Gadis Gendut Istri Sang CEO

Gadis Gendut Istri Sang CEO
Part 89 #Kamu Membawaku Pulang


__ADS_3

"Jadi selama ini kakak mengandung dan melahirkan sendiri? Tanpa suami dan keluarga? Ya ampun kak, sekuat itu kamu. Aku tak bisa membayangkan kalau diposisi kak Clari" Lavina begitu iba menatap kakak iparnya yang harus berjuang sendiri.


"Gak masalah Lavi, aku sudah pernah merasakan yang namanya sendiri. Tanpa teman dan belas kasih mereka. Sudah lah lupakan yang penting mas Kendrick sudah kembali." Clarissa tak mau lagi memikirkan hal lain selain hidup bahagia bersama suaminya.


Tuan Alvero dan nyonya Mesya begitu terharu melihat perjuangan Clarissa. Nyonya Mesya terduduk disamping Clarissa dan memeluknya. Seperti layaknya anak kandung sendiri. Dari awal Clarissa datang ke dalam keluarga mereka, semuanya berubah. Banyak keceriaan dan keteguhan hati Clarissa mampu tersalurkan ke dalam diri mereka juga.


"Terima kasih sudah mau bertahan selama ini. Hatimu baik dan lembur nak, mama beruntung punya kamu" ucap Mesya dengan tangis haru.


"Papa boleh menggendongnya kan" sahut tuan Alvero ingin menggendong salah satu dari mereka.


Nyonya Mesya langsung merenggangkan pelukannya dan menatap sang suami. "Mama juga ingin menggendongnha jangan papa aja" ketus Mesya menyerka air matanya.


"Mereka ada dua, produknya sama jadi bisa gendong satu-satu." celetus Lavina mengeluarkan jurusnya untuk memecahkan kesedihan tersebut menjadi tawa.


Dengan perlahan Clarissa mengalihkan gendongannya kepada Mesya dan Lavina memberikan Khalvan kepada ayahnya.


"Ma, mereka tampan ya mirip banget sama Kendrick" ucap tuan Alvero dengan mata menatap takjub.


"Ya iya lah satu pabrik. Jelas tampan pa" balas Mesya tanpa mengalihkan matanya terhadap Kheisen.


"Ohh ya namamu tadi siapa?" tanya Lavina menatap Chera.


"Panggil saja Chera" balas Chera dengan tersenyum.


"Dia memang adik sepupuku, kami sudah akrab dari kecil. Saat mama membawaku berobat ke luar negeri. Aku tinggal dirumahnya sampai pengobatan selesai. Jadi jarangan heran kalau kami begitu akrab, aku sudah menganggapnya sebagai adik kandungku sendiri. Dia juga yang selama ini menjagaku disana." jelas Clarissa membuat hati Chera tersentuh dengan kata-kata Clarissa.


"Apa keluargamu tau kalau kamu sudah kembali?" tanya Mesya.


"Belum ma, mereka juga gak tau kalau aku sudah melahirkan. Biarkan saja ma, nanti juga mereka akan tau sendiri." balas Clarissa dengan nada bicara yang terdengar ketus.


"Ada apa kak?" tanya Lavina melembut, ia tau kalau Clarissa memendam kemarahan terhadap keluarganya.


Clarissa membuang nafasnya dan menjelaskan. "Aku kesal dengan kakakku. Mereka boleh marah denganku karna hamil, tapi mereka juga meluapkannya kepada Eveline. Apapagi kak Faero sampai membawa pulang Eveline ke rumahnya dna meninggalkan dia disana selama sebulan. Bagaimana coba kalau kamu sebagai istrinya. Hanya gara-gara masalah seperti ini. Padahal ini semua gak sepenuhnya salah Eveline, malah salahku sendiri." Lavina sangat terkejut mendengar penuturan Clarissa.


Masalah apa sampai Eveline dipulangkan oleh Faero?


Hanya karna Clarissa hamil?


Padahal bukan perbuatan terlarang, kenapa mesti marah?

__ADS_1


Pikir mereka semua dibuat bingung. Apa hanya karna rasa amarah yang masih memuncak sampai mereka tega mengusir Clarissa dari rumah?. Sampai dia harus mengandung dan melahirkan sendirian tanpa saudara dan keluarga. Walau pun ada keluarga Chera disana.


Clarissa terdiam sejenak, ia bingung harus menjelaskan dari mana dulu. Keluarganya memang mengira Clarissa membenci Kendrick, tapi malah sebaliknya dan kini sudah melahirkan baby kembar.


"Clarissa?" sapa Farghan yang baru keluar dari dalam. Beruntung ada penyelamat untuk Clarissa agar dia tak perlu menjawab pertanyaan mereka.


"Iya ada apa?" tanya Clarissa yang akhirnya tak jadi menjawab pertanyaan mereka tadi.


"Kendrick ingin bertemu denganmu" jawab Farghan, matanya menatap Khalvan dan Kheisen. Akhirnya dia tau kalau bayi itu memang anaknya Clarissa sama Kendrick. Tanpa sadar ia mrnyunggingkan senyum saat menatap Khalvan dan Kheisen.


"Ya, ma, pa, aku masuk dulu gak pa-pa kan?" ucap Clarissa meminta persetujuan.


"Masuklah, pasti dia merindukanmu" titah tuan Alvero.


Lalu Clarissa masuk ke dalam tanpa di ikuti Farghan. Farghan ingin menjelaskan kondisi Kendrick sekarang. Setelah tadi diperiksanya. Tapi bukannya menjelaskan malah memuji ketampanan Khalvan dan Kheisen.


"Anak Clarissa tampan banget tante, mirip dengan papanya" ujar Farghan merasa takjub.


"Dari ma...." Mesya ingin bertanya dari mana Farghan tau kalau yang sedang digendongnya adalah anak Kendrick. Tapi sudah disahuti lebih cepat oleh Farghan.


"Saya tau tante, tadi saya gak sengaja mendengar Clarissa mengatakannya." sahut Farghan dengan tersenyum menunduk.


"Ohh ya" hanya itu yang keluar dari mulut nyonya Mesya. Ia hanya menggangguk saja dan mengalihkan pandangannya pada Kheisen.


"Bagaimana keadaan kak Kendrick?" sahut Lavina bersuara.


"Keadaannya jauh lebih membaik. Kami masih akan memantaunya beberapa hari kedepan. Kalau dalam dua sampai tiga hari kedepan keadannya membaik, aku akan memindahkannya ke ruang rawat. Kendrick juga perlu perawatan lebih lagi." jelas Farghan panjang lebar.


"Apakah kak Kendrick benar-benar tidak akan bisa jalan lagi? Dan dia mengalami amnesia?" tanya Lavina begitu khawatir Kendrick akan melupakan mereka semua. Dari awal yang dia khawatirkan adalah ingatan Kendrick dan bagaimana kalau Kendrick sendiri tau dirinya tidak bisa jalan normal.


Farghan menghela nafasnya dulu dan membuatnya perlahan lalu menjawab pertanyaan Lavina. "Iya, Kendrick tidak bisa jalan lagi. Dan kalau masalah ingatannya aku belum memastikan apakah di mengalami amnesia atau tidak. Karna itu semua masih dugaan kami. Berdoa saja semoga dugaan kami salah." papar Farghan dengan ucapan seperti orang putus asa.


"Tapi tadi kak Clarissa masuk dipanggil kak Kendrick kan? Berarti dia masih ingat sama istrinya?" terka Lavina dengan hati yang berharap bahwa memang benar adanya.


"Entah Kendrick tadi memanggil Clarissa karna memang ingat atau enggak. Dia hanya ingin dipanggilkan Clarissa, sebab aku tadi memanggil nama Clarissa didepannya. Mungkin karna itu dia tau namanya" Lavina dan yang lain kembali merenung sekaligus sedih. Bagaimana kalau semua itu benar? Sungguh itu bukanlah kemauan mereka.


Lavina langsung terdiam begitu pun dengan yang lain. Tak ada yang bida mereka lakukan sekarang selain ikhlas. Kalau pun Kendrick tidak mengingat mereka terutama orang tuanya. Maka itu adalah tugas mereka untuk mengembalikan ingatan Kendrick seperti semula dengan perlahan tanpa memaksa. Farghan lantas kembali masuk dan mereka masih menunggu diluar sampai Clarissa balik menemui mereka.


...*******...

__ADS_1


Clarissa duduk disamping Kendrick dengan hati yang begitu bahagia. Kendrick langsung menatap ke arah Clarissa yang duduk disampingnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan oleh Clarissa.


"Tadi kamu memanggilku?" tanya Clarissa dengan lembut sambil menggenggam tangan Kendrick.


Kendrick pun mengangguk dan dengan suara lirih dia berbicara. "Apakah kamu Clarissa istriku?" tanya Kendrick membuat Clarissa sedikit terkejut dengan pertanyaan Kendrick.


Ia menguatkan hatinya sembari menahan air mata agar tidak menetes. Semua ini sudah didengarnya sejak beberapa bulan lalu bahkan sebelum dia melahirkan. Lavina sudah memberi kabar tersebut yang pasti menghancurkan hatinya. Bagaimana bisa dia harus menata cintanya lagi dari awal. Tidak! Semua itu tidak boleh terjadi. Selama ini Clarissa sudah berjuang segenal jiwa dan raganya. Tapi malah mendapat balasan dengan hilangnya ingatan sang suami. Bukan suatu yang adil kan? Yang pasti langsung menusuk hatinya.


Clarissa mengangguk dan memaksakan senyum ke arah Kendrick. Ia masih ingin melihat reaksi suaminya setelah ini. "Aku merindukanmu" dua kata yang diucapkan Kendrick langsung membuat Clarissa tersenyum dan spontan memeluk tubuh Kendrick sambil menangis. Ia sudah tak sanggup menahan air matanya, suatu kebahagiaan untuknya.


"Aku senang kamu tidak melupakanku, aku juga merindukanmu mas hiks.....aku rindu......hiks...!!" ucap Clarissa tanpa melepas pelukannya.


Kendrick mengusap rambut Clarissa dengan lembut. Lalu Clarissa mendongak sehingga tatapan mereka saling bertemu. "Kamu gak akan melupakan aku kan mas, aku yakin kamu akan selalu mengingatku" ucap Clarissa sembari menangis. Ia takut kalau Kendrick akan melupakannya.


"Kamu datang ke mimpiku untuk membawaku pulang. Dan kamu memperkenalkan diri sebagai istriku." terang Kendrick yang artinya dia tidak tau siapa Clarissa sebenarnya.


Clarissa hanya bisa diam sejenak, ia tak langsung menjawab. Hatinya nyeri seketika saat Kendrick mengatakan hal tersebut. Dilubuk hati Clarissa, dia juga bersyukur sebab suaminya tidak mengusir atau menjauhinya seperti halnya orang pada umumnya saat mengalami amnesia. Pasti mereka akan tidak menyukai keluarganya yang ada didekatnya. Karena mereka tifak memgingat apapun.


Clarissa hanya menyunggingkan senyuman. "Apakah kamu juga gak mengingat siapa keluargamu?" tanya Clarissa.


"Tidak, memangnya aku punya keluarga?" tanya balik Kendrick dengan suara yang lirih, sebab dia baru saja siuman.


"Sudah lah kamu istirahat saja gak perlu banyak berpikir. Aku mau keluar dulu ya, nanti aku kesini lagi. Istirahatlah....cup!. Clarissa mencium kening Kendrick lalu beranjak pergi keluar dengan lelehan air mata. Belum sampai diluar Clarissa sempat menghapus air matanya agar tidk diketahui yang lain.


"Bagaimana keadaan Kendrick, Clarissa?" tanya Mesya saat Clarissa sudah ada diluar.


Bibir Clarissa keluh untuk menjelaskan. Pasti wanita yang ada didepannya akan kembali sedih kalau tau anaknya tidak mengingat siapapun diantara mereka. Dan dugaan Farghan benar adanya.


'Cobaan apa lagi ini? Belum cukup kah selama ini yang aku alami Tuhan?' batin Clarissa sembari menunduk pilu.


...🍀...


...🍀...


...🍀...


...Assalamu'alaikum readers ☺ selamat pagi selamat beraktivitas dihari senin ini....


...Punya vote kan sini kasih ke author ☺. Tinggalkan jejaknya ya readerku 😉💖....

__ADS_1


__ADS_2