Fallen Angel [Malaikat Jatuh]

Fallen Angel [Malaikat Jatuh]
Chp.21 : Elena hampir menghancurkan pulau


__ADS_3

"master tangan mu bagaimana, apakah baik-baik saja" Elena bingung tapi masih tidak mengendurkan kewaspadaan nya. ia penuh perhatian melihat tangan Clark.


"tenang saja Elena ... master mu tidak selemah keliatan nya" Clark mengacak-acak rambut Elena.


"syukurlah master"


"hehe ... master mengacak-acak rambut ku hehe. tangan bekas darah nya menempel di rambut ku, aaa master ku tercinta" batin Elena merasakan kenyamanan singkat.


Pas bola api dapat di tahan oleh Clark, pria bertopeng hanya bisa mengatakan "sial" di hati nya. ia kembali melayangkan sebuah sihir.


"wahai pemilik mana berikan aku kekuatan api agar dapat membakar lawan ku. semburan api" lingkaran sihir muncul di hadapan pria bertopeng emas, dari mulut nya keluar semburan api mengarah ke Elena dan Clark.


whosh ...


"naif!" Clark tidak bergerak tetapi robekan ruang dapat memakan semburan api. muncul lah robekan ruang di hadapan nya menghisap api kedalam nya.


dibelakang pria bertopeng emas, muncul juga sebuah robekan ruang hingga mengeluarkan api bekas serangan nya tadi. semburan api nya malah membakar separuh bawahan nya dengan cepat.


"Aghhh! panas ... "


"Aghhh ... sialan!"


teriak para bawahan nya kesakitan, api dari pemimpin nya malah membakar sebagian sekumpulan pria bertopeng hitam polos. baju nya habis terbakar, mereka semua mati dalam keadaan terbakar oleh api.


"sialan sihir apa itu, api ku terhisap kedalam lubang nya" Dari kejauhan pria bertopeng emas nampak cukup kesal, ia pun menyuruh bawahan nya untuk melawan Clark dan Elena "semua nya maju cepat!, bunuh mereka berdua untuk ku!"


"siap pemimpin" jawab kelompok bertopeng hitam tegas, mereka semua maju dengan tombak-tombak nya.


"Elena kau pengguna sihir air kan?, biar ku tunjukkan secuil kekuatan ku, perhatian baik-baik, pelajari lah jika kau mampu, aku tidak akan menjelaskan nya!"


mata Clark seakan mengancam jika tidak bisa menggunakan nya maka Elena tidak di butuhkan. padahal Clark tidak bermaksud begitu, itu hanya kebiasaan buruk nya saja.

__ADS_1


Elena menelan ludah nya, ia tidak mau mengecewakan Clark "aku harus bisa menggunakan nya, aku tidak ingin master membuang ku. tidak, jangan sampai aku gagal, aku tidak mau hal buruk itu terjadi, aaaa master tersayang ku ... " batin nya salah paham, ia memperhatikan pergerakan Clark.


Tangan Clark keudara, ia menunjukan kelima jari nya.


sling ... sling ... sling ...


bunyi lingkaran sihir perlahan terdengar, di udara jumlah nya ada ratusan. membuat sekelompok pria bertopeng berhenti bertindak, mereka melihat kearah sumber suara.


tubuh mereka bergetar hebat, keringat dingin muncul begitu saja membuat perasaan mereka semua sangat tidak enak, tombak mereka jatuhkan begitu saja kepermukaan tanah hingga menyebabkan bunyi nyaring khas nya.


ting ... ting ... ting ...


"apa yang kalian lakukan?, jangan jatuhkan senjata kalian!, kenapa berhenti?" pria bertopeng emas marah. ia tidak melihat keatas melainkan fokus melihat Clark saja.


"pemimpin, c-coba k-kau ... li-li-lihat keatas ... " akhirnya salah satu bawahan mengatakan yang sebenarnya, ia masih tergagap-gagap ketika mengucapkan hal tersebut kepada pria bertopeng emas.


"memang nya apa hah! sampai membuat kalian seperti itu" ketika melihat keatas barulah pemimpin bertopeng emas terdiam sangat lama, mata nya tidak dapat membohongi ia nampak sangat ketakutan.


jleb ... jleb ...


"Aghhhhhhhhhh"


"Aghhhhh"


sisa bawahan pria bertopeng emas berteriak kesakitan. bagaimana tidak berteriak, puluhan pedang menancap di tubuh perorang, hal itu membuat mereka lebih baik mati terpenggal daripada dikit demi sedikit mati tertusuk dengan puluhan pedang air yang tajam.


darah segar membuat rerumputan serta tanah memerah, warna hijau dan kecoklatan nya tergantikan oleh darah. teriakan, kesakitan, kesengsaraan bersatu dirasakan orang-orang bertopeng.


melihat hal itu jantung pria bertopeng emas berdetak sangat cepat, pernafasan nya terhenti-henti seperti kesulitan bernafas. mungkin karena melihat bawahan nya mati sia-sia oleh satu orang saja. bahkan tanpa berpindah tempat Clark dapat membunuh semua nya.


"hoi apa-apaan pria itu ... berada di tingkat mana dia sebenarnya, ratusan lingkaran sihir bisa dikeluarkan nya tanpa kelelahan. bahkan petinggi topeng ungu tidak dapat menggunakan nya" pria bertopeng emas meneteskan keringat dingin, diri nya terduduk pasrah sembari melihat puluhan bawahan nya di bantai habis-habisan.

__ADS_1


Elena yang barusan saja memperhatikan, berinisiatif untuk mencoba nya "beginikah cara master" Elena menunjukan kelima jari nya keatas, tanda lahir air besar nya yang berada di sela-sela ibu jari dan jari manis bercahaya kebiruan.


ia menyalurkan kan mana nya kesatu titik hingga menciptakan satu lingkaran sihir yang jauh lebih besar dari Clark, bahkan posisi nya lebih tinggi.


lingkaran nya mengeluarkan sebuah pedang juga. tapi ukuran nya ratusan kali lebih besar dari pedang air milik Clark "master aku juga bisa, tapi ... cuman satu saja. maaf mengecewakan master huhu ... " Elena mengeluh, ia pun segera menggengam kan tangan nya.


WOSH!!!


benar saja, pas tangan nya di genggam pedang berukuran super besar keluar dari lingkaran sihir, jika saja di siang hari mungkin dapat menutupi sinar matahari karena saking besar nya. bahkan ada aura khusus hingga dapat menekan siapapun target di bawah nya termasuk pria bertopeng emas.


"sialan ... sihir apalagi ini ... "


pemimpin bertopeng sekarang keadaan nya tengah berlutut, tekanan aura nya sampai-sampai membuat kaki serta tangan nya masuk kedalam tanah. bagian wajah nya menciumi permukaan tanah bebatuan. semakin jatuh kebawah maka tekanan nya semakin menguat.


"Elena! ... " panggil Clark datar.


"ya master, ada apa hiks ... Elena siap menerima hukuman, jadi jangan membuang ele ... "


bukk ...


"apa yang kau lakukan, aku menyuruh mu untuk mengamati dan mempelajari sihir hujan pedang air untuk mu nanti, bukan sihir untuk menghancurkan pulau" pukulan dikepala telah di Terima oleh Elena.


"huhu ... maaf master, Elena tidak berguna" Elena menggosoki benjolan kepala nya.


"merepotkan saja" Clark menjentikkan jari nya, pelindung yang tidak tau asal nya darimana, malah muncul seketika itu juga dan melindungi seluruh kawasan pulau.


BOOM!!!


pas sudah semakin kebawah pedang nya malah bertemu dengan pelindung yang Clark ciptakan. lautan bergejolak hebat, langit-langit malam berjauhan, akibat kencang nya angin dari benturan nya tersebut, andai saja Clark tidak melindungi seluruh kawasan pulau. mungkin, pulau terpencil ini akan rata begitu saja.


aura penekanan telah hilang dalam sekejap, pria bertopeng emas sudah tidak merasakan penekanan nya. ia dapat bebas mengangkat kepala serta bagian tubuh lainnya ke atas, akan tetapi pria bertopeng sudah kehilangan keinginan bertarung nya, tubuh nya lemas karena menahan aura, wajah nya udah terluka akibat saling bersentuhan dengan batu.

__ADS_1


__ADS_2