
"Kalau apa Clari?" tanya nyonya Mesya yang penasaran melihat Clarissa bergeming seperti ragu untuk bercerita.
"Aku melakukannya bukan atas dasar kemauanku sendiri. Tapi saat itu mas Ken sedang mabuk berat dihotel. Dan Farghan meminta Eveline untuk mengajakku ke hotel itu. Jadi papa dan mamaku gak bisa menerimanya. Sebab saat itu pun aku keluar dengan alasan lain." terang Clariss membuat semuanya kaget. Mereka gak akan terbayang kalau kenyataannya diluar ekspektasi mereka.
"Jadi Kendrick memaksamu untuk melakukannya begitu!! Sejak kapan anak itu suka mabuk-mabukan begitu!!" geram tuan Alvero marah. Kalau putrinya yang diperlakukan begitu pasti ia juga akam marah, sekali pun mereka sudah halal.
"Papa jangan marah dulu, mas Kendrick mabuk bukan atas dasar keinginannya sendiri. Tapi saat itu dijebak oleh Jennie, pa. Jennie sudah memberikan obat perangsang ke dalam minuman mas Ken. Yang memang saat itu mas Kendrick pergi ke bar, bukan untuk minum tujuannya. Hanya untuk menenangkan pikirannya. Jadi saat itu kebetulan ada Farghan dan Roy yang datang tepat waktu jadi bisa membawa mas Kendrick pergi. Farghan menghubungi Eveline untuk meminta bantuan agar membawaku ke hotel tempat mereka berada. Ya akhirnya begitu deh. Mas Kendrick belum tau tentang ini sama sekali. Karna aku bahkan Farghan, Roy, dan Eveline tidak menceritakan apapun." jelas Clarissa, akhirnya ia tak ada beban untuk merahasiakan tentang kehamilannya. Hanya satu yang masih dia simpan dna belum mau berbicara adalah soal keluarga Mahendra.
"Beruntung bukan perempuan itu, jadi karna kejadian itu keluargamu marah?" tanya nyonya Mesya.
Dan dijawab anggukan oleh Clarissa. "Bahkan karna itu Eveline jadi dipulangkan oleh kak Faero ke rumah irang tuanya. Karna kak Faero merasa dibohongi sama Eveline. Itu juga yang membuatku marah kepada mereka. Padahal ini bukan kesalahan Eveline dan saat itu Eveline sedang hamil. Harusnya kak Faero tidak melakukan hal itu" keluh Clarissa merasa sedih saat tau sahabatnya juga kena imbas hanya karna masalah dirinya.
"Kasihan juga kak Eveline, aku sudah lama tidak berhubungan atau bertemu dengannya. Apa kabar dia baik sekarang?" tanya Lavina.
"Kabar dia baik, Eveline juga sudah melahirkan. Anaknya perempuan." jawab Clarissa sembari menunjukkan foto Yely kepada Lavina.
"Cantik ya anaknya kak Velin" ucap Lavina mengagumi.
"Aku juga mau mengatakan jujur tentang rahasia yang aku sembunyikan. Karna aku gak mau ada yang ditutup-tutupi lagi." ucap Clarissa menoleh ke arah Chera yang berada disampingnya. Chera seolah mengerti arti lirikan mata Clarissa dan apa yang akan dikatakan olehnya. Chera pun mengangguk menandakan bahwa Clarissa harus mengatakannya. Mereka masih menunggu ucapan Clarissa selanjutnya.
"Apa yang ingin kamu katakan Clarissa? Rahasia apa? Katakan saja" sahut tuan Alvero.
"Tentang perusahaan keluarga Jennie....!"
"Kenapa dengan perusahaan Mahendra, perusahaan itu sudah bangkrut" timpal tuan Alvero.
"Iya aku tau, dan aku yang membuat perusahaan keluarganya bangkrut"
Duar..
__ADS_1
"APA!!" mereka semua terkejut bukan kapalangan mendengar Clarissa mengatakan kalau perusahaan keluarga Jennie bangkrut karna dirinya. Apa yang sudah diperbuat Clarissa? Mereka sungguh bertanya-tanya dan bagaimana bisa Clarissa melakukan hal tersebut. Sedangkan dia ada diluar negeri. Gak mungkin Clarissa pulang secara diam-diam, pikir mereka.
"Bagaimana caranya? Perusahaan Mahendra sudah lumayan dikenal juga. Banyak pebisnis yang kerjasama dengannya. Gak bakalan semudah itu bisa bangkrut dengan sekejab" tuan Alvero begitu terkejut dan belum percaya Clarissa bisa melakukannya.
"Ya aku tau pa, perusahaan dia lumayan berkembang. Dan gak mudah untuk membuat pebisnis lain memutuskan kerjasama begitu saja. Jujur pa, ma, hatiku saat itu sudah dipenuhi rasa benci dan dendam. Apalagi saat tau pelaku penabrakan mas Kendrick adalah Jennie. Hatiku semakin tersulut amarah. Sebenarnya aku sudah curiga dari awal. Jadi aku meminta orang untuk memantau pergerakan Jennie sebelum aku pergi ke London saat itu. Kenapa perusahaannya bisa bangkrut faktor utama adalah kejahatan Jennie telah tersebar dan perlakuannya dimasa lalu juga sudah disebar luas. Kedua aku sengaja meminta orang untuk mengambil alih perusahaan itu. Dia seorang mafia, aku kenal dengannya." jelas Clarissa panjang lebar sembari menahan gejolak hatinya yang masih tersisa rasa marah.
"Mafia!! Kau berani berhubungan dengan seorang mafia? Mereka itu sangat kejam Clarissa. Bahkan mereka gak segan-segan membunuh musuhnya. Pasti dia punya musuh banyak." sahut Michael sangat terkejut mendengar Clarissa menjalin kerjasama dengan seorang mafia.
"Iya kak mereka itu sangat kejam dan sadia. Kenapa bisa sih kakak menjalin kerjasama dengan mereka" Lavina pun ikut mengkhawatirkan keselamatan Clarissa. Takut nanti musuh mafia tersebut malah menyerang kakaknya.
"Kalian tenang saja kami kenal dengan ketua mafia itu. Dia pernah kami tolong beberapa tahun lalu dan dia juga selama ini mencari keberadaan Clarissa untuk berterima kasih. Gak ada yang tau kok soal identitas dia sebenarnya. Karna musuh dia gak tau ketua mafia itu sebenarnya." timpal Chera menyahuti agar tidak Clarissa saja yang menjelaskan. Ia juga ingin membantu menjelaskannya.
"Tetap saja dia seorang mafia nak, mereka sangat berbahya" nyonya Mesya pun ikut mengkhawatirkan dampaknya nanti.
"Mama tenang saja, percayalah denganku semua akan baik-baik saja." ujar Clarissa meyakinkan mereka kalau semuanya akan baik-baik saja.
"Very...!! Very...!!" teriak Clarissa memanggil Very yang ada diluar. Kebetulan posisi Clarissa menghadap pintu luar jadi terlihat Very sedang jalan dari samping rumah dan Clarissan pun memanggilnya.
"Iya ada apa nona?" tanya Very bersikap formal karna ada tuan Alvero dan istrinya.
"Duduklah!" perintah Clarissa.
Tapi Very malah masih bergeming ditempatnya. Ia enggan untuk duduk sebab merasa tak pantas. "Saya berdiri saja nona" jawab Very sembari menunduk.
"Kalau aku bilang duduk, ya duduk! Gak ada bantahan" ujar Clarissa sedikit meninggikan suaranya agar Very mau mengikuti perintahnya.
Akhirnya mau gak mau Very pun duduk disofa yang terpisah. "Ada apa nona memanggil saya?" tanya Very merendahkan diri dihadapan mereka. Apalagi ada majikannya disana.
"Kenapa kamu memanggil Very kesini Clari?" tanya nyonya Mesya heran mewakili pertanyaan mereka semua.
__ADS_1
"Very yang aku suruh mengintai pergerakan Jennie sebelum aku pergi ke London. Dan dia juga yang sudah bekerja sama dengan mafia itu untuj menghancurkan keluarga Jennie sekaligus dengan harta mereka." jawab Clarissa semakin membuat mereka terheran-heran. Apalagi yang disembunyikan Clarissa setelah ini? Apakah masih ada lagi hal yang tidak mereka ketahui sejauh ini?. Pikir mereka semua dalam hati masing-masing.
"Benarkah itu? Artinya selama ini kamu membantu Clarissa Very? Kenapa kamu diam saja"
"Aku memang mekarangnya untuk bercerita ke siapapun. Bahkan keluargaku sendiri, karna aku mau semuanya berjalan dengan lancar tanpa kendala. Dan semuanya sudah selesai, tak ada lagi yang aku cemaskan. Jadi aku disini ingin jujur semuanya, agar gak ada kesalahpahaman. Aku mau hidup tenang setelah ini." ucap Clarissa mengutarakan isi hatinya sembari mendekati nyinya Mesya.
"Kalian jangan mengkhawatirkanku, setelah semua badai aku pastikan hanya kebahagiaan dalam rumah ini. Very......." Clarissa menjeda ucapannya sebentar dan melirik ke arah Very sebelum akhirnya dia meneruskan ucapannya. "Very ini teman sekolahku dulu, orang yang paling aku benci sebelumnya. Tapi sekarang sudah enggak, terlepas dari masa lalu. Aku yakin Very juga sudah berubah, yakan Very?" Clarissa meminta jawaban dari Very yang hanya menunduk.
Sampai pada akhirnya Very mengangkat wajahnya dan mengiyakan ucapan Clarissa. "Iya, saya sudah menyesal atas perbuatan saya dulu nona. Saya benar-benar minta maaf" kembali lah Very mengingat memori masa lalunya yang cukup kelam hanya demi seorang wanita.
"Apa yang sudah dia perbuat?" tanya Michael yang merasakan gak asing dengan wakah Very. Ia baru sadar kalau Very adalah teman sekolahnya, entah satu kelas, adik kelas, atau kakak kelas. Dia sudah lupa semuanya. Hanya saja wajahnya memang gak asing bagi Michael.
"Dia yang sudah menganiaya kak Clarissa dulu" sahut Chera merasakan hatinya masih ada rasa sakit, walau gak sedalam dahulu.
"APA!! jadi kau yang sudah membuat Clarissa depresi, HAH!! kurang ajar!!" bentak Michael merasa marah, selama ini dia gak menyadari siapa Very sebenarnya. Kalau pun tau sudah dari dulu Michael akan membalaskan semuanya. Ia berdiri dan hendak memukul wajah Verg, namun segera dicegah oleh Lavina yanh merangkulnya dari belakang dan suara teriakam Clarissa yang menyuruhnya berhenti.
"Cukup!! Cukup Chel, jangan diperpanjang lagi masalah itu. Dia sudah meminta maaf dan menyadari perbuatannya. Aku sudah memaafkan dia kok, selama ini Very yang membantuku. Sudahlah, itu juga masa lalu." tahan Clarissa, pada akhirnya Michael berusaha meredam emosinya dan kembali duduk sambil dipeluk oleh Lavina.
"Tapi perbuatannya terlalu kejam Clarissa. Aku yang melihatnya saja sudah bisa merasa ngilu, apalagi kamu yang menerima kekerasan dari DIA!!" ucap Michael sambil menunjuk ke arah Very yang menunduk diam seribu bahasa.
"Itukan masa lalu, buat apa diungkit-ungkit lagi. Malah membuat hati menjadi gak tenang. Aku hanya mau ketenangan, sudahlah kamu harus memaafkannya. Aku saja yang mengalami mau memaafkan dia, kenapa kami enggak!" ujar Clarissa.
Tuan Alvero dan nyonya Mesya hanya diam tanpa membuka suara melihat menantunya berdebat. Mereka juga terkejut awalnya dan tidak menyangka hal itu akan terjadi kepada Clarissa, apalagi salah satunya supir mereka sendiri.
"Papa, Clari minta jangan pecat Very dari sini setelah papa mengetahui semua ini. Karna itu hanya masa lalu yang tak perlu lagi diungkit. Hanya kedamaian yang Clarissa inginkan. Melihat menantunya mengiba, tuan Alvero hanya mengangguk saja. Dia gak akan memecat Very, lagian juga selama ini Very bertingkah baik selama bekerja. Jadi mereka percaya kalau Very benar sudah berubah.
"Papa gak akan memecatnya kok. Semua orang pasti punya kesalahan dimasa lalu. Jadi kita gak bisa memghakimi mereka dimasa kini. Kalau Tuhan saja mau maafkan, kenapa kita tidak? Yakan!. Very bekerjalah dengan baik setelah ini, saya tau hatimu sebenarnya baik" ucap tuan Alvero.
"Iya tuan, saya akan berusaha bekerja dengan baik dan memperbaiki diri saya. Saya sudah menyesali perbuatan yang dahulu" ucal Very sembari menunduk.
__ADS_1
"Baiklah kamu kembali bekeeja saja" ucap tuan Alvero. Akhirnya Very pamit untuk keluar meneruskan pekerjaannya. Ia merasa lega, seperti ada kelegaan dalam hatinya setelah mendapat maaf dari Clarissa dan semuanya. Tapi belum dengan keluarga Clarissa.