Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 100 #Chera Pulang


__ADS_3

Tiba saatnya Chera harus kembali ke London. Sudah cukup dia menemani Clarissa selama ini sampai diantarkan pulang dengan selamat. Setelah puas berpamitan kepada paman dan bibinya. Kini berganti Chera berpamitan kepada tuan Alvero dan nyonya Mesya. Setelah itu ia diantarkan Clarissa dan Kendrick untuk ke bandara. Begitu berat bagi Chera untuk meninggalkan Clarissa, apalagi sekarang dia sudah terlanjur sayang kepada Khalvan dan Kheisen. Tapi Chera sudah harus pulang, pasti papa dan mamanya sudah menunggu.


Sebelum Chera masuk, ia terlebih dahulu berpamitan kepada Clarissa dan Kendrick. Setelah ini dia tidak akan bertemu dengan mereka lagi. Chera sangat bahagia melihat kebahagiaan Clarissa sekarang. Tidak seperti Clarissa yang dulu, suka merenung dan melamun. Kini sangat jauh berbeda. Chera sangat bahagia, yang berarti tugasnya sudah selesai.


"Aku pamit kak. Kak Clari jaga diri baik-baik, jaga kesehatan dan tetap bahagia ya. Aku pasti akan merindukan momen-momen bersamamu kak. Kalau ada waktu mainlah kesana menemuiku." tatapan Chera beralih ke Kendrick. "Kak Ken, aku sudah mengembalikan kak Clarissa padamu dengan aman. Sekarang jagalah dia dengan baik, sayangi dan cintailah dengan tulus. Aku titip kak Clarissa dan kedua keponakanku. Aku sangat menyayangi mereka" ucap Chera sudah seperti nasihat adik untuk kakaknya.


"Siap, aku pasti akan menjaga Clarissa dan kedua putraku dengan baik. Terima kasih kamu sudah menjaga mereka saat dikandungan. Sekarang biarkan aku yang menjaga dan merawat mereka" balas Kendrick.


Chera pun mengangguk dan sebelum pergi ia memeluk Clarissa dengan erat. Chera bukan perempuan yang mudah menangis, tapi sekalinya dia menangis pasti disitu letak kesedihannya atau kebahagiaannya yang luar biasa.


"Hati-hati Chera, kalau sudah sampai hubungi aku" ucap Clarissa.


"Iya kak, nanti aku akan hubungi. By kak see you next time" ucap Chera sambil melambaikan tangannya.


"See you Chera by" Clarissa membalas lambaian tangan Chera setelah dia masuk.


Setelah itu Clarissa dan Kendrick kembali ke mobil untuk pulang. Sebelum mereka pulang, Clarissa meminta Very untuk diantarka ke butiknya terlebih dahulu dan Kendrick tak keberatan. Ia pun ikut bersama istrinya. Dia juga penasaran dengan butik milik Clarissa. Kalau diingat dulu Clarissa sangat malu kalau harus menunjukkan batang hidungnya oleh banyak orang.


Perjalanan ditempuh sekitar empat puluh lima menit untuk sampai dibutik Clarissa. Beberapa saat akhirnya mereka sampai juga. Jalanan tadi tidak macet jadi bisa lancar dalam mengemudi.


Very membantu Kendrick untuk turun dan membenarkan kursi rodanya. Awalnya Kendrick berniat untuk berdiam diri saja dimobil. Tapi Clarissa memaksa untuk dia ikut masuk. Akhirnya Kendrick pun menurut dan memasuki toko bersama Clarissa. Di dalam butik tersebut, Clarissa sudah menyiapkan pintu tersendiri khusus para pekerja dan dirinya atau tamu yang istimewa. Jadi ia tidak perlu melewati dalam butik dan menembus banyaknya pengunjung. Butik Clarissa terdapat tiga lantai. Dan lantai paling atas ditempati olehnya untuk ruang pribadi, tempat menyimpan semua desainnya, dan untuk cutomer yang ingin dibuatkan baju. Untuk lantai satu dan dua, semua koleksi pakaian dari yang termahal sampai yang harga standar.


Memasuki ruangan, Kendrick begitu takjub. Karna butik Clarissa didesain sangat elegan dan siapapun yang masuk pasti akan terkagum-kagum. Sudah sangat mewah kalau dilihat. Pasti orang yang baru tau akan mengira semua pakaian disana mahal-mahal, padahal. Juga tidak. Clarissa memilih desain toko seperti itu agar pengunjung bisa merasa nyaman.


"Kamu pintar sekali untuk membangun butik seperti ini. Sangat bagua dan elegan, apakah ini kamu sendiri yang minta dibangun seperti ini?" tanya Kendrick setelah tiba diruang pribadi Clarissa.


"Iya lah mas, kalau dibangun biasa-biasa aja nanti tidak terlihat menawan dan elegan. Biar beda dari yang lain gitu" ujar Clarissa.

__ADS_1


"Ini mah sudah seperti butik para klongomerat. Yakin orang yang standar masuk sini gak minder?" ucap Kendrick menerka.


"Enggak, karna mereka tau disini aku tidak hanya menjual pakaian dengan harga diatas tapi juga standar. Tenanglah" balas Clarissa sembari membuka laptopnya.


"Kamu lagi lihat apa? Pemasukan ya?" tanya Kendrick mendekat.


"Iya, lihat pemasukan setiap bulan semakin bertambah. Belum lagi butik yang aku tinggalin diluar negeri. Semua masuk kesini, tapi aku sendirikan. Kalau yang di London kan dipegang sama Chera. Tapi aku gak tau sih bisa meneruskan disana apa enggak. Kalau bolak balik kan capek" keluh Clarissa.


"Sayang, ingat lah disana itu tempatmu berjuang pertama kali dan dengan butik itu berkembanglah jadi sekarang. Jangan kamu musnahkan titik awalnya nanti yang akhir tidak akan sempurna" tutur Kendrick menyandarkan kepala Clarissa ke bahunya.


"Iya sih mas, disana tempatku berjuang. Banyak kenangan yang gak bisa aku lupakan. Baiklah aku akan tetap menjaga butik itu agar tidak tutup gitu aja. Ada Chefa yang menjaga. Tapi setiap saat pasti harus dicek kesana." ujar Clarissa mengutamakan kondisi Kendrick sekarang.


"Tenanglah, aku akan menemanimu kemana pun kamu pergi. Kalau sekarang pun kamu minta aku mengantarkan kesana, aku akan penuhi. Jangan merasa sendiri gitu dong, sekarangkan ada aku" ucap Kendrick mengingatkan Clarissa bahwa dia tidka sendiri lagi. Ada Ken yang akan menemani setiap waktu dan kemana pun langkah Clarissa pergi.


Clarissa pun memeluk erat suaminya. Pelukan yang berhasil membuat Clarissa nyaman dan tenang. Ia sekarang jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Keluarganya sudah lengkap tanpa masalah lagi. Clarissa sangat bahagia dan merasa bersyukur akhirnya bisa melewati semua ini. Dari yang awalnya penuh air mata, kini sudah tidak ada lagi kesedihan. Hanya akan ada senyuman yang selalu mengembang di wajahnya.


"Iya gak pa-pa pergilah, aku akan tunggu disini" balas Kendrick merenggangkan pelukan mereka.


"Ya sudah aku tinggal bentar, gak lama kok" ujar Clarissa mengecup sekilas pipi Kendrick sebelum pergi. Kendrick hanya bisa tersenyum melihat tingkah Clarissa yang menurutnya sangat lucu.


Diruang yang berbeda Clarissa sudah bersama pelanggannya yang minta dibuatkan gaun pengantin. Clarissa sedang mengukur panjang, lebar, dan tinggi cotumernya agar bisa menghasilkan gaun yang pas dan cocok. Clarissa juga menunjukkan hasil desainnya yang lain. Biar jadi masukan buat pelanggannya. Sampai semua sudah disetujui, kedua pasangan yang datang itu pun sudah sepakat akan membuat desain model gaun pengantin yang seperti apa. Clarissa sudah menulis semuanya dan sudah disetujui.


Kedua pasangan itu pun meninggalkan butik dan Clarissa bisa kembali ke ruang pribadi untuk menemui suaminya. Sampai disana Clarissa melihat Kendrick tak ada didalam ruangannya. Clarissa jadi bingung harus mencari kemana. Padahal tadi Kendrick sudah bilang kalau akan menunggu. Sekarang malah tidak ada diruangan.


"Haduh, mas Ken ini kemana sih. Padahal tadi bilangnya mau nunggu" Clarissa pun mencari suaminya disetiap sudut dilantai tiga, tapi tak kunjung bertemu. Akhirnya Clarissa memutuskan untuk mencari dilantai satu dan dua. Walau pun baginya mustahil suaminya akan sampai dibawah.


Sampai dilantai dua Clarissa benar-benar mencari disetiap sudut dan tanya-tanya ke beberapa karyawan. Dan ada satu karyawan yang melihat Kendrick baru saja keluar dari lift dan menyusuri lantai dua. Walau pun para karyawan sudah berbaik hati menawarkan bantuan, tapi ditolak oleh Kendrick. Dengan alasan dia ingin sendiri.

__ADS_1


"Nah itu mas Ken" Clarissa akhirnya menemukan keberadaan suaminya dan langsung dihampiri olehnya.


"Ya Tuhan mas, kamu ini aku cari dari tadi ternyata ada disini. Gimana bisa kamu sampai dilantai dua" ujar Clarissa setelah sampai didepan suaminya.


"Maaf sayang sudah membuatmu lelah mencariku. Aku bosen diruanganmu, jadi aku keluar sendiri kesini. Tangan kananku kan gak sakit ya aku gunakan untuk sampai kesini" balas Kendrick tersenyum tanpa dosa.


"Astaga, ya sudah ayo balik pulang. Urusanku dah selesai disini. Kamu harus istirahat dan minum obat sebentar lagi. Obat kamu ada dirumah soalnya" ucap Clarissa sambil melihat jam ditangannya.


"Oke sayang ayo" balas Kendrick.


Clarissa sempat ke atas sebentar untuk mengambil tasnya dan kembali ke lantai dua untuk menemui Kendrick. Akhirnya mereka turun ke bawah bersamaan. Setelah pintu lift terbuka Clarissa menghampiri manajer butiknya dan memintanya untuk menjaga butik. Karna Clarissa tidak bisa lama-lama sebab suaminya butuh istirahat.


"Baik bu Clarissa, saya akan menjaga butik." ujar sang manajer.


"Bagus, kalau gitu saya pulang dulu" ucap Clarissa


Manajer tersebut tersenyum sembari membungkukkan badannya sedikit.


Clarissa pun pulang bersama dengan Kendrick. Disetiap perjalanan Clarissa hanya menyandarkan kepalanya dibahu Kendrick sampai tak terasa matanya sudah terpejam. Kendrick hanya tersenyum dan membiarkan istrinya tidur. Mungkin memang Clarissa sedang kelelahan.


Very melihat dari kaca spion depan keromantisan majikannya. Dia ikut senang melihat teman lamanya bahagia. Hanya itu yang bisa dia lakukan, setidaknya meringankan beban Clarissa. Walau pun tidak bisa mengurangi perbuatan yang dilakukannya dahulu.


🌺


🌺


🌺

__ADS_1


...Klik jempolnya dong 😁 gratis kok. Segini dulu ya nanti lanjut lagi ...


__ADS_2