
Sampai diatas Faero melihat istrinya sedang duduk disofa dan ada bi Asri yang menemani. Tanpa pikir panjang Faero langsung menggendong Eveline untuk dibawa ke rumah sakit. Ia juga meminta bi Heti untuk menemaninya agar bisa membantu menenangkan Eveline. Kali ini Faero membawa mobilnya sendiri.
Eveline duduk dibangku belakang ditemani bi Heti yang terus memberi arahan kepada Eveline agar tidak panik dan tetap tenang. Ini adalah kali pertama untuk Eveline merasakan sakit yang luar biasa. Eveline terus berusaha tenang dan mengatut nafasnya. Tangannya berpegang erat pada tangan bi Heti. Ia sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya.
"Mas cepet lah, sakiit" keluh Eveline yang merasa kesakitan.
"Sabar sayang, bentar lagi kita sampai. Sabar ya" Faero juga panik melihat Eveline terus mengerang kesakitan. Tapi ia juga harus tetao fokua menyetir mobilnya sampai rumah sakit.
Beberapa saat kemudian, mobil Faero sudah terparkir dilobi rumah sakit. Ia bergegas masuk ke dalam untuk memanggil perawat agar mrmbawakan brankar. Dua perawat wanita mendorong brankar dan Faero membantu Eveline untuk berbaring dibrankar tersebut.
Eveline dibawa ke IGD terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke ruang bersalin. Di dalam Eveline langsung diberi tindakan. Alifa yang memang bertugas segera memeriksa pembukaan Eveline.
"Ini masih pembukaan tujuh. Tunggu sebentar lagi ya sampai pembukaan sepuluh. Biar aku periksa dulu tensimu. Sabar" ucap Alifa sambil tersenyum.
"Sakiit Fa!!" kata Eveline.
"Iya aku tau kalau sakit, sebentar lagi rasa sakit itu akan hilang dan berganti dengan kebahagiaan. Setelah si kecil ini lahir aku pastikan semua rasa sakitmu akan terbayarkan. Jadi sekarang sabar dulu ya." Eveline hanya mengangguk saja tak sanggup lagi untuk berbicara.
"Sus tolong pindahkan pasien ke ruang perawatan dahulu sambil nunggu pembukaannya sempurna." ucap Alifa kepada salah satu perawat yang ada disana.
"Baik dok" suster itu pun segera menyiapkan ruang perawatan dulu.
Beberapa saat kemudian..
Eveline sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Setelah tadi dicek oleh Alifa, pembukaannya sudah hampir sempurna. Kini rasa sakit yang dirasakan Eveline semakin terasa. Faero sampai gak tega melihat istrinya seperti itu. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun selain menguatkan Eveline dan terus menyemangatinya.
Hingga tiba saatnya Eveline harus berjuang untuk melahirkan sang buah hati. Ruang persalinan sudah dipenuhi perawat dan satu dokter yang membantu Alifa. Keringat mulai bercucuran diseluruh tubuh Eveline. Tangannya menggenggam erat tangan Faero. Genggaman Eveline begitu erat sampai Faero merasa panas ditelapak tangannya. Tapi rasa sakit itu tak dia hiraukan sama sekali. Baginya dekarang adalah melihat anaknya lahir dengan selamat begitu pun dengn Eveline.
Hatinya bergemuruh saat Eveline mulai mengejan untuk bisa melahirkan anaknya. Perjuangan yang menurut Faero tidak bisa digantikan dengan apapun. Ia menatap dan menyaksikan langsung bagaimana istrinya berjuang bertaruh nyawa.
Eveline pun juga merasakan sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Semua tulang-tulangnya berasa remuk dan patah. Sudah tidak bisa digambarkan lagi rasa sakitnya seperti apa. Hingga tarikan nafas ketiga anaknya lahir dengan selamat. Ruangan bersalin dipenuhi oleh tangisan sang bayi.
Bayi yang masih merah itu ditaruh diatas dada Eveline. Kini ia bisa merasakan perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya tadi seolah hilang seketika saat melihat anaknya lahir dengan selamat. Tangis haru menyelimuti mereka berdua. Faero sampai takjub melihat anaknya yang cantik. Anak mereka perempuan. Imut dan lucu, pipinya tembem.
Alifa mengambil alih bayi tersebut dan diberikan kepada suster untuk dibersihkan. Faero beberapa kali mencium kening Eveline dan berpindah ke pipi lalu tangannya. Ia beribu mengucapkan terima kasih.
"Kamu hebat, terima kasih sayang" ucap Faero lalu mengecup kening Eveline.
__ADS_1
Eveline hanya tersenyum dan mengangguk. Ia masih kelelahan sehabis melahirkan tadi. Faero pun berganti untuk mengadzani putrinya selepas dibersihkan tadi.
...🥀🥀🥀🥀...
London.
Di restoran bintang lima, dalam ruang VIP duduklah dua orang lelaki. Mereka sedang menunggu temannya yang akan datang sebentar lagi. Salah satu lelaki tersebut memakai jas abu-abu dengan setelan celaana yang senada. Dan teman satunya memakai kemeja biru muda serta celana hitam. Tak lama dua orang perempuan masuk ke ruangan tersebut. Dua orang lelaki tadi berdiri dan tersenyum ke arah perempuan tersebut.
Dengan senang hati dua orang perempuan tadi membalas senyuman mereka. Setelah itu mereka pun duduk bersama. Mereka terlihat cukup akrab dan sudah menjadi teman dekat.
"Apa kabarmu Rissa?" tanya salah satu lelaki tadi memakai jas yang biasa dipanggil Yeo.
"Aku baik, bagaimana kabar kalian?" tanya balik Clarissa. Dua perempuan tadi adalah Clarisda dan Chera.
"Ya seperti yang kamu lihat. Kami baik-baik saja. Kandunganmu semakin besar ya." ujar Yeo melihat ke arah perut Clarisda yang memang sudah besar.
"Iya, tinggal nunggu beberapa minggu lagi. Ohh ya bagaimana kabar mereka? Apakah mereka benar-benar sudah miskin?" tanya Clarissa memastikan denhan nada mengejek.
Yeo tersenyum miring. "Seperti yang kamu minta, mereka sudah bangkrut. Aku pastikan mereka setelah ini akan jadi gelandangan. Sejauh yang aku tau, lelaki tua itu terkena serangan jantung dan membuat dia struk. Yaa memang struk ringan sih tapi pasti setelah ini dia tidak akan bisa ngapa-ngapain. Palingan juga hanya tidur tuh" jelas Yeo sembari tertawa.
"Bagus lah, memang pantas dia mendapatkan itu semua. Siapa suruh main-main denganku, padahal selama ini aku sudah diam. Tapi malah ngelunjak, biarlah agar mereka semua tobat." ujar Clarissa menanggapi.
"Kamu tau sendiri, aku malea bertengkar. Lagian dulu juga aku sudah tak mempedulikan itu semua. Tapi sekarang mereka malah ngelunjak jadi deh kena imbasnya. Waktu mereka bersenang-senang sudah habis Yeo." ujar Clarissa.
"Ver gimana kabar suamiku?" tanya Clarissa.
"Belum sadar, Kendrick masih koma. Setelah lahiran nanti cepatlah pulang ke Indonesia. Hanya kamu yang ditunggu oleh Ken. Selama ini semua usaha sudah dilakukan tapi gak ada perubahan sama sekali. Sudah waktunya kamu kembali Clari" jawab Very yang ada disana juga bersama Yeo.
"Aku memang akan kembali setelah lahiran nanti. Kamu tenang saja, pengennya balik sekarang. Tapi gak mungkin dalam keadaanku yang sedang hamil begini, beresiko. Jadi aku tunggu sebentar lagi setiknya sampai aku sehat kembali setelah melahirkan nanti." jelas Clarissa.
"Sendirian?" sahut Yeo memastikan.
"Enggak lah, aku ditemani Chera kok. Kalian tenang saja." balas Clarissa tersenyum sembari melirik ke arah Chera yang hanya diam saja dari tadi.
Chera sedikit takut kalau berhadapan langsung dengan Yeo. Walau pun ini bukan pertemuan pertama buat dia. Tatapan tajam Yeo membuat setiap bulu kuduk Chera merinding.
Kok bisa kak Rissa gak takut sama sekali, malah bersikap biasa saja. Batin Chera.
__ADS_1
Siapa sebenarnya Yeo?
Kenapa Clarissa mengenal dia?
Kenapa Very juga ada disana?
Yeo adalah ketua mafia yang ditakuti oleh semua golongan petinggi maupun geng gengster lainnya. Ia juga teramat kejam dan sadis. Ia juga lah yang membantu Clarissa untuk menuntaskan keinginnya. Yaitu untuk menghancurkan keluarga Jennie. Semua ini adalah rencana Clarissa, karna dia sudah teramat dendam dengan keluarga Jennie. Kesempatan emas tidak di sia-sia kan Clarissa. Awalnya dia tidak tau harus mengatur rencananya bagaimana lagi setelah dirinya dinyatakan hamil.
Padahal rencana awalnya adalah untuk diet agar bisa bersanding dengan Jennie. Ia juga ingin terlihat cantik di depan semua orang. Memang aslinya Clarissa sangat cantik, berhubung berat badannya yang tidak seimbang jadi dia terlihat buruk dimata orang. Sampai dia menampakkan diri saja tidak mau karna malu.
Di tempat yang sekarang dia pijak, disitu barulah Clarissa memiliki keberanian untuk mengekpos setiap karyanya. Menjadikan hasil rancangan tangannya bermanfaat untuk orang lain. Disinilah Clarissa tidak dipandang rendah, karna dimata mereka semuanya sama. Tak sedikit juga Clarissa mendapat pujian sebab berhasil memukau mata mereka dengan hasil tangannya. Mereka juga memuji kerja keras Clarissa saat dia hamil besar masih mau melayani mereka yang ingin merasakan hasil desain dari tangan Clarissa sendiri.
Balik ke Yeo..
Pertemuan Clarissa dan Yeo berawal dari beberapa tahun lalu saat Clarissa masih tinggal disana dan kebetulan Yeo juga ada ditempat yang sama. Saat itu Clarissa sudah dinyatakan sembuh dari depresinya dan hendak kembali ke tanah air. Malam itu Clarissa sedang berjalan santai dijembatan penghubung bersama Chera untuk menikmati suasana malam yang indah. Hanya mereka berdua saja, sementara Cantika berada dirumah. Sudah biasa Chera membawa pergi Clarissa untuk jalan-jalan karna tempat mereka bermain juga tak terlalu jauh.
...≧∇≦O≧∇≦O≧∇≦...
Flassback On Clarissa.
"Chera disini indah banget ya, pengen deh tinggal sini aja. Tapi mama mengajak pulang." ujar Clarissa sembari melihat kesana kemari.
"Iya memang bagus kak, aku juga pengen kita berdua terus gini. Tapi tante Tika (panggilan untuk Cantika) malah ngajak pulang." jawab Chera
"Kapan-kapan pasti aku akan balik sekini lagi. Kamu jangan sedih ya, kita masih bisa telfonan." ucap Clarissa tersenyum manis.
"Iya deh......Janji loh" Chera mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Clarissa.
"Iya janji!" Clarissa menempelkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Chera. Malam itu penuh arti untuk mereka berdua.
Malam terakhir bagi Clarissa disana. Karna esok hari ia sudah harus pulang ke tanah kelahirannya. Meninggalkan bekas jejaknya dan kembali ke tempat yang membuat dia terluka.
...🍀...
...🍀...
...🍀...
__ADS_1
...Jeda dulu ya 🤧. Like and Komen dong, walau hanya dengan imot pun sudah sangat berharga untuk othor....
...See you all 💖...