Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 103 #Kemarahan Clarissa


__ADS_3

Esok harinya Kendrick dan Clarissa pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Lavina. Bebarengan dengan tuan Alvero yang juga ingin melihat cucu ketiganya lahir. Tadi nyonya Mesya sudah mengabarkan kalau Lavina sudah lahiran. Tapi mereka menggunakan mobil yang berbeda sebab tuan Alvero nanti juga akan ke perusahaan. Clarissa membawa serta kedua anaknya. Ia dan Kendrick memutuskan untuk mempekerjakan baby sitter agar bisa membantu Clarissa merawat Khalvan dan Kheisen.


Sekarang mereka berada di mobil yang sama menuju rumah sakit. Selama dijalan si kembar tetap anteng dan gak merengek. Clarissa jadi lebih tenang. Sesampainya dirumah sakit, Kendrick dan Clarissa langsung menuju lantai tiga tepatnya diruang rawat VVIP nomor 04. Tuan Alvero juga sudah sampai dan mengikuti arah jalan Clarissa dan Kendrick. Lavina sudah dipindah ke ruamh rawat setelah melahirkan. Anaknya pun diletakkan satu kamar dengan ibunya.


Tok....Tok.....


Clarissa mengetuk pintu sejenak lalu masuk ke dalam.


Ceklek.


Didalam ruang rawat tersebut ada nyonya Mesya dan Michael. Melihat kedatangan mereka semua, raut wajah Lavina tampak bahagia. Clarissa memeluk adik iparnya dan mengucapkan selamat kepadanya atas kelahiran anak pertamanya.


"Selamat ya dek kamu sudah jadi ibu sekarang." ucap Clarissa bahagia.


"Makasih kak" balas Lavina tersenyum tak kalah bahagianya.


"Wah cucu papa lengkap nih, ada cowok dan cewek. Cantik sekali cucuku" ujar tuan Alvero melihat box bayi yang ada disamping ranjang Lavina.


"Cantiklah seperti ibunya, kalau orang tuanya gak cantik dan tampan mana bisa anaknya lahir jadi bidadari cantik. Papa ada-ada saja. Anak ya ikut gen orang tuanya." sahut Kendrick.


"Papa dulu tampan, mama juga cantik tapi kau lahir gak setampan yang papa bayangkan. Beda jauh, gitu kau katakan sama? Tergantung pemberian Tuhan." timpal tuan Alvero.


"Ya itukan dulu, tapi sekarang aku tampan kan?. Nyatanya kedua putraku bisa melebihi ketampananku. Seperti pangeran baru turun dari istana, sangat sempurna." sahut Kendrick menciumi Kheisen yang sedang digendongnya.


"Dihh kepedean, itu mah memang bonus kak. Iya deh percaya produk buatan kakak gak pernah gagal" cerocos Lavina mendengar perdebatan ayah dan kakaknya hanya soal ketampanan. Ia kesal sendiri, tak habis-habisnya mereka memperdebatkan soal ketampanan.

__ADS_1


Clarissa yang mendengar ucapan Lavina barusan janya bisa diam dan tersenyum menunduk. Ia merasa malu sendiri kalau mendengar ucapan Lavina tadi. Entah kenapa. Ia sadar kalau dulu dirinya gak secantik perempuan lain. Dan Clarissa tak terbayang akan bisa melahirkan dua bayi tampan. Kalau dilihat memang agak lain. Tapi itu dahulu kalau dibandingkan dengan sekarang yaaa orang pasti percaya kalau kedua baby kembar itu memang anak Kendrick dan Clarissa.


"Kau beda sekarang Ken dari yang dulu. Sebelum ini kau suka sekali pendiam, tegas, semua mata yang menatapmu pasti ketakutan. Tapi yang didepanku sekarang Ken yang humoris dan suka bercanda. Apa yang membuatmu berubah Ken?" sahut Michael. Ia melihat dan mendengar setiap perdebatan lebih tepatnya hanya candaan tuan Alvero dan Kendrick. Tapi yang didepannya seperti bukan Kendrick yang dia kenal. Beberapa kali Michael bertemu Kendrick saat datang ke rumah, ia melihat perubahan pada diri Kendrick. Dalam hatinya memang senang dan ia juga ingin tau alasan apa yang membuat perubahan pada diri sahabatnya itu.


Dahulu saja Kendrick tak sehumoris sekarang walau sama keluarganya. Ia lebih pendiam dan awet bicara. Kalau tak ada pembicaraan yang penting, pasti langsung diskip oleh Kendrick.


Kendrick langsung menatap Michael saat mendengar pertanyaannya tadi. "Aku gak berubah Chel, kau saja yang merasa seperti itu. Tak ada yang berubah dari diriku. Aku hanya ingin mengulang apa yang belum pernah aku lakukan. Jangan samakan aku di dalam rumah dan diluar rumah. Aku hanya ingin memperbaiki semuanya." jawab Kendrick lalu mengalihkan pandangannya dari Michael dan menatap Kheisen lekat.


"Belum tau aja kamu Chel, mas Kendrick seperti apa kalau diluar. Dia lebih ganas sekarang dari pada yang dulu. Sesekali datang lah ke perusahaan biar tau. Jangan samakan dia di luar dan di dalam" timpal Clarissa menambahkan sembari tertawa lirih. Clarissa membayangkan begitu kejam suaminya diluar, tapi di dalam rumah dia seperti hello kitty yang manis.


"Ohh ya, wah ternyata kamu lebih dewasa sekarang" ujar Michael tertawa lirih.


"Lah kau kira aku ini bocah yang baru lulus sekolah. Dasar kau Chel, somplak nyamain gua sama bocah" ujar Kendrick kesal, ingin rasanya dia menghampiri Michael dan mentoyol kepalanya. Sayangnya dia gak bisa jalan.


"Eh udah jangan ribut malu sama anak kalian, udah jadi ayah kok sikapnya masih sama seperti bocah" kini giliran nyonya Mesya yang mencereweti mereka berdua.


Setelah puas melihat keadaan Lavina dan bayinya, Kendrick dan Clarissa pun memutuskan untuk pulang bersama nyonya Mesya. Dan dirumah sakit ada Michael saja yang menjaga Lavina. Sebentar lagi Rita akan datang menjenguk menantunya bersama Darman.


Selepas sampai dirumah Kendrick dan Clarissa memutuskan untuk langsung keluar lagi ke perusahaan. Clarissa menitipkan anaknya kepada Lona baby sitter Khalvan dan Kheisen. Dirumah juga ada nyonya Mesya yang siap menjaga kedua cucunya. Biasanya bi Minah juga membantu Lona untuk menjaga baby kembar KhalKhei (Khalvan dan Kheisen). Jadi saat Clarissa meninggalkan putranya ia tak khawatir lagi.


Sesampainya diperusahaan, Clarissa langsung membawa suaminya menuju ruangannya. Diambang pintu masuk, para karyawan yang melihat kedatangan direkturnya langsung menunduk hormat dan ekspresi Kendrick hanya cuek dan acuh. Clarissa tak heran dengan sikap suaminya seperti itu saat diperusahaan maupun diluar. Saat Kendrick dan Clarissa sudah memasuki lift, para karyawan mulai bergosip lagi tentang Clarissa. Bukannya Clarissa gak tau hanya saja dia malea meladeni orang yang suka mencampuri urusan orang lain.


Sampai diatas Clarissa langsung ingin membantu Kendrick untuk berpindah ke kursi kebesarannya. Namun tangan Kendrick menahannya, sebab sebentar lagi ada rapat yang harus dilaksanakan.


"Kamu tunggu disini bisa kan? Nanti biar aku dibantu Roy saja ke ruang rapat. Kalau kamu perlu apa-apa panggil OB saja untuk kesini." ucap Kendrick sebelum pergi.

__ADS_1


"Baiklah mas" jawab Clarissa patuh.


Tak lama Roy mengetuk ruangan Kendrick, dan setelah mendapat balasan dari Kendrick. Roy memasuki ruangan, lalu ia pun mendorong kursi roda Kendrick ke ruang rapat. Sementara Clarissa diruangan Kendrick sendirian. Ia hanya memainkan ponsel untuk menghilangkan rasa bosannya.


Karna merasa bosan akhirnya Clarissa keluar ruangan untuk mencari udara diluar. Ia harus menunggu suaminya selesai rapat baru mereka akan pulang. Kendrick memang sengaja mengajak Clarissa agar bisa menemaninya. Clarissa tak menolak sedikit pun, ia hanya menurut saja. Lagian tak ada salahnya dia menemani suaminya ke kantor.


Sekarang Clarissa sedang berjalan-jalan menyusuri seisi gedung perusahaan keluarga suaminya. Tentu tak luput dari pengawasan mata para karyawan yang suka kepo. Walau mereka berbisik sekali pun, Clarissa tau kalau karyawan tersebut sedang membicarakannya terutama Ledy si resepsionis. Dia suka sekali kalau membahas mengenai istri bos nya. Dan Clarissa selama ini hanya diam, tapi sepertinya kesabaran Clarissa sudah habis kali ini.


Clarissa mendekati meja Ledy yang ada beberapa karyawan juga sedang mengghosip. Tentu membicarakan Clarissa.


'Pasti dia selingkuh saat tuan Kendrick sakit. Kasihan sekali suaminya, sudah sakit malah ditinggal sama lelaki lain'


'Iya ya, beda loh dari yang dulu. Dikasih apa ya sama selingkuhannya.'


'Jatah panas diatas ranjang lah, mangkanya bisa berubah. Sekarang kan tuan Kendrick gak bisa jalan, ya makin leluasa maun diluar.'


'Iya mukanya saja polos, tapi didalamnya ada topeng yang disembunyikan.'


Begitu lah kira-kira ghosip mereka yang sangat menusuk hati Clarissa dan menyakiti perasaannya. Hanis kesabaran Clarissa selama ini yang dipendam. Setelah dekat disamping meja Ledy, ia pun langsung menyahuti ucapan mereka dengan kata-kata menohok.


"Kalian disini digaji untuk bekerja bukan malah mengghosip!! Apakah setiap hari begini kerjaan kalian hanya suka membicarakan orang lain." mereka yang tadi ikut menggunjing Clarissa langsung terdiam menunduk, kecuali Ledy yang bersikap biasa saja tanpa dosa.


"Maaf bu, kami tadi......." ucapan Ledy langsung diporong oleh Clarissa.


"Cukup!! Gak perlu kamu memberi alasan apapun kepada saya. Jangan dikira selama ini saya gak tau kelakuan kalian yang suka berbicara buruk mengenai saya. Selama ini saya hanya diam saja, tapi ternyata kalian malah ngelunjak. Kalian denger baik-baik, kalau kalian tidak tau cerita sebenarnya gak usah membual dengan omong kosong yang kalian ciptakan sendiri. Saya tidak pernah selingkuh seperti yang kalian tuduhkan." tegas Clarissa marah dan mereka semua masih tertunduk kecuali Ledy.

__ADS_1


"Bu Clarissa tak perlu marah-marah seperti itu kalau kenyataannya memang begitu. Kalau kami salah ya kami minta maaf, harusnya bu Clarissa membicarakan ini dengan kata yang baik bukan kata kasar seperti itu." sahut Ledy tanpa rasa takut, sampai tiga karyawan yang tadi bersamanya saling pandang mendengar keberanian Ledy.


"Percuma kalian diberi kata yang baik, kalau ucapan kalian sendiri saja sangat kasar dan menyakiti orang lain. Terutama kamu!!" tunjuk Clarissa ke arah Ledy. "Harusnya kamu memberi contoh yang baik bukan malah menyebarkam berita miring. Selama ini saya berjuang sendiri tanpa suami. Dan Selama itu saya tidak pernah melakukan apa yang kalian tuduhkan. Kalau dulu saya dekil, jelek, gendut dan semacamnya seperti omongan kalian. Maka saya juga bisa buktikan kalau saya juga bisa berubah melebihi kalian. Ingat kalian disini hanya sebatas karyawan dan tidak usah mencampuri urusan orang lain terutama atasan kalian. Camkan itu!!" marah Clarissa.


__ADS_2