
"Kalau memang bahagia ya jangan sambil nangis dong ma. Kalau nangis berarti gak bahagia, mama cengeng" goda Kendrick agar sang mama tidak menangis lagi. Karena Kendrick tak suka melihat mamanya menangis.
"Ini tangisan bahagia Ken, bukan kesedihan! Kau ini ya masih sama saja" protes nyonya Mesya besengut.
"Hahah tapi mama suka kan. Bukannya sifatku yang menjengkelkan ini yang membuat mama rindu" ujar Kendrick sembari tertawa.
"Aihh lihat putramu itu baru sembuh sudah membuat orang jengkel." ucap nyonya Mesya kepada tuan Alvero. Clarissa ikut tersenyum melihat keluarganya bisa bahagia lagi.
"Syukurlah, papa senang sekali kamu bisa mengingat kami kembali. Sejak kapan ingatan kamu kembali Ken? Setau papa kalau orang amnesia bakal lama mengembalikan ingatannya" tanya tuan Alvero.
"Tadi pa. Mama ingat kan waktu mas Ken pingsan tadi?"
"Iya, kenapa?"
"Nah saat bangun tadi mas Ken ingat semuanya. Entah memorinya muncul dari mana. Aku sangat bersyukur sekali." jelas Clarissa.
"Alhamdulillah, mama ikut senang. Akhirnya doa mama dikabulkan juga sama Tuhan." ucap nyonya Mesya mengucap syukur berkali-kali.
"Setelah ini aku bisa meninggalkan kakak dengan tenang, karna sudah ada kak Kendrick yang menjaga. Tugasku sudah selesai untuk mengembalikan kebahagiaanmu kak. Jadi kalau aku pulang ke London gak ada beban lagi. Kak Rissa sudah dikelilingi keluarga yang menyayangi kakak dengan baik." ucap Chera sembari tersenyum dan menahan air mata yang ingin menetes. Entah rasanya dia ingin menangis.
'Akhirnya kak Clari bisa merasakan kebahagiannya lagi. Senyuman ini sudah lama tak pernah aku lihat. Dan kini aku bisa melihatnya lagi. Semoga senyumanmu akan tetap sama seperti ini setiap hari kak. Aku hanya bisa mendoakan dari jauh.' batin Chera menatap kegembiraan dari raut wajah Clarissa.
Clarisda seketika hatinya terhenyut mendengar ucapan Chera yang begitu menyentuh hatinya. Memang selama ini yang selalu ada disampingnya adalah Chera. Sampai melahirkan pun keluarga Chera yang setia menemani. Clarissa sudah menyayangi Chera dan keluarganya seperti orang tua sendiri. Begitu besar jasa mereka untuk Clarissa. Chera bahkan tak meninggalkan Clarissa sedetik pun. Bagaimana bisa Clarissa tidak menyayangi Chera, Chera saja begitu tulus merawatnya.
"Thank you Chera. Kamu sudah ada disampingku selama ini dan kamu menemanik dari awal kehamilan sampai detik ini. Kebaikanmu akan selalu aku kenang. Kamu adikku yang paling baik dan penyayang. Aku doakan semoga jodohmu sesuai dengan kelembutan hatimu dan bisa mencintaimu dengan tulus." balas Clarissa sembari menyerka air matanya.
"Aamiin, thanks kak. Kalau ada waktu main lah ke sana mengunjungiku. Papa sama mama pasti senang sekali melihat kehadiranmu kak" ujar Chera.
"Pasti Chera, kalau ada waktu aku akan kesana." balas Clarissa.
"Terima kasih ya Chera atas kebaikanmu. Sudah mau merawat dan menjaga istriku juga anakku dengan baik. Aku sangat berutang budi padamu. Beruntung ada kamu dan keluargamu yang suka rela membantu Clarissa. Sampai kamu antarkan doa kesini dengan selamat." ucap Kendrick snagat berterima kasih dengan hadirnya Chera untuk membantu istrinya.
"Sama-sama, aku dan kak Rissa memang dekat dri dulu jadi sudah biasa. Tak perlu berteirma kasih. Yang penting sekarang aku nitip kak Rissa untuk kakak jaga ya. Jangan disakiti apalagi sampai bersikap keras padanya. Tolong sayangi kak Rissa sepenuh hati. Aki percaya padamu kak" ucap Chera. Ia bisa melihat kalau Kendrick sekarang benar-benar menyayangj Clarissa dengan tulus. Dari matanya sudah bisa terlihat jelas.
"Aku pasti akan menjaganya dengan baik" jawab Kendrick sambil melirik ke arah Clarissa.
Mereka pun melanjutkan makan malam bersama sembari meluapkan kebahagiaan yang sudah lengkap dikeluarga Raymond. Kini tugas Clarissa dan Kendrick sekarang adalah mengembalikan kepercayaan tuan Nevan kepada mereka. Belum lengkap rasanya jika dua keluarga mereka belum bersatu seperti dulu.
Kendrick merasa keluarga sudah lengkap. Ada istri dan kedua anaknya. Saat Clarissa menjelaskan tentang kedua putranya, Kendrick begitu senang bahkan tak mau jauh-jauh dari mereka. Dibalik itu Kendrick juga meminta maaf kepada Clarissa tentang peristiwa tersebut. Dan Kendrick menyedal karna tidak ada disamping Clarissa saat dia mengandung dan melahirkan. Clarissa tak mempermasalahkannya, bagi dia kemarin sudah lewat dan waktunya hari ini dan besok.
Malam yang sunyi didalam kamar. Dua si kembar baru saja terlelap setelah kenyang meminum asi mamanya. Pipi tembemnya selalu menjadi incaran keluarga yang membuat siapapun akan merasa gemas. Bahkan Kendrick dan Clarissa pun selalu ingin menciumi mereka. Seperti malam ini, Kendrick tak bisa lepas untuk tidak melihat Khalvan dan Kheisen. Mereka bagaikan penyejuk hati Kendrick.
__ADS_1
"Mereka lucu sekali ya, ngegemesin. Tampan pula, bagaimana bisa mereka tampan mengalahkan aku. Astaga jadi saingan nanti, pasti besarnya jadi incaran banyak cewek"
"Apaan sih mas, mereka saya belum bisa merangkak. Kamu sudah memikirkan terlalu jauh, mereka memang tampan menyaingi kamu. Sudah yuk tidur dah malam" ujar Clarissa berjalan ke arah ranjang.
"Aihh kamu ini kok jadi ngambekan sih, padahal aku hanya bercanda tadi. Jangan diambil seriua lah" ucap Kendrick. "Kamu ninggalin aku disini? Tanganku masih sakit, mana bisa dorong kursi roda ini." keluh Kendrick memasang wajah polosnya.
Clarissa pun berjalan kembali ke arah suaminya lalu membantu untuk berpindah ke atas ranjang. Setelah itu Clarissa ikut berbaring disamping Kendrick seperti biasa. Tapi posisinya membelakangi Kendrick. Ia sengaja untuk memancing reaksi suaminya.
"Sayang kok kamu hadap kesana. Aku kan ada disini, masih ngambek ya. Padahal aku tadi cuma bercanda, kamu menganggapnya serius banget. Aku rindu loh sama kamu. Kamu gak kangen ya sama aku." ucap Kendrick lirih.
Clarissa berbalik menghadap ke arah Kendrick. Sehingga tatapan mereka saling bertemu dan cup. Clarissa mencium kening Kendrick sekilas lalu tersenyum ke arahnya. Kendrick sempat terkejut dan akhirnya ikut membalas senyuman Clarissa.
"Mulai nakal ya, tapi aku suka. Lagi sini" tunjuk Kendrick ke arah pipi kanannya.
Cup.
"Lagi sini, gak adil kalau hanya satu" tunjuknya lagi ke pipi kirinya.
Cup.
"Sini dan sini" tunjuk Kendrick ke arah hidung dan bibirnya.
Clarissa pun menempelkan hidungnya ke arah Kendrick. Dan sedikit berbisik. "Gak adil kalau aku yang menciummu, gantian dong" ucap Clarissa berbisik dan tersenyum jahil.
"Aku begini hanya kepadamu, bukan ke yang lain" balas Clarissa.
Kendrick yang gak tahan melihat bibir ranum Clarissa, langsung mengencium dan mel*m*tnya. Ia sesap bibir ranum Clarissa sampai puas. Clarissa yang mendapat perlakuan tersebut dari suaminya hanya bisa membalas tanpa menolak. Clarissa malah terlihat senang dan membalas ciuman tersebut. Sampai nafas keduanya hampir dipuncak, Kendrick pun melepaskan ciumannya dan memberi ruang Clarissa untuk bernafas. Setelah itu Kendrick hanya mengecup kening Clarissa lama dan mengusap lembut rambut Clari.
"Tetaplah bersamaku selamanya sayang, aku hanya mau kamu sampai kapan pun. Temani aku seumur hidupku sampai aku bisa sembuh kembali. Aku janji akan membahagiakanmu sekuat jiwaku dan semampuku. Aku sungguh mencintaimu dan kedua putra kita. Aku gak akan pernah lagi melepaskan mutiara yang sudahku genggam rapat-rapat. Aku hanya mau mutiara itu menjadi milikku, yaitu kamu" ucal Kendrick tulus dari hatinya yang paling dalam. Kata-kata itu lah yang ingin diucapkanya sejak dulu. Tapi malah takdir berbeda dan baru kali ini Kendrick bisa meluapkan semua isi hatinya yang terpendam.
"Aku akan menemanimu selamanya mas sampai kapanpun. Aku akan menerima apapun kekuranganmu dan kita besarkan Khalvan sama Kheisen bersama-sama." balas Clarissa menatap wajah Kendrick penuh rasa bahagia.
Kendrick pun mengangguk dan kembali memeluk Clarissa. Ia sudah menanamkan dalam hati untuk selalu setia dan menyayangi Clarisda setulus hatinya. Apalagi sekarang ditengah-tengah mereka ada Khalvan dan Kheisen yang butuh kasih sayang orang tuanya. Kendrick sudah tak mempedulikan lagi kekurangan Clarissa. Baginya kecantikan seorang wanita bukan apa-apa. Karna penampilan bisa dirubah, tetapi ketulusan tak semua wanita bisa mempunyai.
...π₯...
...π₯...
...π₯...
...π₯...
__ADS_1
Esok harinya Clarissa akan berkunjung ke rumahnya untuk mencari jalan keluar dari semua masalahnya. Nyonya Cantika juga diajak agar semua masalah clear. Clarissa berangkat bersama Kendrick dan kedua putranya, ada Chera juga. Ia akan menjemput nyinya Cantika terlebih dahulu diapartemennya sebelum pergi.
Setelah menjemput nyonya Cantika diapartemen, Clarissa langsung menyuruh Very yang kala itu menyetir untuk segera melajukan mobilnya ke rumah ayahnya. Dan ia berharap semua akan madalah akan berakhir hari itu juga. Karna Clarissa ingin keluarganya kembali seperti dahulu. Menjalin hubungan yang harmonis dan ketenangan didalam rumah. Ia mengajak kedua putranya berharap pula ayahnya mau menerima mereka berdua.
Beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Danata. Mobil pun memasuki halaman rumah. Clarissa langsung turun bersama Chera dan Very membantu Kendrick untuk berpindah ke kursi rodanya. Lalu mereka berjalan beriringan.
"Nyonya sudah pulang, wah nona Clarissa. Ini benarkah nonanya bibi." ucap bi Heti dari arah samping rumah.
"Iya bi ini Clarissa. Papa ada bi?" tanya Clarissa.
"Tuan ada non didalam, mari nyonya nona" bi Heti membukakan pintu untuk mereka masuk.
Lalu bi Heti mempersilahkan mereka duduk dan tepat saat itu Eveline keluar sambil menggendong Yely. Sungguh Eveline sangat terkejut melihat kedatangan Clarissa secara tiba-tiba. Ia sungguh merindukan Clarissa dan detik itu Eveline bisa melihat Clarissa kembali.
"Clarissa......Aku kangen banget sama kamu. Syukurlah kamu bisa kembali kesini, jangan pergi-pergi lagi ya." ujar Eveline menghampiri Clarissa dengan gembira.
"Kata siapa dia akan kembali kesini" sahut tuan Nevan dari arah tangga. Semua mata tertuju ke arahnya, terutama Clarissa dan Kendrick.
Hingga tuan Nevan sampai di depan mereka. Raut wajahnya sangat menunjukkan tidak baik. Bahkan bisa dikatakan masih ada amarah yang berkobar didalam dirinya atau bisa juga masih tersimpan di dalam hatinya.
"Mau apa kalian kesini? Kalian sudah tidak diterima disini lagi. Lebih baik kalian pergi saja" ucap tuan Nevan dengan nada yang tidak bersahabat.
"Papa masih marah sama aku? Padahal aku anak papa loh bukan orang lain" protes Clarissa masih tak menyangka kalau ayahnya akan sebenci itu padanya.
"Kau sudah memilih DIA!! Jadi gak perlu cari keluargamu lagi. Kami bukan lagi keluargamu, bukankah kau sudah memutuskan untuk hidup bersamanya. Ya sudah lanjutkan buat apa kesini" balas tuan Nevan sembari menunjuk ke arah Kendrick dengan nada tinggi.
Clarissa masih bisa bersikap tenang untuk menghadapi kemarahan ayahnya. Tujuan utama dia kesitu adalah untuk membenarkan dan menyatukan keluarganya kembali. Bukan mencari masalah atau menambah masalahnya. Clarissa harus ekstra sabar kali ini.
"Aku kesini datang baik-baik pa. Kalau papa marah sama aku atau bahkan membenciku gak pa-pa. Tapi jangan libatkan mama dalam masalah ini. Apa salahnya sih mama menemuiku, toh aku juga anak kandungnya. Kecuali kalau aku bukan anak kandung papa dan mama." kali ini ucapan Clarissa begitu tegas agar tuan Nevan sadar, tapi bukan berarti membentak ayahnya sendiri.
...πΊπΊπΊπΊ...
...Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat online othor, readera tersayangπ. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya berserta keluarga. Aamiin π€²...
...Sebelumnya author mau mengucapkan ...
...Marhaban Ya Ramadhan 1444 Hππ. Selamat Menjalankan ibadah Puasa Readers π bagi yang menjalan untuk sahabat muslim semua. Semoga puasanya lancar ya sampai selesai π. ...
...Author meminta maaf kalau ada salah sama readers semua dari ucapan author atau ketikan othor yang menjengkelkan ππ dan dari karya-karya author semoga bisa menghibur readers semua π€. maaf juga kalau sering telat update novelnya. Author usahakan agar gak telat-telat terus ππ. ...
...Salam dari author Imeilda. Hari ini 3 part dulu ya nanti nyambung insya Allah kalau gak sore ya malam π. Semoga bisa menghilangkan rindu dan kekesalan readera semua sama othor. π...
__ADS_1
...See You All By By π...