
Kendrick memberi pesan kepada Clarissa untuk bertemu disuatu tempat. Kendrick bukannya tak berani untuk datang ke rumah Clarissa langsung, tapi dia gak mau nanti akan memicu keributan. Jadi Kendrick mengajak Clarissa bertemu diluar.
Namun ditolak oleh Clarissa dengan alasan yang tidak jelas, intinya Clarissa tidak mau bertemu. Kendrick pun jadi frustasi dan memilih untuk kembali ke rumahnya saja. Ia merasa badannya pegal-pegal jadi Kendrick ingin istirahat di rumah untuk beberapa hari ke depan. Jadi dia meminta Roy untuk mengurus perusahaan sementara selagi dia beristirahat dirumah.
Sampai di rumah Kendrick langsung pergi menuju kamarnya. Dirumahnya terlihat sepi tak terlihat siapapun.
"Tuan muda sudah pulang" ucap bi Minah dari arah belakang.
"Iya bi, saya mau ke kamar dulu" balas Kendrick.
"Iya tuan muda" jawab bi Minah.
Kendrick langsung masuk berjalan menuju lift dan pergi ke lantai atas. Sampai dikamar Kendrick langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan memikirkan kejadian semalam. Dia masih tak menyangka melakukan itu kepada Clarissa.
"Apa Clarissa akan marah setelah melakukannya denganku" gumam Kendrick.
"Tapi telingaku gak salah dengar semalam. Aah sudah lah pusing kepalaku"
Kendrick memilih untuk istirahat sejenak untuk menenangkan pikirannya. Tapi matanya seolah tak mau terpejam, sehingga Kendrick terbangun kembali dan kini dia bangkit menuju laci yang berada di samping sofa. Ia mengambil sebuah buku dan membawanya menuju balkon kamarnya. Disana dia menulis sesuatu di dalam buku tersebut. Entah apa yang ditulis oleh Kendrick.
Padahal tinggal menghitung hari saja. Bertepatan dengan ulang tahun Clarissa, Kendrick juga sempat mengatakan kepada Michael kalau dia ingin membuat kejutan untuk Clarissa. Namun malah semua diluar rencananya. Tapi tekatnya tetap sama untuk menyiapkan kejutan tersebut.
๐ท
๐ท
๐ท
Tiga hari telah berlalu dan selama itu Clarissa masih berada di rumah orang tuanya. Sementara Kendrick selalu melakukan aktivitasnya sendiri. Mulai dari pakaian dan keperluannya yang lain. Dan yang sangat dirindukan olehnya adalah masakan Clarissa.
Biasanya ada yang tidur disampingnya, sekarang dia berasa sendiri lagi tatkala sebelum menikah dengan Clarissa. Sekarang Kendrick sedang berada dikantornya. Ia tak bisa meninggalkan pekerjaannya lama-lama. Sebab tuan Alvero pasti akan marah padanya jika Kendrick terus meninggalkan tugasnya.
Kendrick sudah menyiapkan sesuatu menjelang hari ulang tahun Clarissa. Tepatnya besok, jadi sekarang Ken sibuk dengan pekerjaannya dan tugas mempersiapkan kejutan tersebut dia serahkan pada Roy.
Dia menyewa satu resto yang sudah didekor dengan sama persis seperti keinginan Kendrick. Semua sudah siap tinggal menunggu besok.
Tok.
Tok.
"Masuk!"
__ADS_1
"Permisi tuan, ini saya sudah mengambil pesanan anda" kata Roy yang baru masuk ke ruangan Kendrick.
"Apa sudah sesuai Roy?" tanya Kendrick.
"Sudah tuan, sama persis dengan yang anda inginkan, ini tuan" ucap Roy sembari menyerahkan paper back yang dia pegang.
Kendrick pun menerimanya dan menyuruh Roy kembali ke tugasnya.
Setelah Roy pergi, Kendrick membuka paper back tersebut. Di dalamnya ada sebuah kotak berbentuk love berwarna merah. Kendrick membukanha dan tersenyum senang.
"Indah, pasti cocok untukmu" gumam Kendrick.
Lalu dia kembali menutup kotak tersebut dan menyimpannya. Ia pun menghubungi seseorang.
Tut.
Tut.
๐ฑ "Gimana Velin, apakah Clarissa mau kamu ajak?" tanya Kendrick.
๐ฒ Eveline : "Dia mau kok, tapi katanya sebentar saja"
๐ฑ"Baiklah gak pa-pa, terima kasioh Veline. Besok aku tunggu di tempat yang sudah aku share lock."
๐ฑ"Iya thanks"
๐ฒ Eveline : "Ya sudah, assalamu'alaikum"
๐ฑ "Wa'alaikumussalam"
Panggilan berakhir.
...๐ณ๐ณ๐ณ๐ณ...
Dua orang wanita sedang asik duduk dihalaman belakang rumahnya sembari meminum segelas jus masing-masing.
"Gimana rencanamu apakah sudah ada kemajuan?" tanya seseorang yang berada di sampingnya.
"Orang suruhanku sudah mengintai mereka dalam beberapa hari ini. Kata nya sih perempuan itu dan Kendrick sudah tidak tinggal satu rumah." ucap Jennie dengan senyum sinisnya.
"Ohh bagus dong, artinya mereka sudah berpisah tanpa harus kamu susah payah memisahkan mereka" balas Lanni yang berada disamping Jennie.
__ADS_1
"Tentu......Ini membuat rencanaku jadi lebih mudah. Untuk rencana selanjutnya aku akan tunggu kabar dari mereka dulu." ucapnya sembari meneguk minumannya.
"Apa kamu masih cinta sama dia?" tanya Lanni.
"Hmm....Sebenarnya cinta itu masih ada dalam hatiku, tapi entah lah rasanya seperti beda gak sama seperti yang aku rasakan dulu. Kayak nya lama-lama cintaku buat dia akan pudar." jawab Jennie apa adanya.
"Tapi kamu mau terus melanjutkan rencananya?"
"Iya dong tentu, karna gara-gara perempuan itu aku tidak bisa mendapatkan Kendrick. Dan gara-gara dia juga, aku sampai putus dengan Ken. Kalau aku gak bisa mendapatkan Ken maka dia juga gak boleh mendapatkannya." ujar Jennie dengan wajah yang marah.
"Tenang lah setelah ini kamu akan bisa menyingkirkan perempuan itu. Kenapa gak kamu singkirkan saja selamanya perempuan jelek itu, lagian bukan kamu yang akan beraksi" saran Lanni yang membuat Jennie berpikir lagi.
"Betul juga idemu kak, aku bisa menyingkirkan dia untuk selamanya. Biar mereka tak bisa bersama lagi, lagian aku masih belum puas membuat si culun itu menderita." kata Jennie.
"Ini kesempatan buatmu untuk balas dendam. Aku juga sudah lama ingin menindas perempuan itu." ucap Lanni menatap ke arah depan dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Tenang lah kak, aku akan membuat si culun itu merasakan rasa sakit yang teramat pedih. Jadi kakak gak perlu khawatir" kata Jennie menenangkan Lanni.
"Bagus lah, karna dia itu pembawa masalah dari dulu. Cantik juga enggak, seksian juga aku. Badan sebesar gajah masih saja ada yang suka" umpat Lanni.
"Hahaha, kakak nih membuat aku tak bisa berhenti tertawa. Emang bener sih dia segedhe gajah, ooh ya ampun perutku sampai sakit" ucap Jennie sembari tertawa terpingkal-pingkal.
"Sudah lah bahas yang lain aja. Lama-lama panas telingaku mendengar namanya disebut-sebut." ujar Lanni meminta Jennie agar tak tertawa lagi.
"Oke....Oke......Mending kita shopping yuk, dari pada di rumah gak ada kerjaan." ajak Jennie.
"Jangan sekarang, papa memintaku untuk ke kantor hari ini. Mending kamu ikut aku saja" kata Lanni.
"Ya sudah ayo" jawab Jennie.
Mereka pun beranjak pergi menuju kamar masing-masing untuk bersiap pergi ke kantor papanya. Lanni diminta untuk bisa mengerjakan pekerjaan kantor. Karna nantinya, Lanni dan Jennie lah yang akan menjadi penerus keluarga mereka.
Walau pun mereka bukan sarjanah dalam bidang bisnis dan ekonomi. Namun mereka dituntut untuk bisa agar nantinya bisa mengurus perusahaan milik tuan Haris. Kalau bukan mereka melainkan siapa lagi?.
...๐ฎ๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ...
๐งAssalamu'alaikum
Maaf karena author telat up๐ข๐
Syukron yang masih setia membaca cerita ini โค. Akan ada kejutan di selanjutnya ๐.
__ADS_1
Jangan lupa Liku, Vote, Komen, ana Gift nya.
By By ๐