
Perempuan tersebut terus bermanja dan menggoda Kendrick. Membuat nafsu yang sudah menggebu di dalam diri Ken tidak bisa ditahannya.
"Hai sayang kita bertemu lagi, aku kangen banget sama kamu. Bagaimana kalau sekarang aku memanjakanmu" ucap Jennie yang datang nyelonong masuk dan itu lah rencananya.
Sementara Kendrick tidak bisa berbuat apapun. Tubuhnya saja tidak bisa ia gerakkan, berasa lemas dan tak berdaya. Ia juga harus menyalurkan kebutuhan biologisnya namun bukan dengan cara seperti itu.
"Lepaskan......Kau memang perempuan licik" hardik Kendrick marah. Ia masih setengah sadar dan berusaha untuk menghindari Jennie namun tubuhnya benar-benar tak bisa bergerak karna di dekap oleh Jennie.
"Sudah lah sayang, kau juga pasti mau untuk bermain denganku malam ini. Tak ada siapapun yang tau" ucap Jennie dengan nada yang dibuat manja.
Posisinya beralih kepangkuan Kendrick dan tangannya tak berhenti berkeliaran ditubub Ken. Tangan Jennie perlahan membuka kancing baju Kendrick satu persatu. Sementara Kendrick ingin memberontak namun tangannya sulit untuk menolak.
Sekarang dia hanya bisa berharap Roy cepat datang untuk menolongnya dan membawa dia pergi dari tempat tersebut.
"Clarissa!!.....Gak ini salah aku harus pergi" batin Kendrick lalu mendorong Jennie dengan susah payah.
"Aauuww......Kendrick kau tega sekali" kesal Jennie kembali bangkit lalu mendorong Kendrick ke sofa sehingga dia terjatuh.
Ditambah Jennie juga mendekap Kendrick. Ia sekarang berada di atas Ken dan menc*b*i si tuan tampan. Tapi Kendrick terus memberontak dan kembali mendorong Jennie. Lalu dia berjalan sempoyongan keluar dari ruangan tersebut menuju pintu keluar.
"Aarrgh tak akan ku biarkan kamu lepas lagi" umpat Jennie lalu mengejar Kendrick.
"Lepaskan aku dasar j*lang kau" hina Kendrick saat seorang lelaki menahannya untuk pergi dan kembali Jennie mendekati Kendrick.
"Sudahlah kamu tak usah memberontak lagi sayang, mending kita bermain yuk" ajak Jennie dengan manja.
Disaat Kendrick ingin dibawa oleh teman-teman Jennie disaat itu lah Roy datang bersama Farghan. Roy memukul lelaki yang tadi memegang Kendrick yaitu Simon.
Bugh.
"Aagh....Sialan" umpat Simon tak terima dan ingin menghajar Roy.
"Berani kau maju satu langkah abis kalian semua" ancam Farghan.
"Gak nyangka ya, ternyata dibalik pertemanan ada duri yang menusuk. Seperti udang dibalik batu yaitu kalian semua. Mulai sekarang gak usah dekati kami lagi teruma tama kau Simon, aku kira kamu teman yang setia ternyata busuj dibelakang" hardik Farghan marah.
"Heh kalian yang bodoh" hina Simon.
"Terserah kau. Dan loh Jennie, ternyata perepuan ular. Lebih baik Clarissa dibanding kau yang menjadi pendamping Kendrick." tunjuk Farghan ke arah Jennie.
Sedangkan Roy berusaha membawa Kendrick ke dalam mobil dengan susah payah. Karna Kendrick jalan sempoyongan dan berbual aneh-aneh.
"Kau......Awas saja akan ku balas kalian" ancam Jennie teriak saat melihat Farghan pergi begitu saja meninggalkan merek yang masih marah.
...*****...
Di dalam mobil Farghan terus berpikir akan membawa Kendrick kemana. Karna dia tak mungkin membawa Kendrick ke rumahnya dalam keadaan seperti itu. Yang ada nanti malah tuan Alvero akan semakin marah kepada Kendrick.
Farghan pun menelfon Michael dan meminta nomer telfon Eveline kepadanya. Ia berniat agar Clarissa datang untuk membantu Kendrick. Setelah mendapat nomer nya Eveline, ia segera menghubunginya dan meminta Eveline untuk membawa Clarissa ke hotel Z.
Di dalam telfon Eveline terus bertanya ada apa, akhirnya Farghan menjelaskan walau tidak terlalu detail hanya intinya saja. Eveline pun paham akan maksud dari Farghan. Eveline diminta untuk ke hotel Z yang dikirim oleh Farghan. Tanpa banyak tanya lagi Eveline mengiyakan dan mematikan telfonnya.
"Roy kita ke hotel Z sekarang, gak mungkin kita bawa Kendrick pulang nanti malah tuan Alvero akan semakin marah" ucap Farghan yang di iyakan oleh Roy.
🌳
🌳
__ADS_1
🌳
Eveline terus berpikir bagaimana caranya untuk membawa Clarissa keluar. Takutnya nanti tidak diperbolehkan oleh tuan Nevan. Ia mengintip dijendela kamarnya untuk melihat apakah ayah mertuanya sudah pulang. Dan ternyata tidak ada mobil tuan Nevan dihalaman.
Itulah yang dimanfaatkan oleh Eveline untuk membawa Clarissa keluar. Ia mengetuk kamar Clari beberapa kali dan akhirnya dibuka juga oleh Clarissa.
Eveline mendorong Clarissa untuk masuk ke dalam dan menutup pintunya. Clarissa jadi bingung dan bertanya-tanya ada apa.
"Clar kamu harus ikut aku, Kendrick butuh kamu sekarang" ucap Eveline sembari mengatur nafasnya.
"Apa sih maksudmu Vel?" tanya Clarissa bingung.
"Ihh banyak tanya deh, udah nanti aku jelasin di jalan sekarang kamu ikut aku dulu" kata Eveline.
"Terus bilangnya ke mama apa?" tanya Clarissa.
"Dah nanti aku yang izinin, lagian kamu udah dewasa ngapain harus diatur-atur. Ayo cepat" ujar Eveline tak sabaran.
"Iya, iya bentar" Clarissa hanya mengambil tas dan ponselnya lalu ikut Eveline pergi.
Sampai dibawah mereka berpapasan dengan nyonya Cantika dan sekalian Eveline meminta izin untuk membawa Clarissa pergi. Ia juga harus memastikan kalau Clarissa bisa kembali ke rumah sebelum larut malam. Kalau pun tidak bisa Eveline akan memikirkan nanti yang penting sekarang bisa pergi dulu.
"Baiklah kalian hati-hati ya" ucap nyonya Cantika.
"Iya ma, kami pergi dulu. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" balas nyonya Cantika.
Mereka pun pergi menggunakan taksi tanpa ada supir yang mengantar. Agar nantinya mereka tidak dicurigai, beruntung juga supir dirumah sedang mengantar tuan Nevan jadi mereka bisa beralasan menggunakan taksi.
"Kendrick tadi dijebak sama si nenek lampir, jadi kamu harus menolongnya" bisik Eveline.
"Apa dijebak" ucap Clarissa yang terkejut.
"Sssttt.......Pelankan suaramu Clar" Eveline mendekap Clarissa agar tak terlalu kencang saat berbicara.
"Dimana?" tanya Clarissa mulai khawatir.
"Sudah nanti kamu akan tau sendiri" kata Eveline kembali ke posisi normalnya.
"Semoga mas Ken tidak apa-apa. Maksud Eveline dijebak apa ya?" pikir Clarissa dalam hati.
...******...
Didepan sebuah hotel Clarissa dan Eveline berjalan beriringan masuk ke dalam nya. Clarissa bertambah bingung, kenapa Eveline membawanya ke hotel. Padahal tadi dia mengatakan kalau Kendrick sedang dijebak.
"Jangan-jangan......." batin Clarissa mulai berpikiran yang tidak-tidak.
"Nomer berapa kamarnya Vel?" tanya Clarissa tiba-tiba.
"Lantai bawah sih ini, kamar nomer. Eh kok kamu tiba-tiba bisa langsung tanya kamar" ujar Eveline heran.
"Nona Clarissa, nona Eveline" panggil Roy berjalan ke arah mereka.
"Roy dimana suamiku?" tanya Clarissa.
"Ikuti saya" ucap Roy.
__ADS_1
Clarissa dan Eveline pun mengikuti arah Roy. Dan mereka berhenti di depan kamar lantai bawah nomer A124. Di depan kamar tersebut juga sudah ada Farghan yang menunggu.
"Bantulah Kendrick di dalam, hanya kamu yang bisa membantunya" ucap Farghan kepada Clarissa.
"Mas Kendrick kenapa?" tanya Clarissa.
"Aahh banyak tanya Clar" kesal Eveline lalu dia mendorong Clarissa masuk ke dalam kamar dan langsung menutup pintu kamar dari luar.
"Dasar Velin, issh.....Eh mana ya mas Ken katanya ada di dalam" gumam Clarissa mencari disudut ruangan namun tak menemukan batang hidung suaminya.
Telinganya mendengar suara air mengalir yang jelas sumbernya dari kamar mandi. Clarissa pun berjalan ke arah kamar mandi dan melihat barang kali suaminya ada disana.
Dan betul saja saat Clarissa sampai di depan kamar mandi. Ia melihat Kendrick sedang duduk dibawah guyuran air sower yang terus mengalir membasahi tubuhnya. Clarissa saat melihat itu langsung mematikan sowrnya dan mendekap Kendrick dengan handuk.
"Ya ampun mas, kenapa kamu malah mengguyur tubuhmu seperti ini. Nanti kamu masuk angin." ucal Clarissa membantu Kendrick untuk berdiri.
"Clarissa......Benarkah ini kamu?. Biarkan airnya mengalir, tubuhku panas" ujar Kendrick dengan setengah sadar.
"Sudah ayo kembali ke kamar nanti kamu sakit." paksa Clarissa kemudian membantu Kendrick untuk kembali ke ranjangnya.
"Panas....." ucap Kendrick dengan suara berat menahan hasrat yang harus disalurkan.
"Apa yang dimaksud Eveline dan Farghan tadi ini. Artinya dia dijebak dengan cara.......Astaga pantesan mereka memintaku untuk kesini" batin Clarissa mulai menyadari apa maksud sahabatnya tadi.
"Bawa aku ke kamar mandi, tubuhku panas sekali" pinta Kendrick.
"Apakah ini saatnya? Tapi bukan dengan cara ini yang aku harapkan. Kasihan juga mas Ken kalau dibiarkan begini. Huufh baiklah....." batin Clarissa menarik nafas panjang.
"Salurkan lah mas apa yang ingin kamu lakukan" ucap Clarissa kepada Kendrick.
Ia naik ke atas ranjang dan mendekati Kendrick. Clari sudah ikhlas dan menyerahkan apa yang selama dia jaga untuk suaminya. Walau pun kenyataannya bukan dengan cara ini yang dia inginkan.
Mendengar suara orang yang familiar, Kendrick yang sedari tadi sudah menahan hasrat yang menggebu-gebu langsung tancap gas. Dan semuanya dia salurkan kepada istrinya yang selama ini di sia-siakan. Tapi ia masih agak tak yakin apakah yang didepannya itu benar istrinya atau bukan.
Tapi hatinya seolah meyakinkan dia bahwa yang saat ini berada di depannya adalah Clarissa. Sehingga ia terus melakukan aksinya dengan lembut agar tak menyakiti perempuan dihadapannya sekarang.
Pakaian semua berserakan karna ulah Kendrick. Ia terus memainkan permainannya sampai pada akhirnya, Clarissa mengerang kesakitan saat sudah sampai dipuncaknya.
"Aarrgh, hmmg....." bibirnya terus dibungkam oleh Kendrick dengan bibirnya agar Clarissa melupaka kesakitannya.
Ketika melakukan semua itu ada hawa beda saat Kendrick menyatukan diri pada Clarissa. Seolah ada magnet yang menariknya untuk meminta lebih terus menerus. Sementara Clarissa hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan Kendrick kepadanya.
Beberapa kali Kendrick melakukannya sampai Clarissa mulai lelah dan hasrat yang tadi ditahannya sudah tersalurkan ke orang yang tepat. Mereka pun mulai kelelahan dan tertidur berdua dengan posisi saling berpelukan. Dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
🌷
🌷
🌷
Maaf ya author telat up nya 😢🙏
Syukron yang sudah setia menemani disetiap part dan karya author yang lain 🤗.
Dukung terus karya author dengan Like, Komen, Vote, ana Gift nya.❤
By by see you all 👋
__ADS_1