![Fallen Angel [Malaikat Jatuh]](https://asset.asean.biz.id/fallen-angel--malaikat-jatuh-.webp)
Begitu Clark melihat mereka sudah tenang tanpa salah paham, Clark pun memutuskan untuk menjauhkan tangan nya dari kedua kepala murid perempuan nya.
"Kak Flera, jadi kau itu sebenernya roh bulan sabit yang membantu Clara" kata Clara masih datar seperti biasanya.
"Ya itu aku, itu sudah kesepakatan ku dengan tuan" Balas Flera melihat kedua wanita itu dan juga sesekali menoleh kearah Clark.
"Ugh, sebelumnya dia tidak memanggilku tuan" batin Clark hanya diam.
"Woah, kau cantik kak. Kau juga tinggi, lalu dada mu ... " Elena melihat dari bawah hingga keatas, ketika diakhir kata ia mengamati buah persik milik Flera yang jauh berbeda dari ukuran punya dia sendiri.
" ... besar!" gerutu Elena sedikit tidak terima karena ukurannya tidak sebesar Flera.
"Tidak seperti mu yang hanya rata dan tubuhmu juga pendek" kata Clara blak-blakan tanpa memikirkan perasaan teman nya.
"Kuakui tubuh ku memang pendek!, tapi punyamu juga sama rata nya! ... " balas Elena jengkel.
"Punya Clara lebih besar" jawab Clara masih datar.
"Hmm" Clark masih diam, tapi tatapan nya lebih tajam.
"Sudah-sudah ... kalian masih dalam masa pertumbuhan, jika ingin membandingkan tunggu usia kalian 18 tahun" merasakan sebuah tatapan yang sangat tidak enakan, Flera memilih untuk menenangkan murid-murid tuan nya.
"Dia yang mulai" tunjuk Elena kepada Clara.
"Clara hanya mengatakan fakta" Balas Clara tenang hingga membuat Elena semakin kesal.
"Clara, Elena ... " Clark hanya mengucapkan sebuah nama saja, tapi itu langsung membuat kedua murid nya diam.
"Karena kalian sudah diam, mari kita ke kota"
***
__ADS_1
Sekitar 1 jam berlalu.
Tempatnya ratu lautan berada. Tuan Puteri telah mengatakan bahwasanya ada sebuah insiden ledakan tidak jauh dari kota Samore. Ratu lautan sudah mengumpulkan beberapa pasukan, bersiap untuk segera datang ke kota dan ingin menanyakan lebih jelas tempat sebuah ledakan itu terjadi kepada para nelayan ikan.
"Lapor Ratu, 4 kapal uap bersiap untuk berangkat" Jendral wanita berbaju besi berlutut dihadapan ratunya.
"Tunggu apalagi, kalian berangkat lah. Jaga anak ku, jangan sampai terjadi sesuatu ... jika kalian gagal melaksanakannya kalian tau kan apa akibatnya" Ratu lautan memerintah, ia duduk dikursi istana. Aura sedingin es nya membuat para penjaga ratu dan jendral kedinginan.
"Baik, hamba akan melaksanakan perintah ratu" kata jendral nya masih berlutut, terlihat sekali wajah nya begitu ketakutan serta ragu ingin mengangkat kepala nya karena ratu lautan memberikannya sebuah ancaman.
"Kau bisa pergi" ucap ratu lautan tidak mengeluarkan aura dingin nya lagi.
"B-baik" balas nya mencoba berdiri walaupun lutut nya bergetar.
Diluaran istana sudah ada sekitar 4 kapal uap mengapung dipinggiran dermaga, kualitas kapal itu jauh lebih baik daripada kapal layar biasa. Tidak seperti kapal layar yang mengandalkan arah angin laut, kapal uap ini berbahan bakar batu sihir. Bisa dipastikan bahwasanya kapal uap dapat melaju kencang dibandingkan kapal layar.
(Batu sihir adalah sebuah batu yang mengandung mana atau sumber sihir, batu sihir biasanya hanya dimiliki oleh para bangsawan saja, bahkan harga nya mahal, tergantung kualitas batu nya)
***
Organisasi darah merah baru saja berangkat, 5 kapal telah berlayar. Jumlah mereka tidak main-main, sekitar 200 ratusan anggota dikirim, Halm sebagai saudara sehidup mati nya Helm yang sudah terbunuh oleh murid Clark, sedang dilanda marah besar.
"Grrr sialan!, lihat saja jika aku sudah mengetahui orang yang membunuh saudara ku, aku bakalan mencincang tubuh nya! ... " teriak nya melampiaskan kemarahan nya, ia juga mengeluarkan sihir berupa api dan menembakkan nya kepermukaan laut.
"Tenangkan diri mu dulu, tidak perlu membuang-buang mana seperti itu" kata petopeng ungu disamping nya. ia menyodorkan sebuah gelas kayu berisi sake ke orang yang bernama halm itu.
"Diam! kalian tidak tau apa yang kurasakan, aku hanya marah saja. Memikirkan saudara ku terbunuh membuat ku tidak tahan" Halm menolak sake, ia menampar gelas itu sampai jatuh dan sake nya tumpah.
"Kau kira kami tidak tau apa yang kau rasakan?, kau pikir kami tidak marah!. Tentu saja kami marah, tapi ... jika kau ingin membuang-buang mana seperti ini, maka gunakanlah sihir mu nanti untuk menewaskan manusia yang telah membunuh rekan kita" balasnya memungut gelas kayu.
"Cih, aku tau. Kau tidak perlu memberitahukan ku lagi" kata nya masih marah, ia pergi meninggalkan kumpulan sekelompok pengguna topeng ungu.
__ADS_1
"Hey!, mau kemana kau?" teriak nya ingin mendatangi halm tapi tangan nya dihalang oleh pe topeng ungu lain.
"Biarkan dia sendiri" sahut nya memandang punggung Halm yang baru saja pergi.
***
Sekarang kapal yang ditempatkan oleh Clark beserta yang lainnya perlahan sudah mendarat kelaut begitu sudah samar-samar melihat dari kejauhan bahwasanya ada sebuah kota di wilayah Aquari yang begitu ramai.
Mereka semua sedang diluar kapal, jadi mereka semua bisa melihat Clark yang sedang mengendalikan pendaratan kapal dari setinggi awan sampai jatuh kepermukaan laut, Flera dibuat takjub akan kemampuan pengendalian sihir Clark, kedua murid nya juga sama.
"Apa yang kalian lihat?" Sahut Clark tidak merasa nyaman begitu ketiga wanita itu memandangi nya sedari awal sampai saat ini.
"Tidak, cuman Flera kagum sama kemampuan pengendalian mu, tuan" kata Flera, senyum.
"Ya, master hebat" jawab Clara berekspresi biasa saja, beda sama isi hati nya.
"Melihat master seperti ini membuat Clara menginginkan elusan master lagi" batin nya seperti kucing yang sudah kegilaan sama usapan lembut.
"Ahhhh ... master terlalu sempurna, selalu tampan, selalu membuat kejutan, selalu kuat dan juga ... mengapa master selalu manis disetiap saat. Ekspresi bingung nya, ekspresi marah nya, ekspresi senyum nya, aku ... suka hal tentang mu master, hehehe" kata hati psikopat Elena.
ia sangat terobsesi dengan gurunya. Saking tidak tahan nya Elena sampai menggigit jari kelingking nya, ekspresi lain nya seperti tersenyum berlebihan tidak dapat ia sembunyikan dari master nya.
"Kita hampir sampai" Clark mencoba mengalihkan pembicaraan, ketika melihat murid nya Elena sedang tidak beres.
"Master, itukah kota yang master maksud?" tunjuk Clara ke arah kota, terlihat ada sebuah dermaga dari kejauhan.
"Ya, itu kota nya namanya kota samore"
"Master ada banyak kapal singgah disitu bahkan ada yang berlayar" akhirnya Elena kembali normal. Karena semakin dekat kapal nya, maka semakin jelas pemandangan nya.
"Master mengapa kita harus ke kota?" tanya Clara penasaran.
__ADS_1
"Menunggu moments yang pas" kata Clark membuat ketiga wanita bingung, mereka tidak paham apa yang dikatakannya. Clark hanya tersenyum mencurigakan, tidak ingin memperjelas lebih dalam.