Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 54 #Penuh Kekecewaan


__ADS_3

Clarissa hanya bisa terdiam tak menjawab. Dia tak tau harus mengatakan apa dan menjelaskan bagaimana. Keadaannya saat ini tak memungkin untuk dia bisa mengatakan sejujurnya. Tapi semua itu sudah terwakili dengan Eveline yang langsung membuka suara.


"Tadi Clarissa berlari keluar saat tau kalau Kendrick selama ini selingkuh dibelakangnya. Dan perempuan itu adalah Jennie. Dia datang menemui Kendrick dan mengatakan semuanya" Eveline berasa geram untuk tidak mengatakan semuany.


"Eveline!" Clarissa mengarah tajam pada Eveline yang asal menjemplak saja.


"Gak usah kamu berbohong hanya untuk menutupi semua kebusukan suamimu" Eveline bersendekap dada.


Clarissa hanya bisa menunduk, mendengar Eveline menjelaskan semuanya.


Tuan Alvero maupun nyonya Masya sangat terkejut. Mereka selama ini tidak tau kebusukan putranya. Rahang tuan Alvero mengerang menahan amarah yang sudah meluap-luap. Seolah tidak cukup hanya dengan menyakiti istrinya, kini Kendrick malah semakin membuat semua keluarganya kecewa.


Terutama Clarissa yang kini hatinya hancur berkeping-keping. Tak terbayang semua ini akan menimpanya.


Nyonya Mesya tak kuada menahan tangis. Ia tumpahkan semuanya di pelukan Clarissa. Rasa khawatir bercampur rasa marah dan kecewa semua menjadi satu. Clarissa hanya bisa membalas pelukan tersebut sembari mengusap lembut punggung mertuanya.


"Bagaimana dengan donor darahnya, apakah cocok?" ucap Michael memecahkan keheningan yang disertai tangisan.


"Alhamdulillah, golongan darah kami cocok. Semoga saja setelah ini keadaan kak Kendrick membaik" balas Lavina yang berdiri di samping Michael.


"Alhamdulillah" ucap mereka serempak.


Mereka semua masih menunggu kabar selanjutnya dari Farghan. Untaian doa tak henti-hentinya terucap dari mulut mereka terutama nyonya Mesya yang sangat mengkhawatirkan keadaan putranya.


*


*


*


*

__ADS_1


Tuan Nevan dan istrinya serta Faero sudah berada di rumah sakit sejak beberapa menit yang lalu. Mereka dikabari oleh Eveline, mendengar kabar yang tak mengenakkan itu. Mereka bergegas pergi menuju rumah sakit.


Melihat kedatangan kedua orang tuanya, Clarissa langsung menyambut nyonya Cantika dengan pelukan hangat. Tak lupa menyalami mereka terlebih dahulu. Belum juga mereka saling mengobrol Farghan keluar dari ruang UGD untuk memberi kabar yang tentu tak enak untuk di dengar.


Nyonya Mesya langsung menyambat dengan beberapa pertanyaan dan jawabannya membuat hatinya hancur berkeping-keping. Sama hal nya dengan mereka yang mendengarnya, semua yang mereka harapkan tak seindah yang dibayangkan.


"Bagaimana keadaan Kendrick, Farghan?" nyonya Mesya mendekat berharap ada kabar bahagia.


"Tante dan om yang sabar, memang Kendrick sudah mendapat pendonor yang cocok. Tapi... " Farghan sangat berat sekali untuk melanjutkan ucapannya, wajah yang pucat sudah bisa menunjukkan apa yang terjadi.


"Tapi apa?" nyonya Mesya geram ingin segera mengetahui kondisi anaknya.


"Setelah di cek semuanya dan melakukan foto rongsen. Ternyata tulang belakang Kendrick mengalami kerusakan akibat benturan yang cukup kuat. Dia juga mengalami patah tulang dibagian tangan kirinya. Dan ada keretakan juga dibagian tulang tengkoraknya. Kemungkinan besar Kendrick tidak akan bisa jalan selamanya."


Semua orang terpukul terlebih nyonya Mesya yang masih berusaha menahan berat tubuhnya agar tak ambruk. Clarissa juga langsung menutup mulutnya tak percaya.


"Sekarang Kendrick mengalami koma, aku tidak tau kapan dia bisa sadar. Yang sekarang dia butuhkan hanya doa dari kita semua. Kendrick akan dipindahkan ke ruang ICU" penjelasan Farghan sebelumnya masih belum bisa membuat mereka reda dengan tangisannya, sekarang malah ditambah dengan paparan dia yang mengatakan Kendrick koma.


Sementata Clarissa masih menunggu diluar ditemani oleh kedua orang tuanya serta ada Faero dan Eveline disana. Clarissa masih termenung dan syok mendengar penjelasan Farghan tadi.


Padahal baru saja tadi dia mendengar suaminya menyatakan cinta dengan senyum yang menerka lebar. Sekarang dia harus melihat suaminya dalam keadaan terbaring lemah tak bersaya, berjuang antara hidup dan mati.


"Clarissa, kita pulang dulu yuk. Ganti bajumu dan istirahatlah dulu." nyonya Cantika tak tega melihat putri kecilnya termenung berlinang air mata.


Clarissa sudah sangat lelah ditambah rasa kecewanya yang begitu dalam terhadal Kendrick. Ia pun mengangguk saat sang mama meminta dia untuk pulang.


Clarissa berpamitan terlebih dahulu kepada Lavina agar menyampaikan kepada mertuanya. Ia tak sempat untuk berpamitan langsung, karna rasa kecewa yang begitu besar dalam hatinya. Clari pun langsung pergi bersama kedua orang tuanya serta Faeri dan Eveline.


Tinggal Lavina, Alifa, dan Michael yang setia menunggu. Farghan juga masih mengurus perawatan Kendrick di dalam bersama Dokter Ridwan. Keadaan Kendrick cukup serius dan butuh perawatan yang intensif. Masih banyak yang harus di cek oleh mereka tentang keadaan Kendrick.


...<<<<<≧ω≦>>>>>...

__ADS_1


"Kamu gak usah temuin lelaki itu lagi, dia sudah kena karmanya. Lelaki seperti dia itu gak pantas untuk kamu" tuan Nevan masih geram dan ingin sekali menonjol wajah Kendrick sampai puas.


"Astagfirullah, jaga ucapan papa. Kalau bukan karna Kendrick tadi yang menyelamatkan Clarissa, mama gak bisa bayangin pasti sekarang Clarissa yang ada di posisi Kendrick" nyonya Cantika masih setia mengelus pundak putrinya untuk memberi kekuatan dan semangat.


"Tetap saja ma, lelaki itu memang suka mainin perempuan. Memangnya putri kita ino boneka yang bisa di permainkan seenaknya" tuan Nevan bersendekap dada duduk didepan dan Faero yang menyetir mobilnya. Sementara Eveline dan nyonya Cantika duduk dikursi belakang menemani Clarissa.


"Harusnya papa bersyukur putri kita gak kenapa-napa. Situasi lagi begini masih saja nyalahin orang" gerutu nyonya Cantika.


Tuan Nevan pun hanya terdiam tak menanggapi ucapan istrinya lagi. Ia tak mau berdebat yang akan semakin memperburuk suasana. Ditambah putrinya lagi dalam keadaan perasaannya hancur.


Sampai dirumah tak ada lagi perbincangan diantara mereka. Clarissa langsung pergi ke kamarnya dan langsung menutup pintu. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh Clarissa sejak dalam perjalanan pulang tadi. Ia banyak diam dan melamun.


Di dalam kamar Clarissa langsung membersihkan diri, berganti pakaian, dan merebahkan bobot tubuhnya ke kasur yang empuk. Matanya menerawang ke langit-langit kamar. Pikirannya masih membayangkan kejadian barusan tepat di depan matanya. Bagaimana darah yang terus mengalir dari tubuh suaminya, hingga kata-kata terakhir yang terucap dari mulutnya.


"A-k-ku c-i-n-ta k-ka-mu"


Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di dalam pikiran Clarissa. Ia meragukan ucapan suaminya, sebab rasa sakit yang ditorehkan oleh Kendrick sangat dalam di hatinya. Sangat sulit bagi Clarissa untuk mempercayai segala ucapan yang keluar dari mulut Kendrick. Bahkan kata-kata terakhir yang terucap di bibir nya.


"Kenapa, kenapa semua ini harus terjadi padaku. Aku sudah sangat percaya padamu tapi apa yang sudah kamu lakukan sangat sulit untuk aku percaya lagi" Clarissa menangis sesegukan dengan posisi tengkurap.


"Aaargh, kau jahat" bantal yang tadinya untuk menyanggah kepala Clarissa, dia buang ke sembarang arah. Pikiran nya sangat kacau hari ini.


Tubuhnya yang capek membuat Clarissa tertidur, setelah puas meluapkan kemarahannya. Sekarang dia belum bisa berpikir jernih karna emosi dalam dirinya masih meluap-luap.


...💮💮💞💮💮...


Apakah Clarissa akan meninggalkan Kendrick?


Tunggu part selanjutnya


Bagi sedekahnya ya biar berkah 🤗

__ADS_1


__ADS_2