Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 99 #Akhirnya Damai


__ADS_3

"Clarissa kamu bicara apasih, kamu tentu anak kandung mama dan papa." sahut nyonya Cantika tidak suka mendengar perkataan Clarissa.


"Kau memang anak kandungku, tapi pilihanmu sudah jatuh kepada dia!! Lalu buat apa cari kami keluargamu?" cetus tuan Nevan di sofa.


"Apa salah kalau aku mempertahankan rumah tanggaku? Harusnya papa marah kalau aku jadi pelakor atau berselingkuh. Bukan malah marah gara-gara aku ingin membangun rumah tanggaku kembali. Semua manusia berhak mendapat kesempatan untuk berubah. Gak akan selamanya mereka tetap sama. Jangan papa menyamaratakan semua perilaku buruk itu akan sama dan tidak bisa dimaafkan. Kalau Allah saja memaafkan, kenapa kita yang hanya manusia biasa tak mau saling memaafkan? Apa papa sudah merasa lebih baik dari mas Kendrick? Merasa iman lebih banyak?" ucap Clarissa panjang lebar untuk menyadarkan tuan Nevan agar tidak egois dengan keputusannya.


"Aku minta maaf, sudah mengecewakan papa dan mama. Aku tau sikapku salah dan tak pantas untuk mendapat maaf dari papa dan mama. Tapi disini aku benar-benar menyesali perbuatanku dan aku ingin memperbaiki semuanya dari awal. Kalau papa memang tidak suka denganku tak apa, tapi jangan membenci Clarissa. Dia tak salah apapun, disini aku yang salah." ucap Kendrick tulus dari dalam hatinya. Ia tak masalah kalau harus dibenci oleh mertuanya, tapk Kendrick tidak mau kalau Clarissa harus dijauhi oleh keluarganya terutama kedua orang tua.


"Tapi dia sudah memilih kamu. Kalau memang kamu tidak mau kami membenci Clarissa, ceraikan dia sekarang juga" sontak semua orang terkejut mendengar permintaan tuan Nevan yang sangat mustahil bagi Kendrick untuk mengabulkannya. Karna dia begitu mencintai Clarissa, bahkan jiwa dan raganya sudah diserahkan untuk senantiasa menjaga dan melindungi istrinya.


"Kamu ini bicara apa sih mas, mana mungkin mereka mau bercerai. Kamu ini sudah keterlaluan, dimana sih hatimu" kesal nyonya Cantika melihat sikap suaminya yang seenak jidat membuat permintaan yang tidak masuk akal.


"Terserah, kalau memang kau ingin Clarissa diterima kembali di keluarganya. Ceraikan dia sekarang" semua orang gak habis pikir dengan permintaan tuan Nevan yang sangat dibenci oleh Clarissa maupun Kendrick.


"Maaf pa, aku tidak bisa menceraikan Clarissa. Aku sangat mencintainya, aku tidak akan menceraikan istriku sekali pun papa mau menghilangkan nyawaku!! Kalau memang papa ayah yang baik bagi Clarissa harusnya papa mementingkan kebahagiaannya bukan keegoisan papa sendiri. Bukannya aku tidak menghargai papa, tapi disini aku berhak atas Clarissa karna dia istriku!!" ucapan Kendrick terdengar begitu tegas membuat Clarissa sangat terharu dan lebih mencintai suaminya lagi.


"Pergi!! Kalau itu keputusanmu pergi sekarang. Jangan kembali kesini. PERGI!!" kesabaran tuan Nevan sudah diujung ubun. Ia tak mau membuang waktunya hanya untuk meladeni mereka. Padahal yang didepannya adalah anaknya sendiri.


"Mas!! Kamu mengusir putri kita sendiri? Apa kamu sudah tidak menyayanginya lagi? Sadarlah mas jangan egois" tegur nyonya Cantika geram melihat tingkah suaminya yang sangat menunjukkan kebenciannya kepada Kendrick. Jika dengan Clarissa, tuan Nevan sebenarnya masih ada rasa sayang. Tapi ditepisnya sebab Clarissa lebih memilih Kendrick.


"Aku tidak peduli, gak usah kamu pikirkan dia lagi. Clarissa bukan........."


"CUKUP PA!!" tiba-tiba Faero datang menyela pembicaraan tuan Nevan dengan nada tinggi. Rupanya sedari tadi Faero mendengar pembicaraan ayahnya dengan Clarissa dari luar pintu. Faero sengaja tak langsung masuk karna ingin mendengar semua jawaban Clarissa dan Kendrick, juga respon dari ayahnya. Sudah cukup Faero menahan ini semua, ia tak bisa berbohong kalau sebenarnya dia pun merindukan Clarissa. Rasa sayangnya yang begitu besar, bisa mengalahkan amarah dalam hatinya. Sehingga sekarang Faero sudah ikhlas atas pilihan adiknya. Yang terpenting adalah kebahagiaan Clarissa.


"Kak Faero!?" ucap Clarissa menoleh ke arah Faero.


"Apa maksudmu Faero. Kamu tiba-tiba datang menyela ucapan papa"


"Aku mau papa jangan egois. Clarissa berhak mencari kebahagiaannya sendiri. Belum tentu Clarissa menuruti ucapan papa dan dia akan bahagia. Apa papa mau menyiksanya lagi seperti dulu? Dengan tekanan mental dan selalu dihantui ketakutan. Papa pernah mengatakan kalau kebahagiaan Clarissa adalah segalanya. Dan kalau kebahagiaannya bersama suami dan anaknya, apa papa tega merebut itu semua dari Clari? Sadar pa, Clarissa sudah dewasa dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Aku selama ini diam bukan berarti mendukung keputusan papa. Hanya saja aku gak mau debat sama papa, sekarang kesabaranku sudah habis. Aku sayang pa sama Clarissa, kalau di dalam hati papa masih ada kasih sayang sama Clari, tunjukkan. Aku tau papa sangat menyayangi Clarissa." ucapan Faero begitu tulus dan menyentuh hati sekali. Clarissa sampai terharu dan berkaca-kaca. Bahkan Eveline yang awalnya mengira suaminya masih marah ternyata dugaannya salah.

__ADS_1


Faero pun beralih mendekati Kendrick sampai sorotan matanya saling tatap dengan Ken. Dan secara mengejutkan Faero memegang pundak Kendrick sembari tersenyum tipis.


"Aku percaya kau bisa menjaga Clarissa dengan baik dan membahagiaannya. Pengorbananmu sudah cukup untuk membuktikannya. Kau rela menahan sakit selama berbulan-bulan koma, amnesia, sampai kau tidak bisa jalan normal lagi. Aku sebagai kakaknya saja tidak pernah bisa menjaga Clarissa atau pun berkorban nyawa sepertimu. Dari wajah dan tatapan mata Clarissa, sudah bisa dilihat kalau dia begitu bahagia denganmu. Jadi jagalah adikku dengan baik, aku menitipkannya padamu untuk kau jaga dan sayangi. Sepertiku menyayanginya sebelum beralih bahu padamu" sungguh ucapan Faero begitu menyentuh hati sampai Clarissa tak bisa menahan air matanya lagi. Seorang kakak dengan hati tulus rela mengikhlaskan adiknya demi kebahagiaannya, bahkan ia menitipkan Clarissa dengan cara baik dari hati ke hati.


Clarissa mengalihkan gendongan Khalvan kepada nyonya Cantika. Dan ia pun langsung memeluk Faero dengan erat. Ia menumpahkan rasa rindunya yang selama ini terpendam dan Faero membalas pelukan Clarissa dengan hangat. Benar-benar kasih sayang seorang kakak yang luar biasa. Clarissa bisa merasakan itu, dari tutur kata, tatapan mata, dan sikap Faero. Clarissa dari awal sudah yakin kalau kakaknya tidak mungkin sejahat itu padanya dna kini terbukti.


"Terima kasih kak, aku sangat menyayangimu" ucap Clarissa dipelukan Faero sambil menangis.


"Hei kok sekarang jadi cengeng sih, adik kakak kan gak pernah nangis. Sekarang kejarlah kebahagiaanmu yang tertunda, oke? Kakak ingin melihatmu tertawa setiap hari" ujar Faero sedikit menggoda agar Clarissa tidak terlalu terbawa suasana.


"Terima kasih kak, sudah percaya padaku untuk menjaga Clarissa. Aku pasti akan menjaganya dengan baik dan aku pastikan dia akan bahagia setiap saat. Aku akan selalu memberinya kasih sayang dan cinta. Walau pun apa yang aku berikan mungkin tak sebanding dengan apa yang papa dan mama kasih" ucap Kendrick.


"Aku percaya padamu" balas Faero.


Dan kini tinggal keputusan akhir dari tuan Nevan untuk mereka. Apakah keputusannya akan tetap sama atau berbeda?.


"Pa...." ucap Kendrick menegur ayah mertuanya yang sedari tadi hanya diam saja.


Mereka semua pun ikut senang dan mengucap syukur. Terutama Kendrick dan Clarissa yang benar-benar sangat bahagia.


"Terima kasih papa sudah percaya padaku. Aku akan selalu membahagiakan Clarissa." balas Kendrick tersenyum senang.


"Papa pegang janjimu"


"Iya pa"


Akhirnya keluarga mereka bisa bersatu juga seperti dulu. Itulah yang Clarissa mau selama ini. Mempunyai rumah tangga yang lengkap dan keluarga yang lengkap. Ditambah hidupnya semakin lengkap dengan adanya Khalvan dan Kheisen. Mereka pun duduk bersama disofa ruang tamu. Kini tatapan tuan Nevan sudah teduh, tidak seperti tadi. Bahkan sekarang ia sedang mengagumi ketampanan dua cucunya yang kembar.


"Haduh, rugi sekali kalau papa menyia-nyiakan cucu yang tampan seperti mereka. Lihat....Mereka sangat menggemaskan. Clarissa kamu kok bisa sih hamil mereka berdua, ketampanannya mengalahkan oppa-oppa korea" celetus Faero membuat semua orang tersenyum dan tertawa.

__ADS_1


"Jangan samakan putraku dengan oppa korea dong, ini kan versi aku dan suamiku. Ya pasti mereka sangat tampan, bahkan mengalahkan papanya" ujar Clarissa sambil melihat ke arah Kendrick.


Faero tiba-tiba tertunduk lesu melihat Khalvan dan Kheisen. "Maafkan kakak ya Clari, harusnya kamu bisa punya pendamping disaat hamil dan melahirkan dari keluargamu. Tapi kami malah membiarkanmu sendirian." ucal Faeri begitu sangat menyesal.


"Gak pa-pa kak, aku sudah memaafkanmu juga papa dan mama. Aku gak sendiri kok, ada paman dan bibi yang selalu menemanimu. Bahkan yang nemenin aku lahiran bi Lucy dan Chera." balas Clarissa.


Mereka pun menoleh ke arah Chera yang dari tadi hanya membungkam mulutnya tanpa suara. Memang Chera tak mau ikut camput dalam keluarga Clarissa. Ia takut apa yang keluar dari mulutnya malah menambah beban. Jadi Chera lebih memilih diam dan melihat saja.


"Chera?" panggil tuan Nevan. Chera pun menoleh dan membalasnya.


"Iya om Van, kenapa?" tanya Chera. Dari dulu ia sudah terbiasa memanggil tuan Nevan dengan sebutan om Van dan tante Tika. Sampai sekarang pun panggilannya tetap sama.


"Terima kasih sudah menjaga Clarissa. Kami berutang budi pada keluargamu. Titip salam sama papa dan mamamu."


"Sama-sama om Van, kak Clari juga keluargaku. Papa dan mama juga sudah menyayanginya. Kalau boleh milih sih aku pengen kak Clari ada disana terus sama aku. Tapi disini ada suaminya, jadi gak bisa diganggu deh" ujar Chera.


"Semoga kamu cepat menikah biar ada yang nemenin dan gak kesepian lagi" sahut Clarissa


"Lah kok malah tiba-tiba sampai bahas pelaminan. Tapi tak aamiinkan deh, hihihi" ujar Chera tertawa lirih.


"Aishh kau ini dikasih doa baik kok malah menggerutu. Bagusnya diaamiinkan memang." kata Clarissa heran melihat Chera, setiap bahas menikah pasti dia akan protes.


Percakapan mereka terus berlanjut. Mereka meluapkan rasa rindu satu sama lain. Dan masih ada rasa bersalah serta rasa penyesalan dihati tuan Nevan, nyonya Cantika juga Faero. Walau pun Clarissa sudah memaafkan mereka. Rasa penyesalan pasti tetap ada.


🥀


🥀


🥀

__ADS_1


Jempolnya digerakin dong buat semangatin othor 🤭


__ADS_2