
Clarissa sudah terbangun sejak tadi. Ia segera bangun dari tidurnya karna melihat posisi saat tidur sedang memeluk Kendrick. Dia takut nanti suaminya terbangun dan bersikap lain lagi kepadanya. Padahal Kendrick juga sudah bangun namun masih berpura-pura tertidur.
Clarissa bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Walau pun sedikit kesulitan karna kakinya sakit. Sementara Kendrick membuka matanya daat Clarissa sudah masuk kamar mandi.
Setelah Clarissa sudah selesai mandi, kini giliran Kendrick yang masuk ke kamar mandi. Clarissa masih kikuk kalau melihat suaminya. Yaa sebab tadi malam dia mencuri pelukan, walau pun memang itu hak nya tidak ada larangan. Tapi Clarissa sangat menghargai suaminya.
Clarissa beralih metapikan tempat tidur dan membuka gorden kamar, sehingga pancaran matahari masuk ke dalam kamar mereka. Dan setelah itu betalih lagi ia mempersiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Kendrick untuk bekerja. Setelah semua sudah, kini Clarissa turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
Sesampainya dibawah....
"Loh mama kapan pulangnya?" tanya Clarissa terkejut saat melihat mama mertuanya berada di meja makan bersama. Ia berjalan mendekati nyonya Mesya yang sedang menata piring.
"Eh anak mama sudah bangun, sini kita makan bersama. Mana suamimu?" bukan menjawab pertanyaan Clarissa, nyonya Mesya malah mengajak Clari untuk sarapan.
"Mama belum jawab pertanyaan Clari tadi" ucap Clarissa.
"Iya mama sama papa baru datang tadi malam. Kami memanh sengaja tidak memberi tau kalian dulu, biar jadi kejutan. Dan karna sampainya larut malam sehingga kami tak tega untuk mengganggu istirahat kalian" jelas nyonya Mesya.
Tatapan Clarissa beralih ke meja makan yang sudah terhidang makanan disana.
"Ini mama yang masak?" tanya Clarissa bingung.
"Iya, dibantu sama bibi. Mama kan sudah lama tidak memasak untuk kalian" jawab nyonya Mesya.
"Tapi kan, mama baru pulang pasti capek"
"Gak pa-pa sayang, kalau buat anak-anak mama" ucapnya sambil tersenyum.
"Panggil lah suamimu ke sini kita makan bersama. Mama mau panggil papa dulu ya" tambah nyonya Mesya lalu pergi untuk memanggil suaminya sarapan bersama.
Clarissa tak jadi naik ke atas karna Kendrick sudah berjalan menghampirinya. Kemudian Kendrick menarik kursi untuknya duduk. Dan Clarissa mengatakan kalau mertua nya sudah pulang.
"Iya aku sudah tau, semalam mama mengirim pesan ke aku, tapi baruku buka pagi tadi" papar Kendrick.
"Ohh ya sudah" ucap Clarissa.
Tak lama tuan Alvero bersama nyonya Mesya menghampiri Kendrick dan Clarissa. Bebarengan dengan itu Lavina juga datang dan mereka pun duduk bersama untuk menikmati sarapan pagi.
"Papa sama mama pulangnya dadakan banget" protes Lavina.
"Sebenarnya gak dadakan sih sayang, ya memang baru ngabarin tadi malam. Kalian kan sedang tidur kami tidak mau mengganggu" jelas nyonya Mesya.
" Ken bagaimana perusahaan disini?" sahut tuan Alvero.
"Baik kok pa, perkembangannya cukup melesat dibanding bulan-bulan sebelumnya" jelas Kendrick.
"Bagus kalau gitu, papa sudah yakin kalau kamu memang bisa di percaya" kata tuan Alvero tersenyum bangga.
Sementara Clarissa sedari tadi hanya diam saja mendengarkan mertua dan suaminya serta Lavina berbicara. Kini nyonya Mesya gantian menanyakan perihal Clarissa. Pertanyaan itu membuat Clari sampai tersedak.
__ADS_1
"Clarissa, apakah kamu sudah isi?" entah pertanyaan dari mana tiba-tiba saja nyonya Mesya bertanya demikian.
"Uhuk...Uhuk...." Clarissa tersedak karna kaget dengan pertanyaan mama mertuanya. Buru-buru Kendrick mengambilkan air dan memberikannya pada Clari.
"Hati-hati dong sayang kalau makan" ujar nyonya Mesya melihat Clari selesai minum.
"Maaf ma" ucap Clari meminta maaf.
"Bagaimana dengan pertanyaan mama tadi kamu belum jawab loh" ucap lagi mengingatkan Clari dengan pertanyaan yang barusan.
"Hmm belum ma" jawab Clari jujur.
"Bagaimana aku bisa hamil, suamiku saja tidak pernah menyentuhku bahkan kami selalu tidur terpisah." batin Clari, sedikit sesak didadanya saat pertanyaan itu terlontar dari mulut mertuanya.
"Ya sudah gak pa-pa belum rezeki nya" ucap nyonya Mesya.
"Issh.....Kalau saja kak Clarissa tidak melarangku untuk cerita ke siapapun mungkin sekarang aku akan mengadu pada papa dan mama. Dasar kak Kendrick bermuka dua, di depan mama dan papa saja sok perhatian" batin Lavina mencecar kakaknya sendiri dalam hati.
...🌳🌳🌳...
Lanni sedang bersama Jennie di sebuah cafe yang terkenal di daerah mereka. Disana juga ada Nesya dan Simon. Mereka sedang mengobrol, entah apa yang sedang mereka obrolkan. (Ayo nguping pembicaraan mereka ya, hati-hati ketahuan 😉).
"Jadi apa yang sekarang ingin kamu lakukan untuk menyingkirkan perempuan jelek itu?" tanya Lanni kepada Jennie.
"Permainanku akan segera dimulai kak sebentar lagi. Kalau aku tidak bisa mendapatkannya, maka dia juga tidak boleh mendapatkan Kendrick." ujar Jennie tersenyum miring.
"Kamu gak takut, kalau masalah yang dulu pernah kita lakukan kepada si cewek jelek itu akan dipermasalahkan oleh keluarganya?" tanya Nesya sedikit khawatir dan takut.
"Iya juga sih katamu, terus apa rencanamu?" tanya Nesya kemudin.
"Aku akan membuat cewek itu menjauhi Kendrick, aku tau dia sudah mencintai Kendrick. Maka dari itu aku akan menghancurkan cintanya secara bertubi-tubi" jelas Jennie dengan senyum jahatnya.
"Aku ikuti saja permainmu" sahut Nesya.
"Gue akan bantu kalau loh butuh bantuan" sahut Simon menimpali.
"Oke....Sepertinya aku akan butuh bantuanmu" ucap Jennie sembari meminum minuman yang sudah dipesannya tadi.
Tak lama datang lah kekasih Lanni yang bernama Jerry. Dia ikut bergabung disana namun hanya sebentar, kemudian mengajak Lanni untuk pergi dari sana. Tinggal lah Jennie, Nesya, dan Simon.
Jennie berasa jadi obat lamuk bagi kedua temannya itu. Apalagi matanya gedek sekali melihat ke romantisan yang ditunjukkan padanya. Seolah tidak memikirkan perasaan dia sekarang.
"Dih gue pergi dulu ah.....Ngeliatin kalian gedek rasanya. Kalau mau romantisan lihat-lihat dulu lah. Kalian mau jadikan diriku ini obat nyamuk hah" kesal Jennie melihat kemesraan keduanya.
"Eh maaf Jen, jangan marah lah." ujar Simon cengar-cengir.
"Ya sudah aku pergi dulu, by"
"Oke deh by....."
__ADS_1
Jennie mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan cafe tersebut. Tadi dia membawa mobil bersama kakaknya namun karna Lanni dijemput oleh Jerry, jadi Jennie menyetir sendiri.
...*******...
Di perusahaan Raymond........
Kendrick sedang mengadakan pertemuan bersama para koleganya. Setelah pertemuan tersebut selesai, Kendrick kembali ke ruangannya ditemani oleh Roy.
Tadi Kendrick menelfon Michael dan Farghan untuk datang ke perusahaannya. Entah ada apa, yang jelas Kendrick sangat membutuhkan mereka.
Setelah tiga puluh menit menunggu, akhirnya Michael datang. Maklum karna Michael sekarang juga harus mengurus perusahaan milik papanya. Melihat kedatangan sahabatnya, Kendrick langsung menghampiri Michael dan mereka pun duduk berdua di sofa. Sementara Roy melanjutkan pekerjaannya yang lain.
"Kenapa kamu menyuruhku ke sini Ken? Apa ada masalah lagi denganmu?" tanya Michael sedikit khawatir.
"Tidak, ehh sebentar Farghan kemana?" tanya Kendrick balik, ia mencari Farghan yang tak kunjung datang.
"Hadeeeh......Kau seperti gak tau saja tugasnya, dia itu banyak pasien yang harus di urus mana sempet kesini" jawab Michael yang heran dengan pemikiran sahabatnya itu.
"Iya juga sih......." ujarnya.
"Terua ngapain kamu nyuruh aku kesini" tanya lagi Michael.
"Gini Chel, aku mau minta bantuan sama kamu untuk membuat kejutan buat Clarissa" ucap Kendrick membuat Michael melongo.
"Sejak kapan Kendrick perduli dengan Clarissa, apalagi sampai mau membuat kejutan buatnya." pikir Michael yang bingung.
Sedangkan selama ini yang dilihatnya, Kendeick selalu bersikap kasar kepada Claridsa. Bahkan Ken sering membentak Clari, sampai membuatnya menangis. Tapi sekarang secara tiba-tiba Ken ingin membuat kejutan, seperti gak masuk akal.
"Kau serius Ken? Untuk acara apa?" tanya Micha bingung.
"Iya serius lah, kalau gak serius ngapain aku menyuruhmu kemari." ujar Kendrick yang heran dengan pertanyaan Michael. "Sebentar lagi ulang tahunnya Clarissa tepat hari jadi pernikahanku dengan Clarissa." tambahnya lagi.
"Waah oke.....Aku akan bantu loh. Tapi bentar deh loh kok tiba-tiba peduli gitu sama Clarissa, apa loh sudah ......" ucap Michael menebak-nebak namun langsung disahuti oleh Kendrick.
"Aku belum mencintai dia" sahut Kendrick. "Aku hanya berusaha membuat Clari selalu tersenyum, aku gak mau menyakitinya lagi. Walau pun hatiku belum tertulis namanya" ucap Kendrick.
Michael pun tersenyum mendengar pernyataan dari sahabatnya. Michael sudah bisa menebak kalau hati Kendrick sudah teriai nama Clarissa, hanya saja belum disadari.
"Kalau kau ingin tau, apakah hati loh ini ada nama dia atau enggak! Coba dekati dia, jika loh selalu merasa nyaman dan tenang disaat dekat dengannya maka hati loh ini sudah tertulis namanya. Hanya saja loh sendiri yang gak menyadari" jelas Michael.
♡
♡
♡
Penasaran dengan kisah selanjutnya?
Pantengin terus yaa:)
__ADS_1
Eits.....sebelum pergi jangan lupa Like, Vote, Hadiah, dan Komenannya. Buat jajan author ya sedekah sikit saja😄.
By......By......👋