Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.38 : Flera roh bulan sabit


__ADS_3

Setelah mereka telah selesai memakai pakaian pemberian Clark, lanjut kedua murid itu mendatangi master nya yang berada diluar kapal. Begitu mereka melihat pemandangan yang hanya ada gumpalan awan membuat mereka berdua takjub sekaligus terkejut.


Pakaian yang dikenakan Clara berwarna hitam dengan sedikit motif. baju nya tidak sampai menutupi lutut, celana nya lebih pendek hingga ketutupan sama baju. Paha putih nya sampai terlihat jelas, terdapat juga kalung dengan mata kalung yang begitu panjang hingga mencapai pinggang ramping nya.


Elena memilih pakaian gaun biru laut saja, Elena lebih suka pakaian yang simple dan tidak terlalu ribet. meskipun begitu, Elena tetap tampil cantik tidak kalah dibandingkan Clara yang berambut hitam panjang.


"Hmm ... jadi kalian memilih baju itu, cocok juga untuk kalian berdua" Clark memuji murid nya.


"Hehe, terimakasih master" jawab Elena menggaruki kepalanya meskipun tidak gatal sama sekali. Teman nya hanya diam saja, tapi mendengar pujian dari master nya membuat hati nya tenang.


"Master, kita ini dimana?. Kita seperti berada diatas awan" Clara memberanikan diri untuk bertanya, ia menjenguk dari pinggiran kapal menatap gumpalan awan tersebut.


"Ya, ini emang diatas awan"


"Eh!!, apakah ini beneran diatas awan master" Elena sangat terkejut, ia langsung saja ikutan menjenguk seperti yang dilakukan murid pertama Clark.


"Jika kau tidak percaya, coba saja meloncat dari atas kapal ini. ketika kau menembus awan ini ... dan terjatuh, kau pasti akan tau ini diatas awan atau bukan"


"Aku percaya master, aku percaya. Hanya saja ... aku tidak menyangka master dapat melayangkan kapal yang begitu berat ini" Jawab Elena ketakutan, ia tidak ingin sesekalipun master nya melemparkan nya kebawah.


"Master, bukankan kalau semakin keatas ... maka angin semakin berhembus kencang" Clara bertanya lagi, ia benar-benar tidak paham konsep sihir yang dipakai oleh Clark.


"Ya, memang"


"Seharusnya kapal ini berguncang kan?, karena hembusan angin. Tapi kenapa Clara tidak merasakan sedikitpun guncangan nya?"


"Ah, benar juga. Aku juga tidak merasakan nya" Elena juga sependapat.


"Biarpun kejelaskan, kalian mungkin tidak bakalan mengerti. Clara mana sabit milik mu?, mengapa tidak membawa nya?" Kata Clark mengalihkan pembicaraan nya.


"Itu berada di pinggiran kasur tadi, Clara akan mengambil nya"


"Tidak usah, biarkan master mu ini yang mengambilnya sendiri" Ketika melewati kedua murid nya, Clark dengan sempat nya mengusap rambut Clara.

__ADS_1


"Emm" Clara merasakan usapan lembut master nya, Lagi-lagi rambut nya mengibas seperti kucing yang tengah kesenangan.


"Bisa kupastikan Clara saat ini sudah patuh oleh ku sepenuhnya, seperti nya aku sudah dianggap keluarga yang paling berharga olehnya"


"Di satu sisi Elena juga menganggap ku penting, aksi penuh heroik ku terhadap nya serta selalu ku tekan untuk membuat nya stress, kepikiran, lalu akhirnya aku muncul sebagai Pangeran berkuda putih yang selalu menemani nya membuat Elena tidak lagi ingin kehilangan sesuatu" batin Clark masuk kedalam.


Suatu ruangan didalam kapal melayang, yaitu tempat nya sabit besar milik Clara, didalam sabit itu terdapat roh bulan sabit yang telah membantu Clara dalam mengalahkan pria bertubuh api tadi.


"Orang itu ... mengapa bersikap lembut kepada murid-murid nya. Ketika dia bertemu dengan ku, aku bahkan tidak diperlakukan nya seperti itu" kata roh bulan sabit.


cklek ...


"Flera ... " suara yang membuat bulu kuduk merinding terdengar sangat jelas ketika pintu diruangan itu terbuka, orang yang membuka pintu itu adalah Clark, master dari Clara dan Elena.


"Egh ... itu-itu ... " roh bulan sabit merinding ketakutan ketika mendengar suara yang sangat familiar baginya.


"Dimana kau Flera? ... hmm ketemu" senyuman lebar yang begitu mengerikan Clark tunjukkan ketika ia berhasil menemukan sabit besar punya Clara.


"Kenapa suara mu terdengar begitu ketakutan?, aku tidak akan melakukan apa-apa kepadamu"


"Jangan berbohong, aku bisa melihat bagaimana ekspresi mu sekarang"


"Bukankah ini hanya senyuman biasa saja" kata Clark masih menujukkan senyuman mengerikan nya tadi. tangan nya telah meraih sabit besar punya murid nya.


"Apa yang kau lakukan, ja-jangan ... " semakin dekat tangan Clark, Flera malah semakin ketakutan.


"Terima kasih, telah membantu murid ku" Kata Clark mengelus sabit besar itu.


"Eh ... "


"Jika bukan karena bantuan mu, Clara tidak akan bisa mengalahkan musuh nya. Jadi aku berterima kasih kepada mu" dalam sekejap senyuman nya berubah menjadi lebih lembut dan ramah.


"Hmph, Itu kan perintah mu. A-aku ... hanya menuruti mu saja, lagian kau yang menyegel ku kedalam sini. Aku tidak punya pilihan lain lagikan ... selain mengikuti perkataan mu" balas roh bulan sabit, suara nya mulai melembut.

__ADS_1


"Apakah kau ingin bebas?"


"Tentu saja aku mau. Meskipun aku mengatakan itu, kau tidak bakalan melepa ... "


"Akan kulepaskan kau"


Sebentar Flera terdiam lalu terkejut "Eh!, apa yang kudengarkan tadi tidak salah kan?. Coba ulangi lagi"


"Sudah ku katakan, aku akan melepaskan mu"


"Ehh!, mengapa tiba-tiba!"


"Jadi ... kau ingin bebas atau tidak?"


"Mengapa kau ingin membebaskan ku sekarang?, bukankah perjanjian kita waktu itu menunggu murid mu menjadi kuat dan dapat melindungi dirinya sendiri"


"Kau terlalu meremehkan murid ku sendiri, mereka akan berkembang dengan sangat cepat dibandingkan pemikiran dangkal mu. Tugas mu hanyalah untuk membantu nya melawan petinggi topeng ungu sedikit, tidak lebih ataupun kurang" Clark mengucapkan nya dengan jelas sembari menunjuk sabit itu.


"Sebelum pertarungan ... aku sudah mengira bahwa mereka akan mengirimkan anggota nya kesini. Begitu aku mengambil ingatan pe topeng emas, ternyata markas mereka begitu tersembunyi dan agak jauh"


"Aku mengambil kesempatan itu untuk segera melatih murid-murid ku dengan keras sambil menunggu pasukan itu datang menyerang. Alasan ku menunggu mereka ... hanyalah satu, yaitu menambah pengalaman bertempur murid-murid ku"


"Didalam ingatan itu juga, aku mengetahui bahwa ada roh bulan terkurung dibawah reruntuhan. sebenarnya organisasi darah merah lah yang menemukan nya terlebih dahulu, tapi mereka masih tidak tau misteri reruntuhan itu hingga tidak dapat memasuki nya"


"Mereka berhasil menemukan reruntuhan itu karena adanya peta. meski mereka menemukan reruntuhan tapi mereka ingin menyampingkan nya terlebih dahulu dan merahasiakan hal ini dari dunia luar. Begitu beruntung nya, aku mencoba memecahkan misteri dan akhirnya berhasil sehingga bisa menemukan Roh bulan"


"Aku berhasil membuat kesepakatan terhadap nya dengan cara kasar. Ketika aku mengeluarkan nya dari situ, dia akan menjadi roh bulan sabit milik murid ku Clara, begitulah kesepakatan nya. Berhubung dia tidak mempunyai nama jadi aku memberikan nama nya Flera"


"Sekarang aku akan melakukan sesuatu untuk rencana masa depan" batin Clark mengingat bahwa perkiraan nya selalu saja sesuai keinginan nya.


......................


Semuanya telah diprediksi Clark, termasuk juga author yang mengetik cerita ini ckck.

__ADS_1


__ADS_2