Family And Enemy

Family And Enemy
Sheila


__ADS_3

"Apa sudah puas? Wanita itu dipenjara seumur hidupnya. Kita menang dalam kasus ini." Theo duduk disofa.


"Astaga Tuan Theo, ada banyak sekali hal yang belum kau ketahui." Jake terdengar meremehkan Theo.


"Disini kita tidak boleh percaya dengan siapapun, termasuk Tuan Albert."


"Memang ada apa dengannya?" Theo berusaha mengulik lebih dalam.


"Kakak tertuanya dipenjara karena wanita itu. Tepatnya tuduhan palsu atas penggelapan dana perusahaan milik Arron yang sekarang menjadi milikmu. Berkat kejadian itu perusahaan maju pesat. Entah bagaimana caranya. Dengan menumbalkan satu orang saja wanita itu sudah menerima banyak keuntungan. Dan sampai sekarang kakak tertuanya belum bebas. Tapi kita tinggal menghitung hari saja. Setelah kakaknya bebas tidak ada jaminan bahwa dia tidak akan menyiksa adikmu."


"Ingat, jangan percaya dengan siapa pun. Kalau bisa buat Nona Bela menjauh darinya."


Theo selalu memikirkan apa yang dia dengar dari Jake. Kalau dipikir-pikir masuk akal juga kalau Albert ingin membalaskan perbuatan Arron dengan menggunakan Bela.

__ADS_1


Setelah sidang berakhir, Albert menemui Aurel dan berbincang dengannya.


"Paman janji kau akan segera bertemu orang tuamu. Ayahmu akan bebas dalam beberapa hari terakhir. Paman juga akan mencari dimana ibumu."


"Tapi semua itu hanya akan sia-sia. Aku akan tetap didalam penjara. Dan tidak akan bisa bersama mereka." Aurel tersenyum mengingat keadaannya sekarang.


"Hanya satu tahun. Itu tidak akan lama." ucap Albert menyakinkan Aurel.


Sebenarnya hukuman Aurel 2 tahun penjara tapi Albert menyuap salah satu hakimnya dengan uang. Lihatlah didunia ini uang menyelesaikan segalanya.


"Ssst.... kakak,"


Bela menoleh. Dia mendapati seseorang yang berdiri di jendela ruang inapnya. Sengaja Bela memilih ruang VIP didekat taman agar jika dia bosan dia bisa melihat taman dari jendela.

__ADS_1


"Kapan kau kesini?" Bela berbisik padahal tidak ada selain mereka yang mendengarnya.


Tudung kepalanya dibuka. Wanita yang sangat mirip dengan Bela. Nyaris tidak ada yang berbeda.


"Sekitar beberapa hari yang lalu. Sudah lama aku ingin menghukum wanita itu dengan tanganku sendiri. Ah rasanya tidak puas melihatnya dihukum oleh tangan hukum."


"Oh ya, apa kakak tahu wanita itu dipenjara untuk seumur hidupnya?" Bela menggeleng. Dia belum tahu sebelum Albert menjenguknya.


"Sayang sekali Kakak tidak bisa melihatnya langsung, tadi itu sangat keren. Ketika semua bukti dihadapannya dia sama sekali tidak menyangkal. Apalagi saat keputusan diumumkan. Ekspresi wajahnya biasa saja membuat aku bergairah untuk bermain dengannya. Sayangnya kekasihnya itu hanya dipenjara 5 tahun karena tidak terbukti ikut campur dalam pelenyapan keluarga kita." Sheila terus berbicara tanpa memberi kesempatan Bela untuk bicara.


"Maaf Kakak, aku harus pergi. Suamimu sudah sampai di meja resepsionis." Sheila memakai tudung kepalanya dan segera pergi dari lingkungan rumahsakit.


Sheila Zeffanya saudara kembar Bela. Mereka dipertemukan oleh tuhan secara tidak sengaja. Di Australia Bela sering mengikuti balap liar dan disitulah dia bertemu saudaranya. Percaya atau tidak percaya wajah mereka sangatlah mirip tanpa ada celah. Kemudian Sheila membawa Bela kerumah Omanya. Lebih tepatnya kerabat jauh Jake. Disanalah Bela mendapat kehidupan yang layak dan terbebas dari pengawasan Dyra.

__ADS_1


Sejak saat itu, mereka menyadari bahwa mereka saudara kembar. Kepribadian mereka juga hampir sama hanya saja Bela lebih dewasa daripada Sheila. Oleh sebab itu, Sheila memanggilnya kakak.


__ADS_2