
"Apa! Lavina mau melahirkan, ya sudah mama akan temenin mereka. Kamu jaga Khalvan dan Kheisen saja di rumah." nyonya Mesya terkejut tatkala Clarissa memberi tau kalau Lavina akan melahirkan. Ia pun bergegas ke ruang tamu diikuti Clarissa yang mengekor dibelakang.
"Iya ini kamu mau melahirkan nak sepertinya. Kalau gitu ayo kita antar ke rumah sakit. Kamu jaga Khalvan dan Kheisen saja dirumah ya Clarissa." ujar nyonya Mesya panik.
"Tapi keperluan Lavina yang lain seperti baju kan ada dirumah sana. Niatnya tadi aku mau ambilkan kesana terua dibawa ke rumah sakit" balas Clarissa.
"Sudah masalah keperluan Lavina nanti kita ambilkan ke rumah Michael. Kamu kan harus jaga Khalvan dan Kheisen. Besok saja kalau kamu mau menemui Lavina" sahut Alifa sembari meminta persetujuan kepada Farghan.
"Iya gak pa-pa biar kami saja yang mengambilkannya. Sekalian nanti aku beri tau tante Rita sama om Darman.
"Ya sudah, kalau gitu hati-hati ya kalian. Nanti beri tau kalau sudah sampai sana" ucap Clarissa.
"Iya, ayo Chel bawa istrimu. Kasihan udah kesakitan dari tadi." Michael pun menggendong Lavina ke dalam mobil.
Ia pun mengemudikan mobilnya dan nyonya Mesya menemani Lavina dikursi belakang sembari menengkannya. Makin lama rasa sakit yang muncul semakin kuat. Membuat Lavina memegang tangan nyonya Mesya semakin erat. Michael yang menyetir merasa panik, tapi ia juga harus fokus menyetir.
Sementara Farghan dan Alifa pergi ke rumah Michael untuk memberi tau kedua orang tua Michael. Sekalian mengambilkan keperluan Lavina yang sudah dipersiapkan oleh mereka berdua sejak jauh-jauh hari. Agar saat waktu melahirkan tiba, mereka gak panik untuk mempersiapkan segalanya.
🥀
🥀
🥀
🥀
Dikamarnya Clarissa sedang menidurkan Kheisen yang terbangun. Tadi ia sudah memberi tau tuan Alvero kalau nyonya Mesya menemani Lavina ke rumah sakit untuk lahiran. Awalnya tuan Alvero ingin menyusul, tapi ditahan oleh Kendrick. Karna sudah malam, besok juga bisa pergi ke rumah sakit bersamanya. Setelah Kheisen tertidur kembali, Clarissa meletakkannya lagi diranjang bayi.
Clarissa melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi sebentar untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Dan Kendrick sudah berada diatas ranjang. Setelah dai kamar mandi Clarissa pergi menuju lemari untuk mengganti bajunya dengan piyama tidur. Saat ia mengambil piyama, mata Clarissa tertuju kepada laci yang berada di lemari tersebut. Dibukanya sama Clarissa dan disana tempat Clarissa menyimpan perhiasannya. Dan matanya tertuju pada sebuah kotak perhiasan yang didalamnya berisi cincin.
__ADS_1
Cincin itu pemberian dari Kendrick dahulu, Clarissa masih ingat betul dengan cincin tersebut. Selama ini ia simpan dilemari, karna kalau pun dipakai juga tidak pas ditangannya. Entah saat itu pikiran Kendrick dipenuhi dengan apa sampai membelikannya cincin yang ukurannya tidak pas dijarinya. Namun kata-kata suaminya teringat kembali dibenak Clarissa.
'Iya memang. Tapi cincin itu tidak harus kamu pakai sekarang, melainkan nanti. Entah lah aku merasa suatu saat kamu akan berubah dan cincin itu akan muat dijarimu. Untuk sekarang simpan saja itu.'
Clarissa pun iseng untuk mencoba kembali cincin tersebut ke jarinya. Dan tanpa disangka cincin itu muat dijarinya. Padahal dahulu pernah dicoba oleh Clarissa dan tidak muat. Dengan hati yang gembira Clarissa berlari menuju ranjang dan langsung memeluk Kendrick.
Kendrick heran dengan sikap Clarissa yang tiba-tiba berlari ke arahnya dan memeluknya. "Maaass! Lihat...lihat ini. Cincin kamu belikan dulu bisa aku pakai. Aah aku senang sekali" ujar Clarissa antusias sembari menunjukkan cincin yang melingkar dijarinya.
Kendrick tak menyangka kalau istrinya bakalan menyimpan cincin pemberiannya sampai sekarang. Kendrick gak berharap kalau Clarissa akan mau menerima bahkan menyimpan cincin tersebut. Dan perkataannya dahulu bisa terwujudkan sekarang. Padahal dulu Kendrick hanya sekedar berucap dan tak menganggap serius perkatannya.
"Mas lihat bagus kan? Mas....Mas!"
"Ah iya bagus kok" Kendrick gelagapan menjawab perkataan Clarissa, ia terkejut karna Clarissa membuyarkan lamunannya.
"Kamu kenapa melamun?" tanya Clarissa.
"Gak pa-pa, aku cuma gak menyangka saja kalau kamu masih menyimpan cincin itu. Aku kira setelah pertengkaran kita, kamu akan membuang cincinnya. Terima kasih sudah mau menyimpannya" ucap Kendrick.
"Padahal aku hanya bicara asal saat itu. Eh malah menjadi nyata, beruntung kamu gak membuangnya sayang" Kendrick ikut tertawa melihat istrinya tersenyum bahagia.
"Ya enggak lah, ini kan pemberian pertama darimu. Cincin ini akan selalu melingkar dijariku." ucap Clarissa penuh bahagia.
"Pakai lah terus aku ingin melihatnya. Cup" balas Kendrick lalu mencium pipi Clarissa sekilas.
"Oke sayang" balas Clarissa. "Aku ganti baju dulu ya sebentar" Kendrick pun lantas mengangguk.
'Kamu sekarang makin cantik Clarissa. Pasti orang-orang yang pernah mencampakkanmj akan menyesal melihat perubahanmu yang sekarang. Kamu yang sekarang lebih kuat dan tangguh, tidak seperti dulu yang lebih memilih diam. Aku gak bisa membayangkan hidupku tanpamu. Beruntung diriku mendapatkan perempuan sepertimu. Hatimu begitu lembut dan sabar, bahkan kamu gak pernah mengeluh untuk merawatku. Padahal aku tau kamu capek.' batin Kendrick memandang tubuh Clarissa yang memasuki ruang ganti.
Tak berselang lama Clarissa kembali, lalu naik ke atas ranjang untuk tidur. Sebelum tidur rutinitas mereka adalah saling bercerita. Entah apapun itu, mereka sempatkan untuk mengobrol sejenak. Clarissa belum bisa tidur, jadi Kendrick menemaninya untuk mengobrol sejenak.
__ADS_1
"Kenapa gak bisa tidur? Adakah yang kamu pikirkan?" tanya Kendrick.
"Enggak juga sih. Gak tau aku mas, gak ngantuk aja" jawab Clarissa memang kenyataannya begitu. "Udah ada kabar dari mama belum mas tentang Lavina?" tanya Clarissa dari tadi menunggu kabar dari nyonya Mesya.
"Bentar......." Kendrick mengambil ponsel yang berada di sampingnya.
Saat membuka ponsel, ternyata sudah ada notif dari nyonya Mesya. Setelah dibuka dan dibaca, mamanya hanya mengabarkan kalau Lavina memang sudah waktunya melahirkan dan masih pembukaan lima jadi Lavina ditempatkan ke ruang rawat dahulu sambil nunggu pembukaan akhir.
Kendrick menunjukkan chat mamanya kepada Clarissa. Melihat adik iparnya yang akan melahirkan malah mengingatkan Clarissa kepada dirinya sendiri sat berjuang melahirka kedua putranya. Sangat besar perjuangannya, apalagi tanpa suami yang menemani. Tak ada saluran energi untuk membuat dirinya lebih kuat.
"Sayang, kok diam kenapa?" tanya Kendrick sembari mematikan ponselnya setelah menjawab pesan dari nyonya Mesya.
"Gak pa-pa mas, semoga saja lahirannya Lavina lancar. Kata dia saat di USG anaknya cewek. Aku jadi gak sabar ingin melihatnya" ucap Clarissa.
"Besok kita ke rumah sakit dulu, bawain baju ganti mama. Sekarang tidur lah" kata Kendrick.
"Tapi aku belum mengantuk, kalau kamu mau tidur duluan saja gak pa-pa mas." ujar Clarissa.
"Ya sudah aku temenin kamu. Aku juga gak terlalu mengantuk. Kamu mau cerita?"
"Cerita apa? Aku lagi gak pengen cerita apa-apa. Tidur aja deh mas. Kamu jangan tidur terlalu malam" ujar Clarissa akhirnya beralih meletakkan kepalanya diatas bantal. Sebelum itu dia menarik selimut untuk menyelimuti suaminya dan dirinya..
Kendrick pun ikut tidur melihat istrinya sudah mulai terlelap. Tapi ternyata Clarissa tetap gak bisa tidur. Ia pun mengalihkan tubuhnya menghadap ke arah Kendrick.
"Masih gak bisa tidur?" Kendrick tau kalau istrinya memang belum terlelap. Clarissa pun membuka matanya kembali dan langsung bertatap muka dengan wajah suaminya.
Clarissa terdiam sejenak dan tersenyum kearah Kendrick. Lalu Clarissa membenamkan wajahnya di dada Ken sambil memeluknya. Tanpa berkata apapun kepada suaminya. Kendrick pun hanya membalas pelukan Clarissa dan mengusap belakang rambutnya. Ia juga mencium kening Clarissa dengan sayang.
"Tidurlah yang nyenyak sayang, selamat malam" ucap Kendrick lalu ikut memecamkan matanya.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya terlelap bersamaan. Posisi Clarissa masih sama dan ia pun sudah terlelap. Ternyata Clarissa hanya butuh pelukan dari suaminya. Mereka sudah terbuai dalam mimpi masing-masing.