
"Ayah, aku merindukan Mommy." Elvan memeluk kaki Albert. Beberapa hari terakhir dia terus menangis.
"Elvan, sudah Ayah bilang Mommy tidak akan kembali kerumah ini lagi. Dia meninggalkan kita."
"Kenapa Mommy meninggalkan kita? Apa Mommy sudah tidak sayang lagi sama kita?"
Albert tidak bisa menjawab pertanyaan Elvan. Dia sangat merasa bersalah telah memisahkan Elvan dan Bela.
.............
Sore ini Albert mengunjungi mansion Bela. Tidak ada yang tersisa kecuali tembok dan barang-barang yang sulit terbakar. Pertama kali dia melangkah memasuki kawasan mansion hal yang dia rasakan adalah kesedihan yang sangat teramat pedih.
Air matanya terus bercucuran tanpa henti. Dia berlutut di depan abu yang dia yakini itu abu Bela.
"Maafkan aku, aku janji akan menebus kesalahanku nanti. Kumohon maafkan aku, "
Albert mengumpul abu itu dan memasukkannya di dalam guci yang dia bawa. Hanya cincin pernikahannya yang masih utuh meskipun warnanya hitam dan tak lagi cantik.
"Aku akan menyimpan ini sebagai kenanganmu." Dia mengantongi cincinnya.
Tanpa Albert sadari Sheila mendengarkan dia menangis. Sheila berdiri dibawah jendela dengan baju serba hitam serta penutup kepala.
"Tangisan itu membuatku ingin tertawa sekarang. Betapa bodohnya dia." gumamnya pelan.
"Kau akan menebusnya kan? Ya kau akan menebusnya dimasa depan, Kakak ipar." imbuhnya.
Albert membawa abu Bela ke rumahnya. Dia berniat menyimpannya di ruang bawah tanah.
...........
Victoria menyaksikan berita terkini hari ini. Istri dari Thomas meninggal dunia setelah beberapa tahun terbaring sakit di ranjang rumahsakit.
"Ah, kehidupan semua orang hancur karena orang itu. Ngomong-ngomong aku sudah lama tidak menemui Bela. Terakhir kali kita bertemu saat beli obat di apotek. Kenapa dia beli test pack? Ah mungkin dia mengandung anaknya Albert. Aku akan mengunjunginya besok. " Victoria mengingat betapa baiknya Bela. Dia mau membantu meskipun dia sendiri tidak sanggup mengatasi masalahnya sendiri.
Victoria sudah banyak berubah semenjak club miliknya ditutup. Kini dia fokus dengan Light Entertaiment peninggalan suaminya. Berteman dengan Dyra membuat dia terjerumus ke ruang gelap tanpa cahaya.
Malam ini ketika dia ingin makan malam bersama beberapa artisnya, dia membaca sebuah artikel yang sangat tidak bisa dipercaya.
Berita tentang Bela menjadi topik hangat seluruh kota. Para wartawan berlomba-lomba mendapatkan info tentang berita yang sedang panas tersebut.
"Saya sedang berdiri di mansion Nona Gabela. Sungguh disayangkan Mansion mewah ini hangus terbakar beserta isinya. Mungkin dengan membakar mansionnya ini dia bisa menghilangkan bukti yang ada. Tapi kami sudah mengunjungi kediaman Tuan Theo. Dan kediamannya gelap tidak ada penghuninya. Bisa dipastikan bahwa mereka benar-benar pergi bersama. Kami juga mendapatkan info terbaru. Kabarnya Nona Gabela sedang hamil. Entah itu anak dari Tuan Albert atau Tuan Theo." Suara reporter wanita didalam televisi.
"Sial, berita apa yang mereka sampaikan." Ben memukul televisinya dengan tongkat bisbol.
"Tenanglah, setelah Tuan Theo sadar kita akan membalas perbuatan mereka." Cindy menyentuh bahunya.
...........
Albert melempar sebuah amplop coklat dimeja kerja Alden. Dia sangat marah ketika tahu berita sampah yang baru saja dia lihat ditelevisi.
__ADS_1
"Hey, ada apa denganmu?" Alden memutar kursinya kebelakang.
"Maksud kakak apa?"
"HAHAHAHAH, adikku terlalu terbawa perasaan. Itu kakak lakukan untuk menghilangkan jejak kejahatanmu. Kakakmu ini tidak bodoh,"
"Kakak sadar tidak? perbuatan kakak ini membuat Elvan masuk rumahsakit lagi."
"Itu bukan salahku, itu salahmu sendiri. Karena kau tidak bisa mengendalikannya."
"Ah sudahlah, bicara dengan kakak membuat aku semakin marah." Albert meninggalakn Alden.
..........
2 bulan kemudian,
"Sudah 2 bulan kenapa Bela belum bangun juga?" Elli menangis tersedu-sedu.
"Ku mohon bangunlah Bela. Kami kembali hanya untukmu." Sena juga ikut menangis.
"Kakak, tertidur terlalu lama. Sheila ingin bermain bersama kakak lagi." Sheila juga berlinang air mata.
Air mata keluar dari sudut mata Bela. Kemudian jari tangannya bergerak.
"El, tangannya bergerak. Aku akan memanggil dokter." Sena tersenyum lalu dengang senang hati dia keluar ruang dan memanggil dokter.
"Kehidupan yang baru akan segera dimulai." Ucap Elli.
...........
Bela terpaku, pasalnya orang didrpannya ini mirip dengannya. Tidak mungkin jika itu Sheila.
"Sudah waktunya kau kembali. Jangan terbuai oleh suasana disini. Ibu bangga padamu. Kau berusaha menyelamatkan kehidupan saudaramu yang lain. Kembalilah mereka baik-baik saja." Tuturnya lembut.
"Ibu? Apa kau ibuku? Apa kau yang melahirkan aku dan saudaraku yang lain?" Air mata Bela tidak bisa dibendung.
"Sayang, kembalilah! Ayah dan ibumu sudah bahagia. Jangan membahayakan hidupmu sendiri. Kembalilah, saudarimu menunggumu untuk kembali."
"Tidak, aku ingin disini bersama ibu." Brla menolak.
"Kembalilah, hidupmu masih panjang."
Muncul cahaya dari belakang ayunan dan wanita itu mendorong Bela.
"Kakak, akhirnya kau bangun juga." Tangis Sheila pecah saat Bela membuka matanya.
Hal yang pertama Bela lihat adalah Sheila dan Elli serta peralatan kesehatan yang melekat pada tubuhnya.
"Bayiku," Bela meraba perutnya. Lukanya sudah sembuh tapi masih belum sembuh total.
__ADS_1
"Maaf Bel, kami tidak bisa menyelamatkan janinmu."
Dokter datang dan menyuruh semua orang untuk keluar. Dokter akan memeriksa kesehatan Bela.
...........
Victoria mengunjungi restoran Diamond untuk mencari Bela. Tapi penjaga mengatakan restoran sudah bangkrut dan tutup jauh-jauh hari sebelum sekandal ini muncul. Victoria memutar arah menuju kantornya Theo.
"Maaf Nyonya, tapi kantor ini resmi berpindah atas nama tuan Alden." kata resepsionis.
Victoria kembali masuk ke mobilnya. Dimana lagi dia harus mencari Bela. Tidak ada informasi apapun tentangnya.
"Terasa janggal jika mereka hilang bersamaan. Apa mereka diculik atau disekap disuatu tempat? Sepertinya aku harus menemui Dyra."
...........
"Sial, " Thomas membanting laporan saham dimeja. "Bagaimana saham kita bisa turun sebanyak ini?"
"Kemungkinan karena kasus yang menyeret anda, Pak."
"Semua gara-gara wanita itu," wanita yang dimaksud adalah Dyra.
"Tapi tidak masalah, sekarang Theo dan Bela sudah lenyap. Tiada lagi penghalang bagiku untuk menguasai seluruh kota ini." Thomas duduk di kursi kerjanya.
"Kau, " Thomas menunjuk sekretarisnya.
"Aku akan mencalonkan diri untuk wali kota selanjutnya. Siapkan segalanya!"
"Baik Tuan,"
Walikota memiliki posisi paling tinggi di kota ini. Diperlakukan seperti raja dan bisa melakukan apasaja. Tugas walikota hanya perlu menghadiri beberapa acara yang melibatkannya serta memberikan pendapatnya tentang suatu masalah yang serius. Jika walikota salah tidak ada yang berani membenarkannya. Posisi walikota di kota ini lebih dari seorang raja.
Jika Thomas menjadi walikota selanjutnya, dia akan merasakan surganya dunia. Dia bisa menjalankan bisnis apapun dan menghasilkan banyak uang. Ya, siapapun bisa jadi raja ketika mereka punya uang.
..........
Victoria memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah Albert. Dia sedikit gugup untuk menanyakan perihal hilangnya Bela. Jika memang kenyataannya Albertlah yang membuat Bela menghilang, dia harus apa?
"Kau salah jika bertanya tentang Bela padaku. Tanyakan saja pada suaminya. Kau percaya atau tidak suaminya sendiri yang menjadi dalangnya." ucap Dyra dengan mata merah penuh emosi.
Victoria teringat perkataan Dyra. Jika benar maka dia akan mencari bukti. Tapi mencari bukti sama saja mencari kematiaannya.
Victoria mengemudikan mobilnya mrnjauhi rumah Albert. Dia sudah kehilangan keberaniaanya. Dia tidak ingin mati seperti Arron. Victoria tidak ikut campur dengan kematian Arron tapi dia menyaksikan bagaimana rekan-rekannya membunuhnya.
Malam itu, malam dimana Arron melakukan perjalanan bisnis ke kota. Dia mengemudikan mobilnya sendiri. Dia berhenti di salah satu bangunan kuno yang sangat mengerikan. Tapi didalam bangunan kuno itu terdapat banyak monitor yang biasa dia dan Jake gunakan untuk meretas jejaring internet.
Disanalah dia menemukan bukti tentang kebenaran dibalik kematian Kedua orang tuanya. Rencananya dia akan menghukum orang-orang yang sudah merencanakan itu semua. Tapi gerak geriknya sudah tercium oleh mereka. Dia juga mendapatkan bukti tentang Bisnis gelap mereka semua.
Arron bertekad untuk mengorbankan dirinya agar Bela bisa hidup dengan tenang. Dia sengaja mengumpankan dirinya.
__ADS_1
Diperjalanan pulang dia dihadang oleh mobil Thomas. Arron melajukan mobilnya melewati mobil Thomas. Mereka kejar-kejaran di jalan yang sepi. Hanya butuh sedikit lagi Arron bisa terbebas dari kejaran Thomas. Akhirnya Arron mencapai jalan ramai tapi anehnya mobil Thomas sudah tidak ada dibelakangnya. Itu artinya dia tidak mengejar.
Tapi dia salah. Ada yang aneh dengan mobilnya. Mobilnya tidak bisa dikendalikan dan muncul asap dibagian belakang. Arron berpikir hidupnya akan berakhir.