Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 67 #Semua Menunggumu Kak!


__ADS_3

Dikampus Lavina mengikuti pembelajaran seperti biasanya. Dia sudah mempunyai teman yang lumayan akrab dengannya. Temannya itu seorang perempuan berhijab yang namanya Resyi. Mereka satu kelas dan satu kelompok juga dalam praktik. Setelah selesai mengikuti pembelajaran, Lavina dan Resyi keluar menuju perpustakaan.


Mereka akan mencari buku untuk menambah pengetahuan. Tapi niatnya diurungkan sebab Resyi merasa lapar, jadi mereka pun memutuskan untuk ke kantin dulu sebelum ke perpustakaan. Saat tiba di kantin semua mata tertuju pada mereka. Entah apa yang sedang dilihat oleh semua orang yang sedang ada di kantin. Lavina merasa risih dengan tatapan mereka semua dan memang Resyi juga merasa risih. Namun semua itu diabaikan oleh Lavina dan Resyi.


Mereka tetap memesan makanan, hanya Resyi saja. Sementara Lavina hanya memesan jus jeruk. Lavina sambil memaikan ponselnya dan tak memperdulikan tatapan semua mata. Resyi merasa heran kenapa semua anak kampus malah melihat ke arah mereka. Membuat nafsu makannya hilang saja. Resyi pun berbisik kepada Lavina agar pindah tempat saja. Namun ditolak Oleh Lavina yang sudah malea untuk beranjak dari duduknya.


"Udah lah kamu makan saja, abaikan tatapan mereka" ujar Lavina sambil memasukkan sedotan ke mulutnya untuk dia minum.


"Risih lah, mana nafsu aku makan kalau diliatin terus" balas Resyi seraya meneguk minumannya.


"Eeh ada anak sultan nih, boleh gabung gak?" tiga orang perempuan tiba-tiba datang menghampiri Lavina dan Resyi.


Mereka adalah seniornya Lavina yang artinya mereka tidak sekelas maupun seangkatan. Tiga perempuan itu memang sangat dikenal dan disegani di universitas mereka. Salah satunya bernama Alina yang menyapa Lavina dan Resyi tadi. Dan dua temannya bernama Ika dan Via. Mereka dikenal dengan kecantikannya dan banyak sekali lelaki ingin menjadi kekasih Alina. Karna tabiatnya pilih-pilih jadi Alina gak sembarangan memilih kekasih.


Lavina sudah tau tentang mereka dari Resyi dan beberapa temannya yang lain. Semua itu tak dipedulikan oleh Lavina, gak ada untungnya juga untuk dia. Jadi semua itu diabaikan oleh Lavina.


"Duduk lah, tapi kursinya hanya ada tiga tersisa satu. Kalau mau ambil kursi lagi" ucap Lavina, memang disatu bangku terdapat tiga kursi. Gak semuanya dalam posisi begitu, hanya saja kebetulan yang ditempati oleh Lavina hanya tiga kursi.


"Loh nyuruh gue? Harusnya loh dong yang ambilin" ujar Alina sambil menunjuk ke arah Lavina.


"Sopan bisa gak? Dimana sih attitude kalian" sahut Resyi tak terima.


"Heh, loh siapa! Gak usah ngatur-ngatur gue. Kami disini senior kalian hanya bawahan" tegas Alina membentak Resyi.


Lavina yang gak terima Resyi dibentak oleh Alina, akhirnya maju untuk membela. Ketenangannya juga diganggu sehingga membuat Lavina marah. "Apa hubungannya senior sama junior. Kami disini juga bayar, bukan dari uang ayah kamu." sahut Lavina bangkit dari duduknya sambil menatap Alina tajam.

__ADS_1


"Waah berani loh sama gue? Loh gak usah belagu disini. Ilmu masih cetek aja mau sok-sok an" hardik Alina.


Semua mata tertuju kepada mereka, anak kampus sampai berbisik-bisik melihat perdebatan sengit tersebut. Tak ada satu pun dari mereka yang ingin melerai atau menengahi. Mereka semua takut dengan Alina, karna dia bisa semena-mena dikampus tersebut. Sebab ayahnya termasuk mempunyai jabatan tinggi di situ.


"Loh yang gak usah sok jagoan disini. Loh itu hanya menutupi diri dari jabatan orang tuamu. Jadi gak usah sok-sok'an deh, tanpa ayahmu juga loh bukan siapa-siapa." sentak Lavina yang emosinya sudah dipuncak tertinggi.


Lavina tau bahwa ayah Alina adalah pimpinan universitasnya. Jadi gak heran kalau Lavina bisa mengatakan hal tersebut. Apalagi di depan semua mahasiswa yang lain. Makin malu wajah Alina dibuatnya, karna tak terima Alina sampai mau menampar Lavina di depan mahasiswa lain. Beruntungnya Lavina bisa langsung menangkap tangan Alina dan mencengkeramnya dengan kuat. Sampai Alina merintih kesakitan baru lah Lavina mau melepaskan sambil dikibaskan dengan kuat oleh Lavina. Sehingga Alina tersungkur di lantai.


"Ck, baru segitu saja sudah kesakitan. Dasar lemah, beraninya hanya mencaci mami. Tapi giliran begini diam. Ayo keluarkan suaramu yang tadi kalau berani" tantang Lavina yang tidak takut dengan Alina.


Lavina tidak suka di hina atau dicaci maki saat banyak pasang mata yang melihat. Atau dirinya dipermalukan di depan umu. Maka disaat itu juga Lavina akan balik mempermalukan orang tersebut. Sampai orang yang mengganggunya diam dan tidak bisa berkutik lagi. Seperti halnya Alina sekarang, bukan Alina namanya kalau dia tak berani menantang.


Tanpa Lavina sadari dibelakangnya sudah berdiri ayah Alina bernama Danu. Mata Lavina dan Resyi berbalik ke belakang saat Alina tiba-tiba bangun dan berlari mengarah ke belakang mereka. Resyi begitu terkejut, sejak kapan dokter Danu ada disana? Pikir mereka berdua. Lavina tak memperlihatkan ketakutan sedikit pun atau merasa takut. Berbeda dengan Resyi yang sudah berkeringat dingin. Dia sudah tau apa yang akan terjadi setelah ini.


"Papa lihat kan dia tadi mendorongku. Tanganku juga di pelintir sama dia, hiks....." Alina membalikkan fakta dan berbicara membual. Padahal tidak sedikit pun Lavina memelintir tangan Alina.


"Maaf prof, saya hanya membela diri saja. Yang memulai dahulu adalah Alina bukan saya. Alina juga tadi sempat mau menampar saya" jelas Lavina apa adanya, tapi Alina malah mengelak dan kembali memfitnah Lavina.


"Bohong pa, sudah jelas tadi dia yang dorong aku. Gak mungkin aku berbohong." ucap Alina dengan mengiba, dia memang pintar mencari muka dan membalikkan keadaan yang tidak sebenarnya terjadi.


"Semua yang ada disini adalah saksinya. Kalau anda tidak percaya, silahkan bertanya sama mahasiswa yang ada disini" Lavina sampai heran mendengar ucapan palsu dari Alina yang terus menyalahkannya. Dalam hatinya Lavina tertawa melihat kekonyosal yang dibuat Alina. Bukan kah itu malah akan mempermalukan dirinya sendiri? Entah ditaruh dimana otak pikirannya.


"Prof tadi yang Alina sendiri yang menghampiri kami dan malah mencaci maki sampai Lavina hendak ditampar. Beruntung Lavina mengelak dengan memegang tangan Alina." sahut Resyi membenarkan, tapi lagi-lagi Alina mengelak dan malah ikut menyalahkan Resyi.


"Kalian itu satu teman, mangkanya kamu membela dia" tatapannya mengarah ke Lavina.

__ADS_1


"Saya ada buktinya prof kalau Lavina tidak bersalah" tiba-tiba suara seseorang membuat semuanya menatap ke sumber suara.


"Sarhan...?" batin Lavina.


"Sarhan...."


"Baiklah tunjukkan kepada saya bukti yang kamu punya" Sarhan pun menunjukkan rekaman vidio saat Alina berkata kasar hingga ingin menampar Lavina. Namun segera ditangkis oleh Lavina.


Melihat rekaman tersebut Alina terbelalak begitu pun dengan profesor Danu. Ponsel Sarhan dikembalikan dan profesor Danu menyalahkan Alina. Sebab dirinya juga dibuat malu oleh putrinya sendiri di depan mahasiswa yang lain.


Alina pun disuruh untuk meminta maaf kepada Lavina dan Resyi. Sebenarnya Alina enggan untuk meminta maaf, sebab merasa dirinya memang tidak salah. Namun karna desakan dari ayahnya akhirnya Alina meminta maaf kepada Lavina dan Resyi. Lalu profesor Danu membawa Alina pergi dari sana. Mungkin setelah itu Alina akan disidang oleh ayahnya.


...🌷🌷🌷🌷...


Di rumah sakit nyonya Mesya dan Lavina datang berkunjung untuk melihat perkembangan keadaan Kendrick. Setiap hari memang mereka bergantian untuk mengecek, walau Farghan sudah mengatakan kalau belum ada perkembangan. Mereka tetap support Kendrick, berharap dengan kedatangan mereka Kendrick bisa mendengar dan merespon. Tapi hari demi hari sampai berganti bulan pun Kendrick tak menunjukkan kemajuan.


Tanpa Kendrick perusahaan milik tuan Alvero jadi menurun kinerja dan keuntungan perusahaan. Tak mungkin tuan Alvero mampu mengurus sendiri perusahaan yang ada dalam negeri maupun diluar negeri. Jadi benar-benar tak bisa membagi waktu, beruntung masih ada asistennya dan Roy yang ikut membantu. Karna itu memang tugas mereka, setiap hari doa selalu di lantunkan. Sepertinya Allah masih ingin menguji keluarga Kendrick. Seberapa mampu mereka bertahan dan terus memohon kepada-Nya.


Sampai menjelang hari pernikahan Lavina hendak diselenggarakan. Sebelum akad dilaksanakan, Lavina sempat datang ke rumah sakit. Tepat satu hari sebelum akad, Lavina datang sendiri dengan inisiatifnya. Selesai kuliah Lavina langsung pergi menuju rumah sakit. Walau pun hari pernikahannya sudah tinggal menghitung jam saja, Lavina tidak mau mengambil cuti. Jadi dia tetap masuk kuliah seperti biasanya.


Dalam ruang ICU Lavina menangis sambil memegang tangan Kendrick yang pucat sekali. Lavina menangis sebab besok adalah hari pernikahannya. Tanpa kakak yang mendampingi itulah yang membuat Lavina menangis. Dia berharap ada keajaiban yang membuat Kendricm bisa tersadar hari itu juga. Tapi keinginannya tak bisa terwujud, Kendrick tetap memejamkan matanya dan sama sekali tidak ada tanda-tanda akan sadar.


"Kak bangunlah, aku ingin kakak bisa menyaksikan pernikahanku besok. Ini kan hari yang memang kakak tunggu, hiks......Bangun lah kak, apa gak bosen tidur terus. Bangun lah untuk mengejar cintamu kak. Dia sudah jauh dari sini, kejar lah kak. Aku ingin melihat kakak tersenyum kembali. Aku kangen dengan kasih sayangmu, hiks......" percuma saja Lavina terus mengatakan agar Kendrick terbangun. Hasilnya nihil, percuma juga Lavina menangis didepan tubuh Kendrick. Tapi tak sedikit pun tanda Kendrick akan terbangun dari tidur panjangnya.


"Kak besok aku mau menikah dengan sahabat kakak. Doakan pernikahanku bisa langgeng sampai tua. Dan aku berharap kakak cepat bangun ya. Kami semua menunggumu kak, aku pulang dulu ya. Assalamu'alaikum" ucap Lavina lalu mengecup sekilas kening Kendrick dan tangannya. Setelah itu Lavina pun pergi dari ruangan Kendrick. Tak lupa Lavina berpesan kepada Farghan untuk memberi kabar sedikit apapun.

__ADS_1


Setelah dari rumah sakit Lavina kembali pulang untuk mempersiapkan acara pernikahannya besok. Tak lupa Lavina memberi pesan kepada Clarissa agar ikut serta melihat akad nya berlangsung lewat video call. Lavina juga memberi tahu jam akad yang akan dilaksanakan agar Clarissa tau perkiraan waktu yang memang berbeda cukup jauh sekitar 7 jam.


__ADS_2