
"Tadi make up ku cantik kan? Sampai membuat semua orang mengagumiku" entah ucapan itu sengaja dilontarkan atau tidak oleh Lavina, yang pasti sudah membuat kekesalan Michael muncul lagi.
"Kamu make up sendiri?" tanya Michael berusaha mengontrol api cemburu dalam hatinya.
"Iya, bagus kan? Cantikkan?" ucap Lavina membanggakan diri.
"Kamu memang cantik dan aku akui kamu memang pandai merias diri. Tapi jujur aku gak suka semua mata memuji kamu apalagi lelaki, seperti tadi" ucap Michael jujur mengutarakan isi hatinya yang tidak bisa ditutupi.
Lavina mendengar perkataan Michael yang memang terdengar dari lubuk hatinya. Ia langsung berbalik menatap suaminya. "Maafkan aku, apa perlu aku tidak usah memakai make up di resepsi nanti agar semua mata tidak melihatku" ucapan yang konyol sih jika didengar. Bagaimana bisa acara resepsi tapi pengantinnya malah terlihat biasa saja. Yang ada malah dikira tamu.
"Enggak juga, kamu boleh kok memakai riasan agar terlihat cantik dan gak membuat obsesi mereka berbeda. Mereka saja sih yang gak bisa jaga mata. Kalau perempuan sih gak pa-pa lah kalau lelaki pengen aku pukul saja kepalanya"
Lavina tersenyum manis dan menangkup kedua pipi Michael sambil mengatakan bahwa dia hanya cantik untuk suaminya saja. Dunia fashion dan kecantikan akan dia tinggal kan setelah ini. Dan berganti profesi jika sudah lulus nanti.
"Aku lebih suka kamu yang sekarang dari pada yang dulu" ucap Michael.
"Aku akan selalu seperti ini, menjadi diriku yang sekarang. Seperti yang kamu mau" Lavina mentoel hidung Michael sambil tersenyum.
Michael meraih salah satu tangan Lavina dan menciumnya begitu lama. Lavina tersenyum merasakan kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan bersama mantan kekasihnya.
"Kak Kendrick pasti mengejekku kalau dia ada disini. Dan dia gak perlu mengkhawatirkan aku lagi berpasangan dengan siapa. Sebab lelaki di depanku yang akan menjadi pelindung bagiku. Kak Kendrick pasti akan bahagia melihat adiknya dijaga oleh sahabatnya sendiri. " mata Lavina sudah berkaca-kaca saat mengatakan Kendrick.
Lavina masih mengharapkan kehadiran Kendrick sekarang. Gak lengkap tanpa kedua kakaknya yang jadir secara langsung.
"Kendrick pasti bahagia, kita doakan sama-sama agar dia cepat sadar dari tidur panjangnya"
"Aku janji akan selali menjaga adikmu Ken dengan baik dan aku pastikan kebahagiaan selalu ada untuknya. Sekuat tenaga aku akan melindungi dan menjaganya sampai titik dimana maut yang akan memisahkan kami. Nyawa pun akan aku taruhkan untuk melindunginya. Aku tau kamu sangat menyayangi Lavina, walau pun tidak pernah kamu perlihatkan secara langsung kepada dia. Janjiku padamu Ken" batin Michael.
Lavina hanya mengangguk membalas ucapan Michael. Lavina gak tau antara harus bersedih atau bahagia. Tapi ini adalah hari kebahagiaannya, sekuat tenaga Lavina mencoba mengukir senyum sama semua orang saat acara resepsi diselenggarakan.
Banyak sekali tamu undangan yang hadir. Seolah tidak ada hentinya. Farghan dan Alifa turut hadir pada resepsi tersebut. Mereka memang tidak bisa hadir di acara akad tadi. Bagi Lavina tak apa-apa yang penting doa dari mereka.
"Selamat ya Chel akhirnya kamu menemukan jodohmu. Apalagi jodohnya adik sahabat sendiri. Semoga sakinah mawadah warahmah sampai tua." ucap Farghan bergantian dengan Alifa.
"Aamiin" jawab mereka berdua bersamaan.
"Foto bareng yuk" ajak Lavina.
"Ayo biar ada kenangan kita" balas Alifa.
Merek pun melakukan sesi foto bersama berempat. Setelah itu Farghan dan Alifa beralih ke meja yang sudah disediakan untuk para tamu undangan. Disela-sela banyaknya tamu yang datang, Laguna melihat orang yang dinanti sama Lavina sejak tadi.
"Hay Res akhirnya kamu datang juga" Resyi memang diundang oleh Lavina, hanya Resyi teman dekat Lavina dikampus bersama dengan Dania. Mereka sudah memutuskam untuk menjadi sahabat sejak pertemuan pertama.
Resyi datang bersama Dania. Mereka sangat senang melihat sahabatnya menikah. "Selamat ya Vi semoga sakinah mawadah warahmah, aamiin"
__ADS_1
"Aamiin thanks ya" mereka pun melakukan sesi foto bersama. Selesai berfoto Resyi dan Dania pergi ke tempat duduk yang berada di pojok.
"Mas, aku mau menemani mereka dulu ya" ucap Lavina.
"Iya, aku juga mau ke temenku sebentar"
Lavina menghampiri Resyi dan Dania. Lavina terlebih dahulu mengambilkan mereka minum.
"Nih untuk kalian" Resyi dan Dania barengan menoleh ke sumber suara.
"Loh Vi kok disini" ujar Resyi.
"Gak pa-pa mau nemenin kalian aja" jawab Lavina.
"Kamu cantik banget Vi hari ini" ucap Dania.
"Ya jelas cantik lah, mana ada pengantin yang jelek. Semua pengantin pasti di dandani cantik" sahut Resyi.
"Vina tanpa make up sudah cantik kok, apalagi kalau pakai make up gini. Cantiknya bertambah" puji Dania.
"Biasa aja kok" Lavina tersenyum mendengar ucapan Dania.
Mereka pun melanjutkan mengobrol. Lavina juga ingin melupakan kesedihannya dengan mengalihkan suasana bersama kedua sahabatnya. Walau hanya sebentar, baginya tak apa. Larut dalam kesedihan terus juga gak baik. Ini kan hari bahagianya, jadi Lavina harus tetap tersenyum.
...❍...
...❍...
London.
"Aku bersyukur akhirnya Lavina bisa menemukan jodohnya. Apalagi orang itu sahabat suamiku sendiri. Rasanya masih tidak menyangka, mereka dulu itu ibarat kucing dan tikus. Tidak akan bisa menyatu, kalau bertemu saja hanya bisa bertengkar. Padahal masalah sepele" ucap Clarissa sedang berada dirumah bersama Chera dan Lucy.
"Serius kak? Inilah yang dinamakan rival menjadi jodoh. Hahahah," ucap Chera sambil tertawa nyaring.
"Iya benar" Clarissa ikut tertawa. Lucy yang berada duduk disamping Chera hanya bisa geleng-geleng kepala melihat anak dan keponakannya.
"Pasti kamu bahagia ya kak, bisa melihat adik iparnya menikah. Jodohnya sahabat kakaknya sendiri pula." Chera menyahut sambil menggigit apel ditangannya.
"Tentu lah aku bahagia Chera, tapi aku tau bahwa dia sebenarnya mengharapkan aku dan suamiku ada disaat hari bahagianya." ucap Clarissa lirih sembari menunduk.
"Sabar ya kak!" Chera menyemangati sambil memegang bahu Clarissa.
"Kamu gak mau jujur ke orang tuamu Rissa mengenai kehamilanmu? Mereka berhak tau semuanya. Sudah hampir tiga bulan loh semua ini kamu sembunyikan." sahut Lucy mengingatkan.
Clarissa sekarang sedang mengandung. Dan usianya juga sudah mau menginjak tiga bulan. Tapi dia enggan untuk memberi tau kedua orang tuanya. Clarissa tak pernah bercerita apapun kepada tuan Nevan maupun Cantika. Mungkin keduanya masih berpikir kalau anak masih perawan dan belum disentuh suaminya. Semua berbanding terbalik, Clarissa sudah mengandung anak Kendrick. Kejadian dihotel itulah yang membuat Clarissa sekarang hamil.
__ADS_1
Hanya Leo, Lucy, Chera, dan Chesa yang tau mengenai kehamilan Clarissa. Mereka bukan gak berani bicara sama kedua orang tua Clarissa. Hanya saja semua itu permintaan Clarissa lah yang melarang mereka untuk tidak mengatakan yang sejujurnya.
Rencana yang Clarissa susun dari awal harus sirna dahulu, sebab sekarang dia sedang berbadan dua.
Rencana apa? Hanya Clarissa lah yang tau tanpa ada seorang pun mengetahuinya.
Clarissa harus menjaga calon anaknya. Selama di luar negeri Clarissa tak hanya bersantai-santai. Dia membuka butik disana, tempat itu dahulu adalah butik milik mamanya. Karna ditinggal pulang ke Indonesia, jadinya butik tersebut harus ditinggalkan. Sekarang sudah dibuka lagi dengan nama yang berbeda. Butik yang benar-benar milik Clarissa sendiri. Dia dibantu oleh Chera untuk mengurus butiknya.
Sayang sekali jika tidak digunakan, jadi Clarissa membuka butik mamanya lagi dengan hasil tangannya sendiri. Kali ini Clarissa tidak akan berlindung lagi dibelakang nama Cantika. Ia akan berdiri sendiri dengan hasilnya sendiri. Bahkan niatnya akan memperluas cabang butik miliknya agar lebih dikenal banyak orang.
Disana banyak sekali costamer yang memuji hasil kerja Clarissa. Oleh sebab itu pekerjaan Clarissa jadi bertambah banyak. Hanya dengan waktu yang singkat butiknya sudah terkenal walau belum tersebar luas. Wajar karna dulunya butik itu sudah berdiri, hanya saja ditutup gara-gara pemiliknya pindah ke negaranya sendiri.
Alasan Clarissa tidak ingin memberi tau orang tuanya, takut mereka kaget. Dan Clarissa juga berpikir ingin merawat anaknya sendiri sampai suaminya sadar kembali. Sampai sekarang pun belum ada kabar baik tentang Kendrick. Clarissa tetap berdoa dan meminta keajaiban, agar saat anaknya lahir nanti suaminya juga hadir untuk melihatnya. Clarissa ingin suaminya bisa mengadzani anaknya nanti. Pasti kehidupan mereka akan lebih berwarna dengan hadirnya malaikat kecil ditengah-tengah mereka.
"Sudah lah katakan saja kepada orang tuamu. Gak ada yang salah kok, untuk apa juga mereka marah. Itu juga cucu mereka" sahut Leo yang baru turun dari atas.
"Nanti deh paman, Rissa akan bicara sama papa dan mama" balas Clarissa sambil tersenyum. Leo dan Lucy memang sejak dulu memanggil Clarissa dengan panggilan Rissa. Katanya sih panggilan special dari mereka biar berbeda saja dari yang lain.
"Kak gak mau nambah karyawan gitu buat bantuin mengurus butik. Banyak sekali sekarang yang memesan baju di butik. Terkadang kita juga sampai kuwalahan" saran Chera yang memang dibenarkan olrh Clarissa. Pelanggan mereka cukup banyak, belum lagi orang yang ingin memesan desain sekaligus baju kepada Clarissa.
"Boleh deh, tapi mau cari dimana?" tanya Clarissa.
"Aku punya teman yang butuh pekerjaan, dia sudah mempunyai wawasan kok. Sebelumnya juga dia bekerja ditoko baju." kata Chera.
"Boleh besok kamu suruh saja temanmu ke butik. Kalau bisa dua karyawan ya, aku sering capek sekarang" Chera mengangguk mengerti.
"Ya sudah istirahatlah sekarang. Kamu pasti capek dari butik" Lucy menyuruh Clarissa ke kamarnya untuk istirahat.
"Baiklah, Clarissa ke kamar dulu ya paman bibi"
Leo dan Lucy hanya menggangguk dan tersenyum.
Clarissa naik ke atas ditemani oleh Chera. Mereka benar-benar lengket tak terpisahkan. Bagaimana jadinya kalau Clarissa kembali lagi ke Indonesia? Pasti Chera akan kesepian lagi tanpa Clarissa. Iya dulu masih ada kakaknya Chesa jadi Chera tidak kesepian. Sekarang teman ngobrol Chera hanya lah Clarissa.
🌺
🌺
🌺
Assalamu'alaikum 🙏
Hay apa kabar readers tersayangnya author? Semoga selalu diberi kesehatan ya.
Tinggalkan jejak nya selesai membaca 😊. Hari senin nih waktunya vote 😁. Sedekah dikit ya biar author semangat terus.
__ADS_1
Syukron yang sudah mendukung dan mengikuti author sampai sekarang 💕.
See you all, by by 💖