
Michael tersungkur dan Lavina bersendekap di sebelah lemari yang ada dikamar tersebut. Lavina berusaha ke luar untuk mencari kamar mandi. Ia ingin membasuh wajahnya agar reaksi bius tersebut sedikit hilang.
Sementara Michael bangun dan menghajar kembali Hans bertubi-tubi. Setelah melihat Hans terkapar lemah, Michael segera mencari Lavina untuk mengajaknya keluar. Di depan kamar ia bertemu dengan Lavina yang wajahnya sudah basah karna basuhan air.
Michael segera membantu Lavina untuk keluar. Walau pun masih sedikit sempoyongan karna masih pusing. Saat mereka sudah sampai di ambang pintu, tiba-tiba saja dari belakang Hans menarik Michael dan sesuatu yang dipegangnya menusuk perut Michael.
Michael merasakan sakit diperutnya dan saat dilihat sebuah pisau menusuk perutnya. Lavina melihat itu langsung berteriak histeris dan menolong Michael yang mulai melemah.
Michael sempat mencabut pisau yang menusuk perutnya dan dibuang ke sembarang arah. Ia langsung terkulai ke lantai sambil memegangi perutnya yang terus mengeluarkan darah.
"Michael.....aku mohon bertahanlah, maafkan aku....hiks......hiks.....Michael...." Lavina menangis tersedu-sedu sambil memangku Michael yang terbaring menahan sakit.
"T-e-na-ng la-h ja-ng-an me-na-ng-is......" Michael sempat mengusap air mata Lavina yang menetes, sehingga pipi Lavina membekas darah sebab tangan Michael terkena darah yang terus keluar dari perutnya.
Saat itu Hans mengambil pisau tersebut dan berniat untuk menghabisi Michael, namun tiba-tiba.......
Dorr.
Suara tembakan terdengar nyaring ditelinga dan melesat mengenai pundak Hans. Sehingga dia terbaring di lantai, ternyata suara tembakan itu berasal dari seorang aparat kepolisian.
Polisi tersebut datang bersama Kendrick, Roy, dan asisten nya Michael yang bernama Zhaki. Sebelumnya Kendrick ke kantor polisi dulu untuk meminta bantuan, barulah mereka menuju lokasi yang sudah diberikan oleh Michael.
Segera para polisi tersebut menangkap Hans dan kedua temannya tersebut. Sementara Lavina dibantu oleh Kendrick untuk berdiri dan tak lama datang lah ambulance yang akan membawa Michael ke rumah sakit.
"Kak...hiks....hiks....ini semua salahku......hiks....Michael begitu karnaku kak" Lavina terus menangis sembari memeluk Kendrick. Ia sangat merasa bersalah, kalau saja tadi dia mendengarkan omongan Michael mungkin semua ini tidak akan terjadi.
"Sudah lah, jangan menangis terus. Michael tidak akan kenapa-kenapa, ayo naik ke mobil" ujar Kendrick menenangkan Lavina, lalu memapah adiknya untuk masuk ke mobil.
Namun tiba-tiba Lavina pingsan. "Lavi......astaga sepertinya dia tadi terbius obat" gumam Kendrick yang diiyakan oleh Roy.
Kendrick menggendong adiknya lalu meletakkan Lavina dimobil. Ia membawa Lavina ke rumah sakit.
"Zhaki......Terima kasih sudah membantu, saya minta tolong, urus masalah ini dengan orang tadi dikantor polisi. Saya harus bawa adik saya ke rumah sakit dan menyusul Michael juga. Nanti orang tua nya juga biar saya yang menghubungi" ucap Kendrick kepada Zhaki sebelum dia pergi.
"Baik tuan.......Kalau begitu saya akan mengurus semuanya, nanti saya akan hubungi anda" balas Zhaki yang diiyakan oleh Kendrick, lalu dia memberikan kartu namanya kepada Zhaki.
Mobil yang ditumpangi oleh Kendrick pun melesat pergi dari lokasi tersebut menyusul ambulance yang membawa Michael. Sementara Zhaki kembali ke kantor polisi untuk mengurus kasus tersebut.
...*******...
Dirumah sakit....
Ambulance berhenti tepat di depan rumah sakit. Segera mungkin Michael dibawa ke UGD dan mendapatkan penanganan lebih cepat. Sedangkan Kendrick langsung membawa Lavina juga untuk melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
Kendrick menunggu mereka berdua diluar ruangan bersama Roy. Wajah nya mulai gelisah dan khawatir akan keadaan Michael maupun adiknya. Disaat itu ia teringat belum menghubungi orang tua Michael.
Ingin Kendrick menghubungi mereka namun ditahan dulu sebab dia belum tau keadaan Michael yang sebenarnya. Tak lama dokter pun keluar dan ternyata yang menangani nya adalah Farghan.
"Bagaiman keadaan adikku dan Michael?" tanya Kendrick khawatir.
"Adikmu tak apa-apa, dia tadi terkena obat bius yang menyebabkan pusing ditambah dalam keadaan syok yang membuat Lavina pingsan." jelas Farghan.
"Terus Michael gimana?" tanya Kendrick lagi.
"Michael harus segera melakukan operasi, keadannya kritis karna dia kekurangan banyak darah dan juga luka tusuk nya cukup dalam." papar Farghan lagi.
"Lakukan lah apapun itu, tolong selamatkan Michael" ucap Kendrick dengan wajah melas dan khawatir.
"Baiklah kalau gitu, kamu berdoa lah semoga semuanya bisa lancar. Kami akan berusaha sekuat tenaga, Aku masuk dulu" ucap Farghan, lalu dia kembali masuk ke dalam.
Kendrick langsung terduduk lemas dikursi. Ia teringat belum mengabari orang tua Michael. Segera ia mengambil ponsel disakunya dan menghubungi orang tua Michael.
Beberapa menit kemudian......
Selesai menghubungi keduanya, Kendrick juga lupa belum menghubungi Clarissa. Ia mengirim pesan ke Clari untuk datang ke rumah sakit A sebab Lavina dan Michael sedang di rawat. Ia tak menjelaskan hanya saja menyuruh segera datang.
...🌳🌳🌳...
Ia melihat siapa yang mengirim pesan dan saat dilihat ternyata itu dari suaminya. Ia membuka layat hanphone dan membuka isi pesan yang dikirim oleh Kendrick kepadanya.
📲 "Kamu segera ke rumah sakit A, aku tunggu di sini. Cepat kesini, Lavina dan Michael sedang di rawat. Aku sudah meminta Very untuk menjemputmu" begitu isi pesan dari Kendrick.
Sontak saja Clarissa terkejut membaca isi pesan dari suaminya. Ia terus memberi tau kepada nyonya Mesya kalau Lavina sedang diberada di rumah sakit.
"Apa!! Lavina di rumah sakit, kok bisa." ucap nyonya Mesya yang juga sama terkejutnya.
"Iya ma, aku juga gak tau mas Ken barusan mengirim pesan begitu kepadaku. Mama mau ikut ke rumah sakit? "
"Iya ayo, mama ambil tas dulu di kamar" kemudian nyonya Mesya segera pergi ke kamarnya untuk mengambil tas. Sama halnya dengan Clarissa, ia ke atas untuk mengambil tas.
Kemudian mereka menunggu Very datang menjemput. Tak lama Very datang dan membukakan pintu untuk majikannya.
Di dalam mobil Clarissa bertanya-tanya, kenala bisa Lavina berada di rumah sakit padahal tadi pagi dia tidak apa-apa. Apalagi tadi bukan hanya Lavina tapi ada Michael juga. Yang semakin membuat Clarissa bingung, ia berdoa semoga adik iparnya tidak kenala-kenala begitu pun dengan Michael.
"Mama yang tenang ya, kita berdoa saja semoga Lavina gak apa-apa" ucap Clarissa menenagkan mama mertuanya.
"Kok bisa sih Lavina masuk rumah sakit, padahal tadi pagi dia gak pa-pa Clar" ujar nyonya Mesya yang khawatir dengan putrinya.
__ADS_1
"Very, apa kamu tau kenapa apa yang terjadi dengan Lavina dan Michael?" tanya Clarissa kepada Very.
"Apa!! Ada Michael juga, apakah dia dirawat juga?" sahut nyonya Mesya.
"Iya ma, mas Ken tadi mengirim pesannya begitu" jawab Clarissa.
"Kata tuan Kendrick, nona Lavina pingsan dan pak Michael mengalami luka tusuk" jawab Very menjelaskan.
"APA!! Michael ditusuk? Kok bisa Ver, apa kamu tau kejadianya? " tanya Clarissa yang sangat terkejut.
"Saya tidak tau nona, karna tuan Kendrick tadi pergi bersama pak Roy. Saya hanya ditugaskan untuk menjemput nona" jawab Very.
Clarissa sangat ingin segera sampai di rumah sakit dan meminta penjelasan dari suaminya. Ia sangat khawatir dengan keduanya, apalagi saat mendengar kalau Michael mengalami luka tusuk.
Sesampainya di rumah sakit......
Clarissa segera turun bersama nyonya Mesya dan segera menuju ruang rawat Lavina yang sudah di tunjukkan oleh Kendrick lewat pesan.
Mereka masuk ke dalam namun tak menemukan sosok Kendrick, hanya ada Lavina yang ditunggu oleh Roy. Lavina menangis tersedu-sesu saat melihat mamanya datang bersama kakaknya.
Ia memeluk nyonya Mesya dengan erat sembari menangis.
"Roy dimana suamiku? " tanya Clarissa.
"Tuan berada di ruang operasi, sedang menunggu pak Michael yang melakukan operasi" jawab Roy.
"Ini ada apa sebenarnya, kenapa jadi seperti ini?" sahut nyonya Mesya.
"Ini semua salahku ma....hiks.....hiks.......Michael begitu karna aku. Dia tadi ingin melindungiku" sahut Lavina sembari menangis.
"Memangnya ada apa sayang? Ceritakan pada mama, kenapa bisa seperti ini" ucap nyonya Mesya mengusap air mata Lavina
Tak lama datanglah Kendrick masuk ke dalam dengan wajah yang kacau. Ia ingin meminta kejelasan kepada adiknya yang sebenarnya terjadi. Karna tadi dia meninggalkan Lavina masih belum sadar dan meminta Roy untuk menunggu adiknya sebentar.
"Clar kamu kesini sama mama" ucap kendrick menghampiri mereka.
"Iya, tadi mama sama aku jadinya mama ingin ikut" jawab Clarissa.
Kendrick hanya mengangguk pelan dan memposisikan jaraknya di samping kanan Lavina. Ia pun meminta adiknya untuk menjelaskan semuanya.
"Ayo jelaskan kepada kakak, apa yang sebenarnya terjadi Lavi? " tanya Kendrick meminta penjelasan.
"Maafkan aku kak. Aku tadi bersama pacarku Hans.........Dan kemudian Lavina menceritakan semuanya dari awal bertemu Michael di toko kue samai Michael yang mengikutinya sampai di tempat tadi. Dia juga menjelaskan kalau Michael sudah memperingati dari awal untuk pergi namun ia malah menampar Michael. Sampai tadi mereka hendak keluar namun Hans mengikuti dari belakang sampai akhirnya melukai Michael dengan pisau."
__ADS_1
Kendrick sangat murka lantaran adiknya membuat kesalahan. Dia bahkan tidak tau kalau Lavina sudah mempunyai pacar. Yang artinya selama ini Lavina menjalin hubungan secara diam-diam.