
Bela duduk berayun di ayunan putih yang cantik. Dia sangat menikmati suasana yang damai. Seorang wanita menghampirinya dan menghentikan ayunannya.
Bela terpaku, pasalnya orang didrpannya ini mirip dengannya. Tidak mungkin jika itu Sheila.
"Sudah waktunya kau kembali. Jangan terbuai oleh suasana disini. Ibu bangga padamu. Kau berusaha menyelamatkan kehidupan saudaramu yang lain. Kembalilah mereka baik-baik saja." Tuturnya lembut.
"Ibu? Apa kau ibuku? Apa kau yang melahirkan aku dan saudaraku yang lain?" Air mata Bela tidak bisa dibendung.
"Sayang, kembalilah! Ayah dan ibumu sudah bahagia. Jangan membahayakan hidupmu sendiri. Kembalilah, saudarimu menunggumu untuk kembali."
"Tidak, aku ingin disini bersama ibu." Brla menolak.
"Kembalilah, hidupmu masih panjang."
Muncul cahaya dari belakang ayunan dan wanita itu mendorong Bela.
"Kakak, akhirnya kau bangun juga." Tangis Sheila pecah saat Bela membuka matanya.
Hal yang pertama Bela lihat adalah Sheila dan Elli serta peralatan kesehatan yang melekat pada tubuhnya.
"Bayiku," Bela meraba perutnya. Lukanya sudah sembuh tapi masih belum sembuh total.
"Maaf Bel, kami tidak bisa menyelamatkan janinmu."
__ADS_1
Dokter datang dan menyuruh semua orang untuk keluar. Dokter akan memeriksa kesehatan Bela.
...........
Victoria mengunjungi restoran Diamond untuk mencari Bela. Tapi penjaga mengatakan restoran sudah bangkrut dan tutup jauh-jauh hari sebelum sekandal ini muncul. Victoria memutar arah menuju kantornya Theo.
"Maaf Nyonya, tapi kantor ini resmi berpindah atas nama tuan Alden." kata resepsionis.
Victoria kembali masuk ke mobilnya. Dimana lagi dia harus mencari Bela. Tidak ada informasi apapun tentangnya.
"Terasa janggal jika mereka hilang bersamaan. Apa mereka diculik atau disekap disuatu tempat? Sepertinya aku harus menemui Dyra."
...........
"Kemungkinan karena kasus yang menyeret anda, Pak."
"Semua gara-gara wanita itu," wanita yang dimaksud adalah Dyra.
"Tapi tidak masalah, sekarang Theo dan Bela sudah lenyap. Tiada lagi penghalang bagiku untuk menguasai seluruh kota ini." Thomas duduk di kursi kerjanya.
"Kau, " Thomas menunjuk sekretarisnya.
"Aku akan mencalonkan diri untuk wali kota selanjutnya. Siapkan segalanya!"
__ADS_1
"Baik Tuan,"
Walikota memiliki posisi paling tinggi di kota ini. Diperlakukan seperti raja dan bisa melakukan apasaja. Tugas walikota hanya perlu menghadiri beberapa acara yang melibatkannya serta memberikan pendapatnya tentang suatu masalah yang serius. Jika walikota salah tidak ada yang berani membenarkannya. Posisi walikota di kota ini lebih dari seorang raja.
Jika Thomas menjadi walikota selanjutnya, dia akan merasakan surganya dunia. Dia bisa menjalankan bisnis apapun dan menghasilkan banyak uang. Ya, siapapun bisa jadi raja ketika mereka punya uang.
..........
Victoria memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah Albert. Dia sedikit gugup untuk menanyakan perihal hilangnya Bela. Jika memang kenyataannya Albertlah yang membuat Bela menghilang, dia harus apa?
"Kau salah jika bertanya tentang Bela padaku. Tanyakan saja pada suaminya. Kau percaya atau tidak suaminya sendiri yang menjadi dalangnya." ucap Dyra dengan mata merah penuh emosi.
Victoria teringat perkataan Dyra. Jika benar maka dia akan mencari bukti. Tapi mencari bukti sama saja mencari kematiaannya.
Victoria mengemudikan mobilnya mrnjauhi rumah Albert. Dia sudah kehilangan keberaniaanya. Dia tidak ingin mati seperti Arron. Victoria tidak ikut campur dengan kematian Arron tapi dia menyaksikan bagaimana rekan-rekannya membunuhnya.
Malam itu, malam dimana Arron melakukan perjalanan bisnis ke kota. Dia mengemudikan mobilnya sendiri. Dia berhenti di salah satu bangunan kuno yang sangat mengerikan. Tapi didalam bangunan kuno itu terdapat banyak monitor yang biasa dia dan Jake gunakan untuk meretas jejaring internet.
Disanalah dia menemukan bukti tentang kebenaran dibalik kematian Kedua orang tuanya. Rencananya dia akan menghukum orang-orang yang sudah merencanakan itu semua. Tapi gerak geriknya sudah tercium oleh mereka. Dia juga mendapatkan bukti tentang Bisnis gelap mereka semua.
Arron bertekad untuk mengorbankan dirinya agar Bela bisa hidup dengan tenang. Dia sengaja mengumpankan dirinya.
Diperjalanan pulang dia dihadang oleh mobil Thomas. Arron melajukan mobilnya melewati mobil Thomas. Mereka kejar-kejaran di jalan yang sepi. Hanya butuh sedikit lagi Arron bisa terbebas dari kejaran Thomas. Akhirnya Arron mencapai jalan ramai tapi anehnya mobil Thomas sudah tidak ada dibelakangnya. Itu artinya dia tidak mengejar.
__ADS_1
Tapi dia salah. Ada yang aneh dengan mobilnya. Mobilnya tidak bisa dikendalikan dan muncul asap dibagian belakang. Arron berpikir hidupnya akan berakhir.