
🌲 London.
Tempat ternyaman untuk Clarissa membersihkan pikirannya dri hal-hal buruk dan beristirahat sejenak dari orang-orang yang ingin menyakitinya. Clarissa benar-benar menikmati tempatnya bersandar sekarang. Tak ada yang tau kalau Clarissa berada di sana, hanya keluarganya dan keluarga suaminya.
Chera menemani Clarissa untuk berkeliling kota. Mereka begitu menikmati suana kota yang indah, Clarissa kembali mengenang masa lalunya. Tapi itu hanya masa lalu yang tak seharusnya dilihat kembali. Chera sudah mendengar banyak curhatan dari Clarissa. Memang sedekat itu mereka sampai Clarissa tak senggan untuk bercerita keluh kesahnya kepada Chera. Jadi sekarang Chera sudah tau bagaimana Clarissa sekarang.
Bahkan saat mendengar kalau Clarissa menikah hanya karna kesalahpahaman saja, hati Chera begitu hancur. Tapi diakhir dia senang melihat Clarissa bisa tersenyum sebab cintanya terbalaskan. Walau pun Chera tak membenarkan perilaku Kendrick terhadap Clarissa.
Mereka duduk di kursi yang berada di taman kota. Banyak bule yang berseliweran diantara mereka, tak sedikit pula anak kecil yang bermain. Pemandangan itu begitu menyentuh hati Clarissa, bibirnya mengukir senyum.
"Kamu suka anak kecil kak?" tanya Chera yang sedang duduk disamping Clarissa.
"Suka banget, mereka itu imut dan gemesin." jawab Clarissa dengan senyum yang lebar.
"Setelah ini mau kemana kak?" tanya Chera.
"Terserah aku ngikut kamu saja. Aku sudah lupa dengan jalanan di kota ini. Jadi kamu yang menjadi pemanduku" Clarissa bergurau sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Oke siap, go go go!" ucap Chera bersemangat sambil menggandeng tangan Clarissa.
Mereka sudah seperti adik dan kakak kandung. Padahal mereka jarang berkomunikasi karna perbedaan jarak dan waktu. Kalau Clarissa ingin menghubungi Chera pasti udah tidur. Kalau Chera ingin menghubungi Clarissa pasti sama juga. Jadi mereka jarang sekali berkomunikasi. Walau begitu Chera dan Clarissa tetap akur layaknya saudara. Tak ada pembeda diantara mereka, warna pun samaan. Kalau Clarissa suka barang dengan merk ini pasti Chera juga ngikut. Atau dengan corak yang sama, apapun kesukaan mereka semuanya sama.
Ada juga yang membedakan yaitu di makanan dan minuman. Lidah mereka memang berbeda kalau soal satu ini. Kalau Chera sudah terbiasa dengan makanan mentahan khas dari negaranya. Tapi kalau Clarissa belum terbiasa.
Setelah puas bersenang-senang mereka kembali ke rumah. Clarissa juga sudah lelah, jadi Chera menyudahi jalan-jalannya.
Sampai di rumah Chera begitu senang saat melihat kedatangan Chesa di rumah bersama dengan suaminya yang bernama Leo dan anaknya yang baru lahir diberi nama Zhafi. Bayi itu baru lahir dua bulan yang lalu yang artinya Clarissa belum ada disitu. Chera menggambil alih Zhafi dari pangkuan Chesa. Dia begitu gemas melihat keponakannya.
Clarissa pun sama halnya dengan Chera. Zhafi memang benar-benar imut, pipinya tempem dan berisi. Wajahnya tampan seperti papanya, bulu mata yang tebal mirip dengan mamanya. Memang perpaduan Chesa dan Leo.
__ADS_1
"Ululu....ululu.....Zhafi handsome. Aduh imutnya, kak biar Zhafi di sini saja ya. Pengen banget bisa deket Zhafi terus" Chera tak berhenti membuat si mungil terus tersenyum.
"Enak saja, kalau mau ya bikin sendiri lah. Sini nanti lecet itu pipi kamu toel terus" gerutu Chesa yang gemas melihat adiknya terus memainkan pipi Zhafi yang gembul.
"Aah pelit deh. Aku saja belum ada pasangan bagaimana bisa mau bikin dedek bayi" memang Chera suka ceplas-ceplos, dengan polosnya dia mengatakan hal tersebut. Artinya dia sudah tak sabar ingin memiliki anak sendiri? Kayaknya begitu, tapi sampai sekarang Chera belum menemukan jodohnya.
"Putra kak Chesa tampan dan imut, semoga kelak anakku juga bisa setampan Zhafi atau secantik....." ucapan Clarissa terpotong dengan perkataan Chera.
"Aku lah. Aku kan cantik" sahut Chera sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Clarissa.
"Kepedean banget." Chesa masih menggendong Zhafi di pangkuannya lalu diambil alih oleh Leo.
"Biarin lah iri banget deh" Chera memalingkan wajahnya ke arah lain dan tangannya bersendekap dada.
Chesa sudah tak memperdulikam lagi ocehan sang adik. Percuma juga berdebat dengan Chera tak akan ada habisnya, jika belum dia yang menang. Itu lah Chera tidak mau kalah dalam bidang ilmu atau yang lainnya. Oleh karna itu skil nya tidak diragukan lagi, otaknya full dab siap untuk dikeluarkan satu per satu. Bahkan sajak pertama kali masuk sekolah Chera sudah mendapat nilai yang memuaskan. Sampai ke jenjang perkuliahan, prestasinya pun banyak. Dari olimpiade, olahraga, dan lainnya.
Chera sudah bekerja membantu sang papa di perusahaan milik orang tuanya. Dulu Chesa juga ikut serta bekerja, tapi sejak dia mempunyai baby waktunya tersita untuk mengurus Zhafi. Jadi Chesa hanya tinggal di rumah untuk membantu suaminya dan mengurus anaknya. Leo juga sudah menyewa baby sitter agar istrinya tidak terlalu capek. Chesa tetap mewarat Zhafi dengan baik, ia tak mau anaknya kurang kasih sayang darinya. Dan malah bergantung pada orang lain.
Tanggal pernikahan Michael dan Lavina sudah ditentukan. Acara akad akan dilaksanakan dua minggu lagi. Memang cukup dadakan dan waktu yang dipersiapkan terlalu mepet. Oleh sebab itu semua orang telah sibuk mempersiapkan semua keperluan. Mulai dari dekorasi, undangan, baju pengantin, foto wedding, ketringan, dan masih banyak lagi yang harus dipersiapkan.
Mereka tak mau menunda-nunda hal baik. Jadi pernikahan Michael dan Lavina dipercepat. Itu pun juga kemauan mereka berdua agar tak terjadi fitnah diantara mereka. Pernikahan tersebut digelar tak terlalu mewah, mengingat Kendrick masih koma dan Clarissa yang berada di luar negri. Sungguh sedih jika diposisi Lavina, dua kakak yang seharusnya mendampingi kini tak bisa hadir. Hanya doa yang bisa mereka kirim untuk keduanya.
Teman kampus Lavina tak ada yang di undang. Sebab Lavina belum mengenal betul mereka semua. Mungkin hanya beberapa yang dikenal oleh Lavina. Itu pun bisa dihitung jari. Selain itu, tuan Alvero juga mengundang rekan kerja dan bisnisnya. Kerabat dan sahabat pun turut di undang dalam pernikahan tersebut. Banyak keluarga besar nantinya yang akan datang. Semua itu tak akan mengurangi rasa sedih Lavina yang tidak bisa dihadiri oleh kedua kakaknya.
Masalah baju wedding semua sudah direncanakan. Lavina akan memakai desain dari butik milik nyonya Cantika. Dan rencana pernikahannya sudah diketahui oleh Clarissa. Setelah Michael memberi kabar bahwa orang tuanya juga setuju, Lavina sangat senang. Ia pun memberi tau Clarissa semuanya lewat telfon. Tanpa sadar Lavina meminta dibuatkan baju pengantin sama Clarissa. Padahal jarak mereka jauh dan berbeda waktu. Clarissa tetap mengiyakan ucapan Lavina, dia tetap membuatkan desain baju wedding. Tentunya sang mama yang diminta untuk mengukur panjang dan lebar tubuh Lavina.
Sebelum benar-benar dirancang oleh Clarissa, dia perlihatkan terlebih dahulu kepada Lavina. Apakah dia menyukainya atau tidak, Lavina pun memperlihatkannya kepada Mesya. Bisa saja dia suka, tapi sang mama malah menolak. Jadi Lavina juga meminta pendapat dari orang tuanya.
Mendengar jawaban yang memuaskan dari Mesya. Lavina pun mengiyakan desain yang sudah dipersiapkan oleh Clarissa. Lavina sangat senang sekali bisa memakai gaun pengantin dari tangan kakaknya langsung. Jika sudah selesai nanti akan di ekspor oleh Clarissa dan pasti juga perlu waktu belum untuk merancangnya. Clarissa tak mengeluh mengenai hal itu, dirinya tak bisa datang ke pernikahan adik iparnya. Anggap saja sebagai kado pernikahan Lavina dan pengganti dia yang tidak bisa hadir.
__ADS_1
Orang tua Michael awalnya tidak percaya dengan perkataan anaknya untuk meminta restu menikah dengan Lavina. Dan Michael pun meyakinkan lagi dengan mengatakan kalau orang tua Lavina sudah merestui. Bahkan Lavina sendiri juga sudah setuju. Tinggal lah restu dari kedua orang tua Michael.
"Kamu serius Chel?" tanya Darman ayah Michael.
"Iya pa. Aku hanya ingin meminta restu dari papa sama mama. Tolong restui Michael ya untuk menikah sama Lavina" Michael duduk di depan ayahya yang masih bengong.
"Sejak kapan kamu bisa ingin menikahi Lavina?. Bukannya kamu gak suka dengan dia dan hanya menci........" sahutan Michael langsung menutup mulut Rita yang sudah bisa ditebak oleh Michael apa yang akan dikatakan.
"Aku sudah tidak mencintainya. Cukup mama membahas Clarissa terus, aku sudah ikhlas dia bersama Kendrick. Dan aku juga ingin mencari cinta sejatiku sendiri." Michael mengatakan dengan nada lembut agar tidak menyakiti hati Rita.
"Papa akan merestuimu, kamu berhak mencari cinta mu sendiri. Dan melupakan masa lalu, seharusnya mama mendukung bukan malah mengungkit yang sudah-sudah" timpal Darman memperingati istrinya.
"Jadi papa merestui kan. Mama?"
"Mama akan merestui, kalau memang kamu bahagia dengan pilihanmu nak. Maafkan perkataan mama tadi"
"Gak pa-pa ma, terima kasih papa dan mama mau merestuiku. Lalu kapan papa dan mama bisa ke rumah Lavina, om Vero sudah menunggu untuk menentukan tanggal pernikahan" Darman dan Rita terbengong sejenak, mungkin mereka kaget mendengarnya. Kok bisa secepat itu? Pikir mereka.
"Jangan kaget, aku tadi sudah ke rumah Lavina untuk meminta restu. Om Vero dan tante Mesya menyetujuinya. Lavina pun menerima nya." tambah Michael seolah tau isi kepala orang tuanya.
Darman tersenyum seraya mengatakan bahwa besok mereka akan datang ke rumah Lavina. Rita pun mengiyakan perkataan suaminya. Sungguh hari itu adalah hari yang membahagiakan untuk Michael. Dheri yang mendengar rencana pernikahan Michael pun ikut senang. Pada akhirnya Michael bisa menemukan cinta sejatinya, bukan mengenang masa lalu terus.
...💞💞💞...
...Jempolnya dooong 👍👍 berubung hari senin waktunya vote. Halal ridho nya sedekah dikit boleh tak 😄 boleh lah yaaa. Hehe thank you ❤...
...Follow IG othor dong ...
...@imeilda_08...
__ADS_1
...See you all by by 👋...