Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 110 #Kheisen Cemburu


__ADS_3

Hari demi hari sudah terlewati sampai berganti dengan bulan. Tak terasa sudah sembilan bulan lamanya. Selama itu Kendrick tak pernah lepas untuk selalu memberi perhatian kepada istrinya. Menjaganya dengan baik dan selalu bisa membuat Clarissa tersenyum setiap hari. Dan kali ini Kendrick tak bisa melihat senyum istrinya, sebab sekarang ia sedang mempersiapkan untuk kelahiran anaknya.


Clarissa sudah berada dirumah sakit sejak beberapa menit yang lalu diantar oleh suaminya. Dan sekarang sudah ada diruang rawat. Kendrick meminta Clarissa agar melakukan operasi saja. Namun ditolak halus oleh istrinya. Karna Clarissa ingin lahiran norma saja kayak sewaktu melahirkan Khalvan dan Kheisen. Kendrick hanya tidak mau istrinya terlalu menguras tenaga dan merasakan sakit bertubi-tubi.


Kendrick sudah tidak bisa berkata apapun kalau keputusan Clarissa sudah bulat. Ia tidak akan memaksa dan akan mendampingi sampai persalinan selesai. Disaat kelahiran putra pertama dan keduanya, ia tak bisa hadir disamping istrinya untuk menemani. Sekarang Clarissa bisa melahirkan tanpa rasa sedih, ada penyemangat yang akan duduk setia menemani.


"Sayang, kamu beneran gak mau operasi saja? Aku paling gak bisa lihat kamu kesakitan begini. Belum entar kalau kamu diruang persalinan." kata Kendrick yang sedang duduk disamping ranjang Clarissa.


"Gak usah mas, aku ingin lahiran normal saja. Biar aku bisa merasakan bagaimana perjuangan mama saat melahirkan aku. Kamu gak akan tau kalau aku melakukan operasi. Jika kamu melihatnya sendiri, kamu akan tau dan bisa merasakannya lewat hati. Kamu gak perlu mengkhawatirkan aku, berdoa saja agar nanti persalinannya berjalan dengan lancar." balas Clarissa sambil menahan rasa sakit yang semakin kuat. Karna sekarang sudah pembukaan tujuh.


"Ya sudah kalau itu mau kamu, aku akan selalu menemani sampai lahiran kamu selesai. Maaf aku gak bisa menemani saat kehamilan dan persalinan pertama. Aku baru bisa menemani sekarang." ucap Kendrick mencium kening Clarissa begitu lama lalu dilepaskannya.


"Gak pa-pa mas. Mungkin Tuhan ingin kamu menemaniku melahirkan dengan pengorbanan yang sama seperti sebelumnya. Agar kamu juga bisa meradakan dan melihatnya sendiri. Jadi keinginanmu dikabulkan oleh Sang Maha Pencipta." balas Clarissa.


Diruangan itu sebenarnya ada nyonya Cantika juga. Tapi ia sedang ke kamar mandi sebenar. Karna kebetulan Clarissa berada dirumahnya sendiri bersama Kendrick. Clarissa meminta untuk menginal semalam, sebab ia sangat rindu dengan mamanya. Jadi saat Clarissa merasakan perutnya sakit, dia masih berada dirumahnya sendiri. Disitu Kendrick dan mama mertuanya mengantarkan Clarissa buru-buru ke rumah sakit.


"Mas elusin sini, pinggangku rasanya gak karuan." pinta Clarissa mengambil tangan Kendrick dan diletakkan dibagian yang ditunjuknya.


"Sabar ya sayang, kamu pasti kuat" kata Kendrick terus menyemangati.


"Ma perutku rasanya udah sakit banget." ucap Clarissa saat melihat mamanya baru keluar dari kamar mandi.


"Sabar nak, sebentar lagi rasa sakitmu akan terbayarkan. Ini bukan kali pertama kamu melahirkan, jadi sudah pasti kamu tau rasanya sama seperti sebelumnya. Yang penting kamu harus kuat" sang mama mendekat untuk memberi semangat.


'Ini yangku mau, ada kalian yang menemani. Ada kamu mas, mama, papa, dan semuanya. Rasa ini tak akan begitu sakit saat kamu ada disisiku mas. Aku sangat bahagia' batin Clarissa dalam hati sambil mengucap syukur.


Tok.....Tok......


Ceklek.


"Permisi tuan, saya mau cek pembukaan bu Clarissa dulu." ucap dokter Arin memasuki ruangan bersama salah satu suster.


"Silahkam dok"


Dokter Arin pun mengecek pembukaan Clarissa. "Sus ini sudah pembukaan akhir, apakah ruang bersalinnya sudah siap?"


"Sudah dok, semuanya sudah siap"


"Baiklah kita pindahkan bu Clarissa ke ruang bersalin sekarang"


"Tuan, istri anda akan kami pindahkan ke ruang bersalin sekarang. Karna pembukaanya sudah sempurna."

__ADS_1


"Baik dok" jawab Kendrick.


Sesaat Clarissa sudah berada diruang bersalin, ada dua dokter yang menemani terutama dokter Arin. Kendrick ikut masuk untuk memberi semangat kepada istrinya. Dikala detik-detik kesakitan itu merajalela. Keringat bercucuran membasahi tubuh Clarissa. Kendrick setia untuk mengusap setiap peluh yang keluar. Ini kali pertama Kendrick melihat perjuangan sang istri untuk melahirkan anaknya.


Sampai air mata keluar dan membasahi pipinya. Berulang kali Kendrick mengecup kening Clarissa. Saat bayi pertama berhasil dikeluarkan, nyaringlah bunyi tangisannya. Dan perjuangannya belum selesai, sebab masih ada satu buah hatinya yang harus dikeluarkan. Dengan tenaga yang tersisah Clarissa kembali mengejn untuk melahirkan anaknya.


Sampai bunyi tangisan bayi kembali terdengar dan kini saling bersahutan. Disitulah akhirnya Clarissa bisa bernafaa lega begitu pun dengan Kendrick. Wajah keduanya sangat bahagia, namun Clarissa masih memburu nafasnya dan belum bisa berkata apapun selain senyuman.


"Selamat ya tuan, anak anda laki-laki dan perempuan. Mereka tampan dan cantik" ucap dokter Arin.


"Benarkah dok, sayang kamu dengar anak kita laki-laki sama perempuan. Terima kasih kamu sudah mau mengandung dan melahirkan benih dariku." ucap Kendrick mencium kening Clarissa.


"Yang lahir duluan laki-laki atau perempuan dok?" tanya Kendrick.


"Laki-laki tuan, kami akan bersihkan dulu" ucap dokter Arin.


'Terima kasih ya Allah atas amanah yang Engkau berikan kepada kami. Aku sungguh bahagia bisa melahirkan ditemani dengan suamiku. Engkau juga memberikan anak yang tampan dan cantik. Aku percaya setiap badai pasti akan berakhir dengan pelangi. Inilah pelangi atas perjuanganku' batin Clarissa dalam hati.


...🌻🌻🌻...


Diruang perawatan.


"Ihh ya Tuhan anak kalian ini tampan dan cantik sekali. Duh bikin gemes deh, tuhkan Ken apa kata mama pasti anak kalian itu perempuan" ujar nyonya Mesya.


"Dih mama, mereka itu laki-laki dan perempuan bukan hanya dua jenis kelamin yang sama. Jadi imbangkan, gak ada kegaduhan. Tuhan memang baik, biar mama gak ngetoyor aku kalau mereka lahir. Sebab mereka jenis kelaminnya beda."


"Aissh beruntung kau, lalu nama mereka siapa? Jangan merahasiakannya. Bilang saja sekarang, mama ingin tau. Gak pakek rahasia segala, ayo cepat katakan"


"Mama nih pemaksa sekali sih. Baru juga satu jam mereka lahir sudah ditanyain nama. Sabar dulu lah, nanti juga kami beri tau, gak sabaran banget sih ma. Kami nih lagi mikir"


"Mikir katamu? Hei apa kalian tidak mempersiapkan nama untuk mereka sebelumnya? Kenapa baru mikir sekarang. Kalau gitu biar mama yang beri nama mereka" kesal nyonya Mesya.


"Eh enak saja, enggak boleh. Aku yang akan memberi nama mereka. Padahal aku hanya bercanda malah dibikin serius. Mana ada aku gak mempersipkan nama untuk mereka." sahut Kendrick tak mau kalah.


"Sudah mas, kok malah berdebat sama mama sih. Mereka sedang tidur jangan berisik nanyi malah kebangun." lerai Clarissa menengahi.


"Ma, biarkan mas Ken yang memberi nama mereka. Khalvan dan Kheisen kan aku yang ngasih nama mereka. Jadi sekarang biarkan mas Ken saja yang memberi nama. Aku yakin mas Ken sudah mempersiapkan nama yang bagus untuk mereka" ucap Clarissa.


"Iya sayang, gak pa-pa biarkan suamimu saja. Lagian mama juga belum ada kepikiran nama untuk mereka." balas nyonya Mesya dengan lembut.


"Yaelah gitu tadi sok-sokan mau ngasih nama. Taunya belum ada nama, ihh mama" gumam Kendrick.

__ADS_1


"Diam kau!"


Clarissa dan yang lainnya hanya bisa tertawa melihat tingkah ibu dan anak yang tak mau mengalah. Sama-sama ingin menang dan tidak akan berakhir sebelum kemenangan berpihak diantara salah satunya. Jadi harus ada penengah untuk menjadi dinding penyelesaian.


"Bunda!" teriak Kheisen tiba-tiba masuk ke dalam bersama Khalvan. Mereka berlari menghampiri Clarissa yang masih terbaring di ranjang.


"Sayang, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu. Ucapin salam dan buka yang sopan. Nanti adeknya kebangun loh" kata Clarissa dengan lembut.


"Maaf nyonya, tadi tuan muda gak sabar untuk kesini jadinya lari-larian. Sudah saya nasehatin tadi, tapi gak mau nunggu" ucap Lona merasa bersalah.


"Gak pa-pa Lona, wajar mereka masih kecil. Sudah biarin, terima kasih ya telah menjaga mereka"


"Iya nyonya"


"Kamu pulang saja sama Very, biar nanti Khalvan dan Kheisen pulang sama saya. Bilangin sama bibi agar gak masak terlalu banyak, nanti saya akan makan diluar saja. Kalian masak yaa sekiranya cukup buat bibi dan kamu makan ya" ucap nyonya Mesya.


"Baik nyonya besar. Nanti saya akan katakan sama bi Minah. Kalau gitu saya pamit pulang dulu."


"Iya"


"Bunda, mana adeknya Kheisen. Kata opa, adek Kheisen sudah lahir." ucap Kheisen gemas, bocah itu sudah lancar bicaranya sekarang.


"Kheisen gak bisa sabar" sahut Khalvan yang ada dibelakang adiknya.


"Adik kalian ada disitu" timpal Kendrick tiba-tiba menggendong Khalvan dari belakang dan menuju box bayi yang ada diruangan tersebut.


Sementara Kheisen langsung berubah raut wajahnya. Sebab ayahnya malah menggendong kakanya dibandingkan dia. Hmm aroma-aroma cemburu nih. Abang Khei minta digendong juga sepertinya.


"Loh loh tadi katanya mau lihat adek. Kok mukanya ditekuk gitu, sana kok malah diem Khei" kata nyonya Cantika.


"Papa gendong kak Alvan aja, aku ditinggal" celoteh Kheisen cemburu hanya karna papanya menggendong Khalvan.


Mendengar Kheisen yang bicara begitu Khalvan yang masih ada digendongan ayahnya langsung turun dan berjalan ke arah adiknya. Ia pun menggandeng Kheisen dan dibawanya menuju box bayi. Agar adiknya tidak iri lagi. Khalvan memang sangat menyayangi saudara kembarnya. Begitu pun dengan adiknya yang baru lahir.


...🥀...


...🥀...


...🥀...


...Klik jempolnya, Like.......Like........Komen. 💕...

__ADS_1


__ADS_2