Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 97 #Memori Kendrick


__ADS_3

Disudut lain nyonya Mesya mendengar semua percakapan Clarissa dengan ibunya. Ia sengaja tak keluar dan membiarkan Clarissa bertemu nyonya Cantika. Ia hanya mendengar saja dari sudut lain. Nyonya Mesya tak menyangka kalau nyonya Cantika akan diusir juga dari rumah hanya gara-gara ingin menemui putrinya. Nyonya Mesya sampai gak habis pikir dengan jalan pemikiran tuan Nevan yang tega dengan anak dan istrinya.


Saat melihat kemarahan Clarissa dan tekatnya untuk menemui tuan Nevan. Akhirnya nyonya Mesya keluar dan mencegah Clarissa agar tidak pergi. Karena sekarang tuan Nevan pasti masih dilanda kemarahan. Kalau amarah di sambung dengan amarah nanti malah masalah akan semakin rumit dan tidak akan selesai.


"Kamu gak perlu kesana Clarissa!" sahut nyonya Mesya dari arah belakang Clarissa. Otomatis Clarissa langsung menoleh ke sumber suara. Ia melihat mertuanya jalan mendekatinya.


Sementara nyonya Cantika langsung tertunduk malu melihat besannya. "Kenapa ma? Papaku sudah keterlaluan. Dan aku harus biarin gitu aja? TIDAK!! Aku akan samperin sekarang" ucap Clarissa dengan penuh amarah yang sudah meluap-luap.


"Tenangkan hatimu dulu Clari, jangan kesana dalam keadaan marah begini. Kamu gak akan bisa berpikir dengan jernih. Redam dulu amarahmu." tutur nyonya Mesya.


"Aarrgh!!"


Sontak semua mata tertuju pada Kendrick yang mengerang kesakitan sembari memegang kepalanya. Kendrick sudah mendengar semua pembicaraan Clarissa dan nyonya Cantika. Karna dia memang ada disana. Kepalanya tiba-tiba saja terasa sangat sakit seperti ditusuk beribu-ribu besi. Sampai Kendrick sudah tak bisa menahannya lagi hingga akhirnya dia pingsan.


"Maass!" pekik Clarissa melihat suaminya tiba-tiba pingsan.


Semua orang langsung mendekati Kendrick dan berusaha membangunkannya. Terlebih Clarissa yang sangat mengkhawatirkan kondisi Kendrick. Mereka pun membawa Kendrick ke dalam kamarnya dan memanggil dokter pribadi keluarga Kendrick.


Nyonya Cantika jadi merasa bersalah sudah datang ke rumah tersebut. Kalau saja dia gak datang Kendrick pasti tidak akan mendengar semuanya.


"Harusnya mama gak datang kesini nak" ucap nyonya Cantika menyesali perbuatannya.


"Gak ma, ini bukan salah mama. Gak ada hubungannya dengan mama. Sudah mama tenang saja" ucap Clarissa menenangkan mamanya.


Tak lama dokter yang dipanggil pun datang dan segera memeriksa keadaan Kendrick. Dan dokter itu pun juga menanyai perihal Kendrick kenaoa bisa pingsan. Hal itu pun dijelaskan oleh Clarissa. Clarissa sendiri juga gak tau kenapa suaminya bisa tiba-tiba merasa kesakitan dan pingsan. Karna tadi dia sedang berdebat dengan mama dan mertuanya.


"Saya sarankan jangan memancing ingatan tuan Kendrick. Perihal kecil seperti tadi bisa memancing memori tuan Kendrick. Dia memang berusaha untuk tidak mengingatnya, tapi ingatan dia memaksanya untuk mengingat terus. Jika tuan Kendrick terus memaksa diri untuk mengingat, hasilnya jadi seperti ini. Tekanan didalam pikirannya memantik rasa sakit yang berlebihan. Jadi tolong biarkan ingatan tuan Kendrick berjalan dengan sendirinya. Seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter Farghan bukan? Kalau tuan Kendrick tidak boleh memaksakan ingatannya untuk kembali." terang dokter Erif menjelaskan.


"Iya dok saya akan lebih hati-hati, terima kasih penjelasannya" ucap Clarissa.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Sebentar lagi tuan Kendrick pasti akan bangun"


"Iya dok terima kasih" ucap nyonya Mesya.

__ADS_1


Setelah kepergian dokter Erif, Clarissa berjalan mendekati Kendrick lalu mengelus puncak kepalanya. Tanpa terasa Kendrick pun terbangun dari pingsannya. Clarissa sangat senang dan langsung memeluk suaminya.


"Akhirnya kamu bangun juga mas." ucap Clarissa


Kendrick hanya terdiam saja tak menanggapi ucapan Clarissa. Ia seperti masih mencerna semua yang terjadi barusan. Tatapannya juga mengarah kepada mamanya dan nyonya Cantika. Kendrick sempat mengingat sesuatu, memori yang sempat dia tangkap dan dikumpulkan dalam pikirannya. Bahkan semua yang terjadi barusan. Ia sudah tau apa yang terjadi sebenarnya. Semua sudah jelas dimemorinya. Sebuah ingatan yang berusaha Kendrick kumpulkan akhirnya bisa dia ingat. Tatapannya masih lurus ke depan dengan mulut yang tertutup tanpa suara. Semua ingatannya sudah kembali. Tapi Kendrick seolah masih diam.


"Apa yang kamu rasakan sekarang mas?" tanya Clarissa menatap wajah Kendrick, begitu teduh dan menghangatkan.


"Mama keluar dulu ya" sahut nyonya Mesya, Clarissa pun mengangguk. Dan nyonya Cantika pun ikut keluar bersama besannya.


Kini tinggal Clarissa saja yang berada dikamar bersama Kendrick. Clarissa menanyakan hal yang sama seperti barusan yang dia katakan. Tapi Kendrick malah diam saja sambil menatap Clarissa.


"Kamu kenapa mas? Apa kepala kamu masih sakit?" tanya Clarissa melihat suaminya hanya diam saja.


"Aku gak pa-pa" akhirnya Kendrick menjawab juga, membuat hati Clarissa tenang.


"Ya sudah kamu istirahat dulu saja. Aku mau keluar sebentar ya nemuin mama" ujar Clarissa sambil tersenyum.


Clarissa pun bangkit dari duduknya dan ingin melangkah keluar. Belum ada dua langkah, tangan Clarissa sudah ditarik oleh Kendrick. Sehingga Clarissa sedikit oleng dan hampir jatuh menumpuhi Kendrick. Beruntung tangannya bisa menahan dan menjatuhkan tangannya disamping Kendrick. Tatapan mereka saling bertemu, membuat jantung keduanya berirama lebih kencang.


"Aku cinta kamu" Clarissa sontak terkejut dengan ucapan Kendrick. Ia masih mencerna ucapan suaminya barusan. Bagaimana bisa Kendrick mengucapkan kata cinta. Sementara ingatannya belum kembali. Clarissa teringat sesuatu, ucapan Kendrick sama persis seperti perkataannya saat peristiwa penabrakan tersebut. Walau terbata-bata ucapan Kendrick bisa terdengar jelas ditelinga Clarissa.


'A-k-ku c-i-n-ta k-ka-mu'


Dan kini ucapan itu terulang kembali untuk kedua kalinya. Disela Clarissa terbengong, Kendrick langsung menyadarkannnya dengan memegang tangan Claridda. Membuat Clarissa reflek menatap Kendrick dengan lekat. Detik berikutnya Clarissa menitihkan air matanya dan tersenyum ke arah Kendrick.


"Apakah kamu sudah ingat semuanya?" tanya Clarissa memastikan agar dugaannya gak salah.


"Aku gak akan pernah melupakanmu sampai kapan pun. Aku sangat menyayangimu sayang" balas Kendrick tersenyum membalas senyuman Clarissa.


Clarissa semakin menangis haru mendengar ucapan suaminya. Apalagi ucapan itu yang diinginkan Clarissa sejak dahulu. Dan kini akhirnya dia bisa mendengarkan secara langsung perkataan Kendrick dalam keadaan dirinya sendiri.


Clarissa sangat bahagia dan memeluk suaminya dengan erat. Kendrick pun membalas pelukan Clarissa dengan sayang. Ia merindukan sosok Clarissa disampingnya. Dan kini tercapai juga. Pelukan hangat yang begitu lembut dan nyaman. Diradakan oleh Kendrick.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mau memaafkan aku? Atas semua kesalahanku?" tanya Kendrick.


Clarissa hanya mampu menjawab dengan anggukan sembari tersenyum. Ia menangis dipelukan suaminya karna rasa bahagianya.


"Terima kasih sayang. Aku janji setelah ini kamu hanya boleh bahagia. Aku akan membuatmu bahagia yang tak pernah kamu rasakan." Kendrick pun mengecup kening Clarissa begitu lama sebelum dia melepaskannya.


"Aku keluar dulu ya mas, tadikan ada mama. Kasihan kalau aku biarkan sendiri" ucap Clarissa.


"Pergilah, temui mama kamu. Tapi jangan ceritakan dulu tentang aku. Nanti saja ya biarkan semuanya berjalan seperti ini" pinta Kendrick.


"Hmm baiklah" lalu Clarissa pergi meninggalkan Kendrick sendirian dikamar, sementara dirinya pergi menemui nyonya Cantika.


...🌺🏡🌺🏡🌺🏡...


Malam pun tiba, semua keluarga Raymond berkumpul dimeja makan. Suasana meja makan memang cocok untuk berkumpul. Disaat makan malam, Clarissa menjelaskan kepada semuanya bahwa suaminya sudah mengingat semua yang sudah terjadi. Yang sudah pasti nanti tuan Alvero dan nyonya Mesya akan merasa bahagia.


Nyonya Cantika sudah pergi setelah tadi dihampiri oleh Clarissa. Ia dirusuh Clarissa untuk tinggal di saja disana. Tapi nyonya Cantika menolak dan memilih untuk tinggal diapartemennya saja. Memang ia punya apartemennya sendiri. Jadi nyonya Cantika berniat tinggal disana saja dan tak mau merepotkan Clarissa. Apalagi nyonya Cantika merasa malu dengam kedua orang tua Kendrick kalau dirinya tinggal satu atap dengan mereka. Jadi lebih baik ia mencari tempat lain. Clarissa juga gak bisa mencegahnya, sebab nyonya Cantika tidak mau dipaksa. Pada akhirnya Clarissa menyuruh Very untuk mengantarkan mama nya pergi ke apartemen dengan aman.


Claridsa sudah menidurkan kedua anaknya setelah kenyang minum asi, mereka pun terlelap. Dimeja makan itu sudah berkumpul keluarganya. Dan kini Clarissa pun menjelaskan kepada mereka, terutama mertuanya.


"Papa, mama, Clari mau bicara sesuatu" sambil melirik ke arah suaminya yang berada tepat disampingnya.


"Mau bicara apa, katakan saja" ucap nyonya Mesya sembari melayani suaminya.


"Hmm....Mas Ken sudah mengingat semuanya. Ingatannya sudah kembali pa, ma" ucap Clarisda mengagetkan tuan Alvero dan nyonya Mesya begitu pun dengan Chera. Mereka semua saling memandang ke arah Clarissa dan Kendrick bergantian.


Kendrick pun lantas mengangguk dan tersenyum. "Aku sudah ingat semuanya pa, ma...." ucap Kendrick memperjelas ucapan Clarissa.


Gak terbayang dikepala tuan Alvero dan nyonya Mesya kalau ingatan Kendrick akan pulih lebih cepat dari dugaan mereka. Sungguh nyonya Mesya seperti mimpi malam itu, melihat senyum Kendrivk yang sudah lama tidak pernah dia lihat. Ia pun langsung berjalan menghampiri Kendrick dan memeluknya dengan erat. Ia meluapkan rasa rindunya yang selama ini dipendam.


"Mama sangat merindukanmu Ken, akhirnya doa mama dikabulkan sama Tuhan. Mama sangat senang sekali. Jangan pergi-pergi lagi dari mama ya" ucap nyonya Mesya menangis.


"Kalau memang bahagia ya jangan sambil nangis dong ma. Kalau nangis berarti gak bahagia, mama cengeng" goda Kendrick agar sang mama tidak menangis lagi. Karena Kendrick tak suka melihat mamanya menangis.

__ADS_1


__ADS_2