
Kendrick bertemu dengan Farghan dirumah sakit. Tepatnya diruang pribadi Farghan. Karna ini masih jam kerjanya sehingga Farghan tidak bisa bertemu dengan Kendrick diluar.
Namun ternyata saat Kendrick sudah sampai disana. Ia tak menemukan Farghan di ruangannya, Kendrick pun menggubungi Farghan tapi tak diangkat. Ia pun memutuskan untuk menunggu saja.
Beberapa menit kemudian, Farghan memberi pesan kepada Kendrick agar menemuinya dikantin rumah sakit. Membaca pesan tersebut Kendrick melangkah kan kakinya menuju kantin. Sesampainya disana Kendrick langsung bisa menemukan Farghan yang tengah duduk sendiri di pojok.
Ia menghampiri Farghan dan duduk disebelahnya. "Kenapa disini, katanya tadi diruanganmu" gerutu Kendrick.
"Datang-datang gak ucap salam dulu"
"Assalamu'alaikum" kata Kendrick dengan nada dibuat selembut mungkin.
"Wa'alaikumussalam, nah gitu kan bagus" ujar Farghan.
"Terus ngapain ngajak ketemu disini?" tanya lagi Kendrick.
"Aku lapar, tadi belum sempat makan. Banyak banget pasienku hari ini" jawab Farghan.
"Baiklah, kau makan saja dulu"
"Lah kamu sendiri gak makan? Tadi udah aku pesenin juga" kata Farghan.
"Ohh ya ampun, aku belum lapar. Kalau mau makan ya makan saja kenapa malah pesenin aku segala" protes Kendrick.
"Sudah terlanjur, nanti mubazir jadi makan saja" ucap Farghan.
Pesanan Farghan pun datang dua mangkok bakso. Beruntung Kendrick suka dengan bakso jadi dia pun tak masalah untuj memakannya. Bahkan ia makan sampai habis. Selesai makan barulah Kendrick berbicara dengan Farghan.
"Ayo ceritalah apa yang ingin kamu sampaikan" kata Farghan sudah siap menjadi pendengar setia dari sahabatnya.
"Soal yang besok itu, sebelumnya makasih ya sudah mau membantu. Padahal aku tau pekerjaanmu juga lumayan padat" ucap Kendrick.
"Halah kamu ini, gak usah berterima kasih. Kita kan sahabat sudah sewajarnya aku membantu kamu" sahut Farghan.
"Iya, aku juga mau jujur soal perasaanku sama Clarissa. Selama seminggu ini rasanya ada yang berbeda kalau tidak ada dia. Disini aku baru menyadari tentang perasaanku yang sebenarnya"
"Artinya kamu sudah mencintainya?" tanya Farghan.
"Iya aku memang mencintainya. Perasaan ini baru aku sadari saat dia sudah pergi dariku" kata Kendrick dengan wajah lesu.
"Sabar lah, besok kamu bisa mengungkapkan itu semuanya sama Clarissa. Dia pasti senang karna cintanya juga terbalaskan" ucap Farghan tersenyum bahagia.
"Tapi perilaku dan sikapku selama ini sudah jahat padanya. Bahkan aku tega menjadikan dia seperti pembantu. Aku suami yang jahat, padahal semua ini bukanlah kesalahan dia" jelas Kendrick tampak sekali diwajahnya keputus asaan.
"Dia pernah mengatakan kalau sudah memaafkan mu di depan papamu kan? Artinya cinta dia lebih besar dibanding rasa sakit yang selama ini Clarissa rasakan. Cobalah untuk memperbaiki hubungan dengannya dan mulai lah merangkai rumah tangga yang harmonis dari nol lagi" tutur Farghan sembari menepuk pundak Kendrick.
"Iya, aku akan mencobanya semoga saja Clarissa masih mau menerimaku sebagai suaminya" ucap Kendrick.
"Aamiin.....Jika kalian adalah jodoh, sejauh apapun rintangan dan badai pasti bisa dilewati bersama"
__ADS_1
"Iya, makasih kamu mau menjadi pendengar untukku" ucap Kendrick tulus.
"Sama-sama" jawab Farghan. "Bagaimana rencana besok di resto XX, apakah semua sudah siap?" tanya Farghan.
"Semua sudah siap, tinggal menunggu besok saja" jawab Kendrick.
"Bagus deh. Ohh iya tadi kamu mau nitip apa sama aku?" tanya Farghan.
"Diruanganmu saja yuk" ajak Kendrick.
"Baiklah ayo"
Mereka pun pergi meninggalkan kantin menuju ruang pribadi Farghan. Karna tas Kendrick masih berada disana.
Dan selama perbincangan mereka tadi ada sepasang mata yang mendengar semua obrolan Kendrick dan Farghan tanpa mereka sadari. Orang tersebut tepat duduk di belakang Kendrick dengan posisi membelakanginya. Entah siapa dia, setelah kepergian Kendrick dan Farghan. Orang tersebut menelfon seseorang yang sepertinya itu bos dia.
📱"Hallo bos, dia ingin membuat sebuah acara di resto XX besok. Yang saya dengar dia ingin menyatakan perasaannya"
📲 "Informasi yang bagus, terus awasi dia"
📱"Siap bos"
Panggilan berakhir.
🌳
🌳
🌳
Gaun itu sangat cocok dan pas di tubuh Clarissa. Eveline yang melihatnya dibuat terkagum-kagum. Malam itu Clarissa terlihat sangat cantik.
"Cantik sekali kamu malam ini Clar" puji Eveline.
"Sebenarnya aku gak PD dengan berat badanku, harusnya baju ini tak cocok untuk aku pakai" ucap Clarissa masih berdiri didepan cermin sambil memutas-mutarkan badannya.
"Apaan sih, Kendrick saja membelikan itu khusus untukmu. Ukurannya saja pas ditubuhmu, jangan pernah minder Clar. Harus percaya diri, jangan mendengar omongan yang bisa membuat kamu insecure. Tampil apa adanya saja, masalah berat badan masih bisa kamu melakukan diet Clar" tutur Eveline.
"Iya Vel, kalau gitu kita pergi sekarang" ajak Clarissa
"Ayo..." jawab Eveline.
Kali ini Clarissa tak berbohong dengan kedua orang tuanya maupun dengan Faero. Clarissa meminta izin untuk bertemu dengan suaminya tanpa dia harus sembunyi-sembunyi seperti tempo hari.
Awalnya tuan Nevan melarang Clarissa untuk pergi. Tapi Clarissa menekankan lagi bahwa dia masih berstatus sebagai istri dan memang itu haknya. Tuan Nevan maupun nyonya Cantika tak bisa melarang Clarissa untuk pergi.
Tentunya Faero meminta Eveline juga untuk menjaga Clarissa. Oleh karna itu Eveline ikut dengan Clarissa pergi. Padahal beberapa hari yang lalu tuan Nevan mengajak berlibur ke luar kota beberapa hari, namun ditolak oleh Clarissa. Sebab dia memang sudah jaanji dengan Kendrick untuk datang menemuinya.
Tuan Nevan tak bisa mencegah dan akhirnya mereka merayakan ulang tahun Clarissa dirumah. Dengan diadakan syukuran dan membagikan sedekah ke panti asuhan serta orang-orang yang tidak mampu. Itu memang permintaan Clarissa agar di hari bertambah umurnya ini bisa menjadi ladang keberkahan untuknya maupun keluarganya. Jadi Clarissa gak mau dirayakan digedung mewah atau tempat-tempat mewah lainnya.
__ADS_1
Cukup dengan keinginnanya itu, sudah bisa membuat Clarissa tersenyum bahagia. Apalagi dia sendiri yang membagikannya. Sehingga di hari ulang tahunnya ini tak ada perayaan besar, karna Clarissa tak suka hal tersebut yang bisa menghamburkan uang.
Sampai di bawah, bertemulah Clarissa dengan orang tuanya. Dia berpamitan dan menyalami keduanya bergantian. Terlihat jelas di wajah tuan Nevan ada rasa tidak suka, namun apa daya tuan Nevan juga tidak bisa mencegahnya.
Clarissa dan Eveline pun pergi dengan supir yang mengantar mereka. Sepanjang jalan Clarissa hanya terdiam saja. Entah kenapa dia merasa gugup dan dadanya bergemuruh.
"Vel, kita sebenarnya disuruh Kendrick kemana sih? Kenapa juga aku harus menggunakan pakaian ini" tanya Clarissa membuka percakapan.
"Sudahlah nanti kamu akan tau sendiri" jawab Eveline.
"Hmm ya sudah lah" Clarissa pasrah dan hanya menuruti kemana pun Eveline mengarahkan mereka pergi.
🌷
🌷
🌷
"Hari ini akan ku buat mereka tak bisa bersama lagi. Aku akan singkirkan perempuan itu dari kehidupan Kendrick dan dari dunia ini." gumam Jennie dalam mobil bersama dengan Lanni dan Nesya.
"Aku gak nyangka ternyata perempuan itu bisa juga membuat Kendrick jatuh cinta pada dia. Pakai obat apa perempuan itu, sampai Kendrick saja terpikat." sahut Lanni yang sedang menyetir.
"Pakai guna-guna mungkin. Mana mau lelaki tampan seperti Kendrick bisa mencintai perempuan gendut, jelek, culun kayak dia itu" timpak Nesya yang berada duduk dikursi belakang.
"Bentar aku mau menghubungi seseorang" kata Jennie mengambil ponsel yang ada dalam tasnya.
📱"Apa semua sudah siap?" tanya Jennie.
📲 "Semua sudah siap, tinggal menunggu arahan dari anda"
📱"Bagus, saya sebenar lagi akan sampai"
📲 "Siap bos"
Panggilan berakhir.
"Akan aku pastikan loh akan pergi untuk selamanya" gumam Jennie liri namun masih bisa didengar oleh Lanni maupun Nesya.
"Pasti dong, perempuan itu memang pembawa sial" sahut Nesya.
"Betul, jadi dari pada menjadi benalu mendingan pergi saja" ujar Jennie.
"Alamatnya sudah benar belum?" tanya Lanni pada Jennie.
"Sudah kok, ini sebentar lagi sampai." ucap Jennie sembari melihat jalan.
"Oke..."
Lanni kembali fokus untuk menyetir, sementara Jennie dan Nesya kembali diam. Tinggal suara mesin kendaraan yang terdengar dari luar. Kebetulan jalanan terlihat tidak terlalu ramai sehingga mereka bisa cepat sampai.
__ADS_1