya disebut nomer saja, tahap kedua disebut menengah, dan tahap ketiga disebut puncak)


"Hehe ... nikmatilah rasa sakit nya. Hujan pedang air!" kata Elena sembari tersenyum puas, ia pun menggenggam kan tangan nya.


Seperti nama sihir nya, sekumpulan pedang air berjatuhan seperti hujan. Kecepatan nya juga tidak dapat dipandang remeh.

__ADS_1


Syuuuu ...


Insting petinggi topeng ungu merasakan bahwa serangan yang dikeluarkan Elena ini tidak biasa dan harus dihindari apapun yang terjadi. ia pun langsung saja menghilangkan keberadaan nya, mencoba mundur tanpa mempedulikan bawahan nya yang lain.


Jlebb ... jleb ...


Para pengguna topeng hitam yang tersisa sudah tidak bisa melindungi diri mereka sendiri. rapalan sihir mereka terlalu lambat jika dibandingkan serangan hujan pedang air milik Elena.


Pedang air nya menusuk sebagian tubuh lemah mereka, perlahan nyawa mereka akhirnya tidak dapat dipertahankan. Sisa pengguna topeng hitam sudah tidak ada lagi, padahal jumlah mereka awal nya lumayan banyak. Sungguh sangat disayangkan mereka semua mati disaat menjalankan misi.


Para pengguna topeng emas juga tidak bisa diselamatkan. Mereka semua mati tanpa bisa melakukan perlawanan, tidak ada yang bisa menyelesaikan rapalan sihir sebelum hujan pedang air mengenai sasaran nya.


"Ahh apakah mati semua ... bagaimana rasanya?, apakah begitu nikmat dan tidak tertahankan! seperti cinta ku kepada master!" Elena tertawa mengerikan, tentu senyuman nya masih ia pertahankan.


Darah mengalir begitu deras dari tubuh mereka semua, Elena masih tidak berhenti menyerang. Ia lebih memilih untuk menghancurkan tubuh lawan nya terlebih dulu hingga ia merasakan puas, tidak peduli mereka sudah mati ataupun tidak.


"Hahahaha ... " Ketika mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing, terdengar lah suara tawaan pe topeng ungu sembari menunjuk mereka berdua.


"Jangan berpuas diri dulu para anak kecil idiot! ... kau akan merasakan akibatnya karena telah membuat ku terpojok seperti ini. Akan ku perlihatkan kekuatan ku yang sesungguhnya, bahkan aku saja tidak dapat mengendalikan nya"


Pria bertopeng ungu membukakan topeng nya. Terlihat wajah pria berumur sekitar 30 tahunan dengan luka dimata kiri nya, rambut nya begitu pendek sampai-sampai terlihat seperti tidak ada rambut. Ia mengambil sebuah pil dari kantung nya.


"Heh, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Elena berhenti menyerang bawahan petinggi topeng ungu, ia masih saja tidak dapat menghilangkan senyuman puas nya.


"Wanita gila!" kata nya langsung menelan sebuah pill. sengaja mata nya ia tutupi, mungkin ia ingin merasakan efek dari pil yang barusan saja ia telan.

__ADS_1


Ketika sudah ditelan, ia malah merasa kesakitan seperti ada yang mengikis kulit nya "Errrr! ... Akhhhhhhh!" mana ditubuh petinggi topeng ungu langsung melonjak, ia merasakan sebuah kekuatan mengalir ketubuh nya.


Badan nya semakin menguat dan juga berotot, uratnya juga terlihat nampak bahkan pakaian nya tidak dapat bertahan dengan perubahan tubuh nya. Mata nya melotot keluar karena menahan gejolak mana nya.


Tanah bekas pijakan nya retak, tubuh nya berlapiskan dengan api. Kekuatan nya sudah jauh meningkat daripada sebelum nya "Hah ... " ia sungguh berbeda dari petinggi topeng ungu sebelum nya, bahkan ia sekarang tidak dapat mengenali dirinya sendiri.


Hembusan nafas nya saja memunculkan sebuah asap. Mirip seperti gunung berapi yang masih aktif. Panas tubuh nya juga diluar akal sehat, terlihat ia masih beradaptasi dengan tubuh barunya.


Seringkali petinggi topeng ungu mengepalkan tangan nya dan membukakan tangan nya, ia menoleh keatas melihat kedua wanita sedang berada di dalam bola air. Penglihatan nya begitu tajam, ia juga merasakan ujaran kebencian ketika menatap lama Elena dan Clara.


Swosh ...


"Dia menghilang! ... " kata Elena memberitahu, tidak lama itu muncul pria bertubuh api muncul tidak jauh dari posisi Clara. Suhu panas nya sungguh kerasa walaupun telah dilindungi bola air.


Sedari tadi tangan nya telah ia kepalkan, ia mengambil ancang-ancang untuk memukul bola air yang melindungi Clara.


Bukk!


Dalam sekali pukulan saja, bola air yang melindungi Clara berhasil ia tembusi bahkan sampai mengenai tepat dibagian perut Clara yang sedang tidak siap.


"Uhuk ... " mulut Clara sedikit terbuka ketika sebuah pukulan mengenai perut nya, darah juga keluar dari mulut nya. Pria bertubuh api itu menguatkan tenaga nya sekaligus mengeluarkan kobaran api hingga membuat pakaian Clara habis terbakar olehnya.


bumm ...


Clara tidak dapat menahan nya, ia sungguh tidak berkutik ketika menghadapai pukulan pria bertubuh api. Diri nya langsung saja terpukul jauh kebawah hingga diri nya ter hantam ke permukaan pasir.

__ADS_1


......................


menurut kalian lebih bagus cover yang baru atau yang lama?


__ADS_2