
~♥~ Story Day ~♥~
❍ Diamlah jika tidak bisa berkata baik saat emosi sedang meluap. Jangan sampai perkataan yang keluar dari mulut akan menyakiti hati orang lain dan menjadi petaka untuk diri sendiri. Jika perkataan yang keluar salah dan diammu juga salah. Lebih baik diam dari pada menghabiskan tenaga untuk berteriak. Kalau memang bersuara dan diam sama-sama tak ada benarnya.
❍ Ada waktunya kamu bersuara dan ada saatnya diam. Bersuara lah kalau memang benar dan tidak menyinggung. Diamlah jika merasa perkataanmu yang akan menyakiti hati yang lain. Karna untuk menghilangkan rasa sakit dalam hati orang tidak mudah jika orang tersebut tak mau memaafkan. Maka dosa akan diberikan pada orang yang menyakiti dan tidak akan mendapat ampunan jika orang yang kamu sakiti belum memaafkan.
...≧≦≧≦≧≦≧≦ʕ•ε•ʔ≧≦≧≦≧≦≧≦...
Di halaman samping rumah yang penuh dengan tanaman bunga bermacam jenia dan berbagai warna. Eveline duduk termenung sendirian, pandangannya lurus ke depan. Tangan kanan mengelus perutnya. Ia sangat merindukan Faero. Eveline ingin suaminya bisa jemput segera. Pun ia juga tidak bisa menebak kapan. Melihat kemarahan dan cueknya Faero saat itu sudah pasti dia perlu waktu lama untuk meredamkan emosinya.
Ting.
Nofikasi masuk ke ponsel Eveline. Awalnya hanya dilirik saja oleh Eveline, saat tau dari Clarissa barulah pesan tersebut dibuka olehnya. Clarissa mengirim sebuah pesan suara yang lumayan panjang. Dan ditambah pesan lain yang ditulis oleh Clarissa.
📩"Bukalah, tapi jangan terkejut" pesan dari Clarissa.
Karena penasaran akhirnya Eveline membuka pesan suara tersebut. Ia mulai mendengarkan dan menelisik siapa berbicara dalam pesan suara yang dikirim oleh Clarissa. Sampai disuatu titik akhirnya Eveline menyadari suara tersebut. Suara yang tidak asing baginya. Ada suara lelaki dan perempuan, tapi Eveline tidak mengenal suara lelaki di dalamnya dan hanya tau suara perempuan itu.
Apalagi Eveline dibuat terkejut dengan kejujuran perempuan yang ada dalam pesan suara tersebut. Yang artinya Clarissa sudah menemukan bukti? Apakah itu benar?. Pikir Eveline.
Lalu Eveline melakukan panggilan video call dengan Clarissa. Karna rasa penasarannya yang tinggi dan ia ingin mendengar langsung penuturan dari Clarissa mengenai isi pesan suara tersebut. Satu kali panggilan tidak dijawab oleh Clarissa. Kemudian Eveline mengulang kembali kedua kali. Kali ini diangkat oleh Clarissa.
"Apa benar yang kamu kirim tadi Clari?" serca Eveline menyerobot dengan pertanyaan.
📲 "Salam dulu lah Vel, baru juga nongol udah diserbu dengan pertanyaan." ucap Clarissa mengingatkan.
"Assalamu'alaikum. Maaf lah aku penasaran soalnya." jawab Eveline cengengesan.
📲 "Wa'alaikumussalam. Kamu kenal gak sama suara didalamnya?" tanya Clarissa dari seberang.
"Kalau perempuannya iya tapi kalau yanh lelaki enggak. Bentar aku tebak ya, Jennie bukan?" tanya Eveline memastikan.
📲 "Yups benar. Aku gak nyangka sih, kalau tau dia dari awal sudah ku tangkap direstoran itu juga. Pantes sih dia langsung ngilang gitu aja." kata Clarissa dengan wajah yang marah.
"Kamu dapat dari mana bukti pesan suara itu Clar? Sampai sekarang kan polisi masih menyelidiki belum ada kepastian. Bukti saja masih kurang." sahut Eveline mempertanyakan apakah bukti itu dari pihak berwajib atau dari pihak lain.
📲 "Memang ini bukti aku yang cari sendiri Vel, nunggu polisi kelamaan. Nyatanya sampai detik ini polisi juga gak kunjung kasih kabar. Jadi aku menyuruh orang buat menyelidiki ini semua. Dan asla kamu tau ya, ternyata supir itu dibungkam mulutnya sama Jennie. Jadi dia dijanjikan sama Jennie, kalau di mau tutup mulut maka keluarganya akan ditanggung kebutuhannya sama si Jennie. Bodoh sih dia mau aja" jelas Clarissa membuat Eveline melongo dan terkejut.
Bagaimana bisa Clarissa menyuruh orang? Kapan?
Dia saja jauh dari Indonesia, lalu orang itu dari mana asalny?
Pikiran Eveline penuh dengan berbagai pertanyaan yang siap untuk dilontarkan kepada Clarissa saat itu juga.
📲 "Noh lihat yang barusan aku kirim. Jelas sekali keluarga dia gak diurusi sama Jennie. Memang bodoh sih kalau menurutku. Mana mau Jennie memberi biaya cuma-cuma gitu. Dasarnya dia pelit." ucap Clarissa melihat respon Eveline hanya diam saja.
"Oke nanti aku lihat. Sekarang jawab pertanyaanku, orang yang kamu suruh itu siapa dan kamu kenal dimana? Sedangkan kita saja beda negara Clar." sahut Eveline merenteti Clarissa dengan berbagai pertanyaan.
📲 "Ada supir nya mas Kendrick dirumah" Clarissa menjawab tanpa beban pun. Supir? Mana bida supir melakukan itu? Pikir nya Eveline.
__ADS_1
"What!! Supir!! Yang benar saja Clar?" Eveline sangat terkejut saat Clarissa mengatakan orang suruhannya adalah supir dirumah Kendrick.
📲 "Iya benar, dia memang supir dirumahnya mas Kendrick. Namanya Very, masih ingat gak kamu Vel sama nama itu?" tanya Clarissa tersenyum miring.
"Hah!! Very? Sebentar kok aku ngerasa kayak pernah denger nama itu ya tapi dimana?" Eveline mengingat-ingat kembali apakah dia pernah bertemu atau punya kenalan orang yang bernama Very.
📲 "Sini aku ingetin lagi. Very itu orang yang aku benci dan kamu benci. Sekitar 10 tahun lalu kita pernah bertemu dengan dia. Hal menyakitkan yang pernah aku rasakan" seketika Eveline langsung teringat dengan lelaki tersebut. Lelaki yang benar-benar membuat hidup mereka berdua berubah. Terlebih Clarissa yang harus menderita.
"Di-dia Very, ke-kena-pa kamu mempekerjakan dia dirumah Kendrick Clar" ucap Eveline terbata-bata karna rasa gugup bercambur kaget. Dia masih gak percaya saja.
📲 "Mas Kendrick yang mempekerjakan dia. Sepertinya dia sudah ada sebelum aku masuj rumah mereka. Hanya saja aku yang gak tau jarang lihat. Dan saat bertemu denganku di rumah saat itu, dia gak begitu ngenali sih wajahku. Aku juga awalnya gak tau kalau itu Very. Tau-tau pas waktu itu aku keluar dari rumah sakit deh kalau gak salah sih aku lupa." jelas Clarissa memegang gelas berisi air dan meminumnya.
"Terus kok bisa kamu menyuruh dia untuk menyelidiki kasus ini? Apa kalian sudah pernah berbincang sebelum kamu ke London?" tanya Eveline lagi.
📲 "Iya, aku waktu itu ngajak dia untuk bertemu. Ingat gak saat itu aku pernah minta izin untuk keluar sebentar tapi sendiri tanpa kamu? Lima hari sebelum berangkat" Clarissa mengingatkan Eveline lagi pada memori sebelum dia berangkat ke London. Saat itu memang Clarissa meminta izin untuk keluar sebentar tapi sendirian. Kebetulan juga Eveline sedang keluar, jadi dirumah benar-benar sepi. Mamanya pun dibutik. Jadi Clarissa leluasa untuk keluar.
"Gak tau lah, aku pulang kan tau-tau kamu udah dirumah" ujar Eveline.
📲 "Ya pokoknya aku keluar tanpa kamu, izinnya ke bi Heti saat itu." timpal Clarissa.
Mereka terus berbincang tanpa henti. Sebab Eveline masih terus mempertanyakan banyak hal. Karna rasa penasarannya yang tinggi. Membuat Eveline melintarkan berbagai pertanyaan dan dengan sabar Clarissa menjawab.
...~☆~☆~☆~☆~...
Flassback On Clarissa.
Clarissa berjalan menyusuri cafe dan menuju ruang VIP yang memang sudah di pesan olehnya. Ia menunggu orang yang dia ajak untuk bertemu. Lima menit dari kedatangannya, seorang pria datang menghampiri Clarissa. Pria itu memang sengaj diajak bertemu oleh Clarissa.
"Ada apa ya, nona mengajak saya bertemu disini?" tanya Very.
"Kau tidak mengenalku Very?" bukannya menjawab Clarissa malah balik bertanya sambil minum moccacino yang tadi dipesannya.
Very hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Clarissa. Raut wajahnya langsung berbeda saat Clarissa mempertanyakan hal itu.
"Sepertinya kau masih ingat, yakan? Gak mungkin kau lupa denganku" Clarissa tersenyum mengejek.
"Kenapa hanya diam? Katakanlah sesuatu" tambah Clarissa karna melihat Very hanya diam saja.
"Tentu saya tidak mengenal anda nona kalau sebelum menikah dengan tuan." jawab Very.
"Munafik kau Very! Katakan saja kalau kau memang mengenalku. Sekarang hanya ada aku dan kau, kenapa tidak mau membunuhku sekarang saja?. Bukankah itu keinginanmu dulu Very?" ucap Clarissa berdiri dihadapan Very sambil mencondongkan wajahnya ke arah Very.
Sontak Very langsung memundurkan posisinya. "A-apa maksud anda nona?" tanya Very gugup melihat tatapan tajam dari Clarissa.
"Ck, Baiklah aku akan mengenalkan diriku kembali. Clarissa Yein Danata, perempuan kecil yang dulu kau dan teman-temanmu itu menganggapku sampah!! Kalian menghancurkan hidupku, iya kalian memang berhasil. Tapi jangan senang dulu karna aku kembali untuk membalas kalian semua!!" tekan Clarissa membuat Very langsung bergidik ngeri melihat tatapan buas Clarissa.
"Maafkan aku Clarissa, aku khilaf waktu itu. Jennie terus memaksaku untuk menuruti permintaannya. Aku dibutakan oleh cinta saat itu sampai gelap mata. Aku baru sadar kalau Jennie hanya memanfaatkan aku saja. Maafkan aku" Very bersujud dikaki Clarissa untuk meminta maaf.
Very memang pada saat itu negitu mencintai Jennie sampai mau melakukan apapun demi bisa mengambil hati Jennie. Tapi karna cintanya yang terlalu besar dan dia mudah dibodohi akhirnya Jennie bisa memanfaatkan Very untuk membantunya membalas Clarissa dan juga Eveline.
__ADS_1
Clarissa tersenyum miring melihat Very yang meminta maaf padanya. "Bangunlah, aku seperti orang kejam saja." Clarissa kembali duduk disofa.
"Aku sudah memaafkanmu, tapi kau harus membantuku"
"Membantu apa nona?" tanya Very kembali duduk lagi.
"Panggil namaku saja. Gak perlu basa basi aku mau kau mencari bukti siapa yang sudah merencanakan kejahatan untuk mencelakaiku. Tapi tunggu polisi sampai menemukan bukti. Kalau sampai mereka tak kunjung berhasil, kau harus bergerak. Aku curiga Jennie dalang dibalik semuanya." tegas Clarissa dengan mata yang berapi-api.
"Kenapa kamu mencurigai Jennie?" tanya Very.
"Dia tiba-tiba menghilang saat direstoran itu dan perkataan Eko (nama supir yang menabrak) yang gak masuk akal" papar Clarissa.
"Baiklah aku akan membantumu. Walau pun ini semua mungkin tidak akan bisa menggantikan apa yang sudah aku lakukan kepadamu." ucap Very langsung menyetujui permintaan Clarissa.
"Bagus lah, masalah bayaran bisa diatur nanti." perkataan Clarissa langsung disela oleh Very.
"Kamu gak perlu membayarku, anggap saja ini sebagai permintaan maafku. Yaa mungkin gak akan setara dengan apa yang sudah aku lakukan." sahut Very.
"Ya sudah kalau itu mau mu." Clarissa melihat jam tangannya sejenak. "Aku harus pergi, sekarang jangan kerjakan apa yangku minta tadi. Tunggu aku mengabarimu." tambah Clarissa.
"Oke...." jawab Very.
Lalu Clarissa meninggalkan Very diruangan itu sendiri. Ia lantas pergi keluar untuk pulang. Setelah kepergian Clarissa, Very berniat untuk pulang juga. Tapi matanya tak sengaja tertuju pada sofa yang diduduki Clarissa tadi. Ia melihat secarik kertas disana yang terselip dibawah banyak sofa.
Diambil oleh Very lalu dia melihat ternyata itu adalah sebuah cek. Nominalnya juga sangat besar, ada kertas juga disana.
"Sepuluh juta, banyak banget" gumam Very lalu dia membaca kertas tersebut.
📝Gunakan uang ini untuk kebutuhanmu dan keluargamu. Aku gak akan sejahat itu, walau pun memang perlakuanmu dulu menyiksaku. Aku sudah memaafkan. Gunakan uang ini sebaik-baiknya. Aku tau sebenarnya hatimu baik.
^^^Clarissa. ^^^
"Hatimu memang lembut Clarissa. Terima kasih, aku akan membalas semua kebaikanmu." Very pun pergi meninggalkan cafe tersebut dengan rasa haru. Ia bawa cek tersebut dan dia pergi mengendarai mobil yang biasa dia gunakan untuk mengantar Mesya. Sekalian dia mau diservice.
Flassback Off Clarissa.
🍀
🍀
🍀
...Maaf ya readers tersayang lambat up nya 🙏....
...Klik jempolnya biar othor semangat ekstra 🤭....
...Mampir di karya author yang lain😉....
...IG Othor ☞ @imeilda_08...
__ADS_1
...See you all, by by👋...