
"Michael kamu sudah sadar, aku panggilkan dokter sebentar ya." tapi tangannya ditahan oleh Michael.
"A-aku ma-u kamu men-dampi-ngiku" ucap Michael terbata-bata dan tangannya perlahan terlepas dari tangan Lavina dan matanya pun kembali terpejam.
"Michael!!" pekiknya, tanpa pikir panjang Lavina pergi untuk mencari dokter.
Karna saking paniknya Lavina, dia tak bisa berpikir apapun dan langsung memangg dokter untuk memeriksa keadaan Michael.
Tak lama Farghan datang dengan dua perawat, masuk untuk memeriksa keadaan Michael. Sedangkan Lavina disuruh untuk menunggu diluar. Lavina hanya bisa menurut saja dan memilih untuk keluar.
Lavina mengingat kembali ucapan Michael tadi sebelum dia kembali tak sadarkan diri. Ia masih bingung dengan maksud yang dikatakan oleh Michael kepadanya. ("Aku mau kamu mendampingiku") kata-kata itu masih dicerna oleh Lavina.
"Apa maksud dia tadi, apa Michael ingin aku merawatnya? Semoga dia baik-baik saja, aku akan menuruti apapun keinginanmu asalkan kamu sembuh" gumam Lavina sepanjang jalannya keluar.
Diluar ruangan nyonya Rita melihat Lavina keluar dengan wajah yang lemas. Ia pun menanyakan keadaan Michael sekarang.
"Ada apa Lavina? Michael bagaimana?" tanya nyonya Rita.
"Tadi Michael sempat sadar sebentar tan, lalu dia tidak sadarkan diri lagi" jelas Lavina membuat nyonya Rita menjadi khawatir.
Mereka pun menunggu kabar dari dokter tentang keadaan Michael yang sekarang.
Ceklek.
Suara pintu terbuka dan terlihat Farghan keluar sepertinya akan mengabarkan kondisi Michael.
"Bagaimana dengan anak saya dok?" tanya nyonya Rita.
"Alhamdulillah, Michael sudah melewati masa kritisnya. Sekarang tinggal menunggu pemulihan, jika keadaannya sudah mulai membaik dan stabil kami akan pindahkan ke ruang rawat" papar Farghan.
"Alhamdulillah" ucap mereka serempat.
...π³π³π³...
Kendrick dan Clarissa sudah kembali ke rumah. Bahkan nyonya Mesya maupun Lavina. Karna keadaan Lavina sudah stabil dan merasa sudah baikan akhirnya dia memutuskan untuk minta pulang.
Ditubuhnya juga tidak ada luka yang serius, hanya saja dia tadi syok dan kena obat bius. Sehingga membuatnya pingsan. Dalam hati nyonya Mesya masih ada rasa kecewa, tapi dia juga gak bisa terlalu lama marah dengan anaknya.
Saat dirumah Lavina malah mendapat amarah dari sang papa. Tuan Alvero sudah tau karna tadi nyonya Mesya memberitaunya. Dan sekarang Lavina harus menanggung akibatnya.
Diruang keluarga sudah ada Lavina, nyonya Mesya, dan tuan Alvero. Sedangkan Kendrick dan Clarissa, mereka berada dikamarnya. Karna itu perintah dari tuan Alvero agar mereka tidak ikut campur untuk membela Lavina.
__ADS_1
Lavina menundukkan wajahnya merasa takut dengan tatapan tajam ayahnya. Ia tau sudah membuat kesalahan besar dengan berbohong dan melanggar larangan tuan Alvero untuk tidak berhubungan dengan Hans. Lavina sangat menyesali perbuatannya.
"Papa sudah peringatkan berapa kali sama kamu Lavina agar menjauhi lelaki itu! Tapi kamu malah diam-diam berhubungan dengan dia." marah tuan Alvero.
Lavina hanya bisa diam menunduk dan menerima amarah dari papanya. Dia tau persis bagaimana tuan Alvero kalau sudah marah tidak bisa dibantah dan kalau sudah kecewa bakal sulit untuk mendapatkan kepercayaannya.
"Papa tidak melarangmu untuk berhubungan dengan siapapun asalkan jangan DIA!!" bentak tuan Alvero. "Kalau orang tua sudah memperingati gak usah dibantah Lavina. Kamu mana tau dia baik atau enggak, yang kamu tau hanya cinta......cinta......dan cinta. Tanpa kamu pikir dulu" tambahnya.
"Maafkan Lavina pa. Lavina memang salah, Lavi bodoh. Tolong maafkan Lavina" ucap Lavina memohon sembari bersimpuh di depan tuan Alvero dengan lutut yang ditekuk dan tangan yang mengatup di depan dada.
"Papa sangat kecewa denganmu Lavi. Kamu mengorbankan satu orang, padahal orang itu berniat baik untuk menyelamatkanmu." ucaptuan Alvero yang benar-benar snagat kecewa.
"Papa gak mau tau kamu harus bertanggung jawab, rawat dia sampai sembuh. Pastikan Michael benar-benar sembuh total dan kamu baru boleh beraktivitas seperti biasa. Untuk sekarang semua akses untukmu papa blokir mulai dari mobil, kartu kredit, dan semuanya. Kalau kamu ingin pergi biar supir yang mengantar" jelas tuan Alvero membuat Lavina melongo dan ingin membantah.
"Tapi pa..... " ucapan Lavina langsung dipotong oleh tuan Alvero.
"Gak ada tapi-tapian.......Sekarang serahkan semuanya, kunci mobil dan kartu kreditmu" pintah tuan Alvero.
Dengan terpaksa Lavina mengeluarkan apa yang di minta oleh tuan Alvero dari dalam tasnya dan menyerahkan semuanya kepada sang papa.
"Kembali lah ke kamarmu" titahnya.
Tanpa berucap lagi Lavina mengambil tasnya dan melenggang pergi dari hadapan papa dan mamanya. Nyonya Mesya tidak bisa membantu, karna dia sendiri juga merasa kecewa. Ia membiarkan suaminya melakukan apapun yang dikehendaki asalkan tidak berbuat kekerasan.
"Bodoooh! Kenapa aku bisa percaya dengan sikap manisnya, omongan cinta yang hanya ilusi, dan wajahnya itu. Andai aki tak membangkang pasti semua ini tak aakn terjadi. Aku memang salah, terlalu bodoh dengan adanya cinta" gumam Lavina memaki dirinya sendiri yang menurutnya sangat bodoh, mau untuk dibohongi dengan sekedar kata-kata cinta.
"Aarrgggh!! Lelaki bre**sek." umpat Lavina. Dia membuang semua bantal dan guling ke sembarang arah, sehingga kamarnya menjadi berantakan. Sangkin marahnya Lavina bahkan melempar ponselnya ke dinding hingga pecah dan hancur.
Dia kembali mengacak-acak kamarnya, bahkan barang yang diberikan oleh Hans, seperti jam tangan, tas, perlengkapan make up. Semua dia buang, entah lah jadi apa sekarang kamar Lavina.
Dia menangis tersedu-sedu, wajahnya kusut dan rambutnya berantakan. Semua dilampiaskan oleh Lavina, sampai pada akhirnya karena kelelahan dia tertidur diranjang dengan berbalut selimut.
...******...
Clarissa mondar mandir sedang mencari sesuatu. Tapi entah itu apa, Ia membuka semua laci bahkan lemari namun yang dicari tak kunjung ketemu. Kendrick yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa aneh melihat Clarissa seperti orang yang mencari sesuatu.
Kendrick pun mendekatinya dan menegur. "Cari apa?" tanya Kendrick sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
"Hmm...buku" jawab Clarissa tanpa menoleh ke arah Kendaraan.
"Buku apa?" tanya Kentucky lagi.
__ADS_1
"Duh gunanya ya jelasinnya, Gak mungkin aku bilang kalau cari diary book. Nanti malah dia tanya-tanya terus" batin Clarissa bingung.
"Ditanya malah diam saja" gerutu Kendrick.
"Ya buku, aah udah lah kamu gak bakalan tau bukunya seperti apa. Jadi biar aku cari sendiri" ujar Clarissa membuat Kendrick memutar bola matanya malas.
"Ya sudah terserah kau saja, dibantu malah marah" gerutu Kendrick sembari berjalan ke lemari untuk mencari baju dan pergi ke ruang ganti.
Clarissa masih terus mencari diarynya namun tak kunjung ketemu, sampai Kendrick selesai berganti pakaian. Merasa risih dengan tingkah laku Clarissa, jadi Kendrick meminta dia untuk membuatkan jus jambu favoritnya ditambah dengan susu.
Akhirnya Clarissa mengiyakan dan pergi untuk membuatkan apa yang diminta oleh suaminya. Kebetulan dia juga haus jadi sekalian membuat untuk dirinya sendiri.
Selesai dari dapur Clarissa langsung kembalu ke kamarnya, tapi sebelum sampai dia sempat mengintip ke arah kamar Lavina. Ia ingin tau keadaan adik iparnya, karna dari tadi Clarissa tak mendengar omongan Lavina dari dalam kamarnya. Entah dia pergi atau enggak, Clarissa juga gak tau.
Sampai di dalam kamar Clarissa menaruh satu gelas yang dipegangnya ke atas meja. Setelah itu dia pergi ke balkon kamar, tempat yang selalu buat Clarissa mengeluarkan semua unek-uneknya atau pikiran yang mengganjal dihatinya.
"Claaarissaa!!" teriak Kendrick dari dalam kamar, membuat yang terpanggil langsung berlari masuk ke dalam kamar.
"Apa mas? Kok teriak gitu" gerutu Clarissa yang kaget ditambah kesal.
"Kamu mau meracuniku ya" ujar Kendrick.
"Hah, meracuni apa maksudmu mas" ucap Clarissa bingung.
"Ini jus kenapa rasanya gak karuan sih, kamu masukkan apa di dalamnya" kesal Kendrick.
"Gak masukin apa-apa ya cuma buah jambu, susu, sama gula sedikit." ucap Clarissa sembari menalar dan berpikir. "Eh.....sebentar mas" tambahnya lalu dia pergi ke balkon lagi untuk mengambil minuman yang juga dia buat sendiri.
Kemudian dia minum di depan Kendrick. Tapi tiba-tiba Clarissa langsung menyemburkan jusnya, karna rasa yang gak karuan. "Pruuuffh......Astaga kok gak karuan gini sih, apa tadi aku salah masukin gula dengan garam ya" ujarnya sembari mengusapi bibirnya yang basah.
"Tuh dah rasain sendiri kan......Mangkanya kalau mau buat apa-apa itu dilihat dulu, jangan main masukin aja. Nih bawa pergi sana, ganti sama yang baru harus sesuai. Gak sesuai jangan harap nanti malam bisa tidur disini" ucap Kendrick sembari menyerahkan gelas yang ada ditangannya kepada Clarissa.
"Ya ampun tega banget sih......Padahal ini hanya jus, dih aku yang jadi korbannya. Ini gara-gara buku itu kemana sih hilangnya" gumam Clarissa lirih sembari berjalan keluar namun masih bisa didengar oleh Kendrick walau pun samar.
Setelah Clarissa pergi Kendrick tersenyum melihat wajah Clarissa yang kesal ditambah bete'. Hanya gara-gara mikirin diary book yang hilang sampai membuat jus salah memasukkan gula menjadi garam. (Ada yang pernah ngalamin kayak Clarissa gak π₯ pas dicoba rasanya beda π.)
π
π
π
__ADS_1
Maaf ya author telat up nya ππ’ masih ujian maklumin ya, maaf baru bisa up lagi.
Boleh minta sedekahnya dari readers untuk menjadi semangatnya authorπ