
"Memang itu kan yang di inginkan suamimu, bukannya begitu?" ucap Faero mengarah ke Kendrick.
Clarissa hanya terdiam, dia tak bisa menjawab. Sebab dirinya pun tak tau jawabannya kalau tidak Kendrick sendiri yang menjawab.
"Tidak!!" sahut Kendrick tegas. "Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan istriku" jawabnya. Emosi dalam hatinya sudah tak bisa dibendung lagi.
"Kenapa kau tak mau menceraikan dia, kalau disini bagaikan neraka untuknyaa!!" marah Faero.
"Sudah lah nak ayo pulang, mama gak mau melihatmu tersiksa disini. Mama hanya ingin melihatmu bahagia, bukan seperti ini" sahuy nyonya Cantika matanya dah sembab habis menangis.
"Ma....Clarissa gak mau. Kalau mama menyuruh Clarissa untuk pulang sebentar, tapi kalau untuk bercerai dengan suami Clari. Maaf ma aku gak bisa" jelas Clarissa membuat nyonya Cantika menjadi sedih.
"Sudahlah dek, lupakan cintamu itu. Dia gak bakal membalas apa yang ada dalam hatimu. Dia hanya ingin bermain-main saja" sahut Faero.
Tuan Alvero dan nyonya Mesya tidam bisa berbuat apa-apa. Itu semua sudah menjadi kesalahan dari putranya. Mereka saja baru tau dari mulut tuan Nevan. Andai semua ini akan terjadi mereka berdua sudah pasti akan dipisahkan dari awal.
Sementara Kendrick tenggelam dalam emosinya mendengar ucapan Faero yang selalu menyindirnya. "Apa katamu!! Kau selalu merendahkanku, menghinaku. Tanpa kau lihat dulu, itukah mulut seorang pemimpin!! " marah Kendrick yang tak bisa dibendung lagi.
"Kendrick!!" pekik tuan Alvero.
"Kenyataan kok pa, dia itu punya mulut gak bisa dijaga" ucap Kendrick emosinya sudah menggebu-gebu.
Plak.
Satu tamparan keras dari tuan Alvero mendarat di pipi Kendrick. Rasa perih dan panas bercampur menjadi satu. Bukan hanya itu, tapi sakit dihati pun dia rasakan.
Sementara Clarissa dan nyonya Mesya, mereka sangat terkejut. Clarissa sampai menutup mulutnya sembari menahan tangis, namun pada akhirnya tangisan itu pecah membasahi pipinya. Ia bisa merasakan rasa sakit yang ada dalam hati suaminya.
"Papa tidak pernah mengajarimu untuk mencela orang lain. Disini memang kau yang salah Ken, harusnya kamu sadar bukan malah membalikkan omongan" hardik tuan Alvero marah.
"Ohh iya memang aku yang salah disini, tapi ucapan yang tidak benar menudingku. Apa aku harus diam saja pa? Dengan harga diriku yang di injak-injak oleh nya." marah Kendrick sampai rasa sakit pun tak dia rasakan.
Clarissa bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Kendrick. Ia menyuruh Ken untuk mengikutinya sebentar. Entah aoa yang ingin dibicarakan oleh Clarissa.
"Biarkan aku berbicara sebentar dengan suamiku" ucap Clarissa lalu mengajak Kendrick pergi dari sana. Agar emosi suaminya redam sedikit, tanpa menggubris yang lain Kendrick melenggang mengikuti Clarissa.
Sampai di dalam kamar mereka, Clarissa melepas genggaman tangannya sejak tadi. Dan Kendrick langsung terduduk lemas diranjangnya.
"Mas biarkan aku pergi ya" ucap Clarissa tiba-tiba membuat Kendrick terkejut.
"Tapi aku....." Kendrick bingung harus berbicara apa.
"Waktu itu aku pernah meminta waktu selama tiga bulan untuk bisa mengembalikan hatimu dan sepertinya hati kamu sudah kembali. Walau pun bukan aku yang mengisinya nanti" ucap Clarissa.
Kata-katanya itu menusuk hati Kendrick. Seolah ada pedang tajam yang menghantam hatinya. Sakit!! Itulah yang dirasakan oleh Kendrick sekarang.
"Jangan pergi Clari, aku mohon" ucal Kendrick.
Clarissa tersenyum melihat wajah Kendrick. "Cuma sebentar kok, nanti aku kembali lagi. Jika memang disini sudah ada aku" ucap Clarissa menunjuk dada Kendrick, yang disana terletak hatinya.
Kendrick menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda kalau Clarissa tidak boleh pergi. "Sudah ku bilang, aku hanya sebentar. Semua barang-barangku tetap akan ada disini. Biarkan suasana nya redam dulu ya nanti aku akan kembali jika sudah waktunya" tutur Clarissa tersenyum menangkup kedua pipi Kendrick.
Dan tiba-tiba Clari mengecup pipi Kendrick yang tadi sempat ditampar oleh tuan Alvero. Sontak saja Kendrick terkejut dengan perlakuan Clarissa kepadanya. Jantungnya berdetak dengan cepat, ia sampai tak bisa menahan detakan yang membuat dia hanya bisa terdiam sejenak.
__ADS_1
"Dah ya aku pergi dulu, aku tidak akan pernah bercerai denganmu kok kalau gak kamu sendiri yang memang menalak ku" ucap Clarissa tersenyum.
Ia pun hanya mengambil tasnya dan meninggalkan Kendrick di kamar sendiri yang masih termenung. Sebelum sampai keluar Clarissa sempat meminta Kendrick untuk dikamar saja agar tidak menambah kegaduhan. Lalu Clarissa melambaikan tangannya dan lenyap bersamaan dengan pintu yang tertutup.
Di bawah mereka melihat Clarissa turun sendiri tanpa Kendrick. Mengarah kepada mereka dengan hanya membawa tas nya.
"Papa, mama Clari pamit dulu ya. Titip mas Ken, kalau memang takdir nya Clarissa kembali ke rumah ini lagi. Pasti Clarissa akan kembali" ucap Clarissa dihadapan tuan Alvero dan nyonya Mesya.
"Iya sayang, pergilah" ucap nyonya Mesya tak bisa mencegah menantunya untuk pergi.
"Maafkan kesalahan Kendrick kepadamu ya nak, pergilah temukan kebahagiaanmu" tutur tuan Alvero.
"Iya pa, aku sudah lama sebelum mas Ken meminta maaf aku sudah memaafkan" balas Clarissa tersenyum.
"Kak Clarissa....." panggil Lavina berlari ke arah Clarissa.
"Kakak mau pergi" ucap Lavina sesampainya di depan Clarissa.
"Iya sebentar kok, baik-baik ya. Jangan lupa tanggung jawabmu" bisik Clarissa saat mengatakan tanggung jawab.
"Hissh iya kak" balas Lavina.
"Clarissa pamit assalamu'alaikum" ucap Clarissa setelah menyalami mertuanya satu per satu.
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serentak.
...🌳🌳🌳...
Rasanya sepi tanpa ada Clarissa disampingnya. Ia juga melihat jus yang tadi dibuatkan Clarissa belum sempat terminum.
Kendrick mengingat sesuatu, dia langsung bangkit mengambil tas kerjanya. Disana ia mengambil sebuah buku yang tercatat nama Clarissa disana. Sangat lama Kendrick memandangi buku itu. Dan perlahan tangannya membuka isi halaman yang terakhir ada coretannya. Ken juga meraih buku satunya lagi yang bertuliskan nama dia.
"Clar, aku belum sempat memberikan ini padamu. Maafkan aku sudah lancang mengambilnya darimu, diarymu mengajarkan aku banyak hal. Walau pun kamu tak pernah bercerita padaku, tapi diary ini sudah menyampaikannya langsung." gumam Kendrick mengusap-usap diary milik Clarissa.
Pantas saja Clarissa mencari diary nya tidak kunjung ketemu. Kalau diary itu dibawa oleh Kendrick. Ia sengaja mengambilnya untuk nanti diberikan kepada Clarissa. Tapi entah apa yang direncanakan sebelumnya. Yang pasti dia akan memberi kejutan sekaligus memberikan diary itu langsung.
Surat yang waktu itu diterima oleh Clarissa sudah diambil dan entah di simpan dimana oleh Clarissa. Yang pasti sudah tidak ada lagi dalam buku diarynya.
Tok.
Tok.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Kendrick. Ia bergegas membuka pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuknya.
Ceklek.
Sata pintu sudah terbuka terlihat lah wajah tuan Alvero yang sangat jelas kemarahan ada pada nya. Kendrick ditarik keluar dengan kasar dan menghajarnya habis-habisan.
"Dasar kau hanya membuat malu saja......Aku tidak pernah mengajarimu untuk berbuat kasar. Kenapa sikapmu jadi seperti ini, HAH!!" bentak tuan Alvero.
"Pa sudah, kasihan Kendrick. Dia memang salah tapi apa pantas diperlakukan seperti ini. Dia juga putra kita" lerai nyonya Mesya mencoba meredam amarah suaminya.
Sedangkan Kendrick sudah tersungkur dilantai dengan bibir yang berdarah dan lebam. Ia bangkit dan segera masuk ke kamar sambil menutupnya dengan keras.
__ADS_1
Brak.
Tuan Alvero semakin marah dengan sikap Kendrick. Namun karna tak tega melihat istrinya bersedih sampai menangis, ia pun mengajak nyinya Mesya untuk kembali ke dalam kamar mereka.
Di pojok sana Lavina melihat itu sangat sedih dan bisa merasakan rasa sakit yang dialami oleh kakaknya. Tapi dia juga gak bisa berbuat apapun. Dari awal dia sudah marah dengan kakaknya, apalagi hanya dia dan Michael yang tau tentang hubungan Kendrick dan Jennie sebelumnya.
Lavina pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Badannya sangat lelah juga dan besok harus kembali ke rumah sakit lagi.
🌷
🌷
🌷
Clarissa masih setia di kamarnya sejak malam tadi. Ia enggan untuk keluar sama sekali, bahkan sarapan pagi pun terlewat. Pintu kamarnya tertutup rapat tak ada tanda-tanda Clarissa akan keluar.
Eveline sangat prihatin dengan sahabatnya, ia tau persis bagaimana perasaan Clarissa sekarang. Ia hendak mengetuk pintu tapi ragu, namun dia juga gak bisa membiarkan Clarissa termenung sendiri.
Clarissa juga belum makan pagi ini, Eveline khawatir akan kesehatan sahabatnya. Lalu dia mengambil makanan dan minum lalu dibawanya ke kamar Clarissa. Perlahan pintu kamar terbuka dan terlihat Clarissa seperti baru saja selesai mandi.
Ia tersenyum kepada Clarissa lalu berjalan masuk, tak lupa menutup pintunya lagi. Eveline menaruh nampan tadi ke atas meja dan menyuruh Clarissa untuk makan, namun kelihatannya Clari tak nafsu makan.
"Ayo lah Clari makan dulu, sedikit saja yang penting perutmu terisi biar gak sakit" tutur Eveline.
"Aku gak lapar Velin. Bawa saja makanannya keluar" titah Clarissa.
"Kamu gak boleh begini Clari. Harusnya kamu memperjuangkan cintamu, aku yakin Ken sekarang juga mencintaimu" kata Eveline.
"Dia tidak mencintaiku Velin, dia tidak akan bisa mencintaiku. Kalau pun iya sudah dari kemarin dia mengejarku" ucap Clarissa putus asa.
"Bukan berarti dia tidak mengejarmu itu yang artinya tidak mencintaimu. Kamu bilang kan kalau Ken menolak untuk bercerai denganmu dan melarangmu pergi. Berarti hatinya sudah tertanam nama mu" tutur Eveline.
"Tidak Velin, dia hanya ingin aku disana untuk membantunya melupakan semuanya bukan karna dia cinta padaku" sahut Clarissa.
"Baiklah terserah apa katamu saja. Sekarang makan lah, aku tak mau kamu sakit. Aku akan menunggu dirimu sampai kamu mau makan" ujar Eveline.
"Jangan seperti itu Velin, kamu kan juga ada kerjaan. Pergi saja aku akan makan sendiri, tak perlu kamu menungguku" ucap Clarissa segera mengambil piring yang dibawa oleh Eveline tadi dan melahap makanannya.
"Nah itu dong, oke deh aku tinggal dulu habiskan ya" Eveline pun keluar dari kamar Clarissa.
Raut wajah Clarissa kini berbeda lagi. Dia masih Gak yakin dengan perkataan Eveline barusan. Tentang Kendrick yang mencintainya.
"Gak mungkin dia bisa mencintaiku. Dia saja sangat membenci aku." gumam Clarissa.
≧≦≧≦≧≦≧≦≧≦≧≦≧≦ʕ•ε•ʔ≧≦≧≦≧≦≧≦≧≦≧≦≧≦
🌲Jangan sia-siakan seseorang yang sudah menyayangimu dengan tulus. Sampai berkorban apapun demi kamu, mencari orang yang setia dan menerima apa adanya itu susah. Jika sudah mendapatkannya jangan pernah disakiti maupun dikasari..
🌲Genggam erat hatinya, kalau dia sudah pergi maka akan susah untuk menggapainya lagi atau mencari yang sama seperti dia. Hargai pasanganmu dan terima lah apa adanya tanpa harus benyak memilah.
🧕 "Buat yang sudah halal saja ya 💐. Yang masih pacaran segera halalkan, jangan nambah dosa terus 😉. Stay Halal ❤."
💮💮💮💮💮💮💞💞💮💮💮💮💮💮
__ADS_1