
"Nyonya, Tuan Theo ingin membuka brankas untuk mengambil beberapa uang. Katanya dia perlu 3 koper untuk pembangunan hotel di kota Y."
"Apa?" Dyra langsung bangkit dari duduknya.
"Iya Nyonya, tadi Tuan Theo sudah masuk ke ruang brankas."
"Kenapa baru sekarang kau memberi tahuku?" Dyra mendorong asisten barunya hingga tercebur ke kolam renang. Tanpa menoleh dia langsung pergi ke kantor Theo.
Ternyata asisten barunya tidak bisa berenang. Bela mengawasi dari balkon atas. Melihat ada orang yang meminta tolong dan hampir tenggelam Bela panik. Dia turun menuju kolam belakang rumah.
Dilantai bawah, Bela sempat berpapasan dengan Dyra tapi dia tidak memikirkan itu. Sekarang yang dia pikirkan hanya nyawa orang yang hampir melayang dikolam renang.
Sampai di kolam renang, Bela langsung menolong wanita itu.
"Buat surat pengunduran diri," titahnya pada wanita itu.
"Saya tidak bisa Nona. Saya butuh pekerjaan ini untuk membiayai adik saya sekolah." Wanita itu menunduk menahan tangis.
"Apa kau ingin memiliki atasan yang memperlakukanmu seperti hewan?"
"Saya terpaksa Nona. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini."
__ADS_1
Bela merasa iba. Rupanya banyak orang membutuhkan diluar sana. Sedangkan dia bisa menghabiskan beberapa juta hanya untuk membeli satu barang saja.
Tiba-tiba matanya menangkap luka memar dilengan wanita itu.
"Apa Mama menyiksamu juga?" tanyanya untuk memastikan tentang luka itu.
Wanita dihadapannya tidak bisa menjawab pertanyaannya. Dia hanya menunduk.
Bela menghela napas. Dia berdiri dengan pakaian dan juga rambutnya yang basah.
"Buat surat pengunduran diri, aku akan menerimamu bekerja di restoranku. Soal gaji kurasa cukup untuk biaya sekolah adikmu. Besok pagi datanglah ke restoran Diamond."
Bela mengangguk,
"Ikut aku ke kamar. Akan ku beri kau baju ganti. Kalau kau tidak segera berganti pakaian, kupastikan kau akan mati kedinginan diluar sana."
Bela berjalan menuju kamarnya dan wanita itu mengekor dibelakangnya.
Aurel baru keluar dari kamarnya dan dia sangat terkejut saat melihat asisten baru Mamanya masuk ke kamar Bela dengan keadaan basah kuyup. Begitupun juga Bela.
"Apa yang dia lakukan dikamar Bela? Kenapa mereka basah kuyup? Apa jangan-jangan mereka tidak normal?" tidak ada angin tidak ada hujan. Aurel memikirkan yang tidak-tidak tentang mereka berdua.
__ADS_1
⚡⚡⚡
"Nyonya, kemana anda memindahkan semua uangnya? Anda tahukan itu uang milik perusahaan?" Theo melipat tangannya didepan dada.
"Saya memindahkannya ketempat yang sangat aman. Jika anda membutuhkan, saya dapat mengambilnya besok. Katakan, anda butuh berapa?" hanya itu yang bisa Dyra katakan untuk menutupi kebohongannya.
Sekarang dia bingung bagaimana cara mengembalikan semua uang yang hilang itu. Kini hanya warisan dari suaminya yang bisa diandalkan. Semua rekening miliknya diblokir oleh Victoria. Entah dia tidak tahu apa alasannya.
"Saya butuh 3 koper saja."
"Baik akan saya ambilkan besok." Dyra mengangguk.
Secepat itu? bagaimana warisan dari suaminya cair dalam waktu sesingkat itu?
Ditempat lain, Alex duduk termenung memikirkan Bela. Dia benar-benr bingung harus berbuat apa. Disatu sisi dia mendapatkan kekasihnya kembali disisi lain separuh hatinya masih ada bersama Bela.
Dia tidak ingin menyakiti Vanya karena Vanya sudah tidak punya siapa-siapa. Hanya Alex yang ada disampingnya. Sedangkan Bela, banyak orang yang menyayanginya.
"Bela, aku minta maaf. Mungkin ini akan sangat melukaimu. Aku sudah tidak bisa berpikir lagi."
⚡⚡⚡
__ADS_1