
Kendrick terbangun dengan kepala yang sangat berat sekali untuk bisa terbangun. Ia memegang kepalanya yang berasa agak pusing. Saat matanya sudah terbuka lebar, Kendrick terkejut karna dia terbangun dengan berbalut selimut dan tubuh yang polos. Ia mengedarkan pandangannya, namun tak melihat siapapun disana hanya pakaian yang dipakai tadi malam sudah berada disampingnya. Ditambah ada bercak darah di sprainya.
Kendrick mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi tadi malam. Saat sudah ingat, Kendrick pun bingung apakah benar yang dia lihat semalam istrinya atau bukan. Karna dia sendiri tak yakin akan hal itu.
"Kalau semalam bukan Clarissa artinya......Aahh sial" Kendrick sangat frustasi, ia pun mencari ponselnya dan melihat ada notif yang masuk dari asistennya.
📲 Roy : "Tuan, saya sudah menaruh pakaian anda di lemari."
📱Kendrick : "Kamu sekarang dimana?"
Setelah memberi pesan kepada Roy, Kendrick pun menaruh ponselnya kembali.
Tanpa pikir panjang Kendrick pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi Kendrick menuju lemari dan mengambil pakaian yang tadi sudah disiapkan oleh Roy.
Setelah rapi Kendrick mengambil ponselnya lagi dan melihat sudah ada notif dari Roy. Segera Kendrick membukanya dan membaca isi pesan Roy.
📲 Roy : "Saya tunggu anda direstoran untuk sarapan"
Jawaban dari Roy.
Read.
Kendrick mematikan ponselnya dan berjalan keluar kamar untuk mencari keberadaan Roy. Ia menuju restoran dan setelah sampai disana, Kendrick mengedarkan pandangannya.
Di sisi pojok tampak Roy sedang duduk sendiri. Kendrick pun segera menghampirinya dan sudah tersaji makanan dimeja yang memang sengaja di pesan oleh Roy untuk mereka berdua.
"Selamat pagi tuan" ucap Roy tersenyum.
"Semalam siapa yang membawaku kesini?" bukannya membalas ucapan Roy, Kendrick malah menyosor dengan pertanyaan.
"Tuan Farghan yang membawa anda kemari, sebab tidak mungkin kami membawa anda pulang dalam keadaan seperti semalam." jawab Roy.
"Terus apa yang terjadi denganku semalam, kenapa......Siapa yang semalam masuk ke dalam kamatku Roy? Aku melakukannya dengan siapa?" Kendrick seolah takut kalau semalam itu perenpuan lain.
Roy tersenyum dan dengan santai menjawab kalau yang semalam itu adalah Clarissa.
"Apa? Jadi benar yang semalam itu istriku Roy?" seolah Kendrick tak percaya sampai dia bertanya kembali.
"Iya tuan, nona Clarissa datang bersama nona Eveline" jawab Roy.
"Astaga Roy kenapa kamu biarkan Clarissa kesini. Bagaimana kalau saat pulang dia dicecar berbagai macam pertanyaan dari orang tuanya. Semalam dia pulang jam berapa?"
"Sekitar jam sebelas lewat tuan hampir setengah dua belas malam"
"APA!! lalu mereka pulang sendiri?" tanya Kendrick terkejut.
"I-iya tuan" kini Roy mulai gugup sebab melihat tuannya dalam ekpresi yang marah.
"Kau kenapa biarkan mereka pulang sendiri larut malam. Kalau mereka kenapa-kenapa bagaimana" marah Kendrick.
"Maaf kan saya tuan, tapi nona Clarissa melarang dan meminta saya untuk menjaga anda" jawab Roy apa adanya.
"Habiskan makananmu dan ikut aku ke untuk bertemu dengan Clarissa" ujarnya.
"Baik tuan"
Akhirnya Roy hanya menuruti apa kata Kendrick. Ia pun segera menghabiskan makannanya, begitu pun dengan Kendrick.
Selesai semuanya, Roy pun segera mengambil mobil.
🌷
__ADS_1
🌷
🌷
Dirumah sakit.
Lavina sedang berjalan ke arah kamarnya Michael. Ia termenung memikirkan sesuatu sampai tepat di depan kamar Michael. Ia membuka perlahan dan di sana tinggal Michael sendiri. Biasanya ada mamanya atau Dheri. Lavina menaruh tas nya di sofa lalu menghampiri Michael.
"Aku mau mengatakan sesuatu kak" kata Lavina tiba-tiba.
Seolah bisa ditebak oleh Michael, ia lalu menyauti ucapan Lavina sebelum dia lanjut berbicara.
"Tau aku, soal Kendrick semalam kan" tebaknya.
"Lah kok tau" ucap Lavina heran.
Lavina mengetahui perihal Kendrick semalam dari Farghan. Karena tak ingin orang dirumahnya khawatir tentang keberadaan Kendrick. Tapi Lavina juga tak memberi tau yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya. Yang nanti sudah bisa dipastikan tuan Alvero akan semakin marah kepada Kendrick.
"Iya soalnya Farghan sudah memberi tau ku, semalam dia menelfonku" ucap Michael.
"Lah malah bilang juga sama situ" gumam Lavina.
"Apa salahnya, Kendrick juga sahabatku. Sekarang aku katakan padamu jangan beri tau kesiapapun itu tentang kejadian Kendrick semalam. Terutama kepada orang tuami atau orang tua Clarissa dan Faero. Cukup yang tau aku, kamu, Farghan, Roy, dan Eveline." tegas Michael.
"Hadeh iya tau kok. Aku bukan emberan yang suka ngomong sana sini" gerutu Lavina bersendekap dada.
"Bagus lah"
"Sudah sarapan?" tanya Lavina.
"Sudah" jawab Michael.
"Ohh ya tadi aku bawakan pusing buatmu. Aku buat sendiri, cobain ini rasa coklat favoritmu kak." ucap Lavina sembari meletakkan sebuah kotak yang mirip dengan kotak bekal ke atas meja.
"Issh kalau tak suka ya sudah biarku makan sendiri" Lavina hendak menjauhi Michael namun di tahan olehnya.
"Eits tunggu......Aku kan belum cobain, sini" pintanya.
Lavina kembali berbalik dan menyerahkan kotak tersebut kepada Michael. Namun bukan Michael namanya kalau gak suka jahil ke Lavina. Dengan manja dia minta disuapi, tanpa membalas bla bli blu. Lavina pun menyuapkan satu sendok. Awalnya Lavina ragu pati tidak enak, sebab ekspresi Michael terlihat tak mengenakkan.
"Gak enak ya" gumam Lavina mukanya masam.
"Kata siapa gak enak. Ini enak banget kok, kamu pandai juga. Sini buat aku semuanya" Michael dengan paksa mengambil puding tersebut dari tangan Lavina.
Lavina hanya tersenyum saja dan tidak marah dengan perlakuan Michael barusan. Karna memang puding itu dia buat khusus untuk Michael.
"Makasih, itu memang buat kamu kok" ucap Lavina tersenyum manis membuat jantung Michael berdegup kencang tatkala melihat senyum Lavina ke arahnya.
Michael sampai salah tingkah dan tak berhenti memandangi wajah Lavina. Dalam hatinya ada perasaan beda yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Hai kak, kok malah melamun sih" ujar Lavina melambaikan tangan ke arah wajah Michael.
"Eh eng-enggak kok" kilah Michael setelah tersadar dari lamunannya dan menyerahkan puding tersebut dengan alasan dia sudah kenyang.
Lavina menerimanya dan menaruh di atas meja. Karna tak ada kegiatan apapun Lavina jadi bosan dan dia mengalihkan rasa suntuknya ke hanphone. Entah scroll-scroll atau melihat aplikasi lain. Sehingga Michael berasa dicuekin, ia pun memanggil Lavina.
"Lavina" panggil Michael.
"Iya ad apa?" tanya Lavina.
"Sini lah, aku bosan nih dikasur mulu" keluhnya.
__ADS_1
Lavina menghampiri Michael dan duduk disampingnya. "Lalu? Kan memang kamu masih sakit, jadi jangan banyak omong. Tidur saja atau apa gitu" ucap Lavina.
"Kamu disini untuk merawatku dan menemaniku jadi ajak lah aku ini ngobrol atau apa. Jangan asik sendiri" gerutu Michael.
"Issh banyak maunya ini itu, tidur saja kan bisa" kesal Lavina.
"Kamj kenapa sih pagi ini terlihat beda, dari tadi sukanya marah mulu"
"Huufh.........Dah lah kamu tidur sana aku akan tungguin di sini" ucap Lavina menarik nafas panjang.
"Gak mau, ini kan masih pagi."
"Terus mau mu apa?" tanya Lavina.
"Temani aku ngobrol saja" balas Michael.
"Ya sudah kamu mau ngobrol apa, gak ada topik yang enak untuk dibicarakan. Aku gak mau kau ajak ghibah" celetusnya.
"Dih siapa juga yang mau ngajak ghibah. Memangnya aku emak-emak rempong yang sukanya gunjingin orang"
"Bukannya emang iya" kata Lavina sambik menahan tawa.
Wajah Michael pun mulai cemberut dan memalingkan ke arah lain. Yang tadinya ingin ditemenai malah membuat dia kesal sendiri.
"Oke.......Jangan lah marah, aku hanya bercanda kok" kata Lavina.
Michael kembali mengarahkan wajahnya ke arah Lavina yang sedang tersenyum ke arah Michael. Manis dan imut, itulah yang ada dalam benak si Michael.
"Manis sekali senyummu, ya ampun jantungku gak aman lagi" batin Michael sembari mengelus dadanya.
"Eehh kamu kenapa sakit lagi? Aku panggilkan dokter dulu ya" kata Lavina.
"Aku gak pa-pa, ngapain mau manggil dokter" balas Michael.
"Lah tadi kamu ngelus dada kenapa?"
"Karnamu paham!" jawab Michael asal saja dalam berucap.
Lavina jadi bingung dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Mau buah gak?" tanya Lavina kepada Michael.
"Enggak, aku masih kenyang" jawab Michael.
"Ya sudah gimana kalau aku bacain dongeng" ujarnga.
"Hah, emang aku ini bocil"
"Gak pa-pa lah, memang dongeng hanya buat bocil saja" kata Lavina.
"Gak deh, baca novel saja" pinta Michael.
"Ya sudah aku bacakan novel. Kebetulan aku punya kumpulan banyak novel nih salah satunya yang ditulis oleh kak Clarissa sendiri" kata Lavina.
"Clarissa suka menulis novel?" tanya Michael tak percaya.
"Iya, kak Clarissa tuh suka membaca juga suka menulis. Novelnya seru yang berjudul gadia gendut istri sang CEO. Aku saja udha sampai part 20 nih" ujar Lavina.
"Diaplikasi apa?" tanya Michael.
"Ada di aplikasi noveltoon, disana banyak sekali berbagai macam novel dengan genre yang berbeda-beda"
"Ya sudah habis ini aku mau download juga" ucap Michael.
__ADS_1
"Oke....." jawab Lavina.