Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 59 #London


__ADS_3

Clarissa menepati ucapannya untuk datang kerumah sakit bersama Eveline. Tepat pukul sembilan mereka berangkat dengan membawa mobil sendiri. Eveline yang mengemudikan mobilnya, ditengah perjalanan mereka berhenti sejenak untuk membeli buah tangan.


Selesai, mereka langsung kembali melanjutkan perjalanan. Sampai tiba di depan rumah sakit, Eveline memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Lalu mereka masuk bersama, berjalan menuju ruang ICU. Hati Clarissa tetiba saja berdegup sangat kencang. Air matanya berusaha ia tahan agar tak menetes. Semakin dekat, jantung Clarissa makin tak karuan saja. Entah karna apa Clarissa pun tak tau.


Clarissa memang belum sempat melihat kondisi Kendrick secara langsung sama sekali. Ia hanya tau keadaannya saja dari ucapan Farghan. Sampai tiba di depan ICU mereka tak menemukan siapapun disana. Pandangangan mereka mengedar ke seluruh penjuru rumah sakit, tapi tak menemukam siapapun.


"Apa suamimu gak ada yang jagain ya?" kata Eveline sembari menengok ke sembarang arah.


"Gak tau, mungkin mereka lagi pulang sebentar" jawab asal Clarissa, karna dia pun juga gak tau mereka kemana.


"Ya sudah, kamu masuk aku akan tunggu disini" Eveline pun duduk dikursi yang ada didepan ICU.


"Aku masuk kalau gitu, nanti barangkali ada yang mama atau Lavina yang datang bilangin" ucap Clarissa lalu berjalan masuk.


"Heem!"


"Mau cari siapa bu?" tanya perawat yang berjaga di dalam.


"Suami saya sus, Kendrick Emilio" jawab Clarissa.


"Baiklah, anda pakai baju khusus sebelum masuk ke ruang pasien" perawat itu pun mengambilkan baju tersebut dan membantu Clarissa memakainya.


Lalu Clarissa ditunjukkan ruangan Kendrick. Makin berdegup kencang saja jantung Clarissa, sampai tatapan matanya bertemu dengan wajah sesorang yang amat dicintainya sedang terbaring tak berdaya dengan berbagai alat yang menempel ditubuhnya. Sakit! Yang dirasakan oleh Clarissa pada saat itu.


Ia mendekati ranjang tempat Kendrick terbaring. Digesernya kursi untuk dia duduk, disitu Clarissa sudah tak bisa membendung air matanya lagi. Semua dia tumpahkan disaat itu juga, tangisnya pecah tak bisa ditahan. Bayangan terakhir saat Kendrick mendorong, begitu jelas diingatan Clarissa. Sampai kata terakhir yang diucapkannya pun Clarissa masih ingat.


"Assalamu'alaikum" ucap Clarissa sembari menyerka air matanya.


"Mas, ini aku istri kamu. Kenapa kamu jadi seperti ini, hiks.......Aku gak terbayang dengan keadaanmu yang akan jadi begini. Maafkan aku yaa hiks!" Clarissa memegang tangan yang begitu dia rindukan. Lemah dan dingin, wajahnya pucat, bibirnya kering. Seperti bukan Kendrick yang dikenal oleh Clarissa.


"Sadarlah mas, aku disini untuk kamu. Aku akan selalu menemanimu. Lihat mas ini kalung pemberian darimu, sangat cantik aku menyukainya. Persis dengan yang kamu inginkan, aku akan memakainya kapan pun dimanapun. Cepatlah sembuh mas, aku akan menunggu sampai kamu bangun. Aku sekarang percaya dengan cintamu, aku juga sudah memaafkan semuanya. Ayo mulai dari awal mas, kamu harus bangun ya." Bibir Clarissa sangat susah untuk berucap sangking bergetar hatinya.


"Aku mau pamit sebentar sama kamu untuk pergi. Kalau kamu nanti sudah membaik aku akan kembali kesini dan aku akan pastikan pertama kali yang kamu lihat adalah istrimu. Cepat sembuh ya suamiku, aku akan kembali secepatnya. Jika nanti aku kembali kamu harus sadar kembali" tak lupa Clarissa memberikan kecupan dikening Kendrick dan tangannya.


"Sayuci mu pulang dulu, cepat sadar ya sayang" Clarissa hanya ingin membalas ucapan Kendrick di dalam diarynya dengan memanggil "sayang". Sepertinya panggilan itu akan ia pakai setiap hari jika suaminya sudah sembuh.


Setelah itu Clarissa kembali mengecup kening Kendrick lama. Dan ia juga kembali mengecup tangan suaminya. Sebelum pergi Clarissa menyerka air matanya dan tersenyum cantik ke arah Kendrick.


"Assalamu'alaikum mas, aku pergi dulu" Clarissa pun berlalu pergi dari ruangan Kendrick.


__ADS_1





Diluar ruangan.


Eveline tengah berbicara dengan Lavina dan nyonya Mesya. Melihat Clarissa keluar dari ruang ICU nyonya Mesya langsung memeluk Clarissa sambil menangis. Seketika Clarissa terkejut, sempat benging beberapa detik dan akhirnya ia membalas pelukan tersebut. Lama sekali nyonya Mesya memeluk Clarisda sampai akhirnya dia melepas pelukan tersebut.


"Mama kenapa menangis?" tanya Clarissa bingung sembari menyerka air mata mama mertuanya.


"Akhirnya kamu mau datang kesini nak, mama sangat merindukanmu. Mama kira kamu akan benar-benar bercerai dengan Kendrick" setelah kepergian Clarissa pada saat itu, nyonya Mesya tidk tau lagi Clarissa ada dimana. Karna dia pingsan dan saat menanyakan keberadaan Clarissa, suaminya hanya menjawab kalau menantunya sudah pulang.


Pada keesokan harinya nyonya Mesya nih menunggu barangkali Clarissa akan kembali untuk menjenguk suaminya. Namun, dugaannya salah Clarissa tak pernah sekali pun datang ke rumh sakit. Disitu lah ibu dua anak ini berpikir kalau menantunya sudah tak ingin lagi menjalin rumah tangga dengan putranya.


Clarissa tersenyum dan berkata, "Aku gak akan bercerai dengan mas Kendrick. Tapi aku minta tolong sama mama boleh?" kini Clarissa menggiring nyonya Mesya untuk duduk.


"Minta tolong apa nak?"


"Clari mau pergi untuk beberapa bulan ke depan. Clari titip mas Kendrick ya ma, kalau dia sudah membaik kondisinya, mama kabarin aku. Aku ingin saat mas Kendrick terbangun ada aku disampingnya" kata Clarissa, tatapannya sendu penuh harap sembari memegang tangan Mesya dengan kuat.


"Kamu mau kemana nak? Kenapa tidak kamu yang merawat Kendrick. Dia pasti butuh support dari kamu" Lavina mendekati Clarissa dan menanyakan hal yang sama seperti sang mama.


"Ada misi yang harus aku selesaikan Lavina, saat hari itu tiba pasti mama dan kamu akan tau. Yang jelas ini menyangkut aku dan pernikahanku" Lavina langsung melirik nyonya Mesya meminta jawaban atas perkataan Clarissa. Namun sang mama juga tidak mengerti maksud dari perkataan menantunya.


"Maksud kamu bagaimana?" tanya Mesya yang tidak mengerti maksud dari perkataan Clarissa.


"Aku akan pergi ke luar negeri, tepatnya di London. Tolong jangan beri tau ke siapapun ya ma soal ini, cukup keluargaku, mama, dan Lavina." Clarissa berucap penuh harap dan pengertian dari mereka berdua.


"Jauh sekali kak, mau ngapain disana?" tanya Lavina heran dan terkejut.


"Nanti aku akan jelaska kalau sudah sampai sana. Aku akan berangkat besok pagi" makin terkejut meteka berdua saat Clarissa mengatakan akan berangkat besok pagi yang artinya sudah dipersiapkan beberapa hari yang lalu.


"Besok!!" ucap Mesya yang terkejut.


"Aku minta maaf ma, baru bilang ke mama dan Lavina. Aku minta pengertian mama, aku mohon ya ma" Clarissa menunduk sembari menangis.


Nyonya Mesya melihat itu langsung menangkup kedua pipi Clarissa agar dia mendongakkan kepalanya. Kemudian nyonya Mesya tersenyum dan berbicara yang membuat hati Clarissa menjadi lega.


"Pergi lah sayang, mama akan jaga suamimu sampai kamu kembali lagi kesini. Mama akan selalu mendoakanmu, apapun yang ingin kamu lakukan. Mama percaya itu yang terbaik" Clarissa langsung memeluk mertuanya dengan erat dan mengucapkan beribu terima kasih. Sungguh Clarissa sangat bersyukur memiliki mertua yang baik dan sayang kepadanha seperti anak kandung sendiri.

__ADS_1


Eveline hanya terdiam memerhatikan mereka bertiga. Ia membiarkan Clarissa agar memiliki ruang untuk berbgai cerita dan mengaytakan semuanya kepada Lavina maupun mamanya. Eveline tau perasaan Clarissa sekarang, bagaimana dia benar-benar mempertimbangkan semua ini sebelum memutuskan untuk pergi kel luar negeri. Mungkin ini sangat menyiksa hatinya, tapi tekadnya sangat kuat sehingga Clarissa mampu menghilangkan rasa sakit itu. Apalagi semua yang dia lakukan juga untuk suaminya.


...☆☆...


...Lima hari yang lalu...


...☆☆...


Clarissa duduk bersama kedu orang tuanya, Faero dan Eveline di ruang keluarga. Mereka sedang ingin mendengar penjelasan Clarissa tentang apa yang ingin dia katakan. Yang sebenarnya mereka sudah tau, tetapi ingin mendengar keyakinan dari Clarissa.


"Kamu sudah yakin ingin pergi Clarissa?" tanya tuan Nevan duduk di sampinh istrinya, disebelah Cantika ada Clarissa dan depan mereka adalah Faero dan Eveline.


"Aku yakin pa. Aku akan pergi kesana sekaian menenangkan perasaanku" kata Clarissa.


"Kalau kamu sudah yakin, pergilah!! Disana kamu temui om dan tantemu. Tinggal lah bersama mereka selama kamu ada disana. Papa sudah mengatakan kepada mereka" sembari mengambil secangkir kopi lalu meminumnya.


"Kalau kamu disana jaga diri baik-baik" pesan Faero sambil nyemil makanan yang ada ditoples, mereka memang sedang berkumpul bersama.


"Iya, aku pasti akan jaga diri baik-baik. Kalian tidak perlu khawatir, terutama mama. Aku usahakan setiap hari akan menelfon atau video call mama"


"Harus itu, mama mau kamu kabari tiap hari. Kalau mama atau papa ada waktu, kami akan berkunjung kesana. Intinya kamu jaga diri dan tenangkan pikiran" begitu hangat tangan Cantika yang dirasakan oleh Clarissa, sebagai kekuatan untuknya agar bisa lebih baik dan bangkit dark keterpurukannya.


"Iya mama sayang" Clarissa langsung memeluk sang mama dengan erat, disambut oleh Cantika sembari mengusap-usap punggung Clarissa dan membenarkna rambut putrinya yang sedikit berantakan.


"Tiket yang kamu mau sudah kakak pesankan. Jadwalnya pagi sekitar jam sembilan lah, nanti aku akan ikut mengantar kamu" sahut Faero terus sambil ngemil dan itu membut Clarissa langsung mengejeknya.


"Jangan banyak makan nanti kayak aku loh" ledek Clarissa membuat Faero langsunh tersedak dan buru-buru Eveline memberikan suaminya minum.


"Pelan-pelan dong mas kalau makan" kata Eveline mengelus leher bagian belakang agak ke bawah sedikit.


"Issh, loh ya dek awas!" Faero geram sama Clarissa lalu mendekat ke arah adiknya. Namun Clarissa malah mendekat ke arah sang mama meminta perlindungan dari terkaman Faero.


"Sudah iihh, kalian ini sudah besar masih saja kayak bocah" gerutu nyonya Cantika.


Faero dan Clarissa hanya nyengir saja tanpa dosa. Mereka pun melanjutkan obrolan malam itu dengam candaan dan gurauan. Melepas lelah dengan bersantai bersama keluarga memang hal yang sangat menyenangkan dan rasa lelah bisa terobati seketika. Apalagi melihat senyum orang-orang yang sangat dicintai.


...💞💞💞💞...


...Segini dulu ya readers, author minta maaf karena sering telat up 😖🙏. Author lagi mengurus untuk magang jadi sibuk kali. Tapi author sempatkan untuk up entah sehari satu bab atau double up....


...Selesai baca jangan lupa klik jempolnya ya 😉...

__ADS_1


...By By 👋...


__ADS_2