
Setiap sudut ruangan sudah dihampiri oleh Clarissa tapi tak kunjung menemukan suaminya. Clarissa mencari ke ruang kerja Kendrick juga tidak ada. Lantas dimana sebenarnya dia?. Kendrick juga gak bawa ponselnya, dia meninggalkannnya dalam kamar. Sampai dilantai bawah, Clarissa tertarik untuk melihat ke ruang gim atau olahraga. Ruangan itu jika dilihat dari luar memang gelap, tapi saat sudah masuk ke dalam ada lampu yang masih menyala. Saat sudah semakin dekat, cahaya lampu itu semakin terang.
Clarissa jadi penasaran siapa yang ngegim malam-malam buta. Apakah hantu? Apakah hantu bisa berolahraga?. Clarissa dekati dan semakin dekat, bukan hantu yang ditemui Clarissa. Melainkan seseorang entah siapa.
"Siapa malam-malam begini ketempat olahraga. Aihh apakah hantu?" gumam Clarissa semakin mendekat.
"Lah hantu kok.....astaga mas Ken" pekik Clarissa saat tau kalau yang didepannya adalah suaminya bukan hantu.
"Sayang, kok kamu ada disini" Kendrick sangat terkejut melihat kedatangan istrinya. Ia langsung menatap Clarissa dan sudah pasti setelah ini istrinya akan bertanya-tanya.
"Harusnya aku yang tanya sama kamu, ngapain malam-malam begini disini, sendirian pula. Astaga mas aku cari kamu loh dari tadi. Aku kirain hantu main ditempat gim" ujar Clarissa merasa lega menemukan suaminya.
"Hmm, aku......Kita ke kamar dulu yuk nanti aku jelasin." ucap Kendrick gak tau harus jelasin bagaimana, akhirnya dia meminta Clarissa untuk membawanya ke kamar dahulu.
"Ya sudah, tapi janji nanti jelasin sama aku. Aneh kamu nih mas" ujar Clarissa sembari membawa suaminya pergi dari sana dan tak lupa Clarissa juga mematikan lampunya.
Sampai dikamar Kendrick pun akhirnya membuka suara. Walau pun awalnya ragu untuk mengatakan yang sejujurnya kepada Clarissa. Tapi karna didesak akhirnya Kendrick menceritakan semuanya, kenapa tadi dia berada diruang gim.
"Ayo katakan mas, jangan membohongiku" ucal Clarissa masih dengan suaranya yang lembut.
"Maaf sayang, aku pergi begitu saja sampai kamu harus mencari-cariku. Sebenarnya aku disana tuh........" Kendrick menahan ucapannya sejenak entah untuk berpikir. "Belajar jalan" dengan suara lirih Kendrick mengatakannya.
"What? Malam-malam gini mas? Dan kamu sendirian pula. Kenapa?" suara Kendrick memang lirih saat mengatakannya,tetapi Clarissa masih bisa mendengarnya.
"Aku ingin bisa jalan kembali dan tidak menyusahkanmu lagi. Aku selama ini sebagai suami merasa hanya jadi beban buatmu. Aku lelaki yang lemah, aku gak bisa apapun. Setiap hari aku menggunakan kursi roda ini. Aku capek, aku juga ingin kembali normal. Berbulan-bulan aku hanya duduk disini. Aku bukan sepertimu yang pandai menyimpan kesedihan. Aku gak mau kamu kecapean hanya untuk mengurus suami yang lumpuh sepertiku. Aku lelah, aku ingin kembali seperti dulu" ucap Kendrick mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini dipendam sendiri. Di malam yang terang, baru pertama itu Clarissa melihat suaminya menitihkan air mata yang sebelumnya tidak pernah dilihat. Didepannya sekarang seolah bukan Kendrick yang kuat dan tegar, Clarissa hanya melihat kelemahan dan rapuh.
Sekarang Clarissa tau kalau suaminya menyimpan kesedihan yang ditutupi dengan ketegarannya. Hanya agar orang lain tak mengasihaninya. Clarissa bisa merasakan betapa hancur dan sedih suaminya. Clarissa menurunkan kakinya, menyamakan posisi dengan suaminya. Ia pun menghapus air mata Kendrick yang sempat lolos dan langsung memeluknya.
"Maaf.... Maaf mas, aku gak pernah tau apa yang kamu rasakan, apa yang kamu alami. Kamu tidak pernah menyusahkan aku atau membebaniku. Aku dengan senang hati merawat dan menjagamu. Jangam pernah ada pikiran seperti itu mas. Ini sudah menjadi tugasku, kamu juga pernah mengatakan sama aku kan. Kalau kita akan sama-sama menjalani semua ini. Aku akan menjadi kakimu untuk berjalan kemana pun arahmu pergi. Maafkan aku sudah membuatmu seperti ini" ucap Clarissa sambil memeluk Kendrick. Ia tak mau suaminya berpikir yang aneh-aneh. Ia ikhlas untuk merawat suaminya. Bahkan Clarissa tak pernah mengeluh sedikit pun. Hari-harinya dijalani dengan senang hati.
__ADS_1
Kendrick tak membalas ucapan Clarissa. Ia masih terdiam tanpa membalas pelukan istrinya juga. Tatapannya lurus kedepan seolah memikirkan sesuatu, entah apa itu. Sekejab Kendrick langsunh mengulum senyum dan membalas pelukan Clarissa.
"Jangan menangis, aku gak suka melihatmu membuang air mata begini" ucap Kendrick menyerka air mata Clarissa.
"Kalau kamu gak mau aku menangis seperti ini. Tolong jangan berpikiran yang enggak-enggak. Aku ikhlas mas merawatmu" jawab Clarissa sambil melonggarkan pelukannya.
"Iya aku gak akan begini lagi." balas Kendrick tersenyum. "Aku sudah bisa jalan pelan-pelan sekarang. Kamu mau lihat?" Clarissa hanya terbengong, bagaimana bisa suaminya punya perkembangan begitu pesat. Sebelum-sebelumnya dia gak bisa apapun.
"Kamu pasti bingung ya, aku tuh sebenarnya sudah bisa jalan pelan-pelan sayang. Tapi emang aku belum mau mengatakannya kepada kalian. Aku ingin tau sesabar apa kamu dan siapa saja orang yang ada disaat aku terpuruk." jelas Kendrick menjawab segala pertanyaan yang muncul dikepala Clarissa.
"Ja-jadi kamu sudah bisa jalan mas?" ucap Clarissa tak begitu yakin sampai bicara pun terbata-bata.
"Aku belum bisa jalan dengan normal sayang. Kakiku masih terasa lemas. Aku bisa sih tapi, pelam-pelan. Setidaknya kan ada perkembangan." balas Kendrick.
Senyum Clarissa langsung mengembang. Ya benar apa kata Kendrick, setidaknya ada kemajuan. Itulah yang membuat hati Clarissa menjadi bahagia. Yang artinya selama ini semangat dan kesabaran mereka tidak akam sia-sia begitu saja.
"Bantuin aku berdiri sayang" pinta Kendrick, lalu Clarissa membantu suaminya untuk berdiri. Sudah terlihat jelas, Kendrick tak begitu kesusahan saat berdiri berbeda dari sebelumnya. Senyum Clarissa semakin mengembang. Saat Kendrick berhasil berdiri, dia meminta Clarissa untuk melepas pegangan tangannya.
Clarissa sedikit ragu mendengar permintaan suaminya. Tapi, ia yakin kalau Kendrick benar-benar bisa. Akhirnya Clarissa melepaskan pegangan dari tangan suaminya dengan perlahan. Tampak Kendrick tak oleng sedikit pun. Dia mulai berjalan ke depan secara perlahan. Sungguh Clarissa sangat senang dan buru-buru ingin memeluk suaminya. Tetapi Clarissa masih ingin melihat Kendrick berjalan semakin ke depan dan semakin jauh darinya. Clarissa mengikuti perlahan dari belakang, takutnya nanti Kendrick tak bisa lama-lama menjaga keseimbangan.
"Lihat sayang, aku bisa kan" ucap Kendrick menoleh ke arah Clarissa. Istrinya itu tersenyum lebar dan mengangguk. Sedetik kemudian Kendrick merasa akan terjatuh karna saking senangnya.
"Mas hati-hati" Clarissa buru-buru menghampiri suaminya dan merangkulnya agar tidak jatuh. Tapi percuma saja, Kendrick keburu oleng. Tubuhnya memutar sampai mereka terjatuh diatas ranjang dengan posisi Clarissa dibawah dan Kendrick diatas. Beruntung Ken menahan tubuhnya dengan tangan agar tak menimpa istrinya. Clarissa sampai menutup mata karna terkejut.
Melihat Clarissa yang masih belum membuka mata, akhirnya Kendrick mencium bibir istrinya sebab tak tahan melihatnya lama-lama. Sontak Clarissa langsung membelalakkan matanya dan merasakan ciuman itu sungguh menjadi candu untuknya. Ia pun mulai menyeimbangi dan membalas ciuman dari suaminya. Kendrick sangat candu sampai tak ingin melepaskannya, ia sedikit menggigit bibir bawah Clarissa. Melihat istrinya yang sudah hampir kehabisan nafas, Kendrick pun melepaskan ciumannya agar Clarissa bisa menghirup oksigen terlebih dahulu.
"Huh, huh. Aihh mas" nafas Clarissa sampai tersengal-sengal dan ia menggerutu sebab Kendrick menciumnya tanpa permisi.
"Hihi maaf sayang. Cup" Kendrick mengusap bibir Clarissa yang basah dan mengecupnya sekilas. Ia tersenyum tanpa dosa menatap istrinya.
__ADS_1
Kendrick pun beralih ke samping untuk memberi ruang istrinya bergerak. Clarissa bangkit lalu mencubit pinggang Kendrick sampai dia mengerang kesakitan. Karna kesalnya Clarissa kepada suaminyan yang suka jahil itu.
"Rasain, lain kali permisi dulu mas. Main sosor aja" gerutu Clarissa tak henti-henti, tetapi bukannya Kendrick marah malah dia tertawa melihat wajah istrinya kesal.
...πΊπ΅πΊπ΅...
Dirumah sakit.
Kendrick melakukan terapi kembali seperti minggu-minggu kemarin. Kini dia sudah mulai bisa jalan secara perlahan. Farghan sangat senang dengan perkembangan Kendrick. Apalagi dengan semangatnya yang tak pernah pudar sedikit pun. Clarissa sudah menceritakan kepada Farghan tentang suaminya, kalau malam suka menyendiri untuk belajar jalan sampai bisa. Sungguh Farghan tak percaya Ken bisa melakukannya.
Dan rasa tidak percayanya terpatahkan oleh Kendrick yang bisa membuktikan kepada Farghan. Padahal minggu lalu Kendrick masih sama-sama saja tanpa ada perkembangan. Disitu Clarissa menjelaskan kembali alasan suaminya melakukan itu agar bisa melihat orang-orang yang benar ada untuknya dan tidak hanya datang saat fisiknya sempurna. Walau pun Kendrick belum bisa jalan normal dengan lancar, setidaknya ada perkembangan. Farghan sampai tidak menyangka hal itu akan terjadi. Sebab diagnosanya dan dokter lain pun sama kalau Kendrick dinyatakan lumpuh selamanya tanpa bisa disembuhkan lagi.
"Sungguh keajaiban yang luar biasa. Baru kali ini aku menemukan pasien sepertimu Ken. Kalau dilihat dari hasil foto scanmu, kau sudah tak ada lagi harapan untuk bisa jalan. Dokter lain pun menyatakan hal yang sama. Jujur Ken, selama ini kamu terapi sebenarnya aku tak mau mematahkan semangatmu. Jadi aku turuti saja kemauan kalian meskipun aku tak yakin semuanya akan berhasil. Tapi ternyata kegigihan dan kesabaran kalian terbalaskan juga." ucap Farghan merasa bahagia dan sekaligus masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.
"Aku pun sebenarnya juga gak percaya semua akan berhasil. Dan ternyata Allah masih memberi kesembuhan untukku. Jadi selama ini usahaku dan Clarissa tak sia-sia." balas Kendrick menatap Clarissa dengan senyum mengembang.
...π...
...π...
...π...
...Hay hay hay π salam sayang dari author. ...
...Tiga part hari ini, semoga bisa meringankan rasa rindu kalian ya π€§π. Maaf othor gak bisa rutin up. ...
...Semoga readers semua sehat selalu, semangat puasanya bagi yang menjalankan ππ. ...
...Tinggalkan jejak untuk othor, klik jempolnya tambah gift pun tak apa author makin semangat untuk up lagi π€ππ. Syukron ...
__ADS_1