
Setelah seminggu dirawat dirumah sakit, Clarissa sudah diperbolehkan pulang. Ia akan pulang bersama Kendrick. Dirumah sudah ada mertua dan juga orang tuanya yang menyambut dengan gembira. Bahkan saudara yang lain pun ikut menyambut dengan suka cita. Ada Michael, Lavina, Faero, dan Eveline.
Sesampainya dirumah, Very membukakan pintu untuk mereka. Karna mereka masing-masing menggendong kedua anaknya. Saat pintu terbuka, Clarissa terkejut melihat keluarga dan suadara menyambut kedatangannya dengan kegembiraan dan banyak kejutan. Sampai tak terasa bulir bening membasahi pipi Clarissa karna bahagia.
"Sayang kamu kok nangis sih?" tanya Kendrick.
"Aku bahagia mas, ini adalah air mata kebahagiaan." balas Clarissa.
"Ya tapi aku gak suka lihat kamu nangis begini. Sudah jangan nangis, ini kan hari bahagia"
"Ya karna terlalu bahagia mangkanya aku gak bisa tahan untuk tidak menangis. Bukan karna sedih, aku gak pernah merasakan sebahagia ini dalam hidupku." ucap Clarissa berhambur memeluk Kendrick. Nyonya Mesya pun langsung mengambil alih cucunya dari tangan gendongan Clarissa, begitu pun dengan nyonya Cantika yang juga ingin menggendong cucu yang satunya.
"Sudah jangan nangis dong, nanti cantiknya hilang" goda Kendrick.
"Issh"
"Selamat datang kembali Clarissa, selamat datang pangeran dan putri kecilnya aunty" ucao Eveline penuh bahagia.
"Terima kasih Velin, kamu selalu ada untukku selama ini. Kamu selalu menemaniku, menerima setiap keluh kesahku. Aku berutung mempunyai sahabat sepertimu." ucap Clarissa tulus dalam hatinya.
"Sama-sama Clari, aku juga berterima kasih sama kamu. Sudah ada untukku, bahkan sampai sekarang pun jodohku malah dengan kakakmu" ujar Eveline tersenyum menatap suaminya sekilas.
"Sudah takdir Vel, kalau pun kamu bukan sahabatku. Dan jodohmu adalah kakakku, ya kita bakalan bertemu ditempatyang seharusnya"
"Iya sih, bahagia selalu untukmu Clari" ucap Eveline.
"Thank you Velin. Aku bahagia sekarang terlepas dari semua masalah yang aku hadapi. Sekarang ada kalian semua bersamaku. Dulu aku harus berjuang untuk mereka sendirian." Clarissa mencium kedua putranya Khalvan dan Kheisen. Kalau melihat mereka, mengingatkan Clarissa dengan masa lalunya.
"Kamu memang harus bahagia sayang. Aku, mama, papa dan semuanya akan selalu ada untukmu. Kamu gak akan sendirian lagi, ada kami disini. Kita rawat dan besarkan mereka sama-sama. Jadi jangan sedih lagi, kamu harus bahagia sekarang" balas Kendrick memeluk Clarissa.
"Maafkan kami tidak ada untukmu saat itu. Kamu jadi harus berjuang sendiri. Mengandung sampai melahirkan pun tak ada yang menemani. Kamu perempuan yang hebat Clarissa, berkat kesabaran hatimu, semua Tuhan balas dengan berlipat." ucap nyonya Cantika.
"Gak pa-pa ma, kalau gak gitu aku gak bakalan bisa jadi diriku yang sekarang. Kalau semua ini tidak terjadi, mungkin aku akan tetap sama seperti dulu. Clarissa yang lemah, tidak berani melawan, dan lebih memilih diam setelah ditindas. Berkat kejadian ini, aku belajar untuk lebih mandiri dan menjadi perempuan yang tidak gampang lemah" kata Clarissa tersenyum.
"Sudah-sudah, inikan hari bahagia. Kok malah melo semua, lupakan yang sudah berlalu dan tatap kedepan untuk masa yang akan datang. Semua manusia pasti punya masalah, tidak ada manusia tanpa beban dan cobaan." ucap nyonya Mesya.
"Tumben mama berpikir pintar. Habis makan apa ma, jernih juga kata-kata mama" cetus Kendrick menghilangkan suasana sedih diantara mereka. Padahal masih melo-melonya, eh si bambang merudak suasana saja dengan tingkah tengil yang suka menggoda sang mama.
"Kendrick! Kamu pikir mama gak bisa apa berkata-kata mutiara. Iya kalau kamu, mikirnya selalu kemana-mana jadi gak bisa berkata yang benar. Sukanya hanya membuat orang kesal saja. Gak bisa apa lihat suasana kalau mau cari masalah" kesal nyonya Mesya, yang lain malah menertawakan membuat nyonya Mesya semakin kesal saja.
__ADS_1
"Yang kesal kan mama, bukan aku, juga bukan yang lainnya. Mama sendiri yang menciptakan kekesalan. Aku mah santai dari tadi ngomongnya. Aku juga gak bikin masakah tuh, mama yang ngerasa begitu. Ah udah lah jangan sekarang kalau mau berdebat denganku ma. Bukan momen yang pas, lain kali saja. Dah ah aku mau bawa Clarissa istirahat dulu." kata Kendrick sambil membawa istrinya semakin jauh memasuki lift.
"Iihh anak itu ya, selalu saja mencari perdebatan denganku......"
"Lah kok nyalahin kak Kendrick, harusnya gak usah ditanggepin ma. Sudah tau kak Ken itu gimana sifatnya. Suka sekali bikin orang kesal, eh sama mama malah diajak beradu. Ya jelas kak Ken gak mau kalah sebelum menang." sahut Lavina yang duduk disofa bareng sama yang lain.
"Kok malah kamu belain kakakmu sih Vi. Bukannya belain mama gitu bantuin. Aah sudah lah mama gak mau berdebat kali ini."
"Eh Very mau kemana kamu?" tanya tuan Alvero melihat Very masuk ke dalam.
"Ini tuan besar, saya mau memberikan ponselnya tuan Kendrick yang ketinggalan dimobil." jawab Very menunjukkan ponsel yang dipegangnya.
"Ohh ya sudah taruh sini saja nanti juga kalau ingat diambil sendiri. Taruh diatas meja sini saja"
"Baik tuan besar, ini ponselnya. Kalau gitu saya permisi" ucap Very menunduk lalu pergi.
"Omaa, adek Zi cantik. Nanti kalau dah beesaar akan lebih cantik" kata Kheisen dari tadi melihat kedua adiknya. Sambil mentoel-toel pipi Khenzo, dia salah mengira yang dipegang omanya adalah Khenzi padahal bukan, melainkan Khenzo.
"Eeh ini adik Khenzo, kalau adik Khenzi sama nenek. Tuh, Kheisen salah. Pasti Kheisen masih bingung ya bedain mana adik Khenzo dan Khenzi." balas nyonya Mesya merasa gemas.
"Ohh salah, Khei gak bisa bedain oma nenek. Mereka sama" kata Kheisen beralih menyentuh pipi Khenzi berulang kali.
"Al bisa kok nek bedain dedek. Ini warnanya beda, kalau biru buat laki-laki dan ini buat perempuan" kata Khalvan yang berada disamping tuan Nevan. Ia menunjukkan bedong yang dipakai Khenzo dan Khenzi. Warnanya berbeda, biru dan pink. Tapi Khalvan tidak tau nama warna yang dipakai Khenzi.
"Ihh cucu kakek pintar sekali. Yang ini namanya warna pink. Untuk perempuan" ujar tuan Nevan langsung memangku Khalvan.
"Pink?! "
Mereka semua masih berkumpul sudah jarang keluarga mereka berkumpul komplit seperti sekarang. Jadi ini momen yang membanggakan sekaligus bahagia. Jadi orang tua, anak, dan cucu bisa berkumpul untuk melepas rindu. Mereka tak henti-henti mengagumi Khenzo dan Khenzi sama persis saat Clarissa baru saja datang kerumah keluarga Raymond kembali dengan mambawa Al dan Khei. Hanya saja saat itu keluarga Danata belum akrab seperti sekarang.
"Mau kemana kamu Ken kok buru-buru gitu" tanya tuan Alvero melihat Kendrick baru saja keluar dari lift dan buru-buru ingin keluar.
"Ngambil ponselku yang tertinggal dimobil pa" sambil terus berjalan keluar.
"Lah itu ponsel siapa diatas meja kalau gak ponselmu" kata tuan Alvero tanpa menoleh ke arah Kendrick.
"Lah kok ada disini?" tanya Kendrick bingung, seingetnya masih ada dalam mobil.
"Iya tadi Very yang temuin."
__ADS_1
"Kok gak langsung diberikan sama aku sih pa. Malah ditaruh sini" gerutu Kendrick sambil mengambil ponsel yang ada diatas meja.
"Sengaja, papa yang suruh dia taruh disini. Biar gak manja minta diambilin. Salah sendiri lupa, belum tua kok sudah pelupa"
"Lah hmm" Kendrick males kalau harus adu debta dengan papanya. Ia lebih memilih langsung pergi ke atas dan tak menghiraukan ucapan tuan Alvero.
Sementara nyonya Mesya merasa puas melihat wajah putranya yang kesal karna ulah suaminya. Sepertinya memang sengaja tuan Alvero melakukan itu untuk membuat istrinya merasa puas setelah tadi Kendrick membuat nyonya Mesya kesal. Kendrick paling anti sekali kalau harus berdebat dengan papanya, dan lebih memilih untuk mengalah. Terlebih disana ada papa mama mertuanya, Kendrick merasa malu kalau dilihat mereka.
"Papa sengaja ya ngerjain kak Ken biar dia kesal." terka Lavina.
"Iya memang" jawab tuan Alvero santai.
🌻
🌻
🌻
Dalam kamar, Kendrick baru saja masuk dengan wajah yang terlihat kesal. Dia langsung duduk disisi ranjang. Karna ada Clarissa, jadi Kendrick memasang wajah biasa seolah tak ada apapun. Walau pun begitu, Clarissa sudah tau bagaimana sifat suaminya.
"Kamu kenapa mas?" tanya Clarissa
"Gak pa-pa sayang, kamu istirahat saja" jawab Kendrick berbohong.
"Gak usah bohongin aku mas. Kenapa?" tanya lagi Clarissa.
"Huufh, papa sayang. Ngeselin banget, tadikan ponselku ketinggalan dimobil. Sama Very sudah mau dianterin keseni. Eh sama papa malah disuruh taruh dibawah saja, diruang tamu. Siapa juga yang gak kesel" jelas Kendrick membuat Clarissa malah tertawa.
"Kok kamu malah menertawakan aku sih sayang. Bukannya bilang apa kek gitu, malah ketawa. Papa itu ngeselin, andai saja dibawah gak ada kedua orang tuamu. Sudah aku ladenin itu si papa." Kendrick ngambek gara-gara Clarissa yang malah menertawakannya.
"Haduh mas, papa itu ya bisa saja. Pasti sengaja tuh mau bikin kamu kesal. Tadikan kamu yang bikin mama kesal terus ditinggalin ke kamar. Balas dendam itu papa, gak mau kalau istrinya diganggu. Walau pun yang ganggu itu anaknya sendiri" kata Clarissa sembari tertawa kecil.
"Tau tau, aku tau, kalau papa emang sengaja bikin aku kesal begini. Aahh sudah lah lupakan saja, kamu istirahat gih."
"Percuma mana bisa aku diem mulu. Gak enak mas, lagian aku juga gak pa-pa. Turun saja yuk gabung sama mereka dibawah. Mumpung papa mama ada disini, gak enak kalau ditinggal mas. Kita malah berdiam diri dikamar. Ayok mas turun saja. Aku juga bosan dalam kamar terus"
"Kamu itu harus banyak istirahat. Kamu melahirkan saja baru seminggu yang lalu. Sudah disini saja aku temenin. Lagian papa dan mama pasti juga mengerti kok kondisi kamu kalau harus istirahat."
"Bosan lah mas dikamar terus, aku gak akan kecapean kok. Dibawah juga duduk-duduk saja gak ada aktivitas" Clarissa terus ngotot pengen keluar.
__ADS_1