![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
"Lebih baik aku kembali ke wilayah Valcke, disini tidak aman" begitu Tuan Yin hendak bergegas pergi, 2 murid perempuan tiba-tiba muncul dan menghalangi jalan.
"Kalian, murid pemuda itu!" tatap nya sinis, ia masih mengingat dengan jelas kalau kedua perempuan itu adalah murid guru yang memberikannya tatapan mengancam.
"Jangan harap bisa kabur dengan mudah!" perkataan geram itu keluar dari mulut mungil Clara yang ditutupi kain, tangan satunya tidak berhenti mengepal kuat, tatapan mata gadis itu terlihat sangat membencinya.
"Heh!, kalian sampai repot-repot mengikuti ku" Tuan Yin mengatakan itu sambil memiringkan bibir, dilihat dari ancang-ancangnya Tuan Yin sama sekali tidak menunjukkan keseriusan.
"Walaupun ini merepotkan, tapi kalau guru memintanya, maka aku akan melakukannya" di sela-sela omongannya, Elena membentuk sebuah pedang dari elemen air, kalau Clara masih menggunakan sabit besar yang telah dibawanya.
"Hanya kalian berdua?! mimpi!, gadis kecil seperti kalian tidak akan bisa menghentikan ku!"
Setelah melihat tampang percaya diri Tuan Yin, senyuman sumringah Elena terpampang jelas di wajahnya, sedangkan Clara tetap diam namun memberikan kesan benci terhadap pria tersebut hingga sampailah dimana pertarungan 1 pria tua vs 2 gadis terjadi dikala itu juga.
***
Kota Olisfield, pertempuran disana masih tak kunjung berhenti, perumahan banyak mengalami kehancuran, mayat manusia semakin bertebaran, darah segar mengalir langsung dari sumber aslinya, tidak! lebih simple nya keluar dari tubuh manusia setiap perdetik.
"Mati!" Vivi mengarahkan sihirnya ke arah puluhan pasukan berotot, hal itu membuat para pasukan ibukota tercengang namun segera disadarkan dengan keadaan karena masih berperang.
Bukan karena dampak serangan yang membuat pasukan terbelalak tapi karena Vivi sedang melayang di udara dengan menggunakan bunga sebagai media tempat duduknya.
Disaat itu Vivi begitu santai duduk disana sambil menyilangkan kakinya, sedikit senyum namun begitu manis tergambar jelas di paras cantiknya.
Ilustrasi Vivi. By pinterest.
Disebalah Vivi sekitar berjarak 2 meteran, ada wanita dewasa selaras sama parasnya, ia tidak kalah cantik kalau dibandingkan sama Vivi tapi kalau soal lekukan tubuh sudah pasti orang itu menang, tidak lain adalah Flera.
__ADS_1
Ia juga sama-sama menggunakan bunga melayang sebagai media tempat duduk, bunga itu tentunya berasal dari sihir buatan Vivi.
"Bagaimana?, apakah kau menyukainya?" maksud pertanyaan Vivi tidak bukan ialah tentang bunga melayang yang sedang digunakan oleh Flera.
"Maa ... lumayan, lebih baik daripada harus jalan, lagian rasa sakitnya masih terasa" pipi Flera memunculkan bercak kemerahan setelah sempat membayangkan seberapa besar ukuran punya tuannya.
"Fufu~ kau masih sempat membayangkannya di situasi seperti ini" goda nya dengan balutan senyum jahil.
Vivi mengerti kalau temannya sedang membayangkan suatu hal yang sangat memalukan, lagian itu sudah terpampang jelas karena wanita tersebut mengatakannya sambil memegang area sensitif nya sendiri.
Gambaran pipinya semakin memerah setelah temannya menggubris tentang apa yang didalam benak nya "Ughh, ti-tidak aku tidak membayangkan nya" karena malu, Flera langsung memalingkan pandangnya, menengok keatas.
Melihat itu Vivi mengeluarkan "Pfttt" sebelum tertawa terbahak-bahak.
Ada alasan mengapa mereka tidak bisa jalan seperti biasanya, ya! penyebab itu karena adanya ketidak stabilan terhadap langkahan kaki mereka seperti tertatih-tatih, lagian bunga melayang itu dapat memudahkan kedua wanita untuk berurusan sama sekawanan petarung bertombak. Jadi, tidak ada salahnya mencoba.
(Ehem-ehem, YTTA)
Jenderal musuh merasakan kalau kedua wanita itu merupakan ancaman terbesar yang dapat menggagalkan rencana, jadinya ia harus membunuh kedua wanita dewasa itu lebih dulu.
Terlihat kalau pimpinan itu memasang ancang-ancang, sudah siap untuk menghantam kepala bawahan mantan malaikat bernama Vivi dengan sebuah tombak.
Belum sempat tercapai! Vivi lebih dulu menjalar kan akar-akar berduri dan mengunci pergerakan tangan jenderal.
"Ughh, tanaman?!"
Musuh merasakan firasat sangat buruk, kemungkinan besar wanita itu akan membalasnya dengan sangat keji.
"Mengganggu!" satu kalimat saja membuat tanaman berduri itu menjalar keseluruh perawakan nya, dari mulai tangan hingga terakhir kepala.
__ADS_1
Duri-duri kecil di tanaman mulai memanjang, sampai-sampai tubuh berotot seorang jenderal terluka dalam hitungan detik.
"Mmm ... "berontak jenderal karena mulut nya tertutup sama tanaman.
Jenderal merasakan penderitaan yang melebihi tertusuk ribuan jarum, Duri besar itu terus menusuk dan menjalar kedalam tubuhnya seperti cacing yang sedang membuat terowongan hingga sampailah dibagian penyelesaian, Vivi menusuk ke organ-organ penting manusia jikalau ditusuk maka nyawanya akan lenyap.
Tidak peduli seberapa lihai nya jenderal musuh, Vivi dengan mudahnya dapat membunuh seorang jenderal.
Disisi yang agak berjauhan, namun masih masuk kedalam kawasan. Ratu lautan telah membawa guru sekalian anak-anak muridnya, ke kawasan ibukota, namun setelah Ratu lautan menginjakkan kakinya ke ibukota, wanita itu baru teringat kalau sebuah pasukan telah dikirim kemari atas perintah sesepuh.
Ia tiba dengan terlambat, sudah banyak korban berjatuhan. Dengan sedikit sihir nya, ia semampunya membantu agar musuh juga lebih cepat mengalami kekalahan.
Kedatangan Ratu lautan menjadi keuntungan, biarpun wilayah Mystic bukanlah wilayah miliknya, tapi ia bisa-bisanya dengan senang hati membantu pasukan ibukota.
***
Pertarungan antara Clark dan ketua sesepuh menjadi sangat sengit, ketua sesepuh dengan kemarahan besar melancarkan beberapa serangan seperti laser lava.
Pemuda itu tidak menunjukkan kekhawatiran nya, tanpa bergerak sedikit pun dari tempat, Clark berhasil mengatasinya dengan sedikit gerakkan jari kemudian memunculkan sebuah pelindung tak kasat mata.
Setetes lava tidak dapat menyentuh pakaiannya, apalagi sampai melukai tubuhnya. Laser lava panas mengalir kebawah dan hanya melelehkan permukaan lantai.
Ketua sesepuh membelalakkan kedua mata nya, tidak nyangka kalau lava nya sama sekali tidak dapat menyentuh pemuda tersebut.
Ekspresi nya hanya sebentar diganti menjadi kerutan kening, lalu kuku ditangan kanan nya memanjang dan membesar, ia melesat cepat kearah Clark dengan kepakan sayap kelelawar.
Kali ini pemuda itu tidak hanya berdiam diri, ia secara tiba-tiba muncul kebelakang ketua sesepuh sambil menghilangkan aura keberadaan nya, pria tua itu kehilangan targetnya kemudian berhenti ditempat, ia melihat keberbagai sekitar dimulai dengan sisi kanan lalu kekiri.
Sebelum ia menyelesaikan apa yang hendak dilakukan nya, Clark menyeringai kemudian menendang ketua sesepuh ke udara tanpa adanya bantuan sihir, tendangan itu hanya kekuatan fisik semata.
__ADS_1
Bammm!!!
Alangkah terkejutnya ketua sesepuh merasakan tubuh bagian belakang nya ditendang keras oleh seseorang, beruntung karena perubahan wujudnya, kulit dan tulang sesepuh mengeras, kalau tidak! maka keadaannya sekarang sedang tidak baik, paling bisa menyebabkan tulang rusuk Ketua sesepuh hancur tak karuan.