
Eveline masih setia menunggu Clarissa dikamar lain. Dan Roy menunggu dikamar yang berjarak satu kamar dengan Kendrick. Sedangkan Farghan, dia harus pulang karna istrinya sedang menunggu di rumah. Jadilah tingggal Roy dan Eveline yang setia menunggu mereka.
Ini sudah dua jam Eveline menunggu, namun Clarissa tak kunjung selesai. Kalau Clarissa dia tinggal lantas nanti jika ditanya orang rumah, Eveline bingung harus menjawab apa. Ia tak mungkin mengatakan kalau sekarang Clarissa berada sama Kendrick. Yang ada nanti ayah mertua dan suaminya akan marah.
"Duh gimana nih aku harus katakan apa sama mertuaku nanti" gumam Eveline sambil membolak-balikkan ponselnya.
Eveline pun beranjak keluar dari kamarnya menuju kamar Roy. Ia ingin meminta saran dari Roy barangkali bisa membantunya.
Tok.
Tok.
"Roy?" panggil Eveline.
Ceklek.
"Iya nona?" jawab Roy.
"Aku harus segera membawa pulang Clarissa. Kalau nanti aku pulang tidak bersama dia, terus aku bingung harus beralasan apa. Yang ada mereka akan curiga" ucap Eveline to the point.
"Lalu bagaimana nona, apakah harus membangunkan mereka" Roy juga bingung harus melakukan apa.
"Ganggu gak ya, apa mereka sudah selesai! Aahh gimana nih" disela-sela kebingungannya ada pesan masuk ke ponsel Eveline.
Ting.
📲 Clarissa : "Kamu dimana? Aku akan kesitu."
📱 Eveline : "Aku tunggu di depan kamarmu"
Read.
Eveline pun segera memberi tau Roy dan mereka segera melangkah ke depan kamar yang tadi ditempati oleh Claridsa dan Kendrick. Kebetulan juga sangat dekat jadi tak perlu waktu yang lama mereka sudah berdiri tepat di depan kamar tersebut.
Di dalam Clarissa sudah selesai mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya. Karna tak mungkin dia memakai bajunya yang tadi, sehingga dia mengganti pakainnya dengan pakaian yang ada di paper back.
Pakaian tersebut memang sudah disiapkan oleh Farghan untuk berjaga-jaga. Jadi tadi sebelum Clarissa dan Evelime datang, Farghan menyuruh Roy untuk membelikan baju buat Clarissa. Karna mendesak sehingga Roy mencari toko baju yang memang dekat dari hotel tersebut.
Sebelum Clarissa meninggalkan kamar, ia masih sempat melihat wajah suaminya yang tertidur lelap. Clarissa masih tak menyangka dengan apa yang sudah mereka jalani beberapa jam yang lalu. Air matanya menetes perlahan membasahi pipinya. Entah itu air mata kesedihan atau kebahagiaan, sebab perasaannya sekarang tak bisa digambarkan lagi.
Clarissa segera mengambil tasnya dan bergegas untuk pergi. Namun sebelum pergi Clarissa sempat mencium kening Kendrick dengan lembut dan penuh kasih sayang. Setelah itu ia berjalan keluar dengan susah payah, karna bagian intinya masih terasa sakit.
Clarissa tak memperdulikan rasa sakit yang dirasakan. Yang terpenting sekarang baginya adalah untuk segera pulang. Ia takut nanti tuan Alvero maupun mama dan kakaknya akan curiga. Clarissa tak meninggalkan pesan apapun untuk Kendrick, ia langsung keluar dari kamar.
Diluar Eveline dan Roy sudah menunggunya. Clarissa segera meminta Eveline untuk pulang. Tapi karna sudah malam, Roy tak mau terjadi sesuatu kepada istri bosnya. Sehingga dia berniat untuk mengantarkan pulang, namun ditolak oleh Clarissa.
"Biar saya antarkan pulang nona." kata Roy.
__ADS_1
"Gak usah Roy, kamu tolong jagain mas Ken saja disini. Biar kami pulang naik taxi saja." ucap Clarissa.
Roy pun mengiyakan tanpa membantah lagi. Ia membiarkan Clarissa dan Eveline pergi, karna memang hari sudah larut malam. Disela-sela mereka menunggu taxi datang. Eveline merasa kasihan dengan Clarissa, sebab Clari berjalan agak susah yang pasti menahan sakit dan perih.
"Clar maaf ya tadi aku maksa kali kamu untuk kesini. Sakit banget ya" ujar Eveline.
"Gak pa-pa kok, aku lebih gak rela kalau perempuan itu yang menodai suamiku. Sakit sih iya tapi ya itu memang sudah menjadi kewajibanku" ucap Clarissa tak lupa dengan senyum manisnya.
"Iya sih, kalau aku jadi kamu pasti gak akan rela suamiku dinodai perempuan lain."
"Semua istri pasti ya gak mau dan juga gak rela" ucap Clarissa.
"Betul banget"
Tak lama datang lah taxi online yang sudah di pesan oleh Eveline tadi. Walau pun susah untuk mencari, pada akhirnya mereka dapat juga. Kemudian mereka segera naik dan taxi pun melaju meninggalkan hotel tersebut.
🌳
🌳
🌳
Eveline dan Clarissa sudah sampai dirumah. Dan di garasi juga sudah ada mobil tuan Nevan maupun Faero. Kini Eveline mulai tak nyaman sebab ia takut nanti mereka akan dicurigai. Beda dengan Clarissa yang terlihat santai saja tanpa ada rasa ketakutan sedikit pun.
Saat memasuki rumah tidak ada seorang pun yang berada di ruang tamu maupun ruang keluarga. Jadi Clarissa dan Eveline bisa langsung pergi ke kamar mereka masing-masing. Namun ternyata Faero baru saja keluar dari lift dan melihat mereka berdua. Alhasil Faero bertanya-tanya mereka dari mana.
"Kalian berdua dari mana saja sampai malam begini?" tanya Faero menyelidik.
"Kok sampek malam begini, lihat tuh jam berapa sekarang. Jam sebelas malam lewat, kalian tuh perempuan kok pulang larut malam." kes Faero.
"Iya kak maaf, tadi kami keasikan jadi lupa waktu." ucap Clarissa.
"Sudah lah aku mau ke kamar dulu capek dan ngantuk mau tidur" tambah Clarissa lalu dia berjalan menuju lift, disini Faero merasa aneh dengan Clarissa sebab dia berjalan macam menahan sesuatu.
"Dek, tunggu...... " panggil Faero.
"Iya kak ad apa lagi?" tanya Clarissa berbalik badan menghadap Faero.
"Kamu kenapa jalan macam orang kesakitan gitu?" tanya Faero heran.
"Ampun deh, jangan sampek mas Faero tau. Untung saja sudah menyiapkan jawaban yang pas." batin Eveline dalam hatinya.
"Tadi Clarissa jalan gak hati-hati jadinya kaki dia kesleo sebab tadi mau jatuh dan kakinya buat nahan. Tapi gak tepat jadinya kesleo" sahut Eveline.
"Ya ampun dek, kalau jalan itu hati-hati lah. Terus itu gimana sudah diperiksakan?" tanya Faero khawatir.
"Ahh ini mah besok juga sembuh kak. Udah lah Clarissa mau tidur dulu" ujarnya lalu berjalan memasuki lift.
__ADS_1
"Mas ngambek yaa" goda Eveline saat melihat wajah Faero yang ditekuk.
"Enggak, ayo tidur udah malam" ajaknya lalu jalan duluan meninggalkan Eveline.
'Issh kok malah ditinggalin sih, mas tungguu!!" panggil Eveline sembari sedikit berlari kecil untuk mengejar suaminya dan saat tepat di samping Faero, Eveline langsung merangkul lengan Faero.
Begitu lah hingga sampai di kamar mereka. Namun drama ini tak sampai disitu saja, dalam kamar Faero masih ngambek dan cemberut. Karna disaat dia pulang, istrinya malah tidak ada untuk menyambutnya. Dan malah keluar sampai larut malam.
Eveline tau kalau suaminya sedang ngambek padanya. Selepas dari kamar mandi Eveline langsung menghampiri Faero yang ada di atas ranjang sedang tidur membelakangi Eveline.
"Mas udah tidur?" tanya Eveline sembari mendongak melihat apakah suaminya benar-benar tidur atau tidak.
"Aku tau kamu hanya pura-pura tertidur. Bangun lah, udah besar kok sifatnya kayak bocil" gerutu Eveline.
Eveline pun menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar bangun. Namun percuma saja Faero tak merespon sedikit pun. Membuat Eveline kesal sendiri dan memutyskan untuk tidur saja sambil berceloteh.
"Issh gitu saja udah ngambek, anak kecil aja kalah. Ditinggal sebentar saja, itu pun juga sama Clarissa gak sama laki-laki lain" gumam Eveline membelakangi Faero.
Mendengar hal itu Faero tambah kesal dan cemburu. Ia bangun dan langsung memutar tubuh Eveline untuk menghadapnya. Dan dengan sekejab Faero sudah mengukung tubuh Eveline sehingga dia tidak bisa bergerak.
"Kamu bilang apa tadi? Aku seperti anak kecil dan kamu mengatakan hanya pergi sama Clarissa gak sama laki-laki lain. Berharap bisa keluar dengan pria lain?" ucap Faero sembari mengukung Eveline diatasnya.
"Enggak, siapa juga yang mau pergi sama pria lain. Aku hanya mencintai kamu, ngapain juga harus selingkuh." tegas Eveline, ia kesal lantaran Faero seolah menuduh dia ingin berselingkuh.
Eveline pun berusaha untuk melepaskan diri dari Faero namun tidak bisa. Suaminya itu malah secara tiba-tiba menyatukan bibirnya dengan bibir mulus Eveline. Sekejab Faero bermain disana, tempat yang menjadi favoritnya. Eveline terlihat tak memberontak sama sekali, tapi dia juga hanya diam tak membalas.
Setelah mereka kehabisan nafas Faero pun melepas tautan tersebut. Nafas Eveline tersengal-sengal karna Faero melakukan tautan tersebut tidak seperti biasanya. Mungkin masih ada rasa kesal didalam hatinya. Sekarang posisi Faero sudah ada disamping Eveline.
Eveline jadi merasa bersalah dan ia pun meminta maaf. "Mas maafkan aku soak perkataanku yang tadi dan maaaf sebab aku juga pulang larut malam sampai tak bisa menyambutmu pulang" kata Eveline menghadap ke arah Faero.
Faero pun lantas menghadap Eveline sehingga mereka saling bertatapan. "Gak pa-pa, aku juga minta maaf sudah berbuat kasar padamu barusan." ucapnya.
Eveline pun tersenyum dan sekilas dia mengecup pipi Faero. Membuat si junior menginginkan lebih, tapi Faero tak berani memintanya. Karna dia ingin menenangkan perasaannya dan Eveline.
Namun Eveline semakin menggerayai tubuh Faero. Tangannya satu dimasukkan ke dalam baju Faero dan mengelus dada bidangnya. Membuat Faero tak bisa menahannya lagi.
"Kamu yang dari tadi menggodaku, jadi sekarang kamu harus tanggung jawab" ucap Faero menahan tangan Eveline.
"Ayo, mau berapa ronde?...." Eveline malah menantang Faero.
"Oke...." ujarnya.
Dan merekapun beradu cinta. Menanamkan benih cinta mereka disana. Selanjutnya author gak mau ngintip lagi 🙈.
💐
💐
__ADS_1
Sampai jumpa di Part selanjutnya 👋.
Assalamu'alaikum ❤.