
Diluar ruangan, Chera masih anteng menggendong Kheisen. Ia hanya diam saja tak berniat menyapa atau menegur. Sebab dia sendiri tak tau nama mereka yang sekarang ada didekatnya. Jadi dari pada salah mendingan diam saja.
Oek......Oek.....
Tiba-tiba Kheisen menangis dengan kencang. Membuat Chera terkejut, ia pun menimang-nimang Kheisen agar diam. Bahkan sudah diberi asi yang Clarissa titipkn kepada Chera tadi juga masih tetap menangis. Asinya saja gak mau diminum sama Kheisen. Chera semakin khawatir dan panik. Ia tak tau penyebab Kheisen menangis sekencang itu. Bayi itu seperti terkejut, padahal tadi tidur nyenyak.
"Sayang kamu kenapa sih kok nangis terus, minum susu juga gak mau. Duh, cup.....cup.....Sayang" Chera mondar-mandir agar Kheisen bisa diam, tetapi nangisnya malah semakin kencang saja.
Nyonya Mesya yang tadi baru keluar dari ruangan berinisiatif untuk membantu menenangkan Kheisen. Ia berdiri dan menghampiri Chera yang mondar-mandir.
"Biar saya gendong, barangkali bisa diam." ucap nyonya Mesya membuat pergerakan Chera berhenti. Chera hanya tersenyum dan memindahkan Kheisen ke gendongan Mesya. Melihat Kheisen digendong oleh omanya membuat hati Chera terharu. Ia tau kalau yang sekarang ada didepannya adalah orang tua dari suami Clarissa.
Tanpa disangka oleh Chera, Kheisen yang berada digendongan nyonya Mesya langsunh diam seketika. Ia kembali anteng tidur, padahal tadi dia mencoba menenangkan malah semakij kencang tangisnya.
'Benarkan anak ini adalah anaknya, tapi dia anteng banget digendong mama'. Batin Lavina.
"Anak yang pintar, lihat dia langsung diam. Tidurlah yang nyenyak ya, kamu tampan sekali." gumam Mesya yang masih didengar oleh semuanya. Ia merasa tenang saat menggendong Kheisen, ada aliran magnet diantara mereka sehingga nyonya Mesya seolah tak mau melepaskan Kheisen dari gendongannya. Ia juga menatap jelas wajah bayi yang digendongnya begitu mirip dengan Kendrick.
'Bayi ini mirip banget dengan Kendrick. Hatiku berasa tenang saat melihatnya'. Batin Mesya sambil tersenyum.
"Apa mereka kembar?" tiba-tiba Lavina bersuara dan mempertanyakan tentang Kheisen dan Khalvan. Lavina merasa bayi itu memiliki kemiripan, bahkan dibilng dia sendiri tak bisa membedakan.
"Iya nona mereka kembar" balas Chera sembari tersenyum. Sementara Lavina hanya mengangguk mengerti kalau bayi yang ada dihadapannha memang kembar.
...🌲🥀🌲🥀🌲🥀...
__ADS_1
Clarissa terus merangkul tubuh suaminya. Tak ada renggang jarak diantara mereka. Clarissa hanya bisa menangis sampai Farghan datang dan meminta Clarissa untuk ikhlas. Sejak tadi Farghan juga memperhatikan Clarissa dari jauh. Ia tak berniat untuk mengganggu momen yang menyedihkan itu. Tapi Clarissa sudah lama disana, jasad Kendrick harus segera diurus.
Jadi Farghan meminta Clarissa untuk menunggu diluar sebentar, agar para tim medis bisa mengurus jasad Kendrick. Tapi Clarissa tak bergeming dari tempatnya. Ia seolah tak mendengarkan ucapan Farghan. Bahkan tak ada pergerakan untuk bangkit atau menyahuti ucapan Farghan.
'Mas kalau memang kamu lebih memilih pergi membawa cinta kita. Aku akan ikhlas, mungkin memang inilah takdirku. Sampai kapan pun aku tidak akan menikah lagi. Aku akan merawat anak kita sendiri. Sampai mereka besar dan bisa tumbuh menjadi anak yang pintar dan tampan sepertimu'. Batin Clarissa lalu mengecup kening Kendrick sangat lama.
Ia menyerka air mata yang masih tersisa diujung matanya. Ia berdiri lalu melangkah untuk keluar. Langkahnya seolah tak mau pergi dari sana. Kakinya sulit untuk bergerak dan membeku disatu tempat. Sampai tangannya yang masih bertumpuh disamping ranjang merasakan ada yang memegang dengan lemah.
'Apa itu kamu mas? Benarkah kamu yang memegang tanganku? Jika aku berbalik dan aku tak melihatmu membuka mata. Maka detik itu juga aku akan pergi. Mungkin memang Allah lebih sayang padamu'. Batin Clarissa.
Secara perlahan tubuhnya berputar ke belakang. Mata yang masih terpejam, mulai dibukanya sedikit demi sedikit. Sampai mata itu terbuka lebar, barulah Clarissa benar-benar menumpahkan semua air matanya. Saat melihat tangan Kendrick menahan tangannya. Dipeluknya tubuh Kendrick sembari menangis sejadi-jadinya.
Farghan yang kaget dengan tangisan Clarissa langsung menoleh dan ia pun terpatung ditempat. Saat matanya melihat dengan jelas Kendrick sadar dengan mata lebar sedang dipeluk oleh Clarissa. Sungguh keajaiban yang luar biasa, cinta Clarissa mampu untuk membuat Kendrick kembali dan memperjuangkan mereka. Farghan sampai terharu melihat itu semua. Ia ikut bahagia melihat Kendrick telah sadar kembali.
"Aku akan selalu ada untukmu" ucap Kendrick dengan suara yang lirih dan hanya bisa didengar oleh Clarissa.
Farghan langsung keluar untuk memberi tau keluarga Kendrick. Sebelum sampai diluar ia memberi tahu dokter Ridwan mengenai Kendrick yang sudah sadar. Sontak dokter Ridwan juga ikut terkejut. Dokter Ridwan lanhsunh mengecek kondisi Kendrick saat diberi tau oleh Farghan.
"Tante!?" ucap Farghan saat sampai diluar ruangan.
"Iya nak ada apa?" tanya Mesya menatap Farghan dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"Kendrick kembali untuk kita tante, dia kembali. Dia benar-benar kembali, Kendrick hidup lagi untuk kota semua. Terutama buat istrinya" ucapan Farghan langsung membuat Mesya dan yang lainnya terkejut. Mereka tak akan menyangka kalau Kendrick bisa melewati masa-masa kritisnya.
Disana juga sudah ada tuan Alvero. Ia juga ikut menangis haru saat mendengar Farghan mengatakan hal tersebut. Lavin dan Michael langsung berpelukan sembari Lavina menangis. Chera juga ikut bahagia bisa melihat kakak sepupunya mendapat kebahagiaannya lagi.
__ADS_1
...*******...
Tak lama Clarissa keluar dari ruang ICU dan lanhsung memeluk nyonya Mesya sembari menangis. Ia bahagia sekali bisa melihat suaminya bertahan untuk hidup. Setelah ini keinginannya adalah kehidupan harmonis bersama anak dn suaminya.
"Mas Ken sudah kembali.......Allah mengabulkan do kita ma, hiks......hiks....." ucap Clarissa merenggangkan pelukannya, lalu menatap wajah mama mertuanya.
"Iya nak, cintamu lah yang menarik dia kembali. Lihat dengan kedatanganmu Kendrick bisa sadar kembali. Padahal selama berbulan-bulan kami selalu menemani dia, menjenguk dan mengajak ngobrol. Tapi tak ada respon apapun bahkan kondisinya semakin buruk. Sekarang mama senang, ia kembali untukmu" ucap Mesya tak kalah bahagianya. Ia percaya cinta diantara keduanya yang begitu kuat sehingga menarik Kendrick untuk kembali dan memperjuangkan cintanya.
"Tidak untukku saja tapi untuk kita semua dan......" Chera seolah mengerti dengan lirikan mata Clarissa. Chera mendekat dan menyerahkan Kheisen ke gendongan Clarissa.
Semua mata tertuju pada Clarissa, terlebih nyonya Mesya dan tuan Alvero. Mereka bingung melihat tatapan Clarissa kepada bayi tersebut. Mereka mengira bahwa bayi kembar itu adalah anak Chera.
Clarissa membawa duduk Kheisen disamping Lavina yang masih memangku Khalvan. Dan dicium sekilas pipi kedua putranya sembari tersenyum lebar. "Mas Kendrick juga kembali untuk anaknya" ucap Clarissa.
Tuan Alvero dan nyonya Mesya langsung terkejut mendengar Clarissa mengatakan anak. Yang artinya bayi kembar tersebut adalah anak Kendrick? Apakah itu benar?. Bahkan Lavina pun juga ikut terkejut, bayi tersebut masih ada digendongannya. Matanya langsung tertuju kepada Khalvan. Ia langsung mengakui kalau memang yang sedang digendongnya adalah anak kakaknya, wajah Khalvan sangat mirip dengan Kendrick.
Pantas saja nyonya Mesya merasa nyaman di drkat Khalvan dan Kheisen. Sebab mereka memang cucu kandungnya. "Apakah benar mereka anak Kendrick?" tanya Mesya memastikan dengan wajah tak percaya.
"Iya ma mereka anak mas Kendrick dan aku. Mungkin kalian bertanya-tanya kok bisa aku membawa dua bayi ini kesini. Mereka memang anak mas Kendrick. Aku yang mengandung dan melahirkan mereka seorang diri. Nama mereka Khalvan Emilio dan Kheisen Emilio. Aku juga gak menyangka akan melahirkan bayi kembar dan tampan seperti mereka" ucap Clarissa dengan senyum yang lebar.
Chera yang dari tadi hanya diam ikut berbicara untuk meyakinkan mereka semua bahwa dua bayi itu memang benar-benar anak Clarissa dan Kendrick. "Khalvan dan Kheisen memang anak kak Clarissa dan suaminya yang sedang terbaring didalam. Perkenalkan om tante, namaku Chera adik sepupunya kak Rissa. Selama hamil sampai melahirkan, aku yang dan keluargaku yang merawat dan menjaga kak Rissa. Om dan tante harus tau bahwa kak Rissa sudah hamil semenjak datang ke London. Tiga minggu setelah dia ada disana." jelas Chera membuat nyonya Mesya meneteskan air matanya kembali dan menatap kedua cucunya.
Cheta melirik ke arah Clarissa sejenak, lalu ia kembali berbicara. "Om tante, jangan salahkan kak Rissa kalau dia gak mau pulang kesini dan tentang kehamilannya. Bukan maksudnya tidak mau pulang dan menyembunyikan ini semua, tapi ada hal lain yang ingin diselesaikan kak Rissa. Bahkan keluarganya sudah tidak mau menerima kehadiran kak Rissa lagi, semenjak tau kalau dia hamil. Jadi selama kehamilan kak Rissa, dia tinggal di London bersamaku dan keluargaku. Aku harap om dan tante bisa menyayangi kak Rissa dengan tulus dan menjaga keponakanku dengan baik. Sepertiku menjaga saat mereka masih dikandungan" ucapan Chera begitu mengagetkan mereka semua. Dan kata-kata terakhirnya begitu menyentuh dihati mereka semua, terutama Clarissa.
"Apa maksudnya? Kak Clari diusir dari rumah? Apa mereka sebenci itu?" sahut Lavina tak habis pikir.
__ADS_1
"Sudah lah aku hanya ingin hidup bahagia dengan anak dan suamiku. Kalau pun mereka tak menganggapku ada, tak masalah!" balas Clarissa tanpa menoleh ke siapapun, matanya hanya tertuju pada Khalvan dan Kheisen.