Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 105 #Menghilang


__ADS_3

Clarissa membawa duduk Kheisen dikursi ruang keluarga, bersama Kendrick juga. Mereka berdua sedang mengajak bercanda Kheisen sampai membuat baby tuity itu tersenyum lebar.


"Dia tampan banget ya, mengalahkan aku loh. Padahal aku membuatnya tanpa sadar, kok bisa jadi sempurna gini" gumam Kendrick mengagumi putranya.


"Emangnya kamu samain anak kita sama adonan sampai sempurna. Eehh ngawur aja kamu mas, tentu dia tampan menirukan orang tuanya. Dih yakali anak aku lahir jadi dekil. Aku selalu berdoa sama Tuhan agar anak kita bisa tampan melebihi kamu dan gak jelek macam aku" sahut Clarissa menciumi pipi Kheisen dengan gemas.


"Siapa yang bilang kamu jelek, kamu itu cantik. Gak jelek kok, semua perempuan didunia ini itu cantik dan semua lelaki itu tampan. Allah sudah menciptakan hamba-Nya dengan sempurna. Mana ada perbandingan seperti itu" gerutu Kendrick, padahal dahulu dia menolak mentah-mentah istrinya dan sekarang malah dipuji-puji. Kalau dibayangkan bisa malu sendiri alias menelan ludahnya sendiri.


"Ya ampun mas kamu sudah seperti ustadz saja kalau ceramah. Hmm kamu emang berubah sekarang. Kenapa gak dari dulu jadi ustadz saja bisa memberi pencerahan untuk orang-orang yang gelap matanya." balas Clarissa sambil tertawa lirih.


"Hmm jadi ustadz rumah tangga saja. Kalau jadi ustadz dimasjid-masjid aku gak sanggup. Ilmuku cetek kalau soal agama. Dah lah bahas yang lain saja. Nanti kita ke rumah papa dan mama yuk, pasti mereka kangen sama kedua cucunya" ajak Kendrick.


"Yuk mas, aku juga kangen sama mereka. Kangen juga sama Yely. Anak itu gemesin bikin rindu aja" jawab Clarissa.


"Okey......." mereka pun kembali memfokuskan diri untuk bermain sama Kheisen.


πŸ€πŸ€πŸ€


Kediaman Danata.


Kendrick dan Clarissa sudah sampai untuk mengunjungi orang tua Clarissa. Kali ini Kendrick dan Clarissa berangkat berdua bersama anaknya juga diantar oleh Very. Sesampainya disana mereka disambut hangat oleh tuan Nevan dan nyonya Cantika. Kebetulan juga keluarga mereka berkumpul lengkap. Faero dan Eveline sedang ada dirumah juga. Kalau pagi Faero ke rumah mertuanya.


"Akhirnya kalian datang juga, mama sudah kangen sama cucu. Sini biar mama gendong" pinta nyonya Cantika mengambil alih Khalvan dari Clarissa.


"Kamu apa kabar Ken?" tanya Faero.


"Baik, seperti yang kakak lihat" jawab Kendrick ramah.


"Syukurlah, apa sudah ada perkembangan dengan kakimu Ken?"


Kendrick tersenyum sejenak. "Belum kak, sama-sama saja" jawak Kendrick.

__ADS_1


Faero merasa iba dengan kondisi adik iparnya. Selama lama kegigihan Kendrick untuk bisa jalan lagi, tapi belum ada hasil. Melihat adik kandungnya yang juga selalu sabar dan ikhlas merawat suaminya, membuat Faero sangat kagum. Melihat dari kesabaran yang mereka lalui sejauh ini. Membuat Faero juga merasa bangga.


"Sabarlah ini ujian untuk kalian, semoga kamu bisa cepat sembuh Ken dan kembali jalan normal" sahut tuan Nevan.


"Aamiin, makasih pa" balas Kendrick.


"Kalian mau menginap disini?" tanya nyonya Cantika.


"Enggak dulu ma, kasihan mama Mesya dirumah sendiri. Soalnya papa lagi keluar kota dan belum pulang. Lain waktu saja ya ma" balas Clarissa.


Tuan Alvero memang sesang berada diluar kota sejak tiga hari yang lalu dan belum kembali. Dia akan berada diluar kota selama lima hari. Jadi Kendrick dan Clarissa tak mungkin meninggalkan nyonya Mesya sendirian dirumah.


"Butikmu makin ramai sekarang Clari, pasti selama ini kamu sibuk karna urusan butik juga ya" ujar Eveline.


"Iya Vel, alhamdulillah. Ma maaf ya kalau pelanggan mama ada yang kabur ke aku" ucap Clarissa tam enak hati kalau harus jadi saingan toko mamanya.


"Heh ya gak pa-pa mama malah bangga sama kamu. Mama ini gak pernah merasa tersaingi dengan butikmu. Gak usah merasa begitu. Kalau butikmu terkena kami juga yang bangga. Dulu yang kamu gak dikenal banyak orang, sekarang otang berebut mencari kamu." sahut nyonya Cantika.


Sore itu dipenuhi canda tawa mereka yang menggema disetiap sudut rumah. Tawa karna gurauan, tingkah lucu, dan sikap yang membuat mereka selalu tersenyum. Keluarga mereka sudah berkumpul kembali dengan warna yang berbeda dari sebelumnya. Kehadiran anak adalah hadiah yang sangat luar biasa. Terutama sebagai pelengkap untuk hubungan mereka.


...🌺🌺🌺...


Malam harinya Kendrick dan Clarissa sudah pulang. Mereka juga sudah selesai makan malam. Khalvan dan Kheisen juga sudah tidur pulas ditempatnya. Sementara Kendrick dan Clarissa berada dibalkon kamar menikmati angin malam yang dingin ditambah sinar bulan purnama dan bintang-bintang yang berkerlap-kerlip. Suasana ini sudah lama tak mereka rasakan. Kini keduanya kembali duduk sana seperti dahulu. Tempat yang disukai keduanya.


Clarissa mengeluarkan sebuah kotak yang dipegangnya sejak tadi lalu diberikan kepada suaminya. Kendrick bingung apa yang ada dalam kotak tersebut, Clarissa hanya menyodorkan itu dan menyuruhnya untuk membuka. Kendrick tak banyak bertanya dan meraih kotak tersebut lalu dibuka olehnya. Sungguh Kendrick sangat terkejut melihat isinya. Dia kira benda itu tidak ada lagi karna Clarissa tak pernah membahasnya. Sebuah diary book yang pernah dititipkan kepada Farghan dahulu. Kendrick sungguh tak menyangka diary itu masih ada bahkan masih lengkap.


Tatapannua mengarah keoada Clarissa seolah bertanya-tanya. Apakah selama ini buku itu masih tersimpan rapi dibawa oleh Clarissa? Bahkan masih tersimpan rapi.


"Ternyata diaryku kamu yang bawa mas dan kamu membuat diarymu sendiri. Karena diary itulah aku kembali padamu. Diarymu sudah memberi tau aku yang sebenarnya. Kalau tidak ada diary itu, mungkin aku sudah pergi jauh dari kehidupanmu mas. Dan aku baru tau kalau kamu diam-diam setiap malam membaca bukuku. Padahal disitu ada kata sandi dan digembok juga. Bagaimana bisa kamu melihatnya, sementara gembok itu ada di aku" ucap Clarissa menjelaskan sekaligus bertanya krana penasaran.


"Kamu lupa untuk mengunci gemboknya saat awal dan lupa juga tidak kamu sandi. Aku sebenarnya memang penasaran sebab setiap malam kamu pergi kesini untuk menulis. Saat malam itu mungkin keberuntunganku bisa membuka diarymu. Disitu aku tau kamu sering curhat tapi bukan ke siapapun melainkam buku ini. Dan malam berikutnya kamu sudah sandi tapi lupa digembok. Aku iseng memasukkan kata sandi pernikahan kita dan ternyata benar. Yaa begitu pada Akhirny aku memutuskan untuk mengambil diary itu dan memberikannya kepadamu bersama diaryku." jelas Kendrick panjang lebar dan Clarissa pun mengerti sekarang.

__ADS_1


"Hmm menarik. Kalung ini pemberian kamu kan? Kemarim-kemarin aku pakai terus saat kamu koma dan aku lepas saat kamu sudah bangun. Jadi aku mau sekarang kamu pakaikan lagi ya mas" pinta Clarissa, Kendrick tersenyum dan mengamb kalung tersebut dari kotaknya lalu memasangkannya dileher Clarissa. Keinginan Ken memang itu, memasangkan kalung tersebut.


"Terima kasih sayang sudah mau kembali bersamaku dan menerimaku lagi disisimu setelah apa yang sudah aku lakukan" ucap Kendrick kembalu mengingat perbuatannya.


"Sudah lah mas gak perlu dibahas lagi. Tidur yuk" ajak Clarissa.


"Ayo, tapi tunggu dulu" cegah Kendrick sepertinya ingin mengatakan sesuatu.


"Iya ada apa?" tanya Clarissa tak jadi berdiri dan duduk kembali.


"Maafkan aku gak bisa memberikan nafka batin kepadamu. Dengan kondisiku yang seperti ini, aku gak bisa apa-apa" ucap Kendrick, memang selama dia lumpuh. Kendrick tak pernah memberikan nafka batin kepada Istrinya. Untuk bergerak saja susah bagaimana bisa melakukan itu. Dan Clarissa paham sekali dengan keadaan suaminya.


"Gak pa-pa mas, aku mengerti. Kalau kamu sembuh juga bisa melakukannya. Lagian juga sudah ada Khalvan dan Kheisen, memang kamu mau nambah anak berapa. Mereka saja belum genap satu tahun" balas Clarissa sambil tertawa lirih.


"Aihh banyak pun boleh lah" jawab Kendrick cengir.


"Enak saja, aku yang susah. Mereka saja udah cukup" ujar Clarissa cemberut mendengar ucapam suaminya.


"Nambah lah, aku pengen anak kembar perempuan sayang. Biar lengkap gitu, cowok cewek kembar." ujar Kendrick memasang wajah polosnya.


"Aishh mana bisa mas diatur macam tuh, ya terserah yang memberi. Kalau pun aku hamil lagi dan gak sesuai dengan keinginanmu ya sudah" pungkas Clarissa heran. Kalau dipikir mana bisa begitu, hamil Khalvan sama Kheisen saja Clarissa tak akan menyangka melahirkan bayi kembar.


"Program kan bisa sayang, usaha dulu lah setelah nya kita serahkan sama yang diatas" ucap Kendrick.


"Ya sudah lah terserah kamu mas" Clarissa memilih mengalah dari pada harus mendebatkan masalah anak terus. Toh dia sendiri gak tau bisa hamil lagi atau enggak.


"Ayo tidur dah malam" ajak Clarissa, lalu ia mendorong kursi roda suaminya untuk masuk ke dalam kamar.


Setelah itu mereka pun tidur bersama dan saling berpelukan. Clarissa sekarang jadi sulit tidur kalau rambutnya atau kepalanya tidak diusap-usao oleh suaminya. Entah kebiasaan dari mana datangnya itu. Clarissa pun jadi bingung.


Mereka sudah terlelap beberapa jam setelah dari tidurnya. Clarissa beberapa kali berpindah posisi, dari kanan lalu menghadap ke kiri. Sampai tangannya merentang mencari seseorang yang biasa memeluknya. Diraba-raba olehnya dengan mata yang masih tertutup. Tempat disampingnya berasa kosong. Akhirnya Clarissa membuka matanya untuk melihat kebenarannya. Dan memang benar suaminya tak ada disampingnya. Bahkan kursi rodanya pun juga tidak ada.

__ADS_1


Mata Clarissa langsung terbuka lebar. Gak biasanya Kendrick akan pergi begitu saja tanpa Clarissa. Biasanya kalau mau ke kamar mandi suaminya pasti akan membangunkan Clarissa untuj minta diantarkan. Tapi ini lain, Clarissa tak merasa ada yang membangunkn tadi. Dikamar mandi pun kosong setelah dicek oleh Clarissa. Ia pun melihat jam di ponselnya yang masih menunjukkan jam dua dini hari. Clarissa cari dibalkon pun juga tidak ada. Akhirnya Clarissa mencari ke luar kamarnya. Banyak lampu yang sudah dimatikan dan hanya disisakan beberapa lampu saja


__ADS_2