
"Itu lihat, lucukan. Jangan ngambek nanti jelek" ucap Khalvan selalu bisa menghibur dan menjadi periang disetiap orang yang berada didekatnya. Tetapi dia juga gak mudah berbaur dengan orang asing yang belum dikenalnya.
"Adiknya lucu, kapan dibawa pulang pa?" ucap Kheisen sudah tak cemberut lagi.
"Nanti ya kita bawa pulang. Nunggu bunda sehat dulu, nanti dibawa pulangnya bareng bunda" balas Kendrick.
Karna gemasnya Kheisen terus mentoel pipi kedua adiknya secara bergantian. Beruntung mereka gak kebangun dengan ulahnya Kheisen. Mungkin memang dia sangat gemas dengan adiknya. Sudah lama Kheisen menunggu adiknya lahir, setiap hari dia akan bertanya kapan adiknya akan lahir. Dari sejak dikandungan saja sudah begitu dinanti, apalagi mereka sudah hadir kedunia yang begitu dinanti oleh keduanya begitu pun dengan mereka semua.
"Bunda, adik Kheisen namanya siapa?" tanyanya.
"Coba tanya papa, bunda gak tau. Hanya papa yang tau, coba tanyain" balas Clarissa.
Lalu Kheisen dan Khalvan menatap papanya dengan tanda tanya disamping box bayi adiknya.
"Hmm kalau mau tau, cium dulu dong" tunjuk Kendrick ke arah pipinya kanan dan kiri sembari berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi kedua putranya.
Khalvan dan Kheisen langsung mendekat lalu mencium pipi papanya secara bergantian. "Anak pintar, muach....muach! " Kendrick berganti mengecup pipi keduanya.
"Jadk siapa namanya Ken?" sahut nyonya Mesya yang sedari tadi ngotot ingin tau.
"Yang tanya Kheisen, kok mama yang nyaut aja. Ngebet banget pengen tau, gak sabaran banget sih" gerutu Kendrick.
"Issh mama cuma tanya, kalau gak mau jawab ya sudah. Gitu saja sewot" ketus nyonya Mesya.
"Haduh kalian ini dari tadi berantem terus soal nama mereka. Gak malu dilihat sama kedua mertuamu Ken, gak malu ma diliatin sama besan" ujar tuan Alvero, panas telinganya mendengar ocehan anak dan istrinya yang tiada henti.
Nyonya Mesya sampai lupa kalau diruangan itu sekarang tidak hanya ada dia dan suaminya. Melainkan ada besannya juga, ia jadi malu sendiri.
"Maaf bu Tika, kalau sikap saya menganggu. Ini anak emang suka jail" ucap nyonya Mesya merasa tak enak hati dan malah menyalahkan Kendrick.
"Lah kok aku sih ma disalahin. Mama sendiri yang dari awal ngomong terus gak berhenti. Sangking keponya ya gitu, apa-apa suka kepo" kesal Kendrick tak mau disalahkan.
Nyonya Mesya menahan emosi agar tak meluap-luap. Ia malu kalau harus berdebat dengan anaknya didepan besannya sendiri. Ia hanya mempelototi Kendrick agar diam. Tapi tak digubris oleh Kendrick.
__ADS_1
"Sudah sudah mas, lihat tuh anak kamu dari tadi nungguin pertanyaannya dijawab. Sampai bengong gitu mereka. Kasihan loh" ucap Clarissa menjadi penengah.
"Eh maaf sayang, kalian nungguin ya." ujar Kendrick.
Khalvan dan Kheisen mengangguk bebarengan. Mereka sudah tak sabar mendengarnya dari tadi.
"Nama adik kalian.......!" Kendrick sejenak menahan ucapannya. "Yang ini namanya Khenzo dan yang sebelah sini namanya Khenzi. Laki-laki dan perempuan. Bagaimana?"
"Lucu pa, yeeh" sorak Khalvan senang.
"Sssstttt jangan berisik sayang, nanti adeknya kebangun." ucap Kendrick mendekati kedua putranya. Lalu menggendongnya menjauh dari box bayi. Agar kedua bayinya yang batu lahir tidak kaget mendengar suara Khalvan.
"Dah, kalian duduk sini saja sama bunda."
"Clarissa biarkan mereka pulang sama mama ya. Mereka kan sudah dari tadi kesini, tapi malah ngeluyur ke taman. Biarkan mama bawa mereka pulang, sekalian mama dan papa mau pulang juga. Mama mau mandi dan ganti baju dulu" ucap nyonya Cantika.
"Mama ajak pulang mereka gak pa-pa kan?" tanya nyonya Cantika meminta persetujuan.
"Baiklah kalau gitu saya ajak mereka pulang sekarang. Khalvan Kheisen, kalian pulang sama kakek dan nenek ya, nanti kesini lagi temuin dedek Khenzo dan Khenzi" ucapnya keoada dua bocah yang masih setia duduk disamping bundanya.
"Khalvan dan Kheisen pulang dulu sama nenek, nanti kesini lagi. Pulang ke rumah nenek ya" timpal Clarissa.
"Iya bunda, Kheisen mau tidur dirumah nenek boleh?" tanyanya si kecil.
"Boleh dong. Boleh banget malah, tapi gak boleh nakal ya dirumah kakek dan nenek. Harus jadi anak yang pintar. Pasti kalian kangen ya sama Meo dan May mangkanya minta tidur sana"
Kheisen pun mengangguk membenarkan. Meo dan May adalah kucing kesayangan Kheisen dan Khalvan yang ada dirumah tuan Nevan. Setiap mereka berkunjung kesana pasti yang paling dicari adalah kedua kucingnya.
"Ya sudah kalian pamit dulu sama papa dan bunda, setelah itu kita pulang. Pamit juga sama opa dan oma ya"
Khalvan dan Kheisen mengangguk bersamaan. Lalu mereka bergantian mengecup punggung tangan Kendrick dan Clarissa, kemudian berganti ke opa dan omanya. Setelah berpamitan, tuan Nevan dan nyonya Cantika membawa mereka pulang ke rumahnya.
...♡♥♡♥♡♥♡...
__ADS_1
"Loh ma, mereka ikut kesini? Sama papa dan mama saja" ucap Eveline saat melihat kedatangan mertuanya bersama Khalvan dan Kheisen.
Mereka baru saja tiba dirumah dan kebetulan Eveline berada diruang tamu. Jadi dia bisa mendengar suara bel rumah berbunyi.
"Iya, tadi mereka mama ajak kesini. Opa dan oma nya masih dirumah sakit. Ketemu juga mereka mau ikut, kangen tuh sama dua kucingnya. Mana Meo dan May?" ucap nyonya Cantika, sementara tuan Nevan langsung naik ke atas karna ada kerjaan sedikit yang perlu diselesaikan.
"Ada ma, barusan mondar-mandir disini. Lah itu mereka, baru juga diomongin langsung nongol. Mereka selesai makan kayaknya, tuh perutnya masih gembul"
Khalvan dan Kheisen tak langsung menghampiri kucingnya. Kebiasaan mereka sebelum menyentuh Meo dan May adalah mencuci tangannya agar bersih.
Selagi Khalvam dan Kheisen bermain dengan kucingnya. Nyonya Cantika mengobrol santai dengan Eveline. Yely ikut bermain bersama sepupunya. Mereka sudah sangat dekat dan akrab.
"Bagaimana kondisi Clarissa dan bayinya ma? Aku penaran anaknya Clarissa cowok apa cewek dan seperti apa wajahnya. Aku pengen banget bisa lihat kesana, tapi mas Faero belum pulang."
"Keadaan Clarissa baik, anaknya pun juga lahir dengan selamat. Mereka cowok dan cewek, tampan dan cantik pula. Mama kira tadinya Clarissa akan melahirkan kembar cewek, melihat dari selama kehamilan, Clarissa tak banyak bertingkah aneh. Tapi ternyata lahirnya beda jenis"
"Wah! Beneran ma, aku harus melihat mereka. Pasti tampan dan cantik. Duh jadi gak sabar deh, yang lahir duluan cowok apa cewek ma?" tanya Eveline penasaran.
"Cowok"
"Hah seriusan ma, astaga enak dong bisa dijadikan ratu sama kakaknya. Kan dia perempuan sendiri ma, pasti kakaknya akan menyayangi dia. Ohh ya ma siapa nama mereka? Apakah Clarissa belum memberi tau?"
"Sudah, Kendrick yang memberi nama mereka. Khenzo dan Khenzi, nama yang bagus dan unik menurut mama"
"Nama yang indah, bagaimana reaksi mereka bertemu adiknya ma? Pasti sangat senang ya" mata Eveline tertuju pada kedua keponakannya.
"Iya mereka sangat antusias untuk melihat adiknya. Apalagi si Khei tuh, gak sabaran anaknya. Sampai-sampai suster dan kakaknya ditinggal, dia lari nyelonong masuk ke dalam. Mungkin karna memang sudah gak sabar, selama ini Khei kan selalu overprotektif kalau sama bundanya."
"Iya ma, tapi mereka beda walau kembar. Aneh, sifatnya dua kakak beradik itu. Khalvan suka ceria, kalau Kheisen lebih pendiam."
"Kheisen memang pendiam anaknya, tapi kalau sudah menyangkut orang yang disayang pasti dia tifak akan tinggal diam. Lihat saja nanti saat mereka sudah dewasa. Akan terlihat lebih jelas"
"Iya ma"
__ADS_1